1,722,170 research outputs found
Nilai Tukar Mata Uang, Inflasi Dan Pengaruhnya Terhadap Harga Pasar Di Indonesia Pada Masa Pandemi Covid 19
Anhar Nurdiansyah Harahap1, Humaidi Sitompul2Ekonomi Islam/ S1/ Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam/ Universitas Islam Negeri Sumatera Utara/ Medan/ Indonesia.ABSTRACT This research was conducted to obtain information related to currency exchange rates during the COVID-19 pandemic which affected many aspects, especially in the economy. The effect on market prices caused by inflation that occurs in the pandemic scheme is the content in the journal made by the author. This research is a quantitative research using secondary data obtained from BI and BPS. The data to be obtained is related to the prices of basic commodities in Indonesia area affected by the pandemic which has caused market prices to increase or decrease. The research method is by collecting data on the prices of basic commodities that are already in the data by BI and BPS. As a result, we will find out how currency exchange rates, inflation, and the effect on market prices during the pandemic in Indonesia . And to be able to find the root of the problem and the solution to create a stable market price.Keywords:Currency exchange rates; inflation; the market price of basic commodities; pandemi
KOMUNIKASI DAKWAH ERA DIGITAL USTADZ ILHAM HUMAIDI
Kemajuan teknologi membuat sebuah perubahan dalam berbagai aspek kehidupan. Salah satunya yang sangat terlihat pada bidang keagamaan. Pada saat dewasa, masyarakat memiliki keterbatasan waktu untuk belajar agama, namun ingin belajar secara mudah dan instan, sehingga perlu adanya terobosan yang mesti dilakukan oleh juru dakwah khususnya di Banjarmasin. Ustadz Ilham Humaidi hadir dengan pembaharuan dakwah yang memanfaatkan perkembangan teknologi dan membaca realitas yang sedang terjadi namun tetap mengutamakan tuntunan ajaran Islam dan nilai lokalitas atau budaya masyarakat Banjar. Ustadz Ilham Humaidi menjadi salah satu sumber utama masyarakat Banjar untuk memperoleh ajaran-ajaran keislaman ditengah kondisi masyarakat yang sudah mulai kecanduan dengan media sosial, terutama generasi muda yang tidak bisa lepas dengan media sosial. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana ustadz Ilham Humaidi melakukan komunikasi dakwah di era digital dan mendialogkan teori difusi inovasi dengan komunikasi dakwah ustadz Ilham Humaidi di era digital.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan tiga langkah, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini yaitu aspek komunikasi dakwah Ustadz Iham Humaidi dengan menyusun lima aspek komunikasi, lalu srategi berupa pengumpulan data dasar, baik itu materi dakwah dan juga memperkirakan kebutuhan dari mad’unya. Ada beberapa gaya komunikasi dakwah yang ustadz Ilham Humaidi pakai, yaitu; gaya dominan, gaya dramatis, gaya berkesan, gaya santai, gaya atentif, gaya terbuka, gaya bersahabat, dan gaya yang tepat. Ustadz Ilham Humaidi juga melakukan interaksi dengan mad’unya secara offline dan online dengan mengakses live streaming di media sosial ustadz Ilham Humaidi. Mendialogikan teori difusi inovasi dengan komunikasi dakwah Ustadz Ilham Humaidi berupa pemahaman (kognitif), perasaan (afektif), dan pada perubahan perilaku (behavioral) audiens. Para jamaah mampu memahami ajaran-ajaran Agama Islam yang disampaikan, kemudian menimbulkan perasaan yang senang dan nyaman dalam menerima pesan dakwah, selanjutnya jamaah mampu melaksanakan apa yang mereka terima, seperti berlaku sabar dan berbaik sangka
Mengenal Imam Humaidi Dan Konsep Aqidahnya (Studi Komparatif Imam Humaidi Dan Imam Ibnu Abi Hatim)
