1,303 research outputs found
KLASIFIKASI CITRA TEKSTUR MENGGUNAKAN k-NEAREST NEIGHBOUR BERDASARKAN EKSTRAKSI CIRI METODE MATRIKS KOOKURENSI
Seiring dengan berkembangnya teknologi pengolahan citra digital, manusia menginginkan agar mesin (komputer) dapat mengenali citra seperti layaknya penglihatan manusia. Salah satu cara untuk mengenali citra adalah dengan membedakan tekstur citra tersebut. Citra dikatakan memiliki tekstur apabila pola citra terjadi secara berulang-ulang memenuhi semua bidang citra. Citra yang berbeda memiliki ciri-ciri yang berbeda. Ciri-ciri inilah yang menjadi dasar dalam klasifikasi citra berdasarkan tekstur.
Salah satu metode untuk memperoleh ciri-ciri citra tekstur adalah dengan menghitung probabilitas hubungan ketetanggaan antara dua piksel pada jarak dan arah tertentu. Hal ini dapat dilakukan dengan membentuk sebuah matriks kookurensi dari data citra. Ciri-ciri tekstur dapat diperoleh dari entropi, ASM (angular second moment), kontras, homogenitas, rerata, simpangan baku, energi dan dissimilarity. Pada program simulasi dengan menggunakan bahasa pemrograman Delphi, hasil ciri-ciri tersebut kemudian digunakan untuk klasifikasi dengan menggunakan k-Nearest Neighbour (k-NN) yang menentukan hasil klasifikasi berdasarkan jumlah tetangga terdekat. Objek yang diuji adalah citra tekstur dari basis data Vistex yang terdiri dari 6 kelas yaitu anyaman, daun, kulit kayu, logam, pasir dan ubin.
Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa citra-citra tekstur dari basis data Vistex yang diujikan memiliki nilai-nilai koefisien matriks kookurensi sebagai ciri tekstur yang bervariasi satu dengan yang lain. Ciri-ciri tersebut mempengaruhi hasil klasifikasi sehingga dapat menyebabkan kesalahan klasifikasi. Hasil pengujian terhadap citra uji dari citra belajar menghasilkan tingkat pengenalan sebesar 100% untuk nilai k = 1 dan hasil pengujian terhadap citra uji di luar citra belajar menghasilkan tingkat pengenalan sebesar 55,557% untuk nilai k =3.
Kata kunci : tekstur citra, ekstraksi ciri, matriks kookurensi, klasifikasi, k-NN
DETERMINAN KINERJA PEGAWAI PADA RUMAH SAKIT BHAYANGKARA HOEGENG IMAM SANTOSO KEPOLISIAN DAERAH PROVINSI SULAWESI BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan dan disiplin kerja terhadap kinerja. Objek penelitiannya adalah salah satu pelayanan kesehatan publik yang berada dibawah naungan Kepolisian Negara Republik Indonesia yakni Rumah Sakit Bhayangkara Hoegeng Imam Santoso Kepolisian Daerah Sulawesi Barat. Metode penelitian yang digunakan metode kuantitatif deskriptif. Penarikan sampel menggunakan nonprobability sampling teknik sampling purposive, sampel dalam penelitian ini 43 responden. Hasil analisis data menunjukkan kepemimpinan dan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja pegawai Rumah Sakit Bhayangkara Hoegeng Imam Santoso Kepolisian Daerah Sulawesi Barat, Kepemimpinan lebih dominan berpengaruh dari pada disiplin kerja terhadap kinerja pegawai Rumah Sakit Bhayangkara Hoegeng Imam Santoso Kepolisian Daerah Sulawesi Barat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan dan disiplin kerja terhadap kinerja. Objek penelitiannya adalah salah satu pelayanan kesehatan publik yang berada dibawah naungan Kepolisian Negara Republik Indonesia yakni Rumah Sakit Bhayangkara Hoegeng Imam Santoso Kepolisian Daerah Sulawesi Barat. Metode penelitian yang digunakan metode kuantitatif deskriptif. Penarikan sampel menggunakan nonprobability sampling teknik sampling purposive, sampel dalam penelitian ini 43 responden. Hasil analisis data menunjukkan kepemimpinan dan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja pegawai Rumah Sakit Bhayangkara Hoegeng Imam Santoso Kepolisian Daerah Sulawesi Barat, Kepemimpinan lebih dominan berpengaruh dari pada disiplin kerja terhadap kinerja pegawai Rumah Sakit Bhayangkara Hoegeng Imam Santoso Kepolisian Daerah Sulawesi Barat
ANALISIS PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA SEPIHAK OLEH PT. SUMBER ALFARIA TRIJAYA BERDASARKAN PUTUSAN NO. 155/PDT.SUS-PHI/2021/PN.BDG
