Jurnal Wacana Kesehatan (Nursing Academy Dharma Wacana.)
Not a member yet
    142 research outputs found

    Pengaruh Promosi Kesehatan Menggunakan Video Animasi Tentang Pencegahan Stunting Terhadap Pengetahuan Siswi Di SMPN 22 Pesawaran

    Full text link
    ABSTRAK Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Pencegahan stunting sejak remaja, khususnya pada siswi, sangat penting mengingat peran mereka sebagai calon ibu. Promosi kesehatan menggunakan media video animasi dinilai sebagai metode yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest, dengan sampel yang dipilih dengan teknik random sampling berjumlah 66 siswi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswi setelah diberikan promosi kesehatan menggunakan video animasi, dengan hasil nilai p-value = 0,002 (< 0,005) yang berati Ha diterima. Sebelum intervensi, sebagian besar siswi memiliki pengetahuan kurang (57,5%), dan setelah intervensi meningkat menjadi 93,3% berpengetahuan baik. Kesimpulan promosi kesehatan menggunakan media video animasi efektif meningkatkan pengetahuan siswi tentang pencegahan stunting. Kata kunci      : Stunting, Video Animasi, Promosi Kesehatan, Pengetahuan, RemajaKepustakaan  : 65 (2020-2025) ABSTRACTStunting is a chronic nutritional problem that affects the physical growth and cognitive development of children. Prevention of stunting since adolescence, especially in female students, is very important considering their role as future mothers. Health promotion using animated video media is considered an effective method in increasing adolescent knowledge. This study used a pre-experimental design with a one group pretest-posttest approach, with a sample selected by random sampling technique totaling 66 female students. Data were collected using a knowledge questionnaire before and after the intervention, then analyzed using the Wilcoxon test. The results showed an increase in the knowledge of schoolgirls after being given health promotion using animated videos, with the results of the p-value = 0.002 (<0.005) which means Ha is accepted. Before the intervention, most of the schoolgirls had poor knowledge (57.5%), and after the intervention it increased to 93.3% with good knowledge. Conclusion Health promotion using animated video media is effective in increasing the knowledge of schoolgirls about stunting prevention.  Keywords   : Stunting, Animated Video, Health Promotion, Knowledge, AdolescentsLiteraturey: 65 (2020-2025

    Literature Review: Promosi Kesehatan Holistik pada Remaja

    Full text link
    Masa remaja merupakan fase kritis yang ditandai oleh perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang saling berinteraksi dan memengaruhi perilaku kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis bukti terkini mengenai promosi kesehatan holistik pada remaja dengan mencakup aspek fisik, emosional, dan sosial. Desain penelitian berupa Literatur reviewsistematis terhadap publikasi tahun 2020–2025. Pencarian dilakukan melalui database PubMed/PMC, Cochrane, BMC/Frontiers, serta situs resmi WHO dan CDC. Kriteria inklusi mencakup penelitian dengan responden remaja berusia 10–19 tahun, intervensi promotif atau preventif, serta memiliki keluaran yang terukur. Dua penelaah independen melakukan seleksi artikel dan penilaian risiko bias. Hasil menunjukkan bahwa intervensi multikomponen berbasis sekolah dan keluarga secara konsisten meningkatkan aktivitas fisik, durasi tidur, dan keterlibatan layanan kesehatan. Program mindfulness dan penguatan resiliensi menunjukkan efek kecil hingga sedang dalam menurunkan gejala stres dan kecemasan. Intervensi yang melibatkan teman sebaya dan School-Based Health Centers terbukti meningkatkan akses dan partisipasi remaja. Kesimpulan menunjukkan bahwa promosi kesehatan remaja paling efektif apabila bersifat lintas-domain, terintegrasi antara sekolah, keluarga, dan komunitas, serta sensitif terhadap konteks budaya dan perkembangan digital. Implikasi penelitian ini menegaskan peran bidan sebagai koordinator strategis dalam kolaborasi lintas-sektor untuk mewujudkan kesejahteraan remaja secara holistik

