1,720,968 research outputs found

    Pengembangan ensiklopedia peralatan laboratorium biologi SMA/MA sebagai sumber belajar biologi siswa kelas X di SMA Negeri 16 Semarang berdasarkan kurikulum 2013

    Full text link
    Implementasi kurikulum 2013 dapat didukung dengan pengembangan sumber belajar tentang laboratorium yang dalam kerjanya sangat diperlukan pengetahuan dan keterampilan peserta didik di dalamnya, seperti penggunaan peralatan laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Ensiklopedia peralatan laboratorium Biologi serta mengetahui kelayakan Ensiklopedia peralatan laboratorium Biologi yang dikembangkan sebagai sumber belajar Biologi untuk siswa SMA/MA. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) yang dikembangkan oleh Reiser dan Mollenda pada tahun 1990-an. Penelitian ini dibatasi hanya sampai pada tahap Implementation (implementasi terbatas atau skala kecil), kemudian dilakukan uji terbatas kepada 1 ahli materi, 1 ahli media, 2 guru Biologi dan 4 peer reviewers serta respon 20 siswa terhadap produk yang dikembangkan untuk mengetahui kualitas/kelayakan produk. Instrumen penelitian berupa lembar angket check list dengan menggunakan skala likert. Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif dengan jenis data berupa data kualitatif dan kuantitatif untuk mengetahui kualitas/kelayakan produk yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: produk Ensiklopedia peralatan laboratorium Biologi dikembangkan dengan model ADDIE. Kualitas/kelayakan Ensiklopedia yang dikembangkan berdasarkan penilaian dari ahli materi dengan persentase sebesar 80% termasuk kategori baik (B); ahli media sebesar 85,6% termasuk kategori sangat baik (SB); guru Biologi sebesar 91% termasuk kategori sangat baik (SB); peer reviewers sebesar 86,8% termasuk kategori sangat baik (SB); dan respon siswa sebesar 87,6% termasuk kategori sangat layak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ensiklopedia peralatan laboratorium Biologi yang dikembangkan memiliki kualitas sangat layak digunakan sebagai acuan guru dalam praktikum Biologi sekaligus dapat dipakai oleh siswa SMA/MA sebagai salah satu sumber belajar Biologi

    Mitigasi Risiko Pada Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Di Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Pembantu (KCP) Jombang Ploso Dalam Mewujudkan Pembiayaan Yang Sehat.

    No full text
    Mitigasi risiko pembiayaan merupakan suatu teknik yang digunakan untuk meminimalisir adanya kerugian dan dampak dari pembiayaan. Dalam penerapan mitigasi risiko yang dilakukan oleh Bank Syariah Indonesia KCP Jombang Ploso dalam pembiayaan KUR belum efektif, dibuktikan dengan adanya pembiayaan yang bermasalah pada pembiayaan KUR tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana mitigasi risiko terhadap prosedur pembiayaan KUR Bank Syariah Indonesia KCP Jombang Ploso, bagaimana mitigasi risiko terhadap faktor yang menyebabkan pembiayaan bermasalah pada pembiayaan KUR di Bank Syariah Indonesia KCP Jombang Ploso, dan bagaimana solusi yang diambil oleh Bank Syariah Indonesia KCP Jombang Ploso dalam pembiayaan KUR yang bermasalah. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui mitigasi risiko pada saat prosedur pembiayaan KUR, mengetahui mitigasi terhadap penyebab pembiayaan KUR bermasalah, dan solusi yang diambil dalam menangani pembiayaan KUR yang bermasalah. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan mitigasi risiko terhadap prosedur pembiayaan KUR yang dilakukan oleh Bank Syariah Indonesia KCP Jombang Ploso berupa metode pemeringkatan, manajemen portofolio pembiayaan, agunan, pengawasan arus kas, manajemen pemulihan dan asuransi. Mitigasi risiko terhadap penyebab pembiayaan bermasalah dengan pelatihan micro staff dan pemberian opsi rescheduling. Sedangkan solusi yang diambil oleh Bank Syariah Indonesia KCP Jombang Ploso terhadap pembiayaan KUR yang bermasalah dengan rescheduling dan eksekusi

