54 research outputs found

    Laporan Kerja Praktek PT. Pabrik Cat Tunggal Djaja Indah 1 Juli - 20 Agustus 2019

    Get PDF
    PT. Pabrik Cat Tunggal Djaja Indah merupakan produsen cat terkemuka di Indonesia dengan pengalaman puluhan tahun dibidang industri cat. Dikenal oleh masyarakat luas dengan produknya dengan nama cat Paragon. Perusahaan cat ini didirikan pada tahun 1963. Lokasinya di Jalan Letjen Suprapto No.26, Kepuh, Tambakrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. PT Pabrik Cat Tunggal Djaja Indah memproduksi beragam jenis cat, yaitu Decorative Coating (water and solvent based), Automotive Coating, Floor Coating, Industrial Coating, Heavy Duty Coating, dan water proof paint. Selain memproduksi cat, PT Pabrik Cat Tunggal Djaja Indah juga memproduksi thiner, lem epoxy, dan paint remover. Produk-produk ini dipasarkan ke bebagai daerah di Indonesia. PT Pabrik Cat Tunggal Djaja Indah membedakan produksi cat menjadi dua jenis berdasarkan bahan pengencernya, yaitu water based dan solvent based. Proses produksi cat tersebut terbagi menjadi 4 tahap yaitu, pemcampuran bahan baku cat dasar, pembuatan pasta, pewarnaan, dan pengemasan. Khusus pada proses produksi cat water based dengan fase natural based, tahap pewarnaan tidak dilakukan. PT Pabrik Cat Tunggal Djaja Indah menyediakan unit utilitas berupa air PDAM dan air sumur, listrik dan unit pemadam kebakaran. Air PDAM digunakan pada proses produksi pembuatan cat water based, sedangkan air sumur digunakan untuk MCK. Listrik digunakan untuk keperluan proses produksi dan penerangan dalam ruangan. Tugas khusus pada kerja praktek ini difokuskan pada penyimpanan bahan baku dan kondisi-kondisi yang mempengaruhi, sehingga dapat memberikan masukan kepada pihak perusahaan agar gudang penyimpanan dapat efektif untuk kedepannya. Salah satu variabel kondisi yang mempengaruhi gudang penyimpanan adalah kelembaban (humidity). Dari studi yang telah dilakukan diketahui bahwa kelembaban di kota Sidoarjo sudah memadai untuk penyimpanan bahan baku pembuatan cat PT. Pabrik Cat Tunggal Djaja Indah. Daya tahan penyimpanan bahan baku dapat dimaksimalkan dengan cara melakukan kontrol kelembaban dalam gudang penyimpanan. Pengontrolan kelembaban dapat dilakukan dengan menggunakan dehumidifier dan higrometer

    IMPLEMENTASI FILTER PASIF UNTUK MEREDUKSI HARMONISA DAN MEMPERBAIKI KUALITAS DAYA PADA PT. ERATEX DJAJA KOTA PROBOLINGGO

    Get PDF
    Implementasi Filter Pasif untuk Mereduksi Harmonisa dan Memperbaiki Kualitas Daya pada PT. Eratex Djaja, Tbk Kota Probolinggo Muhammad Zakaryah I Made Wartana Ni Putu Agustini [email protected] ABSTRAK Salah satu permasalahan yang muncul di jaringan listrik adalah harmonisa. Timbulnya harmonisa disebabkan oleh beban non-linier dimana salah satu contohnya adalah komponen kontrol Variable speed drive (VSD). Penggunaan beban motor listrik yang dikontrol oleh VSD pada perusahaan akan menimbulkan harmonisa yang tinggi yang dapat menyebabkan motor menjadi panas. Dan apabila dibiarkan secara terus menerus akan menyebabkan motor terbakar. Salah satu cara meredam harmonisa tersebut dengan menggunakan filter harmonisa yaitu filter pasif. Filter pasif ini terdiri dari rangkaian seri kapasitor (C), inductor (L) dan resistor (R) yang berfungsi menginjeksi arus harmonisa dan mengurangi tegangan harmonisa. Pada penelitian ini dilakukan implementasi filter pasif untuk mereduksi harmonisa yang timbul akibat penggunaan beban motor yang dikontrol oleh Variable Speed Drive dan meningkatkan kualitas daya pada PT Eratex Djaja, Tbk Kota Probolinggo dengan simulasi menggunakan software PSCAD Power Simulation. Dari hasil analisis terdapat harmonisa yang terbesar pada PANEL TOLKAR 5000 yaitu THDV sebesar 2.61514% dan THDI sebesar 30.8256%. Sedangkan setelah pemasangan filter pasif harmonisa dapat tereduksi yaitu THDV turun menjadi 0.823228%. dan THDI turun menjadi sebesar 0.69926%. Dimana sudah sesuai dengan standart IEEE 519-1992 THDV ≤5% dan THDI ≤20%. Kata Kunci — Kualitas Daya, Harmonisa, Variable Speed Drive (VSD), Filter Pasif. iii Implementation Passive Filter to Reduce Harmonic and Repair Power Quality at PT. Eratex Djaja, Tbk Kota Probolinggo Muhammad Zakaryah I Made Wartana Ni Putu Agustini [email protected] ABSTRACT One of the problems that appear in eletric network is harmonic. The emergence of harmonic is caused by non-liniear loads and one of the example is Variable Speed Drive (VSD) component control. The use of the electric motors are controlled by VSD at the companydue will increasing high harmonic as it can cause motor to heat. And if it was continously let to the motor overheating. On of the way to reduce the harmonics is by using a harmonic filter and it is a passive filter. This passive filter consists of a series of capacitor (C), inductor (L) and resistor (R) that function to inject harmonic currents and reduce harmonics voltage. In this research, a passive filter is implemented to reduce harmonics arising from the use of motor loads controlled by Variable Speed Drive and improve power quality at PT. Eratex Djaja, Tbk Kota Probolinggo with simulations by using PSCAD Power Simulation software. From the results of the analysis there is the largest harmonics on the TOLKAR 5000 PANEL, namely THDv of 2,61514% and THDI of 30,8256%. Whereas after the installation of a harmonic passive filter its can be reduced THDv in the amount of 0.823228%, and THDI dropped to as much as 0.69926%. Which is in accordance with the IEEE 519-1 992 standart THDv ≤5% and THDI ≤20% Keywords - Power Quality, Harmonic, Variable Speed Drive (VSD), Passive Filter

