94 research outputs found

    PENGARUH WORD OF MOUTH TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN STUDI KASUS TOKO LENI KOSMETIK DI DESA SINDET ANYAR PROBOLINGGO

    No full text
    Skripsi yang berjudul “Pengaruh Word Of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen (Studi Kasus Toko Leni Kosmetik di desa Sindet Anyar, Probolinggo)” ditulis oleh Sucik Idayati Ningsih, NIM 12405173072, Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Pembimbing Nadia Roosmalita Sari, S.Pd, M.Kom. Penelitian ini dilatar belakangi oleh realitas yang terjadi di lingkungan tempat tinggal penulis yang kerap kali menemukan beberapa pelaku usaha yang menerapkan word of mouth dalam menjalankan usahanya. Para pelaku usaha ini kerap kali memanfaatkan obrolan dari mulut ke mulut untuk mendapatkan jangkauan pasar yang lebih luas. Selain itu penulis juga acap kali menemukan motif pembelian yang dilakukan konsumen didasarkan atas rekomendasi dari orang orang sekitar baik itu keluarga, kerabat maupun lingkungan kerja. Penelitian ini berfokus pada lingkup wilayah operasional toko Leni Kosmetik yang berlokasi di desa Sindet Anyar, RT 01 RW 01, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo. Adapun penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaruh strategi pemasaran word of mouth terhadap keputusan pembelian konsumen pada toko Leni Kosmetik di desa Sindet Anyar Probolinggo, termasuk indikator apa saja yang mempengaruhi penerapan strategi word of mouth serta bagaimana langkah pengoptimalan strategi tersebut. Adapun fokus penelitian dalam skripsi diantaranya; (1). Bagaimana pengaruh word of mouth terhadap keputusan pembelian pada toko Leni Kosmetik di desa Sindet Anyar, Probolinggo (2). Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan strategi pemasaran word of mouth pada toko Leni Kosmetik di desa Sindet Anyar, Probolinggo. (3). Bagaimana langkah-langkah penerapan strategi pemasaran word of mouth pada toko Leni Kosmetik di desa Sindet Anyar, Probolinggo. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana proses pengambilan data dilakukan melalui wawancara dan observasi dengan para informan yang terdiri dari pemilik toko serta konsumen toko Leni Kosmetik di desa Sindet Anyar Probolinggo. Selanjutnya data yang telah diperoleh kemudian di analisis berdasarkan teori teknik analisis data dari dari Miles & Huberman yang mencakup Reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat hubungan antara word of mouth dengan keputusan pembelian konsumen pada toko Leni Kosmetik di desa Sindet Anyar Probolinggo, hal ini disebabkan karena word of Mouth mempunyai hubungan terhadap indikator keputusan pembelian. Selain itu terdapat dua jenis word of mouth yang di terapkan toko Leni Kosmetik di desa Sindet Anyar Probolinggo yaitu, secara organic maupun amplfied word of mouth. Dalam praktiknya pihak toko Leni Kosmetik di desa Sindet Anyar Probolinggo juga menerapkan indikator dasar word of mouth yang dicetuskan oleh sernovitz. Kata kunci : word of mouth, keputusan pembelian

    Reduksi Dimensi Nwp Dengan Transformasi Wavelet Diskrit Dan Principal Component Analysis Untuk Pra Pemrosesan Data Dalam Pemodelan Prakiraan Curah Hujan

