1,722,320 research outputs found
An Analysis of Healthcare Management: Case Study at Hidayatulloh Al- Muhajirin Islamic Boarding School, Indonesia
The success of the Poskestren program as a health empowerment effort is strongly influenced by aspects of Poskestren management. This study aims to determine the Poskestren management function consisting of planning, organizing, implementing, and supervising the success of the Poskestren program at Hidayatulloh Al-Muhajirin Islamic Boarding School, Bangkalan. This study is descriptive qualitative research with 5 main informants and 3 triangulation informants who are Islamic Boarding School administrators, Poskestren administrators, and Poskestren cadres. Data collection techniques used observation techniques, in-depth interviews and document studies. The results show that Poskestren has carried out all management functions starting from planning, organizing, implementing, and supervising. However, in the process there are still many challenges and inadequacies, such as not yet determining the target of program achievement, not yet well-documented in its planning, not yet made division of position and responsibilities, as well as the implementation of promotive and preventive programs is still limited. Therefore, further assistance from the Government Primary Healthcare and local authorities is needed so that the Poskestren at Hidayatulloh Al- Muhajirin Islamic Boarding School, Bangkalan can be improved
ANALISIS MANAJEMEN TERHADAP BANK WAKAF MIKRO DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN HIDAYATULLOH TRENGGALEK
MANAGEMENT ANALYSIS OF MICRO WAKAF BANKS
IN THE PONDOK ENVIRONMENT HIDAYATULLAH ISLAMIC BOARDING SCHOOL TRENGGALEK
ABSTRACT
Poverty is currently a complex and multidimensional public problem, causing a lot of unemployment for the poor today. Community empowerment through MSMEs that have small businesses find it difficult to get capital. Finally came the Micro Waqf Bank which was founded by Pondok Pesantren, aiming to help small communities, people who have businesses to improve their welfare. In management, it is necessary to collect and distribute funds properly accompanied by management. The purpose of the Hidayatulloh Micro Waqf Bank is to find out waqf management with a management analysis approach (POAC) towards planning, organizing, actuating and controlling.
The analysis uses qualitative descriptive techniques and the reasoning that will be used is the inductive method, from the results of interviews, data obtained from the management of the Hidayatulloh Micro Waqf Bank, customers in the Islamic boarding school environment and supported by documentation that can help the accuracy of the information needed by researchers. The results of research that has been done by the author are as follows: 1). The collection carried out by the management of the Hidayatulloh Micro Waqf Bank using POAC analysis is not perfect in its implementation, due to the existence of funds that cannot be obtained by the public with excess funds but funds are only provided by LAZNAS BSM. 2). The distribution of funds carried out by the Micro Waqf Bank in the distribution has not been right on target, in which the empowerment of UMKM in the Islamic boarding school environment has not been maximized and in increasing customer business, not all of them have improved properly
Profil keluarga Mubaligh K.H Aziz Hidayatulloh (Pemenang Keluarga Sakinah Teladan Tingkat Kabupaten Cianjur Tahun 2012)
Membangun keluarga sakinah di era modern seperti ini bukanlah hal yang mudah, mempunyai latar belakang pendidikan yang tinggi bukanlah jaminan dengan mudah mewujudkan keluarga sakinah. Membangun keluarga sakinah tidak hanya suami istri yang berperan, melainkan anak dan oarang-orang terdekat. Mewujudkan keluarga sakinah tidak hanya mempunyai konsep yang baik. Melainkan bagaimana melaksanakanya dalam kehidupan sehari-hari. Islam menempatkan berbagai patokan dan pola yang harus dilalui, direncanakan dan dilaksanakan, mulai dari memelih pasangan hidup, penilaian terhadap calon suami atau istri, rukun dan syarat nikah, mahar dan sebagainya. K.H Aziz Hidayatulloh merupakan potret keluarga Mubaligh yang mampu menjadi pemenanng sebagai keluarga sakinah teladan tingkat Kabupaten Cianjur yang bisa diajadikan profil bagi keluarga yang lainya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil keluarga sakinah K.H Aziz Hidayatulloh, dan arti keluarga sakinah menurut K.H Aziz Hidayatulloh serta bagaimana menyampaikan informasi keagamaan dalam keluarga untuk membentuk keluarga sakinah.
Keluarga sakinah ialah keluarga yang menggambarkan kenyamanan keluarga, ketentraman dan ketenangan. Keluarga sakinah merupakan rumah tangga yang dibangun diatas pondasi ketaqwaan dan keridhaan Allah, menjadikan Al-Quran dan Assunah sebagai acuan hukum dalam menyelsaikan setiap perselisihan dan perbedaan pendapat dalam rumah tangga. dan di dalamnya terdapat para penghuni yang mencintai kebersamaan. Peran orang tua dalam memberikan informasi keagamaan kepada anak merupakan hal yang harus dipenuhi. Dengan menerapkan nilai-nilai keagamann dalam keluarga merupakan suatu cara untuk dapat menciptkan keluarga yang ideal, dan harmonis, serta memperoleh ketenangan jiwa (sakinah), menumbuhkan kasih sayang (rahmah) antara orang tua (suami istri) dan anak.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yaitu menggambarkan atau melukiskan secara sistematis dan akurat mengenai keluarga K.H Aziz Hidayatulloh, sedangkan tekhnik yang diambil dalam menggunkan data yaitu observasi, wawancara secara mendalam (depth interview), dan dokumentasi.
Dari hasil penelitian ini, konsep keluarga sakinah menurut K.H Aziz Hidayatulloh ialah keluarga yang didalamnya ditanamkan nilai-nilai keagamaan, orang tua harus menempatkan diri sebaik-baiknya, dengan demikian sebagai orang tua akan memberi pengaruh yang positif bagi anak-anaknya. sebagai pimpinan keluarga harus memeliki ketegasan namun bukan berarti keras serta jangan pernah sekali klai menyakiti hati seorang istri. Dalam mewujudkan dan membentuk keluarga sakinah K.H Aziz Hidayatulloh diantaranya yaitu memenuhi fungsi sebagai orang tua.fungsi edukatif, fungsi sosial, fungsi ekonomi, fungsi proteksi, fungsi biologis, fungