82 research outputs found
Deskriptif Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Mata Pelajaran Fiqih kelas XII di MAN 2 Situbondo.
Noviana, Nur Shoumi. 2020. Deskriptif Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Mata Pelajaran Fiqih kelas XII di MAN 2 Situbondo. Skrispsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Jember. Dosen Pembimbing (1) Sofyan Rofi S.Pdi, M. Pd. (2) Hairul Huda M.Pdi
Ekstraksi Zat Aktif Antimikroba Dari Daun Jarak Cina (Jatropha Multifida Linn) Dengan Metode Microwave Assisted Extraction
Jarak Cina (Jatropha multifida Linn) merupakan tanaman yang memiliki potensi yang besar untuk dieksplorasi. Hal ini dikarenakan semua bagian dari tanaman tersebut dipercaya memiliki komponen-komponen yang berkhasiat terutama dalam bidang pengobatan. Penelitian sebelumnya membahas mengenai kondisi optimum proses ekstraksi antimikroba Jatrofa multifida lin dengan metode maserasi, akan tetapi proses ekstraksi menggunakan metode maserasi membutuhkan waktu yang lama. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai kondisi optimum proses ekstraksi dengan menggunakan metode yang lebih cepat, salah satunya yaitu menggunakan metode MAE (Microwave Asissted Extraction). Pada penelitian ini, kondisi optimum yang diujikan meliputi daya microwave, waktu radiasi dan rasio bahan:pelarut. Optimasi daya diujikan pada 4 daya yang berbeda yaitu 130 W, 390 W, 650 W dan 910 W. Waktu yang dicobakan yaitu 2, 4, 6, 8, 10 menit. Adapun rasio bahan:pelarut yang digunakan yaitu 1:25, 1:30 dan 1:35. Ekstrak dari kondisi optimum kemudian diuji senyawa fitokimia dan aktivitas antimikrobanya terhadap 5 mikroba uji yaitu E.coli, S.aureus, B.cereus, C.albicans dan A.flavus. Hasil penelitian menunjukkan kondisi optimum (didasarkan pada rendemen tertinggi) didapatkan pada daya 650 W, waktu ekstraksi 6 menit dan rasio bahan pelarut 1:25. Adapun senyawa fitokimia yang terdeteksi yaitu dari golongan alkaloid, triterpenoid, fenol dan tanni serta flavonoid (uji kuantitatif). Hasil uji aktivitas antimikroba menunjukkan ekstrak etanol daun jarak cina konsentrasi 0,08 g/ml mampu menghambat pertumbuhan E.coli, S.aureus, B.cereus sebesar 8,68 mm, 8 mm dan 8,3 mm sedangkan pada jamur C.albicans dan A.flavus tidak terjadi penghambatan pertumbuhan. Pada pengujian aktivitas antimikroba dengan konsentrasi 0,2 g/ml, pertumbuhan mikroba uji E.coli, S.aureus, B.cereus dan C.albicans masing-masing terhambat sebesar 13,625 mm, 12,9 mm, 13,03 mm, dan 6 mm, sedangkan pada jamur A.flavus tidak terjadi penghambatan pertumbuha
Optimisasi Proses Penjadwalan Pembersihan Pada Sebuah Heat Exchanger Networks (HEN) Yang Disebabkan Oleh Fouling di Sebuah Crude Oil Refinery
Fouling menurunkan efisiensi peralatan pertukaran panas (Heat Exchanger/HE) dan jaringan pertukaran panas (Heat Exchanger Network/HEN), yang pada akhirnya mungkin berada di bawah spesifikasi desain dan operasi, terutama di industri proses crude oil refinery. Kinerja HEN yang terganggu dengan adanya fouling perlu dipulihkan dengan pembersihan secara berkala. Penjadwalan pembersihan (cleaning scheduling) HEN di crude oil refinery dirancang untuk memaksimalkan pemulihan energi. Penjadwalan pembersihan (cleaning scheduling) HEN di crude oil refinery dirancang untuk memaksimalkan pemulihan energi. Model HEN yang dipakai adalah HE yang berjumlah 11 buah yang tersusun secara seri-paralel. Metodenya yaitu skenario keputusan proses penjadwalan pembersihan berdasarkan penurunan koefisien perpindahan panas keseluruhan bersih (Uc) sebesar 10%, 20%, 30% dan 40%, dan dalam satu periode pembersihan maksimum 4 HE sekaligus untuk kinerja jadwal pembersihan yang optimal. Tujuan dari penelitian adalah menentukan berapa banyak setiap HE yang dibersihkan untuk mencapai koefisien perpindahan panas keseluruhan (U) target yang telah ditentukan, dengan meninjau heat duty (beban panas) heater sebelum desalter, heat duty furnace beserta energi saving.