    No full text
    Prakiraan cuaca memiliki peranan penting bagi masyarakat sebagai bentuk antisipasi terhadap bencana buruk yang diakibatkan oleh cuaca ekstrim. Sampai saat ini metode prakiraan yang digunakan oleh BMKG masih bersifat subjektif. Model prakiraan yang memanfaatkan Numerical Weather Prediction (NWP) menjadikan pemodelan prakiraan cuaca dapat dilakukan secara objektif. Namun, luaran dari metode NWP masih sering bias, sehingga diperlukan pemrosesan, salah satunya dengan Model Output Statistics (MOS). MOS merupakan pemodelan yang berbasis regresi antara hasil observasi cuaca dengan luaran NWP. Observasi cuaca yang digunakan sebagai variabel respon adalah curah hujan. Paramater NWP yang digunakan sebagai variabel prediktor adalah ps, rh, rnd, temp, u, dan v. Data NWP bersifat deterministik dan berdimensi tinggi sehingga diperlukan reduksi dimensi grid dan variabel NWP dengan Transformasi Wavelet Diskrit (TWD) dan Principal Component Analysis (PCA) sebagai pembanding. TWD mensyaratkan ukuran data 2N. Penentuan jumlah koefisien wavelet hasil TWD berdasarkan kombinasi level resolusi yang memiliki nilai MSE terkecil. Penentuan jumlah PC hasil reduksi PCA berdasarkan besar persentase yang dijelaskan sebesar 85%. TWD tidak dapat mengatasi multikolineritas, sehingga dapat dimodelkan jika koefisien wavelet direduksi kembali dengan PCA. Model terbaik yang dipilih berdasarkan nilai RMSEP terkecil. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa RMSEP di 5 lokasi pengamatan dengan pra-pemrosesan PCA lebih kecil dibandingkan dengan prapemrosesan TWD. Hasil ramalan model MOS baik dengan prav pemrosesan TWD dan PCA secara konsisten memiliki nilai RMSEP lebih kecil daripada model NWP. Kesimpulan lain adalah model MOS dengan pra-pemrosesan TWD rata-rata dapat mengoreksi bias NWP sebesar 24,63%, sedangkan dengan PCA rata-rata sebesar 25,34%. ===================================================================================================== A weather forecasting has a important role for the society as anticipation of worse disasters caused by extreme weather. Until now, forecasting methods used by BMKG still subjective. Forecasting model which use Numerical Weather Prediction (NWP) to make short-term forecast modelling conducted objcetively. But, output of the NWP method is often biased, so need a processing by Model Output Statistics (MOS). MOS is regression based on relationship modelling between weather observation and NWP outputs. The weather observation used as response variable is rainfall. The NWP parameters used as the predictor variables are ps, rh, rnd, temp, u, and v. NWP are deterministic and high dimension so needed dimension reduction both grid and variables of NWP by Descrete Wavelet Transform (TWD) and Principal Component Analysis (PCA) as a comparison. TWD requires the 2M data size. The number of wavelet coefficients based on a combination of results TWD which has a smallest MSE. The number of PC based on a large percentage explained by 85%. TWD can’t overcome multicolinearity so that can be modeles if the wavelet coefficients is reduced by PCA. The best model have a smallest RMSEP. The result of the study infer that RMSEP in 5 observing locations with pre-processing of PCA is smaller than by pre-processing of TWD. The result of forecasting MOS models both pre-processing of TWD and PCA has consistently RMSEP smaller than NWP models. Another conclusion is MOS models using pre-processing of TWD can correcting the bias NWP on average by 24,63%, whereas the pre-processing of PCA on average by 25,34%

    Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle ‘5E’ Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Materi Fotosintesis Pada Kelas VIII F SMP Negeri 2 Colomadu Tahun Pelajaran 2011/2012

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh kondisi pembelajaran kelas VIII F SMP Negeri 2 Colomadu yang terdapat kelemahan antara lain: proses pembelajaran masih berpusat pada guru sebagai sumber utama pengetahuan, siswa ramai, siswa tidak memperhatika, dan siswa tidak berani berpendapat. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi fotosintesis melalui model pembelajaran Learning Cycle ‘5E’ pada siswa kelas VIII F SMP Negeri 2 Colomadu tahun pelajaran 2011/2012. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan di SMP Negeri 2 Colomadu dengan subyek siswa kelas VIII F. Adapun yang menjadi obyek penelitian adalah Learning Cycle ‘5E’ pada materi fotosintesis. Proses penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang meliputi lima tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi, dan evaluasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif kualitatif yaitu dengan cara menganalisis data perkembangan siswa pada siklus I dan siklus II dilengkapi dengan analisis rata-rata nilai kognitif, nilai afektif, dan nilai psikomotorik siswa. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I, ranah kognitif = 70,97 atau meningkat sebesar 18,06 dari nilai awal; ranah perilaku afektif = 13,03 (sangat baik); dan ranah psikomotorik= 12,21 (sanga berminat). Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus II, ranah kognitif= 80,18 (berhasil) atau meningkat sebesar 9,21 dari siklus I; ranah afektif = 15,03 (sangat baik) atau meningkat sebesar 2 dari siklus I; ranah psikomotorik = 14,97 (sangat berminat) atau meningkt sebesar 2,76 dari siklus I. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Learning Cycle ‘5E’ dapat memperbaiki proses belajar mengajar, hal ini didukung dengan peningkatan hasil belajar Biologi pada siswa kelas VIII F SMP Negeri 2 Colomadu tahun pelajaran 2011/2012