    Implementasi CSR Perusahaan MIGAS dalam pelayanan kesejahteraan Masyarakat di Tuban (study implementasi CSR Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java)

    No full text
    This paper is a result of research study about the impact of Corporate Social Responsibility (CSR) of oil and gas company in social welfare. This research specifically focus on communities in five villages around an oil and gas Joint Operating Body managed by Pertamina and Petrochina of East Java operating in Tuban Regency, East Java Province. The company performed CSR as required by Law No.22 Year 2001 on Oil and Gas which further elaborated by Special Task Force for Upstream Oil and Gas Business Activities' (SKK Migas) Regulation No. 017/PTK/III/2005 on Guidelines for Community Development. The research method is a qualitative and descriptive. The research found that the company's CSR implemented four programs which do not led to a good practice of community development. Many programs implemented did not align with community needs, lacking of transparency – which then led to misuse of fund, and no impact on affected communities' welfare. Poverty in natural resource rich area is a common phenomena known as as the 'resource course'. It is called a 'curse' as the natural resources were supposed to be a blessing for a prosper and prosperous community. However, the opposite is often happen. This resource curse is believed can be solved by many things, in which one of them, is the company's role through Corporate Social Responsibility (CSR). In order for CSR programs to work well, align with community needs and have a sustainable impact, then the management of CSR becomes an important thing to be pushed. Transparency and accountability of CSR programs are crucial points which required to be monitored by stakeholders. CSR is not a charity based on voluntary action, but an obligation that is the responsibility of the company as good mining practices

    Pengaruh Kadar Testosterone Saliva terhadap Heart Rate Recovery pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNSOED

    Full text link
    Latar belakang: Testosterone adalah hormon steroid yang diproduksi oleh sel Leydig melalui aksis HPT. Testosterone saliva adalah salah satu pengukuran noninvasif. Testosterone memiliki efek terhadap kesehatan jantung. Efek kardioprotektif tersebut berupa struktur dan otonom jantung. Status testosterone berbanding lurus dengan intensitas aktivitas fisik. Heart rate recovery (HRR) merupakan salah satu parameter kesehatan otonom jantung. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar testosterone saliva terhadap heart rate recovery pada mahasiswa FK Unsoed. Metode: Penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan studi potong lintang. Jumlah subjek dalam penelitian ini berjumlah 32 mahasiswa yang diambil dengan consecutive sampling dengan kriteria inklusi laki-laki berusia 18-25 tahun, menyetujui informed consent, IMT 18- 24,9 kg/m2, dan tingkat aktivitas fisik rendah hingga sedang. Pengukuran kadar testosterone menggunakan kit Salimetrics ELISA. Pengukuran HRR menggunakan POLAR M400 heart rate monitor, metronom, dan bangku step test. Uji normalitas menggunakan Saphiro-Wilk dan analisis bivariat menggunakan uji parametrik korelatif Pearson. Hasil: Hasil pengukuran pada subjek didapatkan kadar testosterone saliva 12,34±3,65 pg/mL dan HRR 33,03±5,55. Hasil uji korelasi Pearson testosterone terhadap HRR didapatkan nilai p = 0,883 dan r =0 0,27 berarti tidak terdapat korelasi bermakna pada testosterone saliva terhadap HRR. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat pengaruh antara kadar testosterone saliva terhadap HRR pada mahasiswa FK UNSOED

    PENJADWALAN PRODUKSI BAK TRUCK DENGAN PENDEKATAN METODE NAWAZ ENSCORE HAM (NEH) UNTUK MEMINIMUMKAN MAKESPAN (Studi Kasus : PT. RAGAM PUTRA UTAMA)

    Full text link
    PT. Ragam Putra Utama memproduksi bak truck dimana cara produksinya berdasarkan permintaan konsumen (make to order) antara lain: bak truck one way 3 3 , bak truck one way 4 3 , bak truck three way 3 3 , bak truck three way 4 3 . Saat ini perusahaan tersebut menggunakan aturan First Come First Serve (FCFS) dimana order yang tiba lebih awal akan dilayani terlebih dahulu sehingga membutuhkan total waktu makespan yang lama dan secara tidak langsung dapat mengakibatkan keterlambatan dalam penyelesaian produknya. Berdasarkan permasalahan tersebut perlu dilakukan analisis penjadwalan produksi untuk dapat meminimumkan makespan. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat penjadwalan produksi pada bak truck untuk meminimumkan makespan. Data pengamatan waktu proses diolah menggunakan pengukuran waktu kerja dimana terdapat uji keseragaman dan uji kecukupan data. Untuk penjadwalannya Dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan penjadwalan PT. Ragam Putra Utama adalah metode Nawaz Enscore Ham (NEH). Hasilnya diperoleh nilai makespan untuk metode FCFS sebesar 26952,02 menit dengan urutan job 1-2-3-4 sedangkan metode NEH sebesar 26343,84 menit dengan urutan job 4-2-3-1 dan mempunyai penghematan waktu sebesar 608,18 menit lebih cepat dari pada metode FCFS. Kata Kunci: Penjadwalan Produksi, FCFS, NEH, Makespa

    Analisis Optimasi Klasterisasi Dokumen Berbahasa Indonesia dengan Metode Pembobotan Term Frequency-Inverse Documnet Frequency dan Latent Semantic Analysisserta Klastering dengan Algoritma K-Means, K-Means++, dan Agglomerative

    No full text
    The development of technology makes everything that are manual to be convert into digital form. Such as documents in paper form to be digital to save space, easy to carry, accessible, and also quick/fast in data storage. The more digital documents are stored in a storage can make the data search processing longer. One of the ways to handle it is to group (cluster) documents that are related or have the same subject. Clustering itself is divided into two types, they are flat clustering and hierarchy clustering. The K-Means and K-Means++ algorithms are (included in) flat clustering and Agglomerative Algorithms belonging to the hierarchy clustering. For Agglomerative Algorithm alone there are three methods that can be done to find the value of distance between clusters, there are Single Link, Complete Link, and Average Link. Furthermore, clustering results are influenced by the process before the document clustered, the initial process and weighting. The initial process here is an equalization into small letters, the conversion into the root words, and the synonyms of synonymous words. Meanwhile, the weighting process in the form of weighting vector documents with Term Frequency - Inverted Document Frequency and Latent Semantic Analysis. From the given problem then analyzed which type of clustering is better and what is the influence of the initial process and weighting on the document against the cluster. Implementation is done by using Java programming language. The results of the study show that the initial process and weighting make the cluster better. And the K-Means ++ algorithm is better than K-Means and Agglomerative in terms of data clustering. The complexity of K-Means, K-Means ++, and Agglomerative algorithms is θ(n2). This means that the number of documents used is directly quadratic proportional to the processing time.Semakin berkembangnya teknologi membuat semua hal yang bersifat manual perlahan-lahan berubah menjadi dalam bentuk digital. Seperti halnya dokumen-dokumen yang sebelumnya berbentuk kertas menjadi berbentuk digital untuk menghemat ruang, mudah dibawa dan diakses, serta cepat dalam penyimpanan data. Semakin banyaknya dokumen-dokumen digital yang tersimpan dalam suatu ruang penyimpanan dapat membuat proses pencarian data semakin lama. Salah satu cara untuk menanganinya adalah dengan mengelompokkan (mengklaster) dokumen-dokumen yang saling berkaitan atau mempunyai bahasan yang sama. Klastering sendiri dibagi menjadi dua jenis, yaitu flat klastering dan hirarki klastering. Algoritma K-Means dan K-Means++ termasuk bagian dari flat klastering dan Algoritma Agglomerative termasuk ke dalam hirarki klastering. Untuk Algoritma Agglomerative sendiri ada tiga metode yang dapat dilakukan untuk mencari nilai jarak antar klaster, yaitu Single Link, Complete Link, dan Average Link. Selanjutnya hasil klastering dipengaruhi oleh proses sebelum dokumen diklaster yaitu proses awal dan pembobotan. Proses awal disini berupa penyamaan ke dalam huruf kecil, pengubahan ke dalam kata dasar, dan penyamaan kata yang bersinonim. Sedangkan proses pembobotan berupa membobot dokumen vektor dengan Term Frequency – Inverted Document Frequency dan Latent Semantic Analysis. Dari permasalahan diatas maka dianalisislah jenis klastering mana yang lebih baik serta apa pengaruh dari proses awal dan pembobotan pada dokumen terhadap hasil klaster. Implementasi dilakukan dengan menggunakan bahasa pemrograman Java. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa proses awal dan pembobotan membuat hasil klaster menjadi lebih baik. Dan algortima K-Means++ lebih baik daripada K-Means dan Agglomerative dalam hal pengklasteran data. Kompleksitas algoritma K-Means, K-Means++, dan Agglomerative adalah θ(n2). Hal tersebut berarti jumlah dokumen yang digunakan berbanding lurus kuadratik dengan waktu proses.Skripsi Sarjan

