9,467 research outputs found

    İsmail Kara hakkında

    No full text
    İbrahim Tenekeci'nin İsmail Kara'yı anlatan yazısı

    İsmail Kara okumanın güzelliği

    No full text
    İbrahim Demirci'nin Yeni Şafak Gazetesi Kitap eki Okuma Durağı köşende "İsmail Kara okumanın güzelliği" başlıklı yazısı

    Sosok Ismail: Keberhasilan pendidikan dan do'a Ibrahim

    No full text
    Sedikitnya setiap Hari Raya Qur'ban, tokoh Ismail dan bapaknya, Ibrahim, selalu menjadi rujukan pembinaan karakter. Berikut hasil wawancara dengan KHM. Rusyad Nurdin pada tahun 1990an

    Pendidikan karakter berbasis keluarga pada kisah Nabi Ibrahim dan Ismail

    No full text
    This paper discusses the family-based character education model. This article specifically examines the link between the story of Ibrahim and Ismail with character education and how to apply the concept of character education that Ibrahim has done to his son Ismail in the family. This research is literary research that uses the Tafsir Maudui method, namely by gathering verses related to the topic of discussion and interpreting them and referring to interpretive books and then analyzing these data with theories and references that support the analysis of the data. This research found that the success of the Prophet Ibrahim in educating his son because it makes monotheism as the main foundation. Ishmael since childhood has been introduced to the values of God. From obedience to God comes obedience to parents. Monotheism education gave birth to a patient child. Patience is one of the main characteristics that must be possessed by human children to become a perfect person. AbstrakMakalah ini membahas model pendidikan karakter berbasis keluarga Artikel ini secara khusus meneliti kaitan kisah Ibrahim dan Ismail dengan pendidikan karakter dan cara mengaplikasikan konsep pendidikan karakter yang telah dilakukan Ibrahim terhadap putranya Ismail dalam keluarga. Penelitian ini merupakan penelitian literatur yang menggunakan metode tafsir maudui, yaitu dengan mengumpulkan ayat-ayat yang berkaitan dengan topik bahasan dan menafsirkannya dan merujuk pada kitab-kitab tafsir lalu menganalisis data-data tersebut dengan teori dan referensi yang mendukung penganalisisan data. Penelitian ini menemukan bahwa keberhasilan Nabi Ibrahim dalam mendidik putranya karena menjadikan tauhid sebagai fondasi utama. Ismail semenjak kecil sudah dikenalkan dengan nilai-nilai ketuhanan. Dari kepatuhan kepada Tuhan berbuah kepatuhan kepada orang tua. Pendidikan tauhid melahirkan anak yang penyabar. Sabar adalah satu karakter utama yang harus dimiliki anak manusia untuk menjadi insan paripurna

    Pendidikan Karakter Berbasis Keluarga Pada Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail

    No full text
    Abstract This paper discusses the family-based character education model. This article specifically examines the link between the story of Ibrahim and Ismail with character education and how to apply the concept of character education that Ibrahim has done to his son Ismail in the family. This research is literary research that uses the Tafsir Maudui method, namely by gathering verses related to the topic of discussion and interpreting them and referring to interpretive books and then analyzing these data with theories and references that support the analysis of the data. This research found that the success of the Prophet Ibrahim in educating his son because it makes monotheism as the main foundation. Ishmael since childhood has been introduced to the values of God. From obedience to God comes obedience to parents. Monotheism education gave birth to a patient child. Patience is one of the main characteristics that must be possessed by human children to become a perfect per-son. Abstrak Artikel ini membahas model pendidikan karakter berbasis keluarga Artikel ini secara khusus meneliti kaitan kisah Ibrahim dan Ismail dengan pendidikan karakter dan cara mengaplikasikan konsep pendidikan karakter yang telah dilakukan Ibrahim terhadap putranya Ismail dalam keluarga. Penelitian ini merupakan penelitian literatur yang menggunakan metode tafsir maudui, yaitu dengan mengumpulkan ayat-ayat yang berkaitan dengan topik bahasan dan menafsirkannya dan merujuk pada kitab-kitab tafsir lalu menganalisis data-data tersebut dengan teori dan referensi yang mendukung penganalisisan data. Penelitian ini menemukan bahwa keberhasilan Nabi Ibrahim dalam mendidik putranya karena menjadikan tauhid sebagai fondasi utama. Ismail semenjak kecil sudah dikenalkan dengan nilai-nilai ketuhanan. Dari kepatuhan kepada Tuhan berbuah kepatuhan kepada orang tua. Pendidikan tauhid melahirkan anak yang penyabar. Sabar adalah satu karakter utama yang harus dimiliki anak manusia untuk menjadi insan paripurna. &nbsp

    Ibrah dari kisah Ibrahim dan Ismail: penafsiran surat Ash Shaffat ayat 102-107

    No full text
    Terdapat berbagai macam kisah yang dikisahkan dalam Alqur’an, seperti tentang penciptaan bumi hingga alam barzah, peristiwa-peristiwa pada masa lampau yang telah terjadi, atau kisah kehidupan seorang Nabi dan Rasul pada zaman dahulu. Kisah kehidupan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail merupakan salah satu kisah yang telah dikisahkan dalam Alqur’an yang memiliki hikmah dalam mempelajari kisah tersebut. Kisah tersebut dapat dijadikan sebagai landassan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari pada zaman modern ini. Permasalahan yang akan diteliti pada penelitian ini adalah sebagai berikut: 1). Bagaimana kisah dalam Alqur’an, 2). Bagaimana bentuk penafsiran ulama terhadap surah Ash-Shaffat ayat 102-107, 3). Bagaimana hikmah dari penafsiran surah Ash-Shaffat ayat 102-107 tentang kisah Ibrahim dan Ismail dalam kehidupan sehari-hari. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penafsiran ulama pada surah Ash-Shaffat ayat 102-107 serta mengambil hikmah dari kisah Ibrahim dan Ismail dalam surah tersebut. Dari berbagai permasalahan tersebut, untuk melakukan penelitian dan menganalisa permasalahan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, yakni dengan menyajikan beberapa sumber data dan disajikan dalam bentuk kalimat. Sedangkan teori yag digunakan adalah dengan menggunakan teori qasas atau kisah, yakni digunakan untuk menelaah kisah-kisah dalam Alqur’an. Dari penafsiran surah Ash-Shaffat ayat 102-107 tentang kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dapat diambil kesimpulan serta hikmahnya yakni, Pertama, tentang keimanan Nabi Ibrahim dan Ismail terhadap Allah. Kedua, Kesabaran Nabi Ibrahim dan Ismail dalam menjalankan perintah Allah, meskipun yang menjadi korbannya adalah nyawa anaknya sendiri yaitu Ismail. Ketiga, ketaan Ismail sebagai keteladanan perilaku anak terhadap orangtua

    DAKWAH FI’AH QOLILLAH KH ISMAIL IBRAHIM DI DESA KEDUNGMALING MOJOKERTO 1945 - 1983

    No full text
    Penelitian ini berjudul Dakwah Fi’ah Qolillah KH Ismail Ibrahim Di Desa Kedungmaling Mojokerto fokus penelitian ini terbagi menjadi dua. Yang pertama fokus pada biografi KH Ismail Ibrahim dan yang kedua ialah prosesi dakwah KH Ismail Ibrahim dalam penyebaran peradaban islam pada desa Kedungmaling Mojokerto. Penulis skripsi ini disusun dengan penelitian lapangan (field research), yaitu penelitian yang data-datanya diperoleh dari lapangan secara langsung. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan penelitian langsung ke lapangan untuk memperoleh data yang konkrit mengenai Dakwah Fi’ah Qolillah KH Ismail Ibrahim di Desa Kedungmaling Mojokerto. Secara singkat, peneliti menggunakan metode kualitatif-deskriftif untuk mengulas temuan di lapangan. Data- datanya akan diperoleh dengan cara wawancara. Selain itu, sebagai penunjang hasil temuan melalui wawancara, juga data yang diperoleh dari buku, jurnal dan lain sebagainya Hasil penelitian kali ini yaitu pertama Kiai Ismail Ibrahim merupakan tokoh pendatang asal dari Desa Plosorejo Kediri yang diberi amanah untuk mangku masjid serta menyiarkan agama Islam di desa Kedungmaling pada sekitar tahun 1945. Kedua Kontribusi Kiai Ismail dalam Islamisasi melalui pengembangan Masjid Baitul Mansyur, mendirikan Pondok Pesantren, dan melahirkan tradisi upacara Haul Jam’ul Jawami’, serta tantangan Kiai Ismail Ibrahim dalam Islamisasi yang berperan memadamkan aliran Darul Hadits yang tidak sesuai dengan sosial keagamaan Masyarakat KH Ismail menggunakan metode dakwah yang bersifat persuasif dan adaptif terhadap kondisi lokal. Ia sering menyampaikan ceramah dan khutbah yang relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Kedungmaling. Kata Kunci : Dakwah, Islam, Kedungmalin

    INTERAKSI PENDIDIKAN ISLAM DALAM AL QUR’AN (KISAH NABI IBRAHIM DAN NABI ISMAIL)

    No full text
    Dalam kehidupan, manusia digolongkan sebagai makhluk sosial. Oleh karena itu manusia selalu melakukan interaksi dengan manusia yang lain untuk bisa hidup bersama. Pendidikan Islam merupakan salah satu fenomena interaksi kehidupan sosial manusia. Dalam melakukan interaksi pendidikan Islam manusia perlu mengetahui dan meneladani kisah-kisah orang terdahulu yang diabadikan dalam kitab suci Al Qur’an. Salah satunya adalah interaksi pendidikan Islam yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Berdasarkan dari latar belakang di atas, maka pada skripsi ini penulis mengangkat permasalahan bagaimana interaksi pendidikan Islam yang dilakukan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang dikisahkan dalam Al Qur’an dan apa urgensi interaksi pendidikan Islam yang dilakukan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang dikisahkan dalam Al Qur’an dalam dunia pendidikan. Tujuan dari penulis adalah untuk mengetahui interaksi pendidikan Islam yang dilakukan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sebagaimana yang dikisahkan dalam Al Qur’an, untuk mengetahui urgensi interaksi pendidikan Islam yang dilakukan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang dikisahkan dalam Al Qur’an dalam dunia pendidikan. Adapun manfaat dari penulisan ini adalah sumbangan pemikiran kepada pendidik atau orang tua dalam melakukan interaksi pendidikan Islam terhadap anak didiknya dengan meneladani kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Penelitian ini merupakan penelitian bibliografi yang dilakukan dengan mencari dan menganalisis hasil pemikiran, ide-ide yang ditulis oleh pemikir dan ahli. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan metode dokumentasi dengan menelaah sumber-sumber data, baik primer maupun sekunder, dan analisis data dengan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini adalah tujuan interaksi pendidikan Islam adalah untuk memanusiakan manusia untuk patuh kepada Allah (Q.S Ash-Shaffat ayat 102-107), menanamkan pada diri Ismail untuk selalu bersyukur kepada Allah (Q. S Ibrahim ayat 37) dan mendidik anak untuk selalu taat beribadah dan menjalankan semua perintah Allah disertai dengan rasa ikhlas (Q.S Al Baqarah ayat 125-128). Materi yang terkandung dalam interaksi pendidikan Islam antara Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail adalah materi pendidikan akhlaq, jasmani dan rohani. Metode yang digunakan Nabi Ibrahim dalam mendidik Ismail adalah metode dialog, pemberian teladan yang baik, serta pemberian kasih sayang terhadap anak didik. Dan interaksi pendidikan antara keduanya berada di lingkungan keluarga. Pola yang dilakukan dalam interaksi pendidikan Islam antara Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail menggunakan pola pendidik – anak didik – pendidik, pola pemberian teladan yang baik, serta pola ketaatan dan kasih sayang. Urgensi interaksi pendidikan Islam yang dilakukan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail adalah antara pendidik dan anak didik mampu mengambil pelajaran dari kisah mereka serta mampu meneladaninya dalam melakukan interaksi pendidikan Islam, sehingga dapat mencetak generasi dan pendidikan Islam yang handal