    HUBUNGAN CITRA TUBUH DENGAN STRES PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRINGSEWU

    No full text
    Diabetes mellitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. Penderita Diabetes Mellitus dapat mengalami komplikasi dan dapat menyebabkan penurunan fungsi tubuh dan perubahan fisik. Penderita Diabetes Mellitus yang mengalami perubahan fisik kurang baik pada tubuhnya, mereka cenderung memiliki konsep diri khususnya citra diri yang negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan citra tubuh dengan stress pada penderita Diabetes Mellitus di wilayah kerja Puskesmas Pringsewu Tahun 2019.Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi dengan desain Cross-Sectional dimana populasi 53 orang dan sampel 35 orang. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling, analisis statistic yang digunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan p-value 0,000< 0,05 (p-value < 0,05), hal ini menunjukan bahwa terdapat hubungan citra tubuh dengan stress pada penderita Diabetes Mellitus. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi masyarakat khususnya penderita Diabetes Mellitus untuk selalu berfikir positif dalam  pencegahan terjadinya stress

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI OUTDOOR LEARNING PADA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS III DI SLB BINA HARAPAN LAMONGAN

    No full text
    PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI OUTDOOR LEARNING PADA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS III DI SLB BINA HARAPAN LAMONGAN ABSTRAK Anak tunagrahita adalah individu yang secara signifikan memiliki intelegensi dibawah intelegensi normal. Penerapan outdoor learning dalam pengembangan kemampuan belajar tentang jenis–jenis pekerjaan pada mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial akan menjadi lebih bermakna, kerena didalam pembelajaran dengan menggunakan model tersebut anak akan berinteraksi secara langsung dan terinspirasi untuk menuangkan ekspresinya Anak tunagrahita akan memiliki kemapuan untuk memahami jenis-jenis pekerjaan pada pelajaran ilmu pengetahuan sosial setelah dilakukan pemberian stimulus berupa pengalaman langsung dan memiliki keberanian serta rasa percaya diri setelah dilakukan pembelajaran outdoor learning. Selain dapat terlibat langsung di lingkungan sekitar, lingkungan belajar di luar kelas menyajikan pengalaman langsung dan suasana baru dalam memahami jenis-jenis pekerjaan yang ada di sekitar anak, mendorong tingkat berfikir atau imajinasi yang lebih tinggi dan ketrampilan pemecahan masalah Dalam pembelajaran IPS pada materi jenis – jenis pekerjaan anak tunagrahita mengalami kesulitan. Untuk itu digunakan Outdoor Learning dengan indikator keberhasilan 70%.Penelitian ini di tujukan untuk (1) mendiskripsikan aktifitas anak dalam pembelajaran IPS pada materi jenis – jenis pekerjaan dengan Outdoor Learning. (2) mendiskripsikan peningkatan hasil belajar siswa pada materi jenis – jenis pekerjaan dengan jumlah 5 anak tunagrahita kelas III di SLB Bina Harapan Lamongan dengan Outdoor Learning. Metode penelitian menggunakan pendekatan tindakan kelas. Desain penelitian tindakan kelas mengunakan model kemmis, dengan metode pengumpulan data meliputi observasi, tes dan dokumentasi. Dari hasil penelitian pada siklus I menunjukan hasil kurang memuaskan. Nilai rata-rata aktivitas anak pada siklus I hanya mencapai 52,9% dan niali rata rata hasil belajar anak 57,5%. Pada siklus II peningkatan nilai aktivitas anak mecapai 68,8% dan hasil belajar anak mencapai 76,25%. Hal ini menunjukan rata-rata hasil belajar anak diatas KKM yang telah ditentukan yaitu 70. Simpulan yang dikemukakan adalah penerapan outdoor learning dapat meningkatkan hasil belajar IPS Pada meteri jenis-jenis pekerjaan pada anak tunagrahita di SLB Bina Harapan Lamongan. Kata kunci : Hasil belajar,Outdoor Learning, anak tunagrahit

    Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Efikasi Diri Menyusui

    No full text
    Introduction: Breastfeeding is a way of giving breast milk to babies that is effective in improving the quality of a child\u27s health. Mother\u27s belief in breastfeeding is a condition related to a psychological condition known as breastfeeding self-efficacy. Purpose: to analyze the factors related to breastfeeding self-efficacy in mothers at the Beru-beru Health Center, Mamuju Regency. Method: The type of research used is an observational study with a cross-sectional study design. The total sample of 81 people used a purposive sampling technique and data analysis used the Chi Square Test. The study was conducted in August – October 2022. Results: The results showed that observation of other people (p=0.049) and verbal persuasion (p=0.016) had a significant relationship with breastfeeding self-efficacy while for breastfeeding experience (p=0.182), physical and emotional condition (p=0.072) had no significant relationship with breastfeeding self-efficacy. Conclusion: The results of this study can be used in designing interventions to increase the self-efficacy of mothers in giving exclusive breastfeeding to their babies, so that it is hoped that it can provide support for government policies in order to increase the coverage of exclusive breastfeeding