    Tingkat Pengetahuan Masyarakat Di Kota Malang Tentang Obstructive Sleep Apnea

    Full text link
    Obstructive Sleep Apnea Syndrome (OSA) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sering terjadi dan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan jangka panjang. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian tentang tingkat pengetahuan masyarakat di puskesmas Kota Malang tentang OSA sebagai upaya preventif untuk deteksi dini dan penatalaksanaan dini OSA. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini menggunakan teknik quota sampling dengan jumlah subjek sebanyak 100 subjek. Tingkat pengetahuan masyarakat diukur menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya kemudian dibagi menjadi baik, sedang dan buruk. Analisis statistik menggunakan korelasi Pearson dengan tingkat signifikansi p<0,05. subjek berjumlah 100 orang yang terdiri dari 52% laki-laki dan 48% perempuan. Sebagian besar subjek berusia < 50 tahun (80%) dengan tingkat pendidikan sarjana (76%). Tingkat pengetahuan tidak berkorelasi dengan jenis kelamin (r = -0,041, p = 0,682), usia (r = 0,144, p = 0,151), dan tingkat pendidikan (r = 0,109, p = 0,282). Pada penelitian ini didapatkan sebagian besar tingkat pengetahuan subjek baik dan tidak berkorelasi dengan jenis kelamin, usia, dan tingkat pendidikan.Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Obstructive Sleep Apnea, Masyarakat Kota Malang

    Pendidikan Kesehatan Dengan Media Digital (WAG) Terhadap Pengetahuan Dan Prilaku Cerdik Penderita Hipertensi Pada Pencegahan Stroke

    Full text link
    World Health Organization (WHO) memperkirakan 25% penduduk dunia akan menderita hipertensi pada tahun 2025. Di Asia Tenggara hipertensi berada pada posisi ketiga tertinggi dengan prevalensi 25% dari total penduduk dan di Indonesia peningkatan prevalensi sekitar 5% dari jumlah penduduk. Hipertensi juga berdampak pada kerusakan retina mikrovaskular, peningkatan intraokular dan lesi trombo emboli. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek pendidikan kesehatan dengan media digital (WAG) terhadap pengetahuan dan prilaku CERDIK penderita hipertensi pada pencegahan stroke. Metode: metode pada penelitian adalah Pra-Eksperiment Design dengan pendekatanone Group Pretest-Posttest. Dalam penelitian ini peneliti melakukan (pretest) terlebih dahulu kemudian diberikan perlakuan berupa pendidikan kesehatan melalui penggunaan media dengan mengirim pesan melalui group WhatsApp pada responden yang dijadikan sampel. Setelah diberikan perlakuan selama 4 minggu selanjutnya dievaluasi kembali dengan pengisian koesioner (posttest). Populasi dalam peneliian ini adalah penderia hipertensi grade i-III di UPTD Puskesmas Gading rejo kabupaten Pringsewu Lampung. Sampel penelitian ini berjumlah 26 orang  dengan tehnik sampling pourposive tehnik sampling. Variabel independent dalam penelitian ini adalah Pendidikan kesehatan dengan media digital (WAG) dan variable dependen dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan perilaku penderita hipertensi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji paired sample T-Test. Hasil: Uji statistik post-intervensi pada pengetahuan menunjukkan nilai p-value = 0,007 dan perilaku menunjukkan niilai p-value = 0,001.Hasil ini menunjuklan bahwa Intervensi pendidikan berpengaruh terhadap pengetahuan  dan perilaku penderita hipertensi Kesimpulan: pendidikan melalui WAG efektif dalam meningkatkan pengetahuan  dan perilaku penderita hipertensi dalam mencegah stroke

    Analisis Pengetahuan Remaja Terhadap Perilaku Seksual Pranikah

    Full text link
    Transisi perkembangan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang dikenal sebagai masa remaja ditandai oleh berbagai fenomena perkembangan. Pada tahap ini, remaja tidak berdaya menghadapi berbagai masalah yang dapat memengaruhi pembentukan karakter dan perilaku mereka, dan masalah-masalah ini tidak dapat dipisahkan dari proses perkembangan dan kemajuan yang mereka alami. Remaja sering mencoba hal-hal baru selama masa ini untuk mendapatkan penerimaan sosial, sering kali tanpa memikirkan konsekuensinya. Penelitian ini  menggunakan desain pre-eksperimental One-group Pretest-posttest, dengan 62 siswa yang dipilih menggunakan metode Quota Sampling. Pretest dilakukan untuk menilai tingkat pengetahuan sebelum intervensi pendidikan kesehatan, dan posttest dilakukan setelahnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pendidikan kesehatan, sebanyak 43 siswa (69,3%) yaitu memiliki pengetahuan yang lebih baik perihal perilaku seksual sebelum nikah, serta 4 siswa (6,5%) memiliki pengetahuan yang kurang. Setelah intervensi, jumlah siswa dengan pengetahuan baik meningkat menjadi 57 siswa (91,9%), dan tidak ada siswa yang memiliki pengetahuan yang kurang. Berdasarkan uji statistik T-Test Paired, dengan hasil 0,000 (P < 0,05), menunjukkan adanya perbedaan  signifikan pada tingkat pengetahuan siswa sebelum maupun sesudah dilakukan intervensi. Dengan kesimpulan pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai perilaku seksual pranikah