    Always courage / Yante Ismail

    No full text
    Yante Ismail is a feminist artist. Her art challenges patriarchy, and the damaging social, religious, and cultural norms that dictate how women exist in society. She paints women who are bold, strong, and determined. She almost exclusively paints voluptuous female bodies in the nude to provide an alternative feminist narrative on the subject, reclaiming it from the ‘male gaze’ that defines the female body only as sexual or lewd or shameful or virginal. This piece was created in direct response to what I see in how the nation is feeling right now. Not the fear, not the anxiety, not the anger. But rising above all of that, against all odds, I see love, I see strength, and I see courage. Now more than ever, we need to see ourselves only as a nation of humans. And none of us is safe unless we are all safe. In our darkest hour, I believe we have the capacity to dig deep, and find the courage to hold on to our humanity. We will overcome

    Konsep Parenting Kisah Nabi Ibrahim Dan Nabi Ismail Pendekatan Tafsir Maqāṣidī

    No full text
    Pratiwi, Mapa Ayu. 2022. Konsep Parenting Kisah Nabi Ibrahim Nabi Ismail Pendekatan Maqāṣidī Al-Qur’an. Skripsi. Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing: Irma Rumtianing U H, M.S.I. Kata Kunci: Parenting, Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, Maqāṣidī Tafsir maqāṣidī berupaya untuk menjelaskan ayat-ayat suci Al-Qur’an sebagai usaha untuk membumikan petunjuk Al-Qur’an dalam realita kontemporer yang mengutamakan mashlahat umat manusia, tak terkecuali ikut serta berkontribusi dalam mendiskusikan parenting sebagai pola asuh dalam mendidik anak agar lebih baik dan lebih bijaksana, oleh karnanya mempelajari hikmah dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dari sisi pola asuh mampu menjadi refrensi sekaligus sebagai upayah untuk mendidik anak secara bijaksana sebagaimana pola asuh Nabi Ibrahim terhadap Nabi Ismail. Untuk mendapatkan maksud dan tujuan dibalik kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail maka digunakanlah sebuah alat untuk menggali melalui pendekatan tafsir maqāṣidī. Metode penelitian pada penelitian ini menggunakan pendekatan secara deduktif, yang disampaikan secara umum terlebih dahulu kemudian ditarik kesimpulan yang bersifat khusus, jenis penelitian ini adalah kajian pustaka (library research) sehingga sumber data yang digunakan bersumber pada karya tulis ilmiah yang relavan dan sesuai dengan pembahasan, data yang digunakan meliputi data mengenai parenting, mengenai kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam Al-Qur’an dan kemudian data mengenai maqāṣidī, kemudian data yang diperoleh dikumpulkan melalui observasi (pengamatan) dan studi pustaka sebagai teknik mengumpulkan data yang kemudian dikelola melalui metode kajian maqāṣidī dan tahap selanjuntnya dianalisa menggunakan analisa kualitatif, hasil analisa akan berbentuk deskripsi dan konseptualisasi. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa 1). parenting Nabi Ibrahim dalam mendidik Nabi Ismail melalui metode komunikasi dan dialog antara orang tua dan anak, 2). jenis parenting yang laksanakan oleh Nabi Ibrahim dalam mengasuh Nabi Ismail berjeniskan parenting demokratis, 3). serta menjadikan peran orang tua sebagai sentra figur bagi anak-anaknya
    corecore