Hasil resistansi fouling paling besar pada HE-10 yaitu 14,8E-03 (m2°C/W) dan paling kecil nilai resistansi fouling pada HE-01 1,27E-03 (m2°C/W). Proses penjadwalan pembersihan tiap-tiap HE pada HEN berbeda-beda untuk tiap skenario penurunan Uc. Skenario Uf4 yaitu proses penjadwalan pembersihan penurunan 40% Uc mempunyai jumlah pembersihan yang sedikit akan tetapi karena ada HE yang tidak dibersihkan dalam waktu time horizon (360 hari) yang ditentukan maka tidak direkomendasikan. Total jumlah proses penjadwalan pembersihan yang direkomendasikan yaitu skenario Uf3 pada penurunan 30% Uc dengan total jumlah pembersihan 108 karena mempunyai jumlah pembersihan yang sedikit setelah scenario Uf4 dan semua HE mengalami proses penjadwalan pembersihan pada time horizon yang telah ditentukan. Pada heater sebelum desalter yang paling kecil nilai heat duty yaitu pada Uf3. Nilai heat duty pada furnace yang paling kecil pada Uf4 yang disebabkan sedikit menanggung beban panas akibat dari jarangnya penjadwalan pembersihan dari heat exchanger networks. Energy saving terbesar yaitu pada Uf4 yaitu 7,56E13 J (23,5%), akan tetapi jika berdasarkan bahwa semua HE harus dibersihkan dalam waktu horizon yang ditentukan maka Uf3 disarankan untuk digunakan yaitu dengan nilai 7,50E13 J (22,9%).
======================================================================================================
Fouling decreases the efficiency of heat exchanger (HE) equipment and
heat exchange networks (HEN), which may eventually fall below design and
operating specifications, particularly in the crude oil refinery processing industry.
HEN's performance which is impaired by fouling needs to be restored with periodic
cleaning. HEN's cleaning scheduling in crude oil refineries is designed to maximize
energy recovery. The HEN cleaning scheduling in the crude oil refineries is
designed to maximize energy recovery. The HEN model used consists of 11 pieces
of HE arranged in series-parallel. The method is cleaning decision scenarios based
on decreasing the overall heat transfer coefficient of clean (Uc) is10%, 20%, 30%,
and 40%, in one period a maximum of 4 HE at the same time for optimal cleaning
schedule performance. This research aims to determine how many each HE is
cleaned to achieve the overall heat transfer coefficient (U) target determined by
reviewing the heater's heat duty before desalter, furnace heat duty, and the energy
saving.
The result of the largest fouling resistance on HE-10 is 14.8E-03
(m2°C/W), and the smallest fouling resistance value is on HE-01 1.27E-03
(m2°C/W). The cleaning scheduling process for each HE on HEN is different for
each scenario of decreasing Uc. The Uf4 scenario, namely the process of scheduling
cleaning for a 40% reduction in Uc, has a small number of cleanings, but there is a
HE that is not cleaned within the specified time horizon (360 days), therefore, it is
not recommended. The total number of recommended cleaning scheduling
processes is 108. The Uf3 scenario at a 30% reduction Uc is recommended because
it has the least number of cleanup after the Uf4 and all of HE are cleaned within the
specified time horizon. In the heater before the desalter, the smallest heat duty value
is Uf3. the smallest heat duty value on the furnace on Uf4 due to the less heat load
due to the rarely scheduled cleaning of the heat exchanger networks. The most
significant energy saving is at Uf4, which is 7,56E13 J (23,5%) (23.5%), but if it is
based on that all HE must be cleaned within the specified time horizon, Uf3 is
recommended to be used, with a value of 7,50E13 J (22.9%)
OPTIMALISASI MANAJEMEN SUMBERDAYA PENDIDIK (USTAD) PONDOK PESANTREN MIFTAHUL ULUM SUREN LEDOKOMBO JEMBER
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran serta manajemen sumber daya pendidik melalui Perencanaan SDM, Rekrukmen, seleksi, orientasi, dan penilaian kinerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data di analisis dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan trianggulasi. Hasil Penelitian ini mengungkap tentang pengelolaan manajemen sumber daya pendidik mengarah kepada Profesional dan kualitas kelembagaan, dengan indicator; 1. Pengelolaan perencanaan Sumber daya pendidik telah dirancang dan disusun secara sistematis berdasarkan kebutuhan dan musyawarah bersama, 2. Pola rekrutmen dilakukan dengan terbuka dengan melihat tiga sumber yaitu internal, eksternal dan pesantren mitra, 3. Pelaksanaan seleksi dinilai mendekati profesional karena melalui tiga tahap yaitu tes administrasi serta tes wawancara dan tes psikologi, 4. Orientasi tidak dilakukan secara formal, serta memberi pembekalan kepada ustad baru, 5. Penilaian kinerja dilakukan dengan cara pertama, kepala pesantren melihat langsung pembelajaran. Kedua, catatan perilaku ustad. Ketiga, penilaian program ustad berdasarkan musyawarah. Kata Kunci: Manajemen; Sumber daya Pendidik; Pondok Pesantren
OPTIMALISASI PENDIDIKAN AKHLAK PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR
Children are usually considered to maintain good behavior if they act in
accordance with religious values (e.g., performing five prayers daily, fasting
during the entire month of Ramadhan, being respectful and obedient to their
parents, etc.). With respect to the latter (i.e., moral education), it is generally
associated with tarbiyah since both aim to develop children’s noble character
and proper behavior. There are, however, different ways as to how a certain
group of community attempt to develop such character and behavior among
children. People living in Bagon Kedung Sumur, for instance, have long
carried out moral education for their younger generation by developing and
reinforcing behaviors that appear to conform their religious beliefs (e.g.,
nurturing noble dispositions, requiring five prayers and other religious practices
as well as sharpening children’s intellectual and social quotient). The goal of
these efforts are to enable children to develop behavior that conforms with the
community’s religious beliefs and set of values, all of which are deemed critical
as a basis for children to act properly and acceptably within their community.
Keyword : optimization, moral education, primary school age childre
ANALISIS STRATEGI CONTENT TRAFFIC PRESELL MONETIZE (CTPM) DALAM PEMASARAN PRODUK UMKM MELALUI PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis mendalam terhadap strategi CTPM model pada UMKM yang bergerak dalam sektor jasa. Dengan fokus pada UMKM jasa, penelitian ini akan menggali bagaimana penerapan strategi CTPM dapat mempengaruhi kinerja bisnis, terutama dalam hal meningkatkan visibilitas produk, meningkatkan jumlah pelanggan, dan meningkatkan pendapatan.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini diambil dari UMKM yang sudah memanfaatkan media sosial sebagai media promosi produk. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui riset dilapangan yang dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara langsung dengan pelaku usaha. Kemudian dilakukan analisis menggunakan pendekatan CTPM Model. Dari penelitian yang dilakukan terhadap strategi CTPM yang diterapkan UMKM ada beberapa rekomendasi pada aspek-aspek yang belum dilaksanakan agar penjualan yang didapatkan bisa lebih optimal untuk meningkatkan daya saing UMKM. Aspek-aspek yang perlu dilaksanakan lebih lanjut aspek traffic, presell dan monetize. Hasil dan rekomendasi dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan UMKM, dengan meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang aspek-aspek yang perlu diterapkan untuk meningkatkan penjuala