    HUBUNGAN HIGIENE SANITASI MAKANAN JAJANAN DENGAN KONTAMINASI ESCHERICHIA COLI PADA MAKANAN JAJANAN ANAK SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN MEDAN SATRIA DAN KECAMATAN JATI ASIH, KOTA BEKASI TAHUN 2018

    Get PDF
    Background. Snack is a source of nutrition for children in school. However, special snack foods sold in elementary schools are not always safe, and are also susceptible to contamination with Escherichia coli. Methods. Therefore, this study was conducted to understand the relationship of primary school children\u27s snacks sanitation in Medan Satria and Jati Asih Subdistricts, Bekasi City with E.coli contamination in snacks using Cross Sectional design. Results. The results showed that 16.4% (10 samples) snack were contaminated with E. coli. Based on the chi square test, there was significant association between hygiene sanitation of raw materials (OR = 6,150), hygiene sanitation of equipment (OR = 10,571), snack food hygiene sanitation (OR = 19,688) and vendor’s facility (OR = 19,688) with E.coli contamination on snacks for elementary school children in the district Medan Satria and Jati Asih, Bekasi. The most dominant variable obtained E. coli contamination is a vendor\u27s facility along with hygiene sanitation of equipment. Conclusions. Therefore, it is necessary to prevent E. coli contamination through counseling, training, and fostering food sanitation hygiene for food handlers, provision of sanitation facilities, and food quality improvement programs through sanitation hygiene monitoring and food microbiology testing

    Hubungan Higiene dan Sanitasi dengan Kontaminasi E.coli pada Makanan di Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) Universitas X

    No full text
    Latar Belakang. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas X, Jawa Barat dimana peneliti menggunakan data sekunder yang berasal dari “Program Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi Kantin 2016-2018”. Metode. Desain studi penelitian ini adalah cross sectional karena penelitian dilakukan dengan tujuan mengetahui hubungan antara higiene dan sanitasi dengan kontaminasi E.coli pada makanan di tempat pengelolaan makanan (TPM) di Universitas X. Adapun subjek yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah sebanyak 71 TPM. Hasil. Hasil penelitian menunjukan tidak adanya hubungan antara kontaminasi E.coli dengan seluruh variabel higiene dan sanitasi TPM. Simpulan. Peneliti menyarankan kepada pihak pengelola TPM agar selalu melakukan edukasi dan pelatihan terhadap penjamah makanan agar mencegah terjadinya kontaminasi pada makanan. Kata Kunci:Higiene, Kontaminasi E.coli, Sanitasi, Universita

    HUBUNGAN HIGIENE DAN SANITASI DENGAN KONTAMINASI E.COLI PADA MAKANAN DI TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN (TPM) UNIVERSITAS X