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dalam penerapannya telah diatur pada UU Ketenagakerjaan, UU Cipta Kerja, dan Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021 mengatur perihal alasan apa yang dilarang dan apa yang diperbolehkan. Namun, dalam perkara PHK oleh PT. Sumber Alfaria Trijaya nyatanya terdapat kekeliruan dalam memutus hubungan dengan pekerja, sehingga penulis tertarik untuk membahas perihal PHK karena alasan sakit dan indisipliner berdasarkan peraturan perundang-undangan serta menganalisis apakah terdapat kesesuaian pertimbangan Majelis Hakim dalam memutus perkara tersebut. Penulisan ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan menggunakan bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Dari permasalahan dan metode yang digunakan, menghasilkan bahwa terdapat kekeliruan tergugat dalam memutus hubungan kerja terhadap pekerja dengan alasan sakit adalah bertentangan dengan peraturan perundang-undangan sehingga batal demi hukum, sedangkan PHK karena indisipliner sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan peraturan perusahaan, meskipun demikian perusahaan tetap berkewajiban membayar kompensasi. Adapun pertimbangan Majelis Hakim dalam memutus perkara telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan mewujudkan keadila
Peran Mediator Dalam Upaya Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Melalui Mediasi
Perundingan yang telah dilakukan oleh pengusaha maupun gabungan para pengusaha dengan serikat pekerja sebelumnya tidak mencapai kesepakatan, maka pihak yang bersengketa akan dilanjutkan melalui perundingan tripartit. andaikan para pihak setuju, maka perjanjian bersama akan diciptakan dan dikukuhkan ke Pengadilan Hubungan Industrial di tempat perusahaan tersebut adanya. Mediasi adalah alat alternatif dalam upaya menyelesaikan permasalahan yang bersengket, Mediasi dibagi menjadi 2 yakni diluar serta didalam pengadilan. Metode Penelitian yang digunakan yuridis normatif melalui statute approach hingga penulisan tersebut mengacu pada konsep yang ada dan nyata untuk mengupas hal yang memiliki hubungan dengan permasalahan yang hendak di ungkap terkhusus yang berhubungan dengan permasalahan industrial ditinjau melalui undang-undang Tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. Pada Dasarnya lebih baik segala perselisihan pada hubungan industrial lebih baik diselesaikan dalam bentuk musyawarah untuk menghasilkan mufakat sebagai jalan damai nya. Mediator yang merupakan disebut pihak selanjutnya atau ketiga yang independen mengayomi kebutuhan pihak-pihak yang mempunyai sengketa. Kata kunci: Perselisihan, Mediator, Hubungan Industria
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Perawat Dalam Pengisian Rekam Medis Elektronik Di Ruang Rawat Inap Rs Bhayangkara TK. II Hoegeng Imam Santoso Banjarmasin
Medical records are essential to health services. In Indonesian hospitals, RME is utilized to a degree of 65%. The Bhayangkara TK III Hoegeng Imam Santoso Hospital in Banjarmasin has RME filling completeness rates that range from 42% in the inpatient room to less than 60% between August and December. evaluating how well nurses performed in filling out electronic medical records in the inpatient room of Bhayangkara Hospital TK III Hoegeng Imam Santoso Banjarmasin by looking at knowledge, tenure, work motivation, and job design. This study used a cross sectional design. The research subjects consisted of 42 nurses in the inpatient room of Bhayangkara TK III Hoegeng Imam Santoso Hospital Banjarmasin Data analysis of chi square test and multiple logistic regression test. The results of the analysis with chi square showed the p value of knowledge (p = 0.000), tenure (p = 0.4390, work motivation (p = 0.032), and job design (p = 0.004). Knowledge variable is most associated with nurse performance (Exp(B)= 14.993. There is a relationship between knowledge, work motivation, and job design. There was no relationship between length of service and nurses' performance in filling out electronic medical records in the inpatient room of Bhayangkara Hospital TK III Hoegeng Imam Santoso Banjarmasin. The most dominant variable is knowledg
Analysis of Added Value and Profitability of the Coconut Sugar Agroindustry
This research aims to analyze the amount of added value and level of profitability of the coconut sugar agroindustry in Kedungbenda Village, Nusawungu District, Cilacap Regency. The research method used is a survey. The sampling method uses techniques purposive sampling with a total sample of 70 coconut sugar producers. Analysis methods using quantitative analysis include cost analysis, Hayami Method added value analysis and profitability analysis. This research shows that coconut sugar producers in Kedungbenda Village, Nusawungu District, Cilacap Regency have the characteristics of being aged 51 - 64 years, with a primary school education with a percentage of 82.86%, length of business in the range 11 - 20 years, number of trees tapped in the range 11 - 20 trees, the added value resulting from processing sap into coconut sugar is IDR 1,237.16/kg with a value-added ratio of 73.36%. The income obtained from coconut sugar production is IDR 112,000.00/day and IDR 3,472,000.00/month. The income obtained from coconut sugar production is IDR 40,947.96/day and IDR 1,269,386.76/month. The resulting profitability value was 57.63%. Test results in one sample t-test The significance value is 0.00 so the coconut sugar agro-industry in Kedungbenda Village, Nusawungu District, Cilacap Regency is worth pursuing
Analisis Bibliometrik Terhadap Penelitian Business Process Reengineering dan Manajemen Menggunakan Vosviewer
Penelitian ini membahas tentang Analisis Bibliometrik Terhadap Penelitian Business Process Reengineering Dan Manajemen Pada Google Scholar Menggunakan VOSViewer. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui jumlah publikasi jurnal ilmiah pada interval waktu 2013 – 2023. Peneliti yang paling aktif dalam riset tentang Business Process Reengineering dan Manajemen serta pemetaan riset tentang Business Process Reengineering dan Manajemen. Metode penelitian pada penelitian ini adalah Tinjauan Pustaka menggunakan pendekatan bibliometric. Data yang digunakan pada penelitian adalah publikasi ilmiah yang terindeks google scholar berjumlah 257 publikasi dengan kata kunci pencarian "Business Process Reengineering" dan "Manajemen". Hasil penelitian ini menunjukkan dari tahun 2013 hingga 2023 mengalami peningkatan yang fluktuatif. Puncak jumlah terbanyak publikasi terjadi pada tahun 2022 sebanyak 52 artikel sedangkan publikasi terendah pada tahun 2019 sebanyak 7 artikel. Terdapat 5 peneliti yang aktif dalam pempublikasi jurnal ilmiah tentang Business Process Reengineering dan Manajemen adalah Wildan Suharso, Sugeng Santoso, Ilyas Nuryasin, Farrikh Al Zami dan Dian Nuswantoro. Dimana Wildan Suharso dan Ilyas Nuryasin memiliki korelasi yang erat. Densitas penelitian yang masih rendah memberikan peluang bagi peneliti lain untuk menciptakan novelty pada penelitian ini melalui publikasi onlin
Phase relations and thermodynamic properties of slag and metal systems related to the processing of copper anode slime
Due to the sustainability related issues, metallurgical industries in the world have to improve and optimize their metal production processes. These efforts require many tasks including the collection of vital thermodynamic data related to the processed materials. However, in the processing of copper anode slime, for example, there are still lack of data of the melting point for the slag phase and the thermodynamic properties of some precious metals in the metal phase. Therefore, an extensive research is required.
To obtain accurate experimental data in a slag phase containing Na2O, PbO, SiO2 and TeO2 and a metal phase carrying Pt, Ag, Au and Pd, two experimental approaches were adopted in the present study. By using these developed techniques, some difficulties and errors occurred in the previous studies were resolved. To study phase equilibria in the Na2O-PbO-SiO2-TeO2 system, advanced technique involving equilibration of mixtures at high temperature, rapid quenching of equilibrated samples into ice cold water, and compositional measurement of the phases using electron probe micro analyzer (EPMA), has been employed. To obtain silver activity data, solid-state electromotive force (EMF) method incorporating equilibration of silver alloys in a galvanic cell was used. Darken method was employed to calculate integral thermodynamic properties in the ternary system. In the present investigation, liquidus data of binaries Na2O-SiO2 and Na2O-TeO2, as well as ternaries Na2O-SiO2-PbO and Na2O-SiO2 TeO2 systems were determined at several crystal saturations. Activity of silver in the Ag-Pt and Ag-Au Pd alloys were measured.
Results for the Na2O-TeO2-SiO2 system obtained in the present investigation are the first data published in the literature. Effect of Na2O and TeO2 on the liquidus is outlined. Data for the phase relations in the Na2O-SiO2, Na2O-TeO2 and Na2O-SiO2-PbO systems were compared with previous investigations. Notable differences between liquidus data measured in the present study and those reported by previous investigations were observed and evaluated. It indicated that, in general, the systems were more sensitive to Na2O than to TeO2 or PbO2. The effects of the results on the processing of the materials were outlined.
Results for the Ag-Au-Pd and Ag-Pt systems are also the first thermodynamic data published in the literature. Deviation of silver activity from ideal was discussed. The results indicated that in the Ag-Pt system silver activity has a positive deviation from ideal. In the Au-Ag-Pd system, silver activity, on the other hand, has a negative deviation from Raoult's law in almost entire range of the composition. Thermodynamic data such as Gibbs energy, enthalpy and entropy were calculated. Validation of the calculated data in the Ag Au-Pd system was also performed to evaluate the calculation approach. It was shown that the method was powerful
FREEDOM OF THOUGHT IN THE FALL OF THE IMAM NOVEL BY NAWAL EL SAADAWI (1988): A GENETIC STRUCTURALISM APPROACH
The problem of the study is to reveal how Nawal El Saadawi’s worldview reflected in her novel The Fall of the Imam. The objective of the study is to analyze the novel based on its structural analysis and based on the sociological analysis.
This study is qualitative study. The object of the study is The Fall of the Imam novel written by Nawal El Saadawi and translated by Sherif Hetata published in 1988 in Great Britain by Methuen London. The data sources are divided into two namely primary data source and secondary data source. The primary data source is the novel itself and the secondary data source is the other sources related to the analysis such as references, author’s biography, criticisms
relation to the problems and material related to the study whether picking up from books or internet. The methods of data collection are documentation and library research. The technique of data analysis is descriptive analysis.
Based on the analysis, the writer concludes that the novel is as an object in which the author presents her worldview. It happens when there is relationship between elements of the novel and social realities of the author
Tinjauan historis konsepsi alun-alun kota tradisional Jawa : studi kasus pada alun-alun kota Malang
Kajian mengenai tipologi struktur ruang kota tradisional di Jawa sering dipahami dalam perspektif konsepsi tata ruang yang sama. Konsepsi tata ruang ini menurut Jo Santoso (1984) berkembang baik di pusat-pusat kerajaan Jawa di pedalaman maupun di pesisir. Prinsip mikrokosmos dualitas dan mikrokosmos hirarkis sering digunakan untuk menganalisa struktur tata ruang kota-kota di Jawa. Hegemoni inilah yang ditelusuri dengan menghadirkan sudut pandang yang berbeda. Penelusuran pada pusat kerajaan tradisional Jawa di pedalaman terutama di ogyakarta dan Surakarta menjadi model dalam pengkajian kota-kota lainnya. Alun-alun yang dianggap sebagai pusat kota lebih dilihat sebagai perwujudan nyata asas mikrokosmos. Pembagian kedua wilayah di sebelah utara bermakna profan dan wilayah bagian selatan bermakna sakral merupakan konswekuensi selanjutnya. Ketika perkembangan kota semakin pesat maka akan muncul dilema bersamaan dengan berkembangnya kebudayaan dan peradaban manusia. Pemaknaan baru akan ditemukan pada alun-alun kota Malang saat ini yang dipahami sebagai bagian dari struktur tradisional, dimana hal tersebut merupakan bawaan dari Pemerintahan Kolonial belanda. Kondisi alun-alun kota Malang lebih merupakan unsur tambahan dari elemen-elemen bangunan di sekitarnya, sehingga dalam keadaan ini prinsip penysunan yang dimilikinya tidak lagi relevan. Posisi kerajaan sebagai cikal Kota Malang justru terletak di utara alun-alun. Tulisan ini diharapkan dapat memberikan pandangan baru terhadap kajian Jo Santoso tentang struktur tata ruang kota tradisional di Jawa. Pemaknaan baru terhadap alun-alun dalam konteks perkembangan kota dewasa ini merupakan sisi lain yang ingin dicapai
- …
