462 research outputs found
PERBEDAAN KEPUASAN KERJA DITINJAU DARI JENIS PEKERJAAN ANGGOTA KEPOLISIAN DI POLRESTA MALANG
ABSTRACT Setiawan, Himanto. 2016. Perbedaan Kepuasan Kerja Ditinjau Dari Jenis Pekerjaan Anggota Kepolisian Polresta Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M.Si, (II) Ninik Setiyowati, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: kepuasan kerja, jenis pekerjaan, anggota polisi Polresta Malang.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kepuasan kerja anggota kepolisian Polresta Malang ditinjau dari jenis pekerjaan. Jenis pekerjaan tersebut dibagi menjadi dua bagian antara anggota polisi pekerja lapangan dan pekerja kantor. Akhir-akhir ini muncul beberapa masalah terhadap anggota-anggota kepolisian, banyaknya pelanggaran disiplin anggota polisi meninggalkan wilayah tugas tanpa izin pimpinan dengan angka 2.085 yang berada pada urutan kedua di pemerintahan Indonesia. Daerah Malang sendiri banyak anggota kepolisian yang terkena kasus disiplin seperti mangkir, mencari pekerjaan lain yang menyimpang hingga dikenakan hukuman PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat). Keseluruhan jumlah anggota Polresta Malang sebanyak 1018 personil yang kemudian diambil sampel dengan metode insidental sampling dan ditentukan bahwa sampel penelitian sejumlah 60 anggota, yaitu terdiri dari 30 anggota pekerja lapangan dan 30 anggota pekerja kantor.Instrumen yang digunakan adalah skala kepuasan kerja yang di kembangkan dengan mengacu pendapat Herzberg dengan tingkat reliabilitas sebesar 0,898. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif komparatif. Hasil analisis deskriptif dari 60 subjek yang diteliti menunjukkan bahwa dari 30 anggota kepolisian pekerja lapangan ada 8 anggota (27%) memiliki kepuasan kerja tinggi, 22 anggota (73%) memiliki memiliki kepuasan kerja rendah. Selain itu dari 30 anggota kepolisian pekerja kantor ada 25 anggota (83%) memiliki kepuasan kerja tinggi, 5 anggota (17%) memiliki memiliki kepuasan kerja rendah. Hasil uji hipotesis menggunakan analisis komparatif Independent sample t-test diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000, artinya adanya perbedaan jenis pekerjaan dapat membedakan kepuasan kerja anggota kepolisian. Dari hasil komparatif mean menunjukan adanya perbedaan kepuasan kerja antara anggota kepolisian pekerja lapangan dengan anggota kepolisian pekerja kantor, yaitu angota kepolisian pekerja lapangan mendapatkan skor 102,67 sedangkan anggota kepolisian pekerja kantor mendapatkan skor 112,63. Jadi skor anggota kepolisian pekerja lapangan lebih rendah daripada skor anggota kepolisian pekerja kantor, maka dapat dijelaskan bahwa anggota kepolisian pekerja lapangan memiliki kepuasan kerja yang rendah daripada anggota kepolisian pekerja kantor. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan hipotesis yaitu terdapat perbedaan kepuasan kerja ditinjau dari jenis pekerjaan anggota kepolisian Polresta Malang. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan pengembangan skala yang lebih baik lagi pada skala kepuasan kerja. Kepada kepala bagian Polresta Malang diharapkan mampu meningkatkan kepuasan kerja anggotanya, dengan melakukan variasi pekerjaan kepada anggota agar menghasilkan kehidupan yang menyenangkan bagi anggota
'Resting' and 'Fremantle Terzinas' Poems by author Hersri Setiawan (Translation into English by David T. Hill)
In late February 1993, Indonesian author Hersri Setiawan arrived for a brief visit to Australia to participate in the Perth Writers' Festival at the Fremantle Arts Centre. A former political prisoner held for nine years in detention without trial, he managed to leave Indonesia several years ago and now lives in the Netherlands as a political exile. These poems have been translated by David T. Hill
Upaya Meningkatkan Motivasi Intrinsik Tenaga Kesehatan Covid-19 Berbasis Appreciative Inquiry di Laboratorium Kesehatan Parahita Diagnostic Center
Motivasi intrinsik adalah kontrol pribadi atas kinerja sebagai penentu sebuah aktivitas yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi intrinsik tenaga kesehatan Swabber Covid-19 dengan cara merancang dan melakukan implementasi perencanaan strategis dengan basis appreciative inquiry pada laboratorium Parahita Diagnostic Center di Surabaya. Pada praktiknya, terdapat tiga aspek yang ditekankan ketika meningkatkan motivasi intrinsik yaitu, aspek kompetensi, otonomi dan keterkaitan. Kemudian, kegiatan workshop dengan berbasis appreciative inquiry memunculkan aksi tindakan nyata yang diimplementasikan oleh seluruh subjek. Metode pada penelitian ini menggunakan action research dengan pendekatan appreciative inquiry yang mempunyai siklus discovery, dream, design, dan destiny melalui media workshop pada 6 Swabber Covid-19 laboratorium Parahita Diagnostic Center. Pengukuran kesuksesan penelitian ini diukur hasil dari proses internalizes motivasi pasca intervensi yang telah diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek memberikan penilaian positif pada kegiatan workshop serta mengikuti acara dengan semangat dan antusias. Kemudian, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa subjek mengalami dampak perubahan baik secara individu maupun organisasi serta terlaksananya aksi tindakan yang telah dirancang. Secara singkat, proses implementasi intervensi yang dilakukan oleh Swabber membantu proses internalizes dengan semakin otonom, memberikan dampak dan perubahan positif dalam meningkatkan motivasi intrinsik
Slank, Musik, dan Kepentingan
Selama ini kita salah memandang musik hanya sebagai sebuah peristiwa seni yang netral dan tanpa bias. Musik sejak awal harus diklasifikasikan dalam dua kategoriberbeda. Pertama, ia adalah sebentuk karya seni bunyi yang dinikmati sisi estetisnya. Ide penciptaan bisa berasal dari mana saja, tapi tujuannya tetaplah memberi kenikmatan estetis pada pendengar. Kedua, karena kodratnya yang demikian, musik seringkali digunakan sebagai katalisator dalam menyampaikan pesan-pesan tertentu. Artinya musik tidak lagi netral, tapi berpihak. Hal itulah yang membedakan musik dengan kicauan burung. Sama-sama indah, tapi yang satu tak bisa disebut musik. Musik itu dilandasi dengan aspek kesengajaan, tidak hadir secara spasial. Kesengajaan maksud inilah yangdiperdebatkan, menempatkan musik “dalam bingkai kepentingan”. Tapi mari, walaupun sulit, kita lepaskan keterkaitan musik dengan penciptanya. Lepaskan musik dari beban-beban kepentingan musisinya. Biarkan bunyi musik itu mengalun, dinyanyikan, dan disenandungkan dalam peluh perjuangan mencari keadilan. Death of the author, adagium lawas bilang demikian. Tak ada salahnya kita tetap menyanyikan lagu-lagu Slank bertema sosial, kritikan, bahkan kebencian pada korupsi dengan lantang. Barangkali kini, yang menyanyikan itu semua bukan lagi Slank, tapi kita
IDENTIFIKASI KERUSAKAN MESIN BUBUT YANG TERJADI PADA KM. GUNUNG DEMPO
ABSTRAKSI
Ridho Ekapaksi Eri Setiawan, NIT: 52155782.T, 2019 “Identifikasi
Kerusakan Mesin Bubut Yang Terjadi di KM.GUNUNG DEMPO” skripsi
Program Studi Teknika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang, Pembimbing I: SARIFUDDIN,M.Pd., M.Mar.E dan
Pembimbing II: Capt. AGUS HADI PURWANTOMO.M.Mar.
Latar belakang terhadap permasalahan adalah rusaknya shaft blower inlet
pada main blower, dan untuk spare part shaft inlet tidsk tersedia di gudang
akhirnya dilakukanlah rekondisi dengan bantuan mesin bubut. Namun pada saat
pengerjaan mesin bubut mengalami kendala yaitu macet tidak dapat berputar
kepala tetapnya, sehingga menyebabkan terhentinya pengerjaan merekondisi
shaft inlet main blower tersebut.
Penulis merangkum permasalahan-permasalahan dan mencoba
memecahkan masalah dengan menggunakan metode fishbone yaitu untuk
mengidentifikasi faktor-faktor penyebab yang mungkin timbul dari suatu
masalah dan fault tree analysis (FTA) yaitu metode menyelesaikan kasus
apabila terjadi suatu kegagalan atau hal yang tidak diinginkan dengan mencari
akar-akar permasalahan Basic Events yang muncul dan diuraikan dari setiap
indikasi kejadian puncak (Top Event).
Ada banyak penyebab kerusakan mesin bubut , dari penyebab-penyebab
tersebut dianalisa untuk menemukan penyebab utama di KM. KM.GUNUNG
DEMPO kerusakan mesin bubutnya adalah rusaknya plastic gear pada salah
satu susunan gear dalam kepala tetap. Kerusakan mesin bubut di
KM.GUNUNG DEMPO terutama pada plastic gear di karenakan perawatan
yang tidak sesuai dengan manual book dan juga pengetahuan crew mesin yang
kurang dalam pengetahuan tentang mesin bubut. Sehingga gear plastic pada
susunan gear dalam kepala tetap rusak. Untuk menangani masalah tersebut
berdasarkan penelitian oleh penulis dapat dilakukan upaya perawatan secara
rutin, penggantian sparepart juga penambahan pengetahuan dan kesadaran crew
mesin terhadap mesin bubut .
ABSTRACT
RIDHO EKAPAKSI ERI SETIAWAN, NIT: 52155782.T, 2019
"Identification of Lathe Machine Damage Occurs in KM. GUNUNG
DEMPO" Thesis of Engineering Study Program, Diploma IV Program,
Semarang Shipping Science Polytechnic, Advisor I: SARIFUDDIN,
M.Pd., M. Mar.E and Advisor II: Captain. AGUS HADI
PURWANTOMO.M.Mar.
The background of this problem is damage to the inlet shaft blower on the
main blower, and for part spare shaft inlets that are not available, the
reconditioning is finally carried out with the help of a lathe. However, when the
lathe had a problem, the engine was jammed, the engine could not rotate its
head permanently, thus causing a stop to work to recondition the blower main
inlet shaft.
.
The author summarizes the problem and tries to solve the problem by
using the fishbone method, which is to identify the causal factors that may arise
from the problem and fault tree analysis (FTA), namely the method of solving
cases in case of failure or undesirable things by finding the root causes Basic
Events that appear and are explained by each indication of the Top Event.
There are many causes of lathe damage, from these causes analyzed to
find the main cause of damage to the KM. GUNUNG DEMPO on the lathe is
the destruction of plastic teeth in one of the fixed gear settings in the head.
Lathe damage in KM. GUNUNG DEMPO , especially in plastic gears because
of maintenance that is not in accordance with the manual and also the
knowledge of machine crews who lack knowledge in lathes. So that the plastic
gears on the gear arrangement on the head remain damaged. To overcome these
problems based on research by the author, routine maintenance efforts can be
made, replacing parts and increasing the knowledge and awareness of the
engine crew on the lathe
OPTIMALISASI UPAYA PENCEGAHAN TERJADINYA PENYUSUTAN PADA SAAT BONGKAR MUAT DI KAPAL MT. SELE
Andi Setiawan, NIT : 49124374.N, "Optimizing Prevention Occurrence
Depreciation When Unloading at MY.Sele", thesis of Nautical
Studies Program, Merchant Marine Polytechnic of Semarang,
Adviser I : Capt. lladi Supriyono, M.M., M.Mar. Adviser II :
R.A.J. Susilo Hadi Wibowo, S.IP., M.M.
Depreciation charge is an event where the charge in the tank is reduced from
the boat load to ship unloading. From the description, tlere is a problem that can be
ccncluded is fakor-factors that can cause shrinkage of the charge and e{Torts to
prevent the depreciation charge on the ship MT" Sele. Then the author uses
descriptive qualitative approach. Descriptive-qualitative method is the study of
people and experiences that are reproduced with the collection of documents and
archives. The study compares the actual cases that occurred in the field with the
theories of the study of literature relevant to the problem under study that found the
caus€ of the problem.
In a study conducted by the author, the depreciation charge due to a lack of
understanding regarding the measurement procedures ABK correct charge. This
incident occurred while the ship finished loading at the port of Balikpapan, the
incident occurred when the helmsman perform retrieval of temperature with no
regard innage charge is measured but the helmsman ia carrying out the mea$urement
by providing a benchmark based on the depth of the tank load, so the level of
accufircy of measurement of temperature payload right and can not be used as the
basis for calculating the charge" The second incident at the time in the port of loading
was found that the measuring instrument UTI in disrepair so that the implementation
of temprature measurement using a hydrometer rvhich takes a long time in the
process of measurement using a sounding and ullage manual. This causes the
temperature making only done in three tanks of the total 10 tank with the intention of
speeding up the process of measuring the charge" Then the temperature of the tank
three are averaged for use in the calculation of the overall tank located on board the
ship and used for the calculation of the charge by adjusting the amount contained in
the bill of lading so that the process of loading can be immediately implemented.
At the end wilt be a number of conclusions thai the factors that led to the
depreciation charge is due to a lack of understanding of the measurement p,rocedure
ABK oil and use the correct tools. So shrinkage cergo vessel that often ocsurs due to
a lack of accuracy in decision ABK temperature and lack of knowledge in the use of
the corrrct tools.
Keywords: Depreciation Charge, descriptive qualitative
IMPLEMENTASI PASAL 11 UNDANG-UNDANG NOMOR 29 TAHUN 2007 TENTANG PEMERINTAHAN PROVINSI DAEARAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA SEBAGAI IBUKOTA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA TERHADAP PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2012
AGGIL SETIAWAN, E0008272. 2013. (IMPLEMENTATION ARTICLE 11
OF ACT NUMBER 29/2007 ABOUT THE SPECIAL CAPITAL PROVINCIAL
GOVERNMENT OF JAKARTA AS THE CAPITAL OF THE UNITARY
STATE OF THE REPUBLIC OF INDONESIA ON THE ELECTION OF
GOVERNOR AND VICE GOVERNOR OF JAKARTA PROVINCE IN 2012)
. Faculty of Law, University of March Surakarta.
This study aims to determine the implementation of Article 11 of Act
Number 29/2007 about The Special Capital Provincial Government of Jakarta as
the Capital of the Unitary State of Indonesia Replublik on the election of
Governor and Vice Governor of DKI Jakarta in 2012
This legal research is juridical sociological or empirical legal research is
descriptive, this study used qualitative research methods. Data obtained from
primary and secondary data. Primary data were obtained from the Komisi
Pemilihan Umum (KPU) of DKI Jakarta Provincial as Organizer Election
Governor of DKI Jakarta, while the secondary data obtained from the literature
materials, documents, and reports that had to do with the problems studied. For
data collection techniques that use interview techniques and the study of literature.
Furthermore, to analyze existing data using qualitative analysis with interactive
models.
Based on the research that has been conducted by the author, it can be
concluded that the implementation of Article 11 of Act No. 29/2007 to the
election of the Governor General and the Vice Governor of DKI Jakarta Province
Year 2012. KPU DKI Jakarta Province issued Letters of Decree Number:
28/Kpts/KPU-Prov-010/2012, which contains the results of elections establishment
and the of based on the results the candidates have no valid votes obtained by
50% therefore held a second vote that followed a pair of candidates with the most
votes first and second in the first round. although there are obstacles in the
implementation of that Article. The occurrence of problems KPU DKI Jakarta
Province has made efforts to overcome the obstacles that arise.
keywords : Implementation, the Act, the election of Governor and Vice
governor
AGGIL SETIAWAN, NIM E0008272. 2013
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Pasal 11 Undang-
Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus
Ibukota Jakarta Sebagai Ibukota Negara Kesatuan Replublik Indonesia terhadap
pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Tahun 2012
Penelitian ini merupakan penelitian hukum yuridis sosiologis atau
penelitian hukum empiris yang bersifat deskriptif, penelitian ini menggunakan
metode penelitian kualitatif. Data yang diperoleh dari data primer dan sekunder.
Data primer diperoleh dari Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta selaku
Penyelenggara Pemilihan Gubernur Provinsi DKI Jakarta, sedangkan data
sekunder diperoleh dari bahan-bahan kepustakaan, dokumen, dan laporan-laporan
yang ada hubungannya dengan permasalahan yang diteliti. Untuk teknik
pengumpulan data yaitu menggunakan teknik wawancara dan studi kepustakaan.
Selanjutnya untuk menganalisa data yang ada dengan menggunakan analisis
kualitatif dengan interaktif model.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan penulis, dapat diambil
kesimpulan bahwa Implementasi Pasal 11 UU No 29 Tahun 2007 terhadap
pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Tahun
2012 KPU Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan Surat Keputusan Nomor
28/Kpts/KPU-Prov-010/2012 yang berisi tentang penetapan hasil Pemilihan umum
dan berdasarkan hasil tersebut dari pasangan calon belum ada yang memperoleh
suara sah sebesar 50% oleh karena itu diadakan Pemungutan suara kedua yang
dikuti pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua pada
putaran pertama. meskipun terdapat hambatan dalam implementasi Pasal
tersebut. Timbulnya hambatan tersebut KPU Provinsi DKI Jakarta telah dilakukan
upaya-upaya untuk mengatasi hambatan yang timbul tersebut.
.
Kata kunci : Implementasi, Undang-Undang, Pemilihan Gubernur dan Wakil
Gubernu
- …