ABSTRACTBackground: Deviations in faith are a big disaster. How many damages occur due to irregularities in the issue of faith. A good faith will produce morals, because if someone has a good faith then his faith in Allah will be good while morality is a tsamrotuliman (the fruit of faith), then the goodness of one's faith will determine the goodness of one's morality. Because of the importance of this problem, the authors make a research with the title The concept of faith in the perspective of Imam Humaidi and Imam Ibnu Abi Hatim.Purpose of the study: To find out the comparison of the Islamic faith concept written by a great scholar of his time, Imam Humaidi and Imam Ibnu Abi HatimResearch methods: This research method is the library research method, which is research based on analyzes from sources in the form of books, articles, writings, and other library materials, and is carried out by documenting the words of Imam Humaidi and Imam Ibnu Abi Hatim related to the concept of both faiths.Research Results:That there are seven concepts of Imam Humaidifaith and no differences are found with the concept of faith which is owned by Imam Ibn Abi Hatim. In the sense that both have the same faith concept. The difference between the two is found in the country of origin of both, the number of works of each of the two, the difference of the Imam who became their respective teachers, the year of birth and death of both, and the attitude of the two towards Imam Bukhari in the matter of hadith.Keywords: Faith concept, Imam Humaidi, Imam Ibnu Abi Hati
GAYA RETORIKA DAKWAH USTADZ H. ILHAM HUMAIDI PENGASUH MAJELIS TAKLIM AS–SHOFA BANJARMASIN
Ceramah merupakan salah satu metode berdakwah yang sangat populer.
Dakwah menggunakan metode ceramah haruslah disampaikan dengan cara-cara
yang efektif. Ustadz H. Ilham Humaidi merupakan pengasuh dari Majelis Taklim
As-Shofa Banjarmasin, beliau adalah salah satu dâ’î muda di Banjarmasin yang
banyak memiliki jama’ah, salah satu faktor ceramah beliau banyak didatangi
jam’ah ialah karena gaya retorika beliau yang baik saat menyampaikan ceramah.
Ustadz H. Ilham Humaidi berdakwah setiap malam di tempat dan daerah
yang berbeda-beda, namun penelitian ini akan difokuskan pada gaya retorika
dakwah Ustadz H. Ilham Humaidi saat berceramah di Majelis Taklim As-Shofa
Banjarmasin pada tanggal 29 Maret 2021 dan ceramah di Masjid Sabilal
Muhtadin pada tanggal 25 Maret 2021. Untuk membahas fokus masalah tersebut,
ada beberapa permasalahan yang akan dijawab yaitu: 1) Bagaimana Gaya Bahasa
Ustadz H. Ilham Humaidi? 2) Bagaimana Gaya Suara Ustadz H. Ilham Humaidi?
3) Bagaimana Gaya Tubuh Ustadz H. Ilham Humaidi?.
Penelitian ini akan menggunakan pendekatan kualitatif lapangan (field
research) dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini
menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis
data menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman.
Hasil penelitian yaitu: 1) Gaya bahasa, Ustadz H. Ilham Humaidi
menggunakan: Pertama, gaya bahasa berdasarkan pilihan kata yaitu gaya bahasa
resmi, tidak resmi, dan percakapan. Kedua, gaya bahasa berdasarkan nada yaitu
gaya bahasa sederhana, mulia dan bertenaga, serta menengah. Ketiga, gaya bahasa
berdasarkan struktur kalimat yaitu Klimaks, Antiklimaks, Paralelisme, Antitesis,
Epizeuskis, Tautotes, Anafora, dan Simploke. 2) Gaya suara, Ustadz H. Ilham
Humaidi sangat memperhatikan penggunaan pitch, loudness, rate dan rhythm,
pause atau jeda. 3) Gaya gerak tubuh yang digunakan Ustadz H. Ilham Humaidi
begitu banyak seperti; sikap yang tegap dengan penuh keyakinan ditambah bahu
yang sedikut menurun yang menggambarkan kesan yang santai dan nyaman,
penampilan yang rapi dan berwibawa dengan model seorang dâ’î, ekspresi yang
beragam dan menggunakan gestur batons, deitic movements, kinetographsm,
emblematic, dengan pandangan mata menatap jama’ah dan kamera
Respon Jamaah Majelis Taklim As-Shofa Terhadap Pesan Dakwah Ustaz H. Ilham Humaidi di Kota Banjarmasin
Skripsi ini disusun dengan latar belakang ketertarikan peneliti terhadap dakwah Ustaz H. Ilham Humaidi yang sangat unik, beliau juga termasuk ustaz muda yang baru lulus dari pendidikan namun masyarakat begitu senang dengan cara dakwah yang beliau sampaikan. Banyak kalangan yang menyukainya baik dari kalangan anak-anak, remaja maupun dewasa. Ustaz H. Ilham Humaidi sering menyampaikan ceramah di berbagai Masjid khususnya di majelis taklim yang beliau dirikan yaitu Majelis Taklim As-Shofa Pemurus Dalam Kota Banjarmasin. Beliau juga sering menyampaikan dakwah keluar daerah.
Masalah yang akan diteliti yaitu peneliti membuat fokus masalah bagaimana respon kognitif jamaah Majelis Taklim Ustaz H. Ilham Humaidi di Kota Banjarmasin, bagaimana respon afektif jamaah Majelis Taklim Ustaz H. Ilham Humaidi di Kota Banjarmasin, dan bagaimana respon konatif jamaah Majelis Taklim Ustaz H. Ilham Humaidi di Kota Banjarmasin.
Jenis penilitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Yakni menurut Suharsimi Arikunto metode ini dapat digunakan dalam prosedur pemecahan masalah yang diselidiki, dengan menggambarkan dan melukiskan keadaan subjek dan objek penelitian (seorang, lembaga, masyarakat, dan lainnya) pada masa sekarang, bedasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya.
Adapun hasil penelitian ini menunjukkan pernyataan respon kognitif adalah positif dengan hasil rata-rata 41,19 dengan nilai tertinggi ada pada pernyataan ceramah dakwah Ustaz H. Ilham Humaidi yang menjelaskan tentang 6 rukun iman mudah dipahami. Pernyataan respon afektif adalah positif dengan hasil rata-rata 41,13 dengan nilai tertinggi ada pada pernyataan pesan dakwah tentang akidah membuat responden tambah yakin atas kebesaran dan keagungan Allah SWT. Pernyataan respon konatif adalah positif dengan hasil rata-rata 40,04 dengan nilai tertinggi ada pada pernyataan setelah mendengarkan pesan dakwah Ustaz H. Ilham Humaidi responden bertambah menjadi taat kepada orang tua
Bupati independen dari petani untuk petani
Buku karya penulis Ahmad Humaidi setebal 404 halaman menceritakan tentang kisah perjalanan hidup Suherman yang berasal dari keluarga petani. Mulai perjalanan kecil hingga suami dari Hj. Susilawati itu sukses menggapai cita-cita sebagai seorang bupati untuk memperjuangkan nasib petani. Dalam intisari bacaan, buku ini juga menggambarkan bagaimana kehidupan keluarga Suherman, sosok masa kecil, remaja, dewasa hingga pergaulannya yang merakyat ketika menjabat seorang kepala daerah. Terbukti perjalanan tersebut mencapai puncaknya dari seorang birokrat berkembang menjadi seorang politisi hingga akhirnya memimpin RL selama 2 periode
Strategi Personal Branding Ustadz Ilham Humaidi di Instagram
Personal branding telah menjadi faktor penting dalam membangun citra diri seseorang di era
digital. Dalam konteks dakwah, seorang dai tidak hanya perlu memiliki pemahaman agama yang
kuat, tetapi juga kemampuan untuk mengelola citra dan pesan yang disampaikan kepada publik.