    Get PDF
    Background. This research was conducted at the University of X, West Java where researchers used secondary data from the University of X “Programs Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi Kantin 2016-2018”. The purpose of this study was to determine the relationship between hygiene and sanitation with E. coli contamination in food at Food Establishment (TPM) at University X. Methods. The subjects used in this study amounted to 71 TPM. Results. The results showed no association between E. coli contamination and all TPM hygiene and sanitation variables. Conclusions. However, the researchers suggested that the TPM management always educate and train food handlers to prevent contamination of food

    Hubungan Higiene Sanitasi Makanan Jajanan dengan Kontaminasi Escherichia coli pada Makanan Jajanan Anak Sekolah Dasar di Kecamatan Medan Satria dan Kecamatan Jati Asih, Kota Bekasi Tahun 2018

    Get PDF
    Latar Belakang. Makanan jajanan merupakan sumber pemenuhan gizi bagi anak-anak di sekolah. Akan tetapi, makanan jajanan khususnya yang dijual di Sekolah Dasar tidak selalu aman, dan juga rentan terkontaminasi Escherichia coli. Metode. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan higiene sanitasi makanan jajanan anak Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Medan Satria dan Jati Asih, Kota Bekasi dengan kontaminasi E.coli pada makanan jajanan dengan menggunakan desain Cross Sectional. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 16,4% (10 sampel) makanan jajanan positif terkontaminasi E.coli. Berdasarkan pengujian chi square terdapat hubungan yang bermakna antara variabel higiene sanitasi bahan makanan (OR=6,150), higiene sanitasi peralatan (OR=10,571), higiene sanitasi makanan jajanan (OR= 19,688) dan kondisi sarana penjaja (OR=19,688) terhadap terjadinya kontaminasi E.coli pada makanan jajanan anak SD di Kec. Medan Satria dan Jati Asih. Dari hasil uji regresi logistik, didapatkan bahwa variabel paling dominan terhadap kontaminasi E.coli adalah kondisi sarana penjaja bersama dengan higiene sanitasi peralatan. Simpulan. Sehingga, perlu dilakukan upaya untuk mencegah terjadinya kontaminasi E.coli melalui penyuluhan, pelatihan, dan pembinaan higiene sanitasi makanan kepada penjamah makanan, penyediaan fasilitas sanitasi, dan program pemantauan kualitas makanan melalui inspeksi higiene sanitasi dan pengujian mikrobiologi makanan.Kata kunci: Escherichia coli, makanan jajanan, Sekolah Dasa

    Hospital Wastes Water Management in Jakarta February 2006

    No full text
    Hospital as a health facilities, serve ambulatory and hospitalized unhealthy community. Hospital operation and services could give negatif impact in to the environment such as environmental water pollution by un fullfil of hospital wastes water standard of disposal. Objective of this research is to identify the output of hospital wastes water treatment, whether it's fulfill in the government standard. Data have been collected using observation and discusstion methode throught the personnel in charge for the hospital wastes water treatment prosess. Extended aeration process is used in orther to treat hospital wastes water. Most of the hospital effluent parameter standar have been fulfill in by the process applied (pH, BOD, COD, TSS), except for the amonia (NH4) parameter is still obove the standard. This is the lack in sludge management process. Sluged management process (digester) should be improved in other to reduce amonia in the effluent up to the standard have been set up. Such as 10% of the sluged should be return in to the aeration process and the rest should be treated in sluged treatment process

    LEGALITAS PENEGAKKAN SANKSI HUKUM PIDANA PERPAJAKAN ATAS PELANGGARAN TERHADAP PAJAK BUMI DAN BANGUNAN

    Get PDF
    Taxes are people's contributions to the state treasury based on law, so they can be imposed without receiving direct compensation. The main aim of taxes is to increase state income to improve people's welfare so that the function of tax criminal sanctions is a preventive tool so that perpetrators of tax crimes do not violate tax norms. However, in the implementation of tax collection there are always those who commit violations, such as in the case of land and building tax violations. In the law enforcement process, not everyone understands tax criminal sanctions and their legality. For this reason, this paper aims to describe the enforcement of tax criminal law sanctions and their legality. This paper uses a normative juridical method, namely through literature study with data sources in the form of statutory regulations, court decisions, as well as articles or other reading materials related to taxation with a qualitative descriptive approach and concludes the legality of enforcing tax criminal sanctions in accordance with the Law on General Provisions and Procedures. Taxation Number 28 of 2007. The two witnesses provided to Taxpayers to comply with tax obligations because the law enforcement process for violations of Land and Building Tax is in accordance with the legal provisions regulated in the Law.   Keywords: Law Enforcement, Legal Sanctions, Legality of law, Tax LawPajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang, jadi dapat dipaksakan dengan tiada mendapat balas jasa secara langsung. Tujuan utama pajak adalah pada pendapatan negara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga fungsi sanksi pidana perpajakan merupakan alat pencegah agar pelaku tindak pidana perpajakan tidak melanggar norma perpajakan. Namun demikian dalam pelaksanaan penarikan pajak ini selalu ada yang melakukan pelanggaran, seperti pada kasus pelanggaran pajak bumi dan bangungan. Pada proses penegakkan hukumnya tidak semua memahami sanksi pidana perpajakan serta legalitasnya. Untuk itu karya tulis ini bertujuan menguraikan penegakkan sanksi hukum pidana perpajakan serta legalitasnya. Tulisan ini menggunakan metode yuridis normatif yaitu melalui studi kepustakaan dengan sumber data berupa peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, serta artikel atau bahan bacaan lainnya terkait perpajakan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan menyimpulkan legalitas penegakkan sanksi pidana perpajakan sesuai Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Nomor 28 Tahun 2007. Kedua saksi yang diberikan kepada Wajib Pajak untuk mematuhi kewajiban perpajakan karena proses penegakkan hukum atas pelanggaran terhadap Pajak Bumi dan Bangunan sudah sesuai dengan ketentuan hukum yang diatur dalam Undang-Undang..   Kata kunci: Penegakkan Hukum, Sanksi Hukum, Legalitas Hukum, Hukum Perpajaka

    The Impact of Environmental Factor and Individual Characteristic on Leptospirosis Outbrreak in Jakarta, 2003-2005

    No full text
    Jakarta is one of the largest Cities in Indonesia where almost every year get flooding. Of course, flooding brings very bad impact for all human life aspect, which one is the incidence of various post-flood diseases. Environment changes caused by flood will increase the spreading of leptospirosis (rat urine disease). This is happen because of animal urine infected by leptospira germs are carryout by water pond and contaminate house environment. Leptospirosis problem in DKI Jakarta was always occurred in same area caused by bad environment factors, bad behavior, or individual characteristic influence. The research objective was to find out the impact of environment factor and individual characteristic on leptospirosis cases in Jakarta year 2003-2005. The study designed was case control study. Data are base on secondary data from Training and Education Division of Tarakan District Hospital, Jakarta and also with developed questioner for data collection. Subject cases were 190 people, whereas positive leptospirosis as cases group and negative leptospirosis respondent as control group, with 1:1 comparison. There ware significant relationship between environmental condition: house condition and settlement (OR=3,96), SPAL (OR=1,98), and characteristic individual: social economy condition (OR=1,93), knowledge (OR=17,6), and education (OR= 2,41). Multi variable analysis conclude that there are four dominant factors that affect leptospirosis which are environmental factors such as water supply (OR=4.5), house component and settlement (OR=8.2), individual characteristic: such as education (OR=3.7), knowledge (OR=33.1) related with leptospirosis cases in Jakarta year 2003-2005

    Faktor yang Memengaruhi Kontaminasi Bakteri Eschercia coli pada Makanan Jajanan di Sekolah Dasar Kecamatan Beji, Kota Depok Tahun 2018

    Get PDF
    Latar belakang. Makanan jajanan yang seharusnya berperan sebagai sumber energi siswa sekolah dasar, jika terkontaminasi dapat membahayakan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang memengaruhi kontaminasi bakteri Escherichia coli pada makanan jajanan di Sekolah Dasar Kecamatan Beji, Kota Depok. Metode. Penelitian menggunakan desain studi cross sectional. Data yang digunakan merupakan data primer, yang terdiri dari hasil uji laboratorium pada 37 sampel makanan dan hasil wawancara 37 pedagang makanan jajanan menggunakan kuesioner. Hasil. Penelitian menunjukan 29,7% sampel makanan yang diuji terkontaminasi Escherichia coli. Berdasarkan uji chi-square, terdapat hubungan yang signifikan antara kontaminasi bakteri Escherichia coli dengan pemilihan bahan makanan (p=0,042) (OR=5,040 [CI 95% 1,085-23,419]) dan pengolahan makanan (p=0,003) (OR=12,214 [CI 95% 2,101-71,013]). Analisis multivariat dengan regresi logistik menunjukan faktor yang paling berpengaruh terhadap kontaminasi bakteri Escherichia coli yaitu faktor pengolahan bahan makanan (p=0,005) (OR=12,214). Simpulan. Pengolahan makanan merupakan faktor yang paling mempengaruhi kontaminasi Escherichia coli pada makanan jajanan di sekolah dasar Kecamatan Beji. Oleh karena itu, penjamah makanan di sekolah dasar Kecamatan Beji perlu diberikan pembinaan terkait personal hygiene dan higiene sanitasi makanan untuk mengurangi kontaminasi bakteri Escherichia coli pada makanan jajanan.Kata Kunci: Escherichia coli, kontaminasi makanan, kantin, sekolah dasa
    corecore