    Intervensi Keperawatan Fisioterapi Sinar Infrared Dapat Menurunkan Skala Disabilitas Aktifitas Sehari-Hari Pada Pasien Low Back Pain Myogenik

    Full text link
    Low Back Pain Myogenic mengakibatkan penderita mengalami kesulitan beraktifitas dan kesusahan dalam melakukan pekerjaan sehari-hari. Jika Activity day livings (ADLs) terganggu, hal ini akan berdampak pada menurunya kualitas hidup penderitanya. Adapun upaya untuk mengurangi disabilitas pada pasien low back pain myogenic adalah dengan pemberian terapi sinar infra red (IR). Terapi sinar infra red (IR) dapat menghilangkan rasa sakit, meningkatkan suplai darah dan relaksasi otot.Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fisioterapi sinar infra red (IR) terhadap disabilitas pada pasien low back pain myogenic. Rancangan penelitian menggunakan quasy experimental dengan pendekatan one group pre and post test design without control. Sampel penelitian berjumlah 20 penderita Low Back Pain Myogenic. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi penelitian yang digunakan yaitu terapi infra red (IR) yang diberikan sebanyak 6 kali selama 2 minggu, pengukuran tingkat disabilitas Low Back Pain Myogenic menggunakan alat ukur berupa kuesinoer Oswestry Disabilirty Index. Analisis data menggunakan uji Paired sample test. Uji statistik dengan uji paired sample test diperoleh nilai rerata tingkat disabilitas pasien low back pain myogenic  sebelum intervensi sebesar 32,1 dan sesudah intervensi sebesar 15,4 dengan selisih 16,7. Hasil nilai p= 0,001 (p<0,05) yang artinya ada pengaruh signifikan tindakan fisioterapi sinar infra red (IR) terhadap disabilitas pada pasien low back pain myogenic secara statistik. Kesimpulan penelitian ada pengaruh tindakan fisioterapi sinar infra red (IR) terhadap terhadap tingkat disabilitas pada pasien low back pain myogenic di RSU Fitri Candra Wonogiri

    Hubungan Konsumsi Makanan Jajanan Dan Aktivitas Fisik Dengan Status Gizi Remaja Di SMA Pangudi Luhur Sedayu Yogyakarta

    Full text link
    Remaja merupakan usia periode transisi dari masa awal anak-anak hingga masa dewasa. Pola konsumsi pada usia remaja biasanya tidak teratur, sering melewatkan sarapan, dan kebiasaan jajan. Status gizi yang tidak normal pada remaja disebabkan karena konsumsi makanan yang tidak seimbang secara berlebihan. Seringnya konsumsi makanan jajanan dan kurangnya aktivitas fisik berdampak pada status gizi remaja, karena konsumsi makanan jajanan secara berlebihan akan memicu gizi lebih. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan konsumsi makanan jajanan dan aktivitas fisik dengan status gizi di SMA Pangudi Luhur Sedayu Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian observasional dengan desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling dengan jumlah sampel yang didapat sebanyak 195 orang. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antara konsumsi makanan jajanan dengan status gizi remaja SMA Pangudi Luhur Sedayu Yogyakarta dengan nilai p= 0,01, serta terdapat hubungan aktivitas fisik dengan status gizi remaja di SMA  Pangudi Luhur Sedayu Yogyakarta dengan nilai p= 0,04

