1,724,928 research outputs found

    Sirah nabawiyah Ibnu Hisyam = As-sirah an-nabawiyah li Ibni Hisyam

    No full text
    Sirah nabawiyah adalah kajian vital dan aktual sepanjang masa bagi kaum Muslimin. Didalamnya tergambar esensi penerapan Islam paripurna yang tercermin pada diri Rasulullah SAW. Sirah nabawiyah Ibnu Hisyam ini melukiskan kesempurnaan jati diri Rasulullah dengan jernih dan utuh dari buah tangan ulama salaf yang hidup abad ke dua dan ke tiga Hijriyahvii, 663 hlm.; 24 cm

    Gaze Puisi “At Ta’syirah” Hisyam Al Jakh

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan membahas konsep gaze Hisyam Aljakh dengan perspektif Slavoj Žižek. Diskursus mengenai gaze dalam karya sastra menyangkut narasi representasi subjek pengarang dari eksterioritas simbolisnya. Representasi dari the other ini mengindikasikan adanya ideologi tertentu pada pengarang yang sudah terkonstruksi secara sistemik dan direpresentasikan melalui uraiannya. Penjelmaan simbolis the other terhadap ideologi pengarang membuatnya terjerembap pada tataran simbolis, kemudian menjadikannya sebagai objek penyebab hasrat. Dalam konteks penelitian ini, gaze memperlihatkan bagaimana upaya yang dilakukan pengarang untuk memperlihatkan subjektivitasnya menuju posisi the real. Interpelasi the other terhadap subjek pengarang diperlihatkan dalam puisi “Atta’syirah” karya Hisyam Aljakh yang mengilustrasikan adanya konstruksi simbolis dari eksternal pengarang. Dengan metode analisis tekstual dan identifikasi konstruksi simbolis, penelitian ini menghasilkan temuan bahwa gaze berhasil mengkonstruksi ideologi pengarang dengan perjumpaan simbolis yang merepresentasikan eksternalnya sekaligus menunjukkan bahwa tulisan itu merupakan representasi dari tatanan simbolisnya.[Hisyam Aljakh’s Gaze in "Atta’syirah"] This research discusses the gaze concept of Hisyam Aljakh with Slavoj Žižek’s perspective. The discourse on gaze in literary works concerns the author’s narration of his subject representation and symbolic exteriority. This representation of the other indicates a the author’s certain ideology which is already systematically constructed and represented through the author’s explanation. The symbolic embodiment of the other on the author’s ideology brings it into the symbolic order, and subsequently makes it the object of desire. In this research, gaze illustratesthe author’s effort to expose his subjectivity leading to the real position. The interpellation of the other on the author’s subject is portrayed on the poem of “Atta’syirah” by Hisyam Aljakh which illustrates the symbolic construction external to the author. With the textual analysis method and symbolic construction identification, this research found that the existence of gaze successfully constructs the author's ideology with a symbolic encounter that represents the external as well as revealsthat the writing isa representation of the symbolic order.Keywords: gaze; subjectivity; symbolic construction; Atta’syirah; Slavoj Žiže

    Mugniy Al-Labib (Telaah Terhadap Kaidah Linguistik Ibn Hisyam)

    Full text link
    Ibnu Hisyam adalah salah seorang pakar di bidang Nahwu. Nama lengkapnya ialah Abu Muhammad Abdullah Jamaluddin bin Yusuf bin Ahmad bin Abdullah bin Hisyam al-Anshariy al-Mishriy. Ia dilahirkan di Mesir pada tahun 708 H./1309 M. Popularitas Ibnu Hisyam dalam ilmu Nahwu sama kedudukan seorang mujtahid. Beliau memprakarsai kajian-kajian Nahwu secara ilmiah, dan bahkan Ibnu Khaldun menganggapnya lebih pakar di bidang Nahwu daripada Sibawaihi. Sebagai seorang yang aktif di berbagai lembaga pendidikan, ia menyusun sederetan karya untuk menuangkan ide-ide cemerlangnya, di antaranya yang paling monumental ialah Mugniy al-Labib 'An Kutub al-A'arib. Ibnu Hisyam memiliki sikap yang sangat prinsipil dalam bidang qawaid, dan yang paling menonjol ialah lebih mengutamakan mengambil pola perubahan kata berdasarkan sima' (pendengaran) daripada berdasarkan qiyas (analogi) dalam menetapkan kaidah nahwu dan sharf. Sebagai konsekuensi dari sikap tersebut, maka tidak dianggap aneh jika dalam hal-hal tertentu mengukuhkan salah satu pendapat yang dianggapnya benar karena ditemukan adanya naskah sima'iy yang mendukungnya

    Tarot Psikologi : Menemukan Jati Diri, Konseling, Hipnotis Terapan.

    No full text
    Buku ini membahas tentang Tarot dari sisi psikologi. Tarot sesungguhnya tak memiliki ikatan dengan dunia mistis. Hisyam A. Fachri, seorang terapis hipnotis dan pewacana tarot profesional yang berpengalaman. Lewat metode yang dikembangkan, Hisyam menunjukkan bahwa Tarot bekerja alami dam dapat digunaka secara ilmiah untuk berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar. Sedangkan metode hipnotis menjadi sarana guna memotivasi seseorang agar siap menghadapi tantangan hidup. Untuk bangkit dari keterpurukan, seseorang harus bisa menemukan akar permasalahan yang sering tanpa sadar dipendam dan justru menghalangi individu untuk maju. Dalam buku ini Hisyam mengembangkan Tarot dan hipnotis sebagai metode penyembuhan psikis dan terapi. Kedua metode ini bisa menjadi media yang tepat untuk terapi, konsultasi, dan membantu kita menemukan pencerahan diri. Tarot Psikologi dapat digunakan sebagai salah satu panduan penting yang harus dimiliki praktisi Tarot dan hipnotis, juga para pembaca yang tertarik dengan dunia psikologi

    Hisyam basymeleh's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Hisyam basymeleh's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Hisyam basymeleh's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    SHAKHSIYYAH AMRU BIN HISYAM FI AL QISSAH AL QASIRAH SARI' AL HASAD (DIRASAH TAHLILIYYAH PSIKOLOJIYYAH LI KAREL GUSTAV JUNG)

    Full text link
    Skripsi ini berjudul al-Qishah al-Qashirah Shari’ al-Hasad li Taha Husein (Dirasah Tahliliyyah Sikulujiyyah li Carl Gustav Jung). Cerpen ini bercerita tentang kebencian Amru bin Hisyam atas Nabi Muhammad SAW. Tokoh utama pada cerpen ini adalah Amru bin Hisyam atau yang terkenal dengan Abu Jahal. Peneliti tertarik mengkaji karya ini karena; pertama, cerpen Shari’ Al-Hasad ini ditulis oleh sastrawan Mesir yang ternama, ia adalah Taha Husein. Kedua, peneliti menemukan konflik psikologis yang terdapat dalam tokoh utama dalam cerpen ini. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan psikologi analitik Carl Gustav Jung, sehingga kepribadian dan perubahan kepribadian tokoh Amru bin Hisyam dalam cerpen ini dapat diungkapkan. Dalam penelitian ini peneliti berusaha untuk menjawab empat rumusan masalah penting yaitu : 1. Bagaimana struktur kepribadian tokoh Amru bin Hisyam dalam cerpen shari’ al-Hasad li Taha Husain? 2. Perilaku apa yang paling dominan yang dimiliki oleh tokoh Amru Bin Hisyam dalam cerpen Shari’ al-Hasad karya Taha Husain?. 3. Proses Perubahan perilaku tokoh utama Amru bin Hisyam dalam cerpen Shari’ al-Hasad karya Taha Husain? 4. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan psikologi tokoh Amru bin Hisyam dalam cerpen Shari’ al-Hasad karya Taha Husain?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Struktur kepribadian tokoh Amru Bin Hisyam dan perilaku dominan serta faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kepribadiannya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis yaitu mendeskripsikan fakta-fakta yang ada di dalam Cerpen kemudian dianalisis dengan teori psikologi Carl Gustav Jung. Peneliti menemukan bahwasanya struktur kepribadian tokoh utama Amru bin Hisyam terbentuk dari : 1. Kesadaran : bahwa tokoh Amru suka kebebasan dengan pola hidup mewah. 2. Ketidak sadaran pribadi : dia mempunyai pengalaman buruk dengan Muhammad pada masa mudanya yang menyebabkan awal kebenciannya atas Muhammad. 3. Ketidak sadaran kolektif : arketip pada tokoh amru, persona, anima-animus, shadow, self, orang tua bijak. Perilaku yang paling dominan pada tokoh Amru bin Hisyam ialah ekstrovert. Perubahan perilaku tokoh amru bin hisyam : dari baik ke jahat. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kepribadian tokoh Amru Bin Hisyam adalah 1. pengalaman masa lalu 2. Perkembangan agama islam yang sangat pesat 3. Pengaruh syetan. Kata kunci : kesadaran, ketidaksadaran pribadi, ketidaksadaran kolektif, arketip, ekstrovert
    corecore