Jurnal Aplikasi IPTEK Indonesia
Not a member yet
125 research outputs found
Sort by
The Relationship between Time Management and Academic Procrastination in Students Who Participate in Organizations
This research is motivated by the fact that many students who are administrators of organizations are lazy to do their assignments so they procrastinate and are not able to manage their time well. This study aims to describe time management and academic procrastination in students who join organizations, and to find out more about the relationship between time management and academic procrastination in students who join organizations. This study uses a quantitative approach with a descriptive correlational type. The sample determination method uses the Total Sampling technique with 117 DPH UKM respondents. Data collection in this study uses a time management and academic procrastination scale. Data are processed using descriptive analysis techniques with percentage formulas and correlational analysis techniques with Pearson Product Moment. The results of the study show that: (1) academic procrastination of students who join organizations is in the moderate category (59.83%), (2) time management of students who join organizations is in the moderate category (50.43%), (3) there is a negative and significant relationship between time management and academic procrastination in students who join organizations. The implications of BK services are that they can provide information services on the theme of the importance of self-confidence in learning, individual counseling services, and group guidance services on the topic of assignments regarding self-confidence in learning
Pengaruh Masa Kerja Terhadap Kompetensi Pedagogik Guru Pendidikan Anak Usia Dini
Kompetensi pedagogik guru PAUD merupakan faktor penting dalam keberhasilan proses pembelajaran anak didik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh masa kerja terhadap kompetensi pedagogik guru PAUD. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan melibatkan responden sebanyak 140 guru pendidikan anak usia dini di tiga kecamatan Kota Padang. Analisis data penelitian dilakukan dengan menggunakan SPSS 26 dan teknik pengumpulan data menggunakan angket yang telah divalidasi dengan teknik expert judgement. Hasil penelitian menunjukan (1) kompetensi pedagogik berdasarkan masa kerja guru berada pada kategori baik dengan pencapaian sebesar 80,65%. (2) nilai koefisien korelasi (R) yang rendah menujukan bahwa tidak ada hubungan linear yang kuat antara masa kerja dengan kompetensi pedagogik yang artinya semakin lama guru mengajar maka tidak menjamin kompetensi pedagogik meningkat. (3) R Square yang rendah sebesar 0,011 menjukan bahwa masa kerja bukanlah satu-satunya faktor yang dapat menentukan kompetensi pedagogik guru PAUD. (4) Hasil nilai Fhitung 0,05) disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara masa kerja guru dengan kompetensi pedagogik
Analisis Nilai Karakter dan Keterlibatan Anak Usia Dini Dalam Upacara Adat Rambu Solo'
Pendidikan karakter bertujuan untuk membangun bangsa yang tangguh dimana masyarakatnya memiliki akhlak yang mulia, bermoral, bertoleransi serta bergotongroyong. Pendidikan karakter dianggap penting bagi anak usia dini karena karakter anak yang mudah untuk dibentuk dimana anak mudah meniru dan cepat menyerap perilaku dari lingkungan yang ada disekitarnya. Salah satu upaya untuk mewariskan budaya pada anak usia dini di Kabupaten Tana Toraja adalah dengan melibatkan anak usia dini dalam kegiatan kebudayaan. Salah satu kegiatan adat yang melibatkan anak usia dini adalah upacara adat rambu solo'. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan karakter yang tercermin dalam upacara adat rambu solo' bagi anak usia dini serta untuk mengetahui keterlibatan anak usia dini pada upacara adat tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah semi etnografi. Teknik pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menggambarkan nilai-nilai pendidikan karakter yang tercermin pada upacara adat rambu solo' bagi anak usia dini adalah religius, bersahabat/komunikatif, disiplin, tanggungjawab dan rasa ingin tahu. Salah satu bentuk keterlibatan anak usia dini dalam upacara adat rambu solo' adalah menerima tamu pada allo katongkonan
Perbedaan Self-Esteem Remaja Panti Asuhan ditinjau Berdasarkan Jenis Kelamin
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena yang terjadi pada remaja panti asuhan yang belum mampu mengenali diri sendiri, tidak menerima diri apa adanya, dan memandang diri sendiri tidak berharga. Salah satu faktor yang mempengaruhi self-esteem adalah jenis kelamin. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan self-esteem remaja laki-laki; (2) mendeskripsikan self-esteem remaja perempuan; dan (3) menguji apakah terdapat perbedaan self-esteem remaja ditinjau berdasarkan jenis kelamin. Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif komparatif. Responden penelitian adalah remaja Panti Asuhan Muhammadiyah Padang dan Panti Asuhan Aisyiyah Padang sebanyak 67 remaja yang dipilih dengan teknik total sampling. Data penelitian dikumpulkan menggunakan skala self-esteem yang disusun berpedoman pada model Skala Likert. Data yang terkumpul diolah dan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis uji beda (T-test) dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) self-esteem remaja laki-laki tinggi (57,58%); (2) self-esteem remaja perempuan sedang (52,94%); dan (3) terdapat perbedaan yang signifikan tingkat self-esteem antara remaja laki-laki dan perempuan dengan sig. (2-tailed) 0,002 < 0,05, yaitu tingkat self-esteem remaja laki-laki lebih tinggi dibandingkan remaja perempuan. Pembahasan fokus kepada aspek-aspek self-esteem dan impilkasi terhadap layanan Bimbingan dan Konseling
Development of Video Media in ICT Learning for Middle Year Students in Junior High Schools
One challenge encountered in the learning process is the inadequate utilization of digital-based learning media during study sessions. Thus far, traditional learning materials have been employed, including textbooks and workbooks. The research problem at hand pertains to the insufficient utilization of digital-based media for ICT Guidance instruction in junior high school classes VIII. This study intends to generate high-quality instructional videos. Using the 4-D development model, this form of research is development research known as Research & Development (R&D). The phases of this development model are as follows: define, design, develop, and disseminate. Three validators, including two media expert validators and one material expert validator, conducted the media validator test. A practicality exam was administered to 32 eighth-grade students from Padang City State Middle School 22 in order to evaluate the efficacy of the instructional video product. Based on the findings of the study, material validation results average 4.8 and are classified as "Very Valid," media validator 1 validation results average 4.9 and are categorized as "Very Valid," and media validator 2 validation results average 4.7 and are categorized as "Very Valid." The results of product practicality trials, which average 4.4, are classified as "Very Practical." Hence, this medium is appropriate for utilization
Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok untuk Mereduksi Body Image Negatif Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Sungai Penuh
This research is motivated by the existence of students who feel dissatisfied with the shape and size of their body, dissatisfied with their appearance, embarrassed if acne appears, feel they have a height that is not ideal, do not have a proportional body, and are not confident with a dark skin color. So efforts are needed to reduce negative body image to positive in students through group guidance services. The objectives of this study are 1) To reveal the form of the negative body image of students before being given group guidance services, 2) To reveal the negative body image of students after being given group guidance services, and 3) To reveal whether group guidance services are very effective for reducing negative body image before and after services are provided to students. This type of research is an experiment with a one-group pretest-posttest design with a population of 243 students of SMK Negeri 1 Sungai Penuh. The implementation of group guidance services was carried out for 6 meetings. The instrument used is the body image scale using 30 items. The data analysis used is the norm of categorization of respondents' achievements and the Wilcoxon test. Based on data analysis, it is found that there is a significant difference in body image conditions before and after being given group guidance services to X and XI grade students of SMK Negeri 1 Sungai Penu
Prevention of Stunting among Pregnant Women through Mindfulness Training and Health Education in Solok District
This Community Service (PkM) activity aims to reduce the birth rate of stunted babies in Nagari Kinari, Bukit Sundi District, Solok Regency, through mindfulness training and health education for pregnant women. Stunting is a serious health problem affecting children's physical and cognitive development. One of the main causes of stunting is stress in pregnant women, which impacts fetal development. Mindfulness training was introduced to help pregnant women manage stress, thus creating a healthier environment for fetal growth. This activity was carried out for two days on August 3-4, 2024, in Nagari Kinari, involving 30 pregnant women as participants. The program included health counseling, mindfulness practice sessions, discussions, and consultations with health workers. The program results showed a significant decrease in participants' stress levels and increased knowledge about pregnancy health and the importance of stress management. The mindfulness therapy taught proved effective and can be applied by the participants in their daily lives. In conclusion, this training contributes to efforts to prevent the birth of stunted babies. It is expected to be a model intervention applied in other areas with similar problems
Hubungan Kontrol Diri dan Disiplin Belajar Siswa: Implikasi untuk Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah
Fenomena permasalahan yang dihadapi oleh siswa yaitu berhubungan dengan disiplin dalam belajar. Disiplin dalam belajar dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi siswa di sekolah sehingga diperlukannya kontrol diri agar siswa dapat menaati tata tertib sekolah. Tujuan penelitian ini untuk melihat gambaran kontrol diri dan gambaran disiplin dalam belajar siswa serta melihat hubungan keduanya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Adapun sampel dalam penelitian ini sebanyak 268 siswa dan teknik pengambilan sampel Technique Stratified Random Sampling. Hubungan kedua variabel dapat diketahui dengan menggunakan rumus Product Moment. Hasil penelitian menemukan: 1) kontrol diri siswa berada pada kategori rendah, 2) disiplin dalam belajar siswa berada pada kategori rendah, 3) terdapat hubungan positif dan signifikan antara kontrol diri siswa dengan disiplin dalam belajar dengan rxy = 0,434 dan taraf signifikansi 0,000. Maka dapat disimpulkan guru BK berperan untuk meningkatkan disiplin dalam belajar siswa melalui layanan informasi dan bimbingan kelompok
How do website-based presentation Tools Impact The Enhancement of Digital Literacy comprehension? Integration with blended learning
Technology offers significant contributions and advantages. During a global pandemic, the education sector is particularly advantaged by the utilization of technology. This study seeks to evaluate the efficacy of employing information services through the blended learning approach in enhancing students' comprehension of digital literacy amidst the pandemic. This study used a Quasi-Experimental methodology utilizing a Non-Equivalent Control Group design. The study population consisted of students in the twelfth grade, and a purposive sampling method was employed to choose participants from class XII A. The main focus of the study was to assess the student's level of comprehension in the field of digital literacy. The utilization of interactive media in service implementation specifically enhances digital literacy comprehension, resulting in a significant gain in knowledg
Gambaran Komunikasi Interpersonal Anak Broken Home
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena siswa broken home keterampilan komunikasi interpersonalnya masih belum efektif. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan komunikasi interpersonal ditinjau dari aspek keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif dan kesetaraan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian yaitu kelas X dan XI dengan jumlah 618 siswa. Sampel penelitian ini adalah 41 siswa broken home yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan memberikan instrumen penelitian berupa kuesioner komunikasi interpersonal anak broken home yang sudah uji validitas dengan rumus pearson correlation (0.361) dan uji reliabilitas dengan rumus cronbach’s alfa (0.954), kemudian diolah menggunakan metode statistik deskriptif. Hasilnya menunjukkan komunikasi interpersonal siswa broken home umumnya rendah (50,9%), dengan aspek keterbukaan (49,8%), sikap positif (43,8%), dan kesetaraan (43,6%) rendah, sementara empati (51,1%) dan sikap mendukung (53,9%) berada di kategori sedang. Konselor atau Guru BK disarankan memberikan layanan informasi, bimbingan kelompok, dan konseling kelompo