    Evaluasi In Vitro Aktivitas Fotoprotektif Ekstrak Rumput Laut Cokelat Sargassum Sp. Dengan Pelarut Yang Berbeda Terhadap Radiasi Ultraviolet

    Full text link
    Rumput laut cokelat Sargassum sp. dari berbagai wilayah di dunia telah dilaporkan mengandung senyawa bioaktif yang sangat beragam yang bermanfaat untuk aplikasi dalam berbagai bidang industri. Meskipun demikian Sargassum sp. yang banyak ditemukan di Poteran, Madura kurang bernilai ekonomis karena belum dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu, Sargassum sp. dari Poteran, Madura digunakan dalam penelitian ini sebagai salah satu upaya untuk mengeksplorasi potensinya, khususnya berkaitan dengan aktivitas fotoprotektif yang dimilikinya terhadap radiasi ultraviolet sehingga diharapkan pada masa yang akan datang Sargassum sp. bisa dikembangkan menjadi jenis rumput laut yang bernilai ekonomis tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas fotoprotektif ekstrak rumput laut cokelat Sargassum sp. dengan pelarut yang berbeda terhadap radiasi ultraviolet dan mengetahui pengaruhnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Juli 2019 di Laboratorium Eksplorasi Sumberdaya Perikanan dan Kelautan dan di Laboratorium Hidrobiologi Divisi Lingkungan dan Bioteknologi Perairan, Universitas Brawijaya, Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan model Rancangan Acak Lengkap (RAL). Analisis data dilakukan menggunakan one-way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji lanjutan Beda Nyata Terkecil (BNT). Ekstrak Sargassum sp. dengan pelarut etil asetat (ESE) memiliki aktivitas fotoprotektif terhadap radiasi ultraviolet yang paling baik dibandingkan dengan pelarut n-heksana (ESH) dan metanol (ESM). Nilai indikator perlindungan ESE terhadap radiasi UV-B (SPF) adalah 32,63 dan terhadap radiasi UV penyebab eritema (%Te) adalah 0,055 dan terhadap radiasi UV penyebab pigmentasi (%Tp) adalah 0,075

    Penentuan Acuan Nilai Level Amine Surge Tank pada Sistem Amine di Gas Plant dengan Pendekatan Analisis Prediktif

    No full text
    Dalam perjanjian jual beli gas, gas asam merupakan impurity yang harus dikurangi kandungannya hingga memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan. Jika terjadi off-spec pada gas jual, maka pihak produsen berkewajiban membayar denda kepada pihak pembeli. Fasilitas yang berperan dalam mengurangi kandungan gas asam (H2S and CO2) pada Gas Plant XYZ adalah Fasilitas Amine Gas Treating melalui proses absorpsi menggunakan larutan amine. Larutan amine mempunyai parameter yang disebut amine strength (Y). Y mempunyai nilai normal operating limit (NOL) 50% hingga 52%. Jika nilai Y kurang dari NOL, maka akan menyebabkan lemahnya penyerapan gas asam yang mengakibatkan gas off-spec. Jika nilai Y lebih dari NOL maka menyebabkan korosi pada Fasilitas Amine Gas Treating. Nilai Y dipengaruhi oleh level amine surge tank (X). Selama ini penentuan nilai X hanya didasarkan pada perkiraan operator saja, sehingga jumlah nilai Y yang mengalami out of range masih tinggi. Dari 242 instance data mulai bulan Desember 2022 hingga Juli 2023 masih terdapat 45% nilai Y mengalami out of range. Oleh karena itu, keakurasian dalam memprediksi nilai Y yang didasarkan pada nilai X perlu ditingkatkan untuk mengurangi persentase out of range ini. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan acuan nilai X dengan menggunakan pendekatan analisis prediktif, sehingga nilai Y dapat dijaga pada rentang NOL. Dua metode utama yang digunakan adalah regresi linier (ordinary least square dan regresi linier bergerak beserta pengembangannya) dan regresi non linier (regresi polinomial dan eksponensial). Metode yang berbasiskan regresi tersebut dipilih karena kepopulerannya dalam memprediksi variabel respons berdasarkan variabel predictor. Metode ini dapat dilakukan di berbagai perangkat lunak, termasuk MS Excel, yang tersedia dan diizinkan penggunaannya di Gas Plant XYZ. Nilai classification accuracy (CA) dari masing-masing metode akan dikomparasikan untuk memperoleh metode dengan ranking terbaik. Regresi linier bergerak dengan 1 variabel predictor X dan 2 pengkonversi nilai (RLB-X-2PN) mempunyai nilai CA tertinggi dibandingkan dengan metode lainnya. RLB-X-2PN mempunyai nilai CA training sebesar 81.21% dan testing sebesar 77.97%. Pada tanggal 19 Desember 2023 telah dilakukan uji coba dengan hasil yang memuaskan, yang mana dengan mengatur level amine surge tank (Y) berdasarkan rekomendasi yang dihasilkan oleh aplikasi level amine reference, dapat memperoleh nilai Y sebesar 50.63% atau masuk rentang NOL-nya. Penerapan metode terpilih (RLB-X-2PN) pada Gas Plant XYZ berpotensi meningkatkan nilai manfaat sebesar 18.64%, dimana nilai manfaat tersebut merupakan gabungan dari berkurangnya resiko terkenanya denda dari pembeli dan berkurangnya laju korosi pada Fasilitas Amine Gas Treating. ================================================================================================================================= In the gas sales and purchase agreement, acid gas is an impurity that must be reduced to meet the required specifications. If there is an off-spec in the sales gas, the producer will be penalized by the buyer. The facility that plays a role in reducing the acid gas content (H2S and CO2) at the Gas Plant XYZ is the Amine Gas Treating Facility through an absorption process using an amine solution. The amine solution has a parameter called amine strength (Y). Y has a normal operating limit (NOL) value of 50% to 52%. If the Y value is less than NOL, it will cause weak absorption of acid gas resulting in off-spec gas. If the Y value is more than NOL it will cause corrosion at the Amine Gas Treating Facility. The Y value is influenced by the amine surge tank level (X). So far, determining the X value is only based on operator estimates, so the number of Y values that are out of range is still high. Out of 242 data instances from December 2022 to July 2023, there are still 45% of Y values that are out of range. Therefore, the accuracy in predicting the Y value based on the X value needs to be improved to reduce the out of range percentage. This research aims to provide a reference for the X value using a predictive analysis approach, so that the Y value can be maintained within the NOL range. The two main methods used are linear regression (which consists of ordinary least squares, moving linear regression and its developments) and non-linear regression (which consists of polynomial regression and exponential regression). The regression-based method was chosen because of its popularity in predicting response variables based on predictor variables. Another reason is that the regression method can be carried out in various software, including MS Excel, which is available and permitted for use at Gas Plant XYZ. The classification accuracy (CA) value of each method will be compared to determine the best ranking. Moving linear regression with 1 predictor variable X and 2 value converters (RLB-X-2PN) has the highest CA value compared to other methods. RLB-X-2PN has a CA training value of 81.21% and CA testing of 77.97%. On December 19, 2023, a trial was carried out with satisfactory results, where by adjusting the level of amine surge tank (Y) based on recommendations resulted by the amine level reference application, a Y value of 50.63% was obtained or within NOL range. Application of the selected method (RLB-X-2PN) at Gas Plant XYZ will increase the benefit value by 18.64%, which the benefit value is a combination of reducing the risk of being penalized from buyers and reducing the rate of corrosion at the Amine Gas Treating Facility

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore