Jurnal Wacana Kesehatan (Nursing Academy Dharma Wacana.)
Not a member yet
    142 research outputs found

    Hubungan Sikap, Tingkat Pendidikan, Dan Usia Terhadap Upaya Pencegahan Demam Berdarah di Desa Tanjung Baru

    Full text link
    Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a growing public health issue, particularly in tropical regions like Indonesia. This study aims to examine the relationship between attitudes, education levels, and age with dengue fever prevention efforts in Tanjung Baru Village, Ogan Komering Ulu (OKU) Regency, South Sumatra. A cross-sectional design with a quantitative correlational approach was employed. The sample consisted of 243 respondents selected using accidental sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using the chi-square test with a significance level of 0.05. The results showed a significant relationship between attitudes and dengue prevention efforts (p = 0.004), education levels and dengue prevention efforts (p = 0.010), and age and dengue prevention efforts (p = 0.000). Respondents with positive attitudes, higher education levels, and younger ages were more active in carrying out prevention measures. These findings suggest that attitudes, education, and age play crucial roles in the success of dengue fever prevention. Therefore, it is recommended that health education programs and prevention campaigns be enhanced, especially for groups with low education levels and older age. Increasing community participation in prevention efforts is expected to reduce the incidence of dengue fever in the future

    Penerapan Prone Nesting Positioning Terhadap Status Hemodinamik (Saturasi Oksigen, Frekuensi Pernafasan, Frekuensi Nadi) Pada Bayi Prematur Di Ruang IPN RSUD Arifin Achmad

    Full text link
    Kelahiran bayi prematur didefinisikan sebagai bayi yang lahir hidup sebelum usia gestasi 37 minggu. Secara fisiologis bayi prematur sering mengalami ketidakstabilan kardiorespirasi yang dapat menyebabkan terjadinya periodik apnea, bradikardia dan desaturasi oksigen. Untuk meningkatkan efektifitas ventilasi dan perfusi serta meningkatkan saturasi oksigen pada bayi prematur dengan gangguan pernafasan dapat dilakukan dengan melakukan development care yaitu dengan pemberian prone nesting positioning untuk menstabilkan status hemodinamik pada bayi prematur. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pemberian prone nesting positioning terhadap status hemodinamik (saturasi oksigen, frekuensi pernafasan, frekuensi nadi) pada bayi prematur di ruang IPN RSUD Arifin Achmad. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif studi kasus kepada 2 responden yang memiliki gangguan pernafasan selama 5 hari berturut-turut dengan durasi 60 menit. Hasil penerapan prone nesting positioning yang dilakukan terdapat perubahan status hemodinamik (saturasi oksigen, frekuensi pernafasan, frekuensi nadi) pada bayi prematur sebelum dan sesudah diberikan terapi. Perubahan menunjukkan perbaikan dalam status hemodinamik. Penerapan prone nesting positioning ini dapat dijadikan terapi non farmakologis pada bayi prematur dengan gangguan pernafasan yang dirawat di NICU.

    Hand-Held Fan untuk Mengurangi Sesak Napas pada Pasien Kanker Paru

    Full text link
    Sesak napas merupakan gejala subjektif yang sering dialami oleh pasien kanker paru yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan, kecemasan dan penurunan kualitas hidup. Terapi farmakologi diberikan kepada pasien namun dapat mengakibatkan efek samping yang merugikan. Untuk itu, penggunaan terapi non-farmakologi seperti hand-held fan (HHF) merupakan tanggung jawab perawat dalam mengurangi penggunaan obat sesak. Berdasarkan hasil bukti ilmiah atau evidence based nursing (EBN), HHF adalah terapi modalitas menggunakan pendekatan palliative care yang dapat diterapkan untuk mengurangi sesak napas pada pasien kanker paru. Penerapan EBN menggunakan critical review dan pelaksanaannya menggunakan model Stetler. Sehingga metode penelitian yang digunakan yaitu one-group pre test-post test. Penerapan EBN ini bertujuan untuk mengidentifikasi keefektifan hand- held fan untuk mengurangi sesak napas pada pasien kanker paru. Sesak napas diukur menggunakan Modified Borg Scale (MBS). Penerapan EBN dilakukan kepada 6 orang pasien dengan kanker paru. Hasil penerapan EBN menunjukkan bahwa kombinasi HHF dan penggunaan pernafasan diafragma efektif dalam mengurangi sesak napas pada pasien kanker paru (p=0,026; p<0,05). Hand-held fan dapat diaplikasikan perawat sebagai intervensi manajemen non farmakologi untuk mengurangi sesak napas pada pasien kanker paru.