    Uji Kesetaraan Dan Potensi Anti Jamur Dari Infusa Daun Ketapang (Terminalia Catappa Linn.) Dibandingkan Dengan Mikonazol Nitrat Terhadap Pertumbuhan Jamur Trichophyton Mentagrophytes

    No full text
    Telah dilakukan uji potensi anti jamur dari infusa daun ketapang (Termina~ia catappa Linn) terhadap pertumbuhan jamur Trichophyton mentagrophytes dengan mempergunakan metode silinder test dan diperoleh hasilnya berupa daerah hambatan yang relatif besar dibandingkan dengan mikonazol nitrat. Pada hasil penelitian menunjukan bahwa infusa daun ketapang (Terminalia catappa Linn) mempunyai kesetaraan, potensi anti jamur yang relatif besar terhadap pertumbuhan jamur Trichophyton mentagrophytes dibandingkan dengan mikonazol nitrat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa infusa daun ketapang (Terminalia catappa Linn) dapat menghambat pertumbuhan jamur Trichophyton mentagrophytes

    Perbaikan sifat fisik dan mekanik Edible Film dari tapioka dengan penambahan sorbitol

    No full text
    Edible film merupakan alternatif bahan pengemas makanan yang ramah lingkungan karena bersifat biodegradable , bahkan dapat dimakan oleh manusia. Namun, saat ini edible film belum dapat mengantikan fungsi pengemas sintetis secara penuh, oleh karena itu perlu dilakukan pengembangan terus-menerus untuk memperbaiki sifat fisik maupun mekanik dari film yang sudah ada. Edible film dapat dibuat dari tapioka, namun edible film yang dihasilkan masih memiliki tekstur yang mudah patah dan transmisi uap airnya cukup tinggi. Untuk memperbaikinya diperlukan penambahan plasticizer untuk memberikan sifat elastisitas, salah satunya yaitu sorbitol. Sorbitol merupakan golongan poliol yang mampu menstabilisasi kelembaban dan meningkatkan elastisitas pada film yang dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi penambahan sorbitol yang tepat sehingga dapat meningkatkan sifat fisik dan mekanik edible film dari tapioka, dan untuk mengetahui biaya proses produksi berserta HPP edible film tapioka. Manfaat penelitian adalah memberikan informasi pembuatan edible film dari tapioka dengan sifat fisik dan mekanik yang baik, mengurangi dampak pemakaian plastik yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan, memberikan informasi biaya proses produksi berserta HPP edible film tapioka, serta membuka peluang terciptanya industri baru bahan pengemas yang ramah lingungan berbasiskan bahan alami. Metode penelitian dengan eksperimental modifikasi metode Purwitasari (2001) dengan menggunakan RAK faktor tunggal, terdiri dari 4 perlakuan kombinasi konsentrasi tapioka (T=3% (b/v)) dengan konsentrasi sorbitol (S0= 0 %; S1= 0,1 %; S2= 0,2 % S3= 0,3 % (v/v)). Edible film terbaik diperoleh pada konsentrasi tapioka 3% dan konsentrasi sorbitol 0,2% dengan nilai transmisi uap air 0,067 g.mm/m2.24 jam; perpanjangan 77,66%; kuat tarik 10,87 N/cm2; ketebalan 0,095 mm; kecerahan 71,20 dan kadar air 12,21%. Total biaya produksi dari 6.400 lembar edible film selama satu bulan sebesar Rp Rp 1.504.287,49 dan HPP per kemasan Rp 9.401,79. Tiap kemasan berisi 40 lembar dengan ukuran 30 x 25 cm

    Hubungan antara gaya kepemimpinan station manager dengan kinerja penyiar di Radio Pendidikan (rapendik) on streaming Jawa Timur : studi pada penyiar rapendik on streaming upt-tekkomdik Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur

    No full text
    Permasalahan yang dikaji dalam skripsi ini yaitu, untuk mengetahui hubungan gaya kepemimpinan station manager dengan kinerja penyiar Radio Pendidikan (RAPENDIK) On Streaming Jawa Timur. Hipotesis dalam penelitian ini adalah adanya hubungan persepsi penyiar atas gaya kepemimpinan station manager dengan kinerja penyiar di radio pendidikan (RAPENDIK) on streaming jawa timur. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan persepsi penyiar atas gaya kepemimpinan station manager dengan kinerja penyiar di radio pendidikan (RAPENDIK) on streaming jawa timur dan ingin mengetahui seberapa besar hubungan tersebut. Persoalan tersebut diungkap menggunakan pendekatan kuantitatif yang merupakan penelitian yang menekankan analisisnya pada data–data numerikal atau angka yang diolah dengan metode statistika serta dilakukan pada penelitian inferensial atau dalam rangka pengujian hipotesis, sehingga diperoleh signifikansi perbedaan antara variabel yang diteliti. Untuk jenis penelitian menggunakan jenis survey. Survey merupakan studi yang bersifat kuantitatif yang digunakan untuk meneliti gejala suatu kelompok atau perilaku individu dan merupakan suatu desain yang digunakan untuk penyelidikan informasi yang berhubungan dengan hubungan antar variabel dalam suatu populasi. Proses pengolahan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode statistik dengan bantuan software statitsik package for social science (SPSS) versi 16.0 for windows, untuk mengukur hipotesis dalam penelitian ini menggunakan rumus kendal tau. Hasil analisis statistik dengan bantuan program SPSS 16 for windows, diperoleh taraf signifikansi sebesar 0.550, dimana 0,000<0,05, yang artinya Hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara persepsi terhadap gaya kepemimpinan dengan kinerja penyiar, dengan koefisien korelasi sebesar 0.550 atau sebesar 55% artinya variabel persepsi terhadap gaya kepemimpinan mempunyai pengaruh yang kuat terhadap kinerja penyiar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin baik persepsi terhadap gaya kepemimpinan station manager maka akan meningkatkan kinerja penyiar dalam melaksanakan tugas, begitu juga sebaliknya semakin buruk persepsi terhadap gaya kepemimpinan station manager maka akan memengaruhi kinerja penyiar dalam melaksanakan pekerjaannya

    Penerapan Capital Asset Princing Model (CAPM) sebagai Alat Penentu Saham Efisien (Studi pada perusahaan – perusahaan yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Index periode 2009 -2011)

    No full text
    Investasi merupakan penanaman sejumlah dana dalam bentuk uang ataupun barang yang diharapkan akan memberikan hasil yang lebih dikemudian hari. Investasi dalam bentuk surat berharga (sekuritas) biasanya dapat dilakukan melalui pasar uang atau pasar modal. Ditinjau dari sisi investor, pada umumnya tujuan investor berinvestasi di pasar modal pasti mengharapkan tingkat keuntungan. Tingkat keuntungan yang diperoleh di pasar modal dalam bentuk surat berharga khususnya saham lebih besar dibandingkan tingkat keuntungan di pasar uang yang ditanamkan dalam bentuk deposito. Dilihat dari besarnya tingkat keuntungan, risiko yang diperoleh dari pasar modal lebih besar dibandingkan risiko di pasar uang. Untuk dapat meminimalkan risiko dalam investasi saham di pasar modal, pemodal dapat melakukan portfolio (diversifikasi) saham yaitu dengan melakukan investasi pada banyak saham, sehingga risiko kerugian pada satu saham dapat ditutup dengan keuntungan pada saham yang lainnya. Untuk mengetahui saham mana yang memiliki tingkat keuntungan yang tinggi dengan risiko tertentu serta meminimalkan risiko tersebut. Berdasarkan hal tersebut, peneliti melakukan penelitian mengenai Penerapan Capital Asset Princing Model (CAPM) sebagai Alat Penentu Saham Efisien. Penelitian ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang menekankan pada data numerikal (angka). Hasil penelitian ini diketahui bahwa, Data dari 14 saham perusahaan-perusahaan yang diteliti secara bertahap, diperoleh 10 saham perusahaan yang termasuk saham efisien, hal ini menunjukkan bahwa selama periode 2009-2011 terdapat 4 saham perusahaan yang memiliki tingkat pengembalian saham individu lebih kecil dari tingkat pengembalian yang diharapkan. Keputusan yang seharusnya diambil oleh investor terhadap saham yang efisien adalah mengambil atau membeli saham tersebut (underpriced). Sedangkan, keputusan terhadap saham yang tidak efisien adalah menjual saham tersebut sebelum harga saham mengalami penurunan (overpriced)
    corecore