MAKNA PERNIKAHAN DINI DALAM FILM SALAQ KEJARIAN (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES)
Film Salaq Kejarian yang diperoduksi oleh Pratama Picturess bekerjasama dengan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Lombok Utara. Film yang dipublikasikan pada Chanel Youtube Pratama Picturess dengan durasi 45
menit ini menceritakan tentang kasus pernikahan dini yang terjadi dalam masyarakat Lombok. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui mitos pada budaya pernikahan dini yang ada dan juga untuk mengetahui idiologi apa yang ingin dibangun dalam film tersebut. Teori yang digunakan adalah teori semiotika Roland Barthes dan Teori Kontruksi Relaitas Sosial oleh Petter L. Barger dan Luckman.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengambilan data menggunakan studi dokumentasi dan studi pustaka. Dari data tersebut, hasil dari penelitian ini adalah (1) penanda dan petanda dalam film salaq kejarian berupa
gambaran visual yang ditampilkan melalui setiap scene dan adegan yang ada dalam film tersebut, tujuannya untuk memberi gambaran kepada penonton tentang pernikahan dini. (2) Makna pernikahan dini yang ada dalam film “salaq kejarian”, hanya akan berujung pada tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami perempuan dan juga berdampak pada kehidupan anak mereka
PEMBERDAYAAN SANTRI PONDOK PESANTREN TRADISIONAL (PEMANFAATAN TEKNOLOGI KOMPUTER DALAM PEMBELAJARAN KITAB KUNING)
Tujuan dari program pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk mengembangkan pendidikan pondok pesantren di wilayah desa Mumbulsari, kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember agar dapat melakukan pendidikan secara produktif, efektif dan efisien sehingga menjadi santri yang mandiri. Tujuan khusus lainnya adalah membantu menciptakan kesejahteraan dan kenyamanan dalam kehidupan bermasyarakat melalui kegiatan Pendidikan Life Skills. Target luaran yang diharapkan dalam kegiatan ini adalah Mitra sasaran paham keuntungan dan manfaat dalam pemanfaatan teknologi komputer kedalam pendidikan dan pembelajaran kitab kuning atau kitab tradisional lebih modern dan mudah. Selain itu, target luaran lainnya adalah berupa meningkatkan kemampuan manajemen pendidikan dalam pengelolaan pembelajaran kitab klasik atau kitab kuning, efisien dan efektif melalui penguatan manajemen (keteramplan) berusaha dan kemampuan dalam mengakses teknologi secara baik. Oleh karena  itu, metode yang akan ditawarkan sebagai bentuk solusi adalah berupa Panduan Teknis penggunaan teknologi komputer maupun proyektor yang inovatif dan adaptif dengan spesifikasi standar; serta jasa manajemen pendidikan berbasis kinerja melalui pendekatan partisipatif dan inovatif. Sementara itu, rencana kegiatan yang diusulkan berupa rekayasa sosial-1 dan rekayasa sosial-2 melalui pelatihan teknik pengoperasian komputer dan manajemen pendidikan selama 4 hari. Selanjutnya memerlukan persiapan dengan mengkoordinasikan dengan pihak terkait baik kepada pemerintah, stake holders, dan mitra. Dalam pelatihan ada materi praktek langsung proses pemanfaatan teknologi komputer, baik secara individu maupun perwakilan dari peserta. Adapun hasil yang dicapai saat ini adalah peserta PKM atau mitra bertambahnya pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman dalam menggunakan komputer dalampembelajaran kitab kuning. Peserta memahami kitab digital dalam bentuk aplikasi maktabah samilah, kamus digital yang dioperasikan secara mudah dan cepat. Disamping itu juga adanya luaran yang berupa produk dari hasil kegiatan pengabdian masyarakat yaitu adanya buku pedoman pembelajaran dan buku dzikir yang di ketik menggunakan komputer dan di cetak menggunakan printer hasil dari keterampilan mengetik menggunakan font arabic.   Pasca pelatihan, mitra wajib menerapkan hasil pelatihan pada usahanya yang didampingi oleh tenaga pendamping yang berasal dari mahasiswa. Tim pengusul melakukan monitoring dan  evaluasi untuk menjamin terhadap proses pelaksanaannya sesuai SOP dan untuk mengetahui capaian indikator kinerja pelaksanaa program
- …