    Katagori Kualitas Hidup Pasien Pasca Open Reduction External Fixation (OREF) Di RS Ortopedi Prof. Dr. R Soeharso Surakarta

    Full text link
    Open reduction external fixation (OREF) adalah terapi untuk patah tulang. OREF besar pada ekstremitas bawah, bersama dengan adanya implan yang terlihat dari luar, terkadang dapat menyebabkan pasien merasa malu, tidak nyaman, tidak dapat melakukan tugas sehari-hari, dan sangat bergantung pada orang lain untuk memenuhi kebutuhan mendasar mereka. Masalah fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan adalah beberapa masalah yang dihadapi pasien dengan OREF ekstremitas bawah; keadaan ini dapat berdampak pada kualitas hidup pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi kualitas hidup pasien yang menerima OREF. Metodologi penelitian ini bersifat deskriptif. Ada 62 responden dalam sampel penelitian. WHOQoL-BREF adalah alat ukur kualitas hidup yang sering digunakan. Menurut temuan penelitian, 40,3% pasien OREF memiliki kualitas hidup yang sebagian besar berada dalam kisaran sedang. Perawat perlu memberikan dukungan psikologis pasca hospitalisasi bagi pasien agar dapat meningkatkan kualitas hidu

    Pengaruh Kombinasi Jus Tomat dan Massage Kaki Rendam Air Hangat terhadap Tekanan Darah Penderita Hipertensi

    Full text link
    Hypertension is a non-communicable disease that often leads to severe complications such as stroke and heart failure. Non-pharmacological therapy is an essential alternative to control blood pressure without drug side effects. This study aimed to determine the effect of a combination of tomato juice and warm foot massage therapy on blood pressure among hypertensive patients in WR Jengkol Village. This research employed a Quasi-Experimental design with a Pre-test and Post-test Control Group Design and purposive sampling involving 34 respondents divided into intervention and control groups. The Paired T-Test results showed a significant reduction in systolic and diastolic blood pressure in the intervention group (p-value 0.000 < 0.05), with a mean decrease of 30.59 mmHg for systolic and 15.88 mmHg for diastolic pressure, while the control group showed no significant changes. The combination of tomato juice and warm foot massage effectively lowered blood pressure through biochemical effects (lycopene, potassium, antioxidants) and physiological mechanisms (peripheral vasodilation and muscle relaxation). This therapy is recommended as a safe, simple, and cost-effective non-pharmacological approach for hypertension management

    HUBUNGAN USIA DAN PEKERJAAN IBU DENGAN KURANG ENERGI KRONIK PADA IBU HAMIL

    Full text link
    Chronic energy deficiency (CED) during pregnancy is still a serious problem because it can impact the health and safety of mothers and babies as well as the quality of babies born. The factor that causes pregnant women to experience CED is due to lack of nutritional consumption. However, increasing the incidence of CED in pregnancy can also be influenced by various factors, including occupational factors and maternal age at pregnancy. The purpose of this study is to determine the correlation of between age and profession of mothers with chronic energy deficiency in pregnant women in the Donomulyo Lampung Community Health Center. The research design used an analytic study with a cross sectional design, the population in this study were pregnant women in the working area of the Donomulyo Public Health Center, East Lampung, totaling 191 people. The sample used was 130 people. The analysis in this study used the Chi square test. The results of statistical tests show that the distribution of the incidence of CED in pregnant women is found to be 10.8%, most of the pregnant women are between the ages of 20-35 years (64.6%), and the employment is not working (56.9%). The results of the analysis of the age variable obtained p-value = 0.034; OR: 3,843; and job variable p-value = 0.044; OR: 5,304. It is concluded that there is a mother's age and occupation with the incidence of CED in pregnant wome

    Hubungan Dukungan Keluarga terhadap Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2

    No full text
    Diabetes mellitus with complications can significantly impact a patient's quality of life, making family support essential in managing the condition. Family support plays a vital role in the treatment and care process for individuals with type 2 diabetes mellitus. The purpose of this study was to explore the relationship between family support and the quality of life of type 2 diabetes mellitus patients. The research employed a quantitative approach with a cross-sectional design. It was conducted on 100 type 2 diabetes mellitus patients at the Pesawaran Regional General Hospital, using incidental sampling and questionnaires. The family support was assessed using the HDFSS, while the quality of life was measured with the DQOL questionnaire. Data analysis was performed using the Chi-Square test, with a significance level of 0.05 and a confidence interval of 95%. The findings revealed that 63% of type 2 diabetes mellitus patients received high family support, but 62% of them reported a low quality of life. A significant relationship was found between family support and the quality of life of type 2 diabetes mellitus patients (p=0.016). In conclusion, family support is linked to the quality of life in type 2 diabetes mellitus patients. It is recommended that families increase their support, and nurses should encourage families to provide more support to improve the patients' quality of life

    Hubungan Komunikasi Trapeutik Perawat Dengan Kecemasan Pasien HIV Dan Keluarga Di Puskesmas Gedung Surian

    Full text link
    Salah satu masalah P2M adalah HIV, Human Immunodeficiency Virus (HIV) menginfeksi sel-sel sistem kekebalan tubuh, menghancurkan atau merusak fungsinya. Solusi yang dapat dilakukan yaitu dengan meningkatkan kemampuan perawat, melalui komunikasi dan menjalin hubungan terapeutik dengan pasien dan keluarga.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan kecemasan pasien HIV dan keluarga dalam menjalani terapi di Puskesmas Gedung Surian tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 44 responden yang terdiri dari pasien HIV dan keluarga, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner komunikasi terapeutik dan tingkat kecemasan, serta dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia lansia (42,1%), berjenis kelamin perempuan (71,1%), dan berpendidikan menengah (52,6%). Sebagian besar komunikasi terapeutik perawat berada pada kategori baik (73,7%), sedangkan tingkat kecemasan pasien mayoritas ringan (44,7%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value = 0,010 (<0,05) yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara komunikasi terapeutik perawat dengan kecemasan pasien HIV dan keluarga. Kesimpulannya, semakin baik komunikasi terapeutik perawat, maka tingkat kecemasan pasien dan keluarga dalam menjalani terapi semakin rendah

    Studi Tentang Kejadian Gejala Premenstrual Syndrome (PMS) Dan Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) Di Kalangan Mahasiswi

    Full text link
    Pendahuluan: Premenstrual Syndrome (PMS) dan Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) merupakan gangguan yang dialami oleh wanita pada fase luteal dari siklus menstruasi yang mengganggu kegiatan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi gejala Premenstrual Syndrome (PMS) dan Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) pada mahasiswi Universitas Riau. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif cross-sectional pada 390 mahasiswi di Universitas Riau yang dihitung menggunakan rumus slovin dengan pemilihan non probability sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders-Fourth Edition - Text Revision (DSM-IV-TR). Data yang diperoleh kemudian dilakukan analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa, mayoritas responden berusia 21-23 tahun dengan usia menarche normal, memiliki siklus menstruasi normal, pola menstruasi teratur, dan lama menstruasi 1-8 hari, serta mengalami PMS dengan gejala ringan berjumlah 46,2%, responden yang mengalami PMS dengan gejala sedang berjumlah 44,1%, responden yang mengalami PMDD berjumlah 9,2%, dan responden yang tidak mengalami gejala PMS ataupun PMDD berjumlah 0,5%. Kesimpulan: penelitian ini menunjukkan bahwa gejala PMS ringan yang paling banyak dialami responden yaitu pada indikator merasa sedih dan sensitif atau mudah tersinggung, gejala PMS sedang yang paling banyak dialami responden yaitu pada indikator sakit pinggang dan gejala PMDD yang paling banyak dialami responden yaitu pada indikator malas melakukan sesuatu. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai data dasar bagi peneliti selanjutnya untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian PMS dan PMDD pada mahasiswi Universitas Riau

    Akupunktur dan Insomnia, Energi untuk Tidur Lebih Baik: Literature Review

    No full text
    Insomnia adalah gangguan tidur yang sering terjadi dan bisa mengurangi kualitas hidup. Insomnia dapat diatasi dengan metode farmakologis maupun nonfarmakologis, salah satunya adalah akupunktur, yang dianggap efisien dan aman. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis bukti empiris mengenai akupunktur dalam mengurangi gejala insomnia. Metodenya adalah observasi pustaka dengan pencarian melalui basis data seperti PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci akupunktur, insomnia, dan gangguan kesehatan. Artikel yang termasuk dalam kriteria adalah yang dipublikasikan antara tahun 2018 hingga 2025, melibatkan terapi akupunktur atau elektroakupunktur, ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris, dengan subjek berusia 15–70 tahun, dan melaporkan hasil pasca terapi. Dari 200 artikel yang ditemukan, terdapat 8 artikel yang sesuai dengan kriteria. Analisis menunjukkan bahwa akupunktur, baik sebagai terapi tunggal atau dalam kombinasi dengan metode lain (seperti herbal, aromaterapi, atau terapi kognitif perilaku), secara konsisten memperbaiki durasi dan kualitas tidur, mengurangi skor Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), menurunkan kecemasan, dan meningkatkan kualitas hidup pasien dalam berbagai kelompok populasi, seperti remaja, dewasa, lansia, dan pasien dengan penyakit kronis. Pada akhirnya, akupunktur adalah intervensi nonfarmakologis yang efektif, aman, dan berpotensi tinggi sebagai terapi insomnia

    132

    full texts

    142

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Wacana Kesehatan (Nursing Academy Dharma Wacana.)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