9 research outputs found

    Perbedaan Penentuan Awal Bulan Kamariah dalam Penghitungan Masa Iddah Bagi Perempuan Perspektif Fikih

    No full text
    Women who have just been separated from marriage, either by divorce or by the death of their husband, must go through the iddah period. One of the calculations for the iddah period is the number of months. However, sometimes there are differences in the calculation of the number of months so that it has implications for time uncertainty about whether or not the period ends iddah. This study aims to explain the differences in determining the beginning of the lunar month and its implications for calculating the iddah period for women, and iddah from a fiqh perspective. This study uses a literature study research method. The data source used is secondary data, while the data analysis uses qualitative descriptive. The results showed that the difference in determining the beginning of the lunar month was due to the different methods used among Muslims, namely ruqyah and reckoning. The implications for determining the beginning of the month affect the calculation of the iddah period for women, especially regarding rights and obligations. Iddah itself is nothing but a waiting period for a woman to know that the uterus or womb is clean from pregnancy or for purposes ta'abbudi.Perempuan yang  baru terlepas dari ikatan pernikahan baik secara perceraian maupun ditinggal wafat suaminya harus melalui masa iddah. Salah satu penghitungan masa iddah adalah dengan jumlah bilangan bulan. Namun demikian terkadang terdapat perbedaaan penghitungan bilangan bulan sehingga berimplikasi terhadap ketidakpastian waktu tentang berakhir tidaknya masa iddah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perbedaan penentuan awal bulan Kamariah dan implikasinya terhadap pehitungan masa iddah bagi perempuan, dan iddah perspektif Fikih. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kepustakaan. Sumber data yang digunakan berupa data sekunder, sedangkan analisis data menggunakan diskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya perbedaan dalam penentuan awal bulan Kamariah dikarenakan metode yang digunakan dikalangan umat Islam masing-masing berbeda yakni rukyah dan hisab. Implikasi terhadap penentuan awal bulan tersebut berpengaruh terhadap penghitungan masa iddah bagi perempuan terutama terkait hak dan kewajiban. Iddah sendiri tidak lain  merupakan masa tunggu bagi seorang perempuan untuk mengetahui bersihnya rahmi atau rahim dari kehamilan atau untuk tujuan ta’abbudi.

    Pengaruh fee based income, financing to deposit ratio dan rasio efisiensi operasional terhadap profitabilitas dengan nilai perusahaan sebagai variabel mediasi: Studi pada bank umum syariah di Indonesia yang terdaftar di BEI periode 2019-2023

    No full text
    INDONESIA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Fee Based Income, Financing to Deposite Ratio, dan Rasio Efisiensi Operasional (BOPO) terhadap Profitabilitas dengan nilai perusahaan (PBV) sebagai variabel mediasi pada perbankan umum syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023. Pendekatan kuantitatif dengan pendekatan eksplanatori. Data sekunder yang diperoleh dari publikasi resmi OJK serta BI yang memenuhi kriteria purposive sampling. Analisis data menggunakan regresi data panel. Teknik analisis menggunakan analisis jalur (path analysis) untuk menguji hubungan antar variabel, dengan perangkat lunak E-views 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FDI, FDR tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA, sedangkan BOPO berpengaruh negatif. Nilai perusahaan terbukti memediasi hubungan antara FBI, FDR, BOPO dan ROA. Temuan ini menegaskan pentingnya kinerja keuangan internal dalam menentukan profitabilitas perbankan syariah di Indonesia, serta peran nilai perusahaan sebagai mekanisme transmisi pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap profitabilitas. ENGLISH This study aims to analyze the effect of Fee Based Income, Financing to Deposit Ratio, and Operational Efficiency Ratio (BOPO) on Profitability with firm value (PBV) as a mediating variable in Islamic general banking listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2019-2023. Quantitative approach with explanatory approach. Secondary data obtained from official publications of OJK and BI that meet the criteria for purposive sampling. Data analysis using panel data regression. The analysis technique uses path analysis to test the relationship between variables, with E-views 12 software. The results showed that FDI, FDR did not have a significant effect on ROA, while BOPO had a negative effect. Firm value was proven to mediate the relationship between FBI, FDR, BOPO and ROA. This finding confirms the importance of internal financial performance in determining the profitability of Islamic banking in Indonesia, as well as the role of firm value as a transmission mechanism for the influence of these variables on profitability. ARABIC الكلمات المفتاحية: الإيرادات غير التمويلية (FBI)، نسبة التمويل إلى الودائع (FDR)، نسبة كفاءة التشغيل (BOPO)، القيمة الدفترية للسهم (PBV)، العائد على الأصول (ROA). تهدف هذه الدراسة إلى تحليل تأثير الإيرادات غير التمويلية (FBI)، ونسبة التمويل إلى الودائع (FDR)، ونسبة كفاءة التشغيل (BOPO) على الربحية، مع استخدام القيمة الدفترية للسهم (PBV) كمتغير وسيط في البنوك الإسلامية العامة المدرجة في بورصة إندونيسيا خلال الفترة 2019–2023. اعتمد البحث منهجاً كمياً تفسيرياً، باستخدام بيانات ثانوية منشورة رسمياً من هيئة الخدمات المالية (OJK) والبنك المركزي الإندونيسي (BI)، وفقاً لمعايير أخذ العينات الهادفة. تم تحليل البيانات باستخدام الانحدار اللوحي (Panel Data Regression)، وتقنية تحليل المسار (Path Analysis) لاختبار العلاقات بين المتغيرات بواسطة برنامج E-views 12. أظهرت النتائج أن: الإيرادات غير التمويلية (FBI) ونسبة التمويل إلى الودائع (FDR) ليس لهما تأثير معنوي على العائد على الأصول (ROA).نسبة كفاءة التشغيل (BOPO) لها تأثير سلبي على العائد على الأصول(ROA).ا لقيمة الدفترية للسهم (PBV) تؤدي دوراً وسيطاً في العلاقة بين (FBI)، و(FDR)، و(BOPO) من جهة، والربحية (ROA) من جهة أخرى. تُؤَكِّد هذه النتائج أهمية الأداء المالي الداخلي في تحديد ربحية البنوك الإسلامية في إندونيسيا، ودور القيمة السوقية كآلية ناقلة لتأثير هذه المتغيرات على الربحية

    Pengaruh Perbedaan Penentuan Awal Bulan Kamariah Terhadap Penghitungan Masa Iddah Bagi Perempuan Dari Perspektif Fikih Dan Sosiologi

    No full text
    Perbedaan penentuan awal Bulan Kamariah di Indonesia masih menjadi PR bersama yang belum terselesaikan. Banyak peribadatan yang bergantung dengan penetapan awal Bulan tersebut. Seperti dalam memulai ibadah puasa Ramadan, hari raya Idul Fitri, serta yang tidak kalah penting bagi perempuan yang sedang menyandang status cerai, adalah tentang ketentuan perhitungan masa ‘iddah. Seorang perempuan yang ber’iddah wafat suaminya dan talak tidak mengalami haidl yang akan mendapatkan pengaruh tersebut. Yaitu salah satunya terkait tentang hak dan kewajiban yang didapatnya dalam pandangan Fikih serta aktifitas sosial yang dialami perempuan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh perbedaan penentuan awal Bulan Kamariah terhadap penghitungan masa ‘iddah bagi perempuan dari perspektif Fikih. dan bagaimana pengaruh perbedaan penentuan awal Bulan Kamariah terhadap penghitungan masa ‘iddah bagi perempuan dari perspektif sosiologi. Metode penulisan yang digunakan adalah library research dengan pendekatan Fikih dan Sosiologi. Dan menjadikan Kitab Ḥāsyiyah Al-Bājūrῑ karangan Ibrōhῑm Al-Bājūrῑ, danKitab al-Fiqh ‘Ala al-Mażāhib al-Arba‘ah karangan Abdurrahman al-Jazῑrῑ sebagai sumber primer pada penelitian ini. Dan data sekundernya adalah semua dokumen, buku dan kitab yang berkaitan dengan penelitian. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan penentuan awal Bulan Kamariah memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap perhitungan masa iddah perempuan. Perbedaan penentuan awal bulan kamariah berpengaruh dengan jumlah masa ‘iddah yang dialami perempuan tersebut. Bila dilihat dari kacamata Fikih, jumlah masa ‘iddah perempuan berkaitan dengan hak dan kewajiban perempuan. Hak yang didapatkan perempuan ‘iddah adalah nafkah pangan, pakaian, tempat, serta hak mendapatkan warisan. Adapun kewajiban perempuan tersebut adalah terkait larangan menerima pinangan, larangan menikah, larangan keluar rumah, dan melaksanakan iḥdād. Bila dilihat dari perspektif Sosiologi, pengaruh perbedaan jumlah masa ‘iddah bagi perempuan berkarir yang ditalak raj’i adalah tentang keluar rumah untuk kembali bekerja serta kesempatan intropeksi diri dan memantapkan pilihan agar dapat memutuskan untuk dapat bersatu atau berpisah dengan pihak suami

    PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING BERBASIS PENDEKATAN STEM (SCIENCE, TEKNOLOGY, ENGINEERING AND MATHEMATICS) PADA MATERI KESEIMBANGAN DAN DINAMIKA ROTASI DI MADRASAH ALIYAH

    No full text
    This study aims to produce learning tools PJBL-STEM on balance and rotation dynamics, knowing the quality of learning devices, knowing the response of educators to the learning tools developed. This research is an R & D research with a 4-D model, which includes the stages of Define (definition), Design (design), Develop (development), Disseminate (deployment). This research is limited to the limited scale trial stage. The instruments used were instrument and product validation sheets, assessment sheets, and teacher response sheets. Assessment of the quality of learning tools and teacher responses uses a Likert scale with a scale of 4 in the form of a checklist The results of this study are learning tools consisting of a syllabus, lesson plans (RPP) and student worksheets (LKPD) with the PJBL-STEM learning model. for Madrasah Aliyah on balance and rotation dynamics. Product quality is based on the assessment of learning device experts, material experts and STEM experts in the Very Good (SB) category, with an average score of 3.46 from learning device experts and 3.80 from STEM experts for syllabus, for RPP get an average score of 3.39, 3.33, and 3.76. For LKPD, the mean score was 3.44, 3.28 and 3.83. For the response of educators to the limited test, they obtained the Strongly Agree (SS) category with a mean score of 3.48 for the syllabus, 3.52 for lesson plans, and 3.50 for LKPD

    Perancangan Antarmuka Sistem Informasi Employee Self Service Berbasis Mobile Menggunakan Pendekatan Design Thinking Pada Haen Teknologi Nusantara

    No full text
    Sistem yang mendukung kebutuhan sumber daya manusia dan karyawan sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi operasional perusahaan. Employee Self Service (ESS) adalah sistem berbasis mobile yang mempermudah karyawan dalam mengakses layanan Human Resources (HR) seperti absensi, slip gaji, pengecekan cuti, dan informasi data diri. ESS menawarkan manfaat seperti keakuratan data, kemudahan akses, dan pengurangan penggunaan kertas. Haen Teknologi Nusantara adalah perusahaan ritel perangkat keras dan perangkat lunak, pengelolaan administrasi karyawan belum terkomputerisasi, yang rentan terhadap kesalahan. Penelitian ini mengusulkan pengembangan sistem ESS berbasis mobile menggunakan pendekatan Design Thinking untuk mengatasi masalah ini. Pendekatan ini berfokus pada inovasi dan solusi berbasis kebutuhan pengguna melalui pengembangan prototipe. Tujuan penelitian ini adalah merancang aplikasi ESS berbasis mobile yang dapat meningkatkan efisiensi proses administrasi karyawan dan mendukung operasional perusahaan secara keseluruhan.Â

    Descriptive Study of the Nabawiyah Sirah by Ibn Ishaq and Ibn Hisham

    No full text
    The position of sirah or the study of the history of the prophet Muhammad SAW has an important position in the Islamic religious tradition where it ranks second after the study of hadith or sunnah. Thus, this article aims to describe how the study of the nabawiyah sirah was carried out by the two main retainers of its writing, especially seeing how the process and the relationship between these two sirah works from a historical perspective. This article itself was written with a qualitative descriptive approach supported by data collection methods in the form of literature study. From the results of the review, it is known that Ibn Ishaq's sirah is the first work that is able to systematically review the life story of the prophet, although there are still many shortcomings and finally it was perfected by Ibn Hisham with his sirah work. Both Ibn Ishaq and Ibn Hisham, both have important contributions in writing the book Sirah Nabawiyah. Ibn Ishaq with the quality of his book narration is strong enough to make his work an important reference in the study of the nabawiyah sirah

    Bitcoin's Sharia Legitimacy: Strength Analysis and Implications as a Financial Transaction Tool

    No full text
    This study seeks to reconcile the conflicting viewpoints on Bitcoin by offering a Shariah-based perspective, utilizing contemporary interpretations of Quranic verses, fiqh principles, and hadith to demonstrate Bitcoin's supremacy as a currency. This study used a qualitative approach combined with normative analysis, interdisciplinary perspectives (economics and Islamic law), and a descriptive-comparative method based on David Ricardo's theory of comparative advantage to assess Bitcoin's legitimacy as a medium of exchange in Islamic economic contexts. These methodologies enable the research to address the core questions holistically, considering economic, legal, and ethical dimensions. The findings indicate that Bitcoin has attributes similar to gold, such as scarcity, divisibility, mobility, and durability, making it a suitable store of value. While institutes such as MUI and LBM NU East Java classified Bitcoin as haram owing to ambiguity, harm, and speculation, the study contends that with correct understanding, Bitcoin may be lawful under fiqh principles. Blockchain transparency reduces dharar and manipulation, providing an ethical alternative to fiat currency. Furthermore, Bitcoin's intrinsic worth is consistent with Islamic financial principles, as opposed to fiat currency's inflation and value depreciation. The researcher finds that understanding the foundations of Bitcoin can help consumers reduce gharar (uncertainty), dharar (harm), and speculation. Blockchain technology ensures transparency, prevents manipulation and abuse, and, like traditional currencies, allows for price formation based on supply and demand. These attributes highlight Bitcoin's potential as a Sharia-compliant medium of exchange that addresses fiat currency limits while also providing inflation protection

    Analisis Nuzul Al-Qur’an dengan gerhana matahari cincin perspektif astronomi

    No full text
    Para ahli sejarah berbeda pendapat mengenai waktu Nuzul al-Qur’an antara lain tanggal 17, 19, 21 dan 24 Ramadhan tahun -12 H. Perbedaan ahli sejarah juga terdapat pada tanggal Masehi yaitu 17 Ramadhan -12 H / 6 Agustus 610 M dan 21 Ramadhan -12 H / 10 Agustus 610 M. Penulis tertarik untuk merunut peristiwa Nuzul al-Qur’an dengan fenomena alam yang mudah dibaca waktu dan tanggalnya yaitu gerhana matahari Cincin 27 Januari 632 M yang bertepatan saat Ibrahim putra Nabi meninggal dunia. Penulis menggunakan data awal bulan Accurate Times 5,6 menurut kriteria visibilitas Odeh dan MABIMS baru dengan penambahan bulan ke 13 (nasi’) setiap 3 tahun sekali untuk mengetahui tanggal peristiwa Nuzul al-Qur’an. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu Nuzul al-Qur’an dengan merunut gerhana Matahari cincin 27 Januari 632 M dan mengetahui penyebab perbedaan pendapat tentang waktu peristiwa Nuzul al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan langkah-langkah: Heuristik (Pengumpulan Sumber), Kritik Sumber, Interpretasi dan Historiografi (Penyajian hasil). Hasil penelitian ini yaitu 1. Peristiwa Nuzul al-Qur’an terjadi Senin, 17 Ramadhan -12 H yang bertepatan dengan 19 Januari 610 M 2. Penyebab perbedaan waktu Nuzul al-Qur’an adalah Penggunaan metode interkalasi yang berbeda, Perbedaan Konversi Tanggal Hijriah ke Masehi peristiwa Nuzul al-Qur’an dan Dasar dalil yang berbeda. ABSTRACT: Historians differ in their opinion regarding the time of Nuzul al-Qur’an i.e the 17th, 19th, 21st and 24th Ramadhan -12 H and they differ in the crishtian date of Nuzul al-Qur’an i.e 17th Ramadhan -12 H / 6th August 610 M and 21th Ramadhan -12 H / 10th August 610 M . The author is interested in verifying the time of Nuzul al-Qur'an by tracing the events that can be read easily the time and date i.e annular solar eclipse 27th January 632 AD when the death of Ibraham's son Muhammad. The author uses new moon datas of Accurate Times 5.6 month data with crescent visibiity criterias of Odeh and new MABIMS and by adding the 13th month (nasi ') every 3 years to find out the date of the Nuzul al-Qur'an event. The purposes of this research are to know the date of Nuzul al-Qur’an by tracing annular solar eclipse 27th January 632 AD and to know the factors of difference date of Nuzul al-Qur’an among historians. This research uses historical research methods with steps: Heuristics (Source Collection), Source Criticism, Interpretation and Historiography (Presentation of results). The results of this research are: 1. Nuzul al-Qur'an occured on Monday, 17 Ramadhan -12 H which coincided with 19 January 610 M. 2. The causes of difference in Nuzul al-Qur’an date are the use of different intercalation methods, the difference in conversion of the Hijri to the date of the events of Nuzul al-Qur'an and the basis of different propositions

    REVITALISASI WISATA ASTOJIWO UNTUK PENGEMBANGAN PARIWISATA DI DESA KANDANGAN KECAMATAN SENDURO KABUPATEN LUMAJANG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk merevitalisasi Wisata Astojiwo sebagai upaya pengembangan wisata di Desa Kandangan Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang. Seperti diketahui, Indonesia telah menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor andalan pemerintah daerah yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan daerah. Sehingga pengembangan pariwisata sangat penting untuk menggerakkan perekonomian daerah, juga menjadi wahana yang menarik untuk mengurangi pengangguran. Wisata Astojiwo merupakan salah satu wisata yang dimiliki oleh Desa Kandangan Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang. Namun, setelah berdiri lama, fasilitas yang ada masih terlihat kurang memadai dan kurang diperhatikan. Solusi yang ditawarkan adalah; (1) revitalisasi aksesibilitas dan infrastruktur pendukung pariwisata. (2) rekomendasi strategi revitalisasi pariwisata Astojiwo menjadi destinasi yang menarik dalam jangka panjang. Penelitian ini menggunakan metode Community Based Participatory Research (CBPR) dengan melibatkan masyarakat/masyarakat sebagai mitra dalam pelaksanaannya. Prosedur yang digunakan meliputi; survey lokasi wisata, pemetaan potensi dan permasalahan yang telah ditemukan, melakukan FGD (Focus Groups Discussion), dan melaksanakan kegiatan yang merupakan solusi dari permasalahan yaitu penataan kembali atau revitalisasi wisata Astojiwo
    corecore