    Skrining Faktor Risiko Obesitas Usia Produktif

    Full text link
    Latar belakang obesitas merupakan salah satu faktor risiko kematian paling penting di dunia. Penelitian dilakukan dengan menghitung prevalensi obesitas dan memeriksa faktor risiko yang berhubungan dengan obesitas dengan menggabungkan data dari indeks massa tubuh (BMI), lingkar perut, pola lama tidur, dan pola makan. Tujuan penelitan adalah untuk mengetahui faktor resiko kejadian obesitas pada usia produktif.  Metode penelitian melibatkan 117 responden beruaisa dewasa dengan menggunakan desain studi cross-sectional dan pengambilan sampel acak. Data tentang demografi, indeks massa tubuh (BMI), lingkar perut, pola lama tidur, dan pola makan dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur. Pengukuran digunakan bersama dengan tinggi badan, berat badan, usia, dan jenis kelamin untuk menghitung BMI. Selanjutnya data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi.  Hasil analisi diketahui sebagian besar mengalami obesitas, yaitu 49,3% reponden, memiliki lingkar perut diatas normal (59,5%), pola tidur sebagian besar (62%) 7-8jam/hari, dan pola makan kurang baik (62%). Obesitas di seluruh dunia meningkat hampir 3 kali lipat sejak 1975. Pada tahun 2016 sebanyak >1,9 milyar orang dewasa yang berusia ≥18 tahun mengalami kegemukan, dari jumlah tersebut >650 juta orang mengalami obesitas. Prevalensi obesitas pada laki-laki sebanyak 11% sedangkan pada perempuan sebanyak 15%1. Di Indonesia prevalensi obesitas pada penduduk usia >18 tahun sebanyak 35,4%, dengan sebaran 39,7% di perkotaan dan 30% di perdesaan. Prevalensi obesitas pada laki-laki sebanyak 26.6% dan pada perempuan sebanyak 44,4%2.Obesitas menjadi masalah global, diperlukan informasi yang memadai tentang bahaya obesitas dan intervensi untuk mengatasi obesitas

    Pengaruh Kombinasi Aromaterapi Lemon Dan Akupresur Terhadap Penurunan Mual dan Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I di Praktek Mandiri Bidan Suryati Kabupaten Jayapura

    Full text link
    Nausea and vomiting are common symptoms experienced by pregnant women, especially in the first trimester, and can interfere with the quality of life and well-being of the mother. Although this condition is often considered normal, excessive nausea and vomiting can lead to dehydration, electrolyte imbalance, and weight loss, which is a risk to the health of the mother and fetus. The combination of lemon aromatherapy and acupressure has long been known as a non-invasive method that can help reduce nausea and vomiting. The purpose of the study was to evaluate the effect of the combination of lemon aromatherapy and acupressure on the reduction of nausea and vomiting in pregnant women in the first trimester at the Suryati Midwifery Independent Practice, Jayapura Regency. The results showed that before the intervention was given, the majority of respondents in the intervention and control groups experienced nausea and vomiting in the moderate and severe categories. After the intervention for 7 days with a frequency of 3 times a day, the intervention group experienced a significant decrease in the rate of nausea and vomiting, switching to the moderate and mild categories. In contrast, the control group that did not receive the intervention showed no significant change, with the majority remaining in the category of moderate and severe nausea and vomiting. Statistical analysis showed that there was a significant difference in the intervention group with a p-value of 0.001 (p < 0.05), while there was no significant difference in the control group (p-value 0.564). These findings confirm the effectiveness of the combination of lemon aromatherapy and acupressure as a safe and effective alternative in reducing nausea and vomiting in pregnant women in the first trimester

    Hubungan Modal Sosial Dengan Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Tanah Longsor

    Full text link
    Indonesia merupakan negara rentan bencana, contohnya ialah bencana tanah longsor karena di sebabkan oleh keadaan geografis, dibutuhkan untuk mengetahui hubungan modal sosial atas kesiapan masyarakat untuk mengenali bencana tanah longsor pada diskusi jangka Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi. Kesiapsiagaan kalau kita merupakan unsur penting dalam kegiatan pra pencegahan. Modal sosial yang mempunyai sifat organisasi sosial contohnya norma, jaringan peserta keyakinan sebagaimana fasilitasi perilaku serta kerjasama bagi keuntungan bersama. Desain penelitian menerapkan korelasional yang mengimplementasikan cross sectional. Populasinya di sini merupakan seluruh masyarakat pada Desa Cijangkar Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi dan sampelnya yakni 373 responden lewat teknik proporsional random sampling. Data dikumpulkan melalui teknik kuisioner dan analisa data yang diterapkan ialah somers’D. Dominan responden mempunyai modal sosial dengan kategori tinggi serta kesiapsiagaan kategori ini hampir siap di mana nilai p valuenya yakni 0,000 artinya tidak lebih dari 0,05 di mana ada hubungan antara modal sosial dan kesiapsiagaan. Kesimpulannya yakni ada hubungan modal sosial dengan kesiapsiagaan untuk menangani bencana tanah longsor di Desa Cijangkar Kecamatan Nyalindung kabupaten Sukabumi. Disarankan kepada Desa Cijangkar Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi untuk melaksanakan Pendidikan informasi serta pelatihan supaya masyarakat lebih siaga serta paham untuk menghadapi bencana tanah longsor

    132

    full texts

    142

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Wacana Kesehatan (Nursing Academy Dharma Wacana.)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