Ustadz Ilham Humaidi, seorang dai muda asal Kalimantan Selatan, memanfaatkan media sosial,
khususnya Instagram, untuk membangun personal branding yang kuat sebagai tokoh agama yang
relevan dengan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana strategi personal
branding Ustadz Ilham Humaidi di Instagram berperan dalam memperluas jangkauan dakwah dan
membentuk citra positif sebagai pendakwah yang santun, profesional, dan komunikatif. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi personal branding yang
diterapkan oleh Ustadz Ilham Humaidi melalui Instagram dalam konteks dakwah digital. Penelitian
ini juga bertujuan untuk memahami bagaimana strategi tersebut membentuk citra publik yang relevan
dengan kebutuhan dan karakter audiens masa kini, khususnya generasi muda. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara,
observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan Ustadz Ilham Humaidi, tim media yang
mengelola akun Instagram beliau, serta beberapa pengikut akun Instagram @khodimukumhumaed.
Observasi dilakukan terhadap konten yang diposting di akun tersebut dan interaksi yang terjadi di
media sosial. Data sekunder juga dikumpulkan dari berbagai sumber tertulis dan digital yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi personal branding Ustadz Ilham Humaidi di Instagram
meliputi beberapa elemen utama. Pertama, beliau dan tim media mengelola citra visual yang
konsisten, menggunakan warna-warna lembut dan gambar yang mencerminkan kesederhanaan dan
kedalaman ilmu. Kedua, pesan dakwah yang disampaikan di Instagram relevan dengan kebutuhan
audiens, terutama generasi muda, dan disampaikan dengan cara yang santun, bijaksana, namun tetap
kuat dalam prinsip. Ketiga, interaksi langsung dengan audiens melalui komentar dan pesan pribadi
memperkuat kedekatan emosional dengan pengikutnya. Melalui pendekatan ini, Ustadz Ilham
berhasil membangun citra sebagai dai muda yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga mudah
diterima oleh masyarakat, khususnya kalangan muda yang aktif di media sosial. Keberhasilan ini
menandakan bahwa personal branding yang dibangun secara sadar dan terencana melalui media
sosial dapat memberikan dampak positif dalam penyampaian pesan dakwah yang efektif dan relevan
Strategi Personal Branding Ustadz Ilham Humaidi di Instagram
Personal branding telah menjadi faktor penting dalam membangun citra diri seseorang di era
digital. Dalam konteks dakwah, seorang dai tidak hanya perlu memiliki pemahaman agama yang
kuat, tetapi juga kemampuan untuk mengelola citra dan pesan yang disampaikan kepada publik.
Ustadz Ilham Humaidi, seorang dai muda asal Kalimantan Selatan, memanfaatkan media sosial,
khususnya Instagram, untuk membangun personal branding yang kuat sebagai tokoh agama yang
relevan dengan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana strategi personal
branding Ustadz Ilham Humaidi di Instagram berperan dalam memperluas jangkauan dakwah dan
membentuk citra positif sebagai pendakwah yang santun, profesional, dan komunikatif. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi personal branding yang
diterapkan oleh Ustadz Ilham Humaidi melalui Instagram dalam konteks dakwah digital. Penelitian
ini juga bertujuan untuk memahami bagaimana strategi tersebut membentuk citra publik yang relevan
dengan kebutuhan dan karakter audiens masa kini, khususnya generasi muda. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara,
observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan Ustadz Ilham Humaidi, tim media yang
mengelola akun Instagram beliau, serta beberapa pengikut akun Instagram @khodimukumhumaed.
Observasi dilakukan terhadap konten yang diposting di akun tersebut dan interaksi yang terjadi di
media sosial. Data sekunder juga dikumpulkan dari berbagai sumber tertulis dan digital yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi personal branding Ustadz Ilham Humaidi di Instagram
meliputi beberapa elemen utama. Pertama, beliau dan tim media mengelola citra visual yang
konsisten, menggunakan warna-warna lembut dan gambar yang mencerminkan kesederhanaan dan
kedalaman ilmu. Kedua, pesan dakwah yang disampaikan di Instagram relevan dengan kebutuhan
audiens, terutama generasi muda, dan disampaikan dengan cara yang santun, bijaksana, namun tetap
kuat dalam prinsip. Ketiga, interaksi langsung dengan audiens melalui komentar dan pesan pribadi
memperkuat kedekatan emosional dengan pengikutnya. Melalui pendekatan ini, Ustadz Ilham
berhasil membangun citra sebagai dai muda yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga mudah
diterima oleh masyarakat, khususnya kalangan muda yang aktif di media sosial. Keberhasilan ini
menandakan bahwa personal branding yang dibangun secara sadar dan terencana melalui media
sosial dapat memberikan dampak positif dalam penyampaian pesan dakwah yang efektif dan relevan
Muhammad Humaidi; Supervisi Akademik Oleh Kepala Sekolah Dalam Upaya Meningkatkan Disiplin Kerja Guru PAI Pada SDN Sidorejo 2 dan SDN Sekata Baru 2 Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala.
Muhammad Humaidi; Supervisi Akademik Oleh Kepala Sekolah Dalam Upaya Meningkatkan Disiplin Kerja Guru PAI Pada SDN Sidorejo 2 dan SDN Sekata Baru 2 Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala di bawah bimbingan I: Prof. Dr. H. Syaifuddin Sabda, M.Ag dan II: Dr. H. Husnul Yaqin, M.Ed, pada Pascasarjana UIN Antasari Banjarmasin, 2017.
Kata Kunci: Supervisi Akademik, Kepala Sekolah, Disiplin Kerja, Guru PAI.
Kepala sekolah mempunyai tugas untuk mengembangkan serta meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran di sekolah melalui supervisi akademik. Sasaran utama supervisi akademik adalah guru dalam melaksanakan proses pembelajaran yang meliputi merencanakan pembelajaran, melaksanakan kegiatan pembelajaran, serta menilai proses dan hasil pembelajaran. Dengan supervisi akademik kepala sekolah terhadap guru secara sistematis, berencana, terus menerus, efektif dan efisien diharapkan dapat meningkatkan disiplin kerja guru dalam proses pembelajaran di sekolah.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian adalah SDN Sidorejo 2 dan SDN Sekata Baru 2 Kecamatan Tamban Kabupaten Brito Kuala. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data penelitian adalah kepala sekolah, guru PAI, dan dokumentasi. Setelah data diperoleh kemudian dianalisis dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi.
Temuan dalam penelitian pada SDN Sidorejo 2 yaitu: 1) kepala sekolah sudah membuat perencanaan program supervisi akademik dan jadwal supervisi; 2) supervisi akademik dilakukan dengan pendekatan direktif dan pendekatan non direktif; 3) teknik supervisi akademik yang digunakan adalah percakapan pribadi, kunjungan kelas, observasi kelas, rapat sekolah, diskusi, dan pelatihan pada kegiatan KKG; 4) usaha kepala sekolah dalam meningkatkan disiplin kerja guru dengan membuat peraturan, mensosialisaikan peraturan tersebut, pengawasan dalam pelaksanaan peraturan tersebut, pendisiplinan, keteladanan dari kepala sekolah, dan mengikutsertakan guru dalam kegiatan KKG. Pada SDN Sekata Baru 2 yaitu: 1) kepala sekolah belum membuat perencanaan program supervisi akademik dan belum memiliki jadwal supervisi; 2) supervisi akademik menggunakan pendekatan non direktif; 3) teknik supervisi akademik yang digunakan rapat sekolah, dan pelatihan pada kegiatan KKG; 4) usaha unuk meningkatkan disiplin dengan membuata peraturan berupa tata tertib sekolah; mengikutsertakan para guru dalam kegiatan KKG, diklat dan workshop, dan melaksanakan supervisi kunjungan kelas. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi supervisi akademik oleh kepala sekolah dalam upaya meningkatkan disiplin kerja guru PAI pada SDN Sidorejo 2 dan SDN Sekata Baru 2 adalah beban kerja kepala sekolah, perencanaan program supervisi akademik, waktu dan lokasi, serta komunikai dan sikap kepala sekolah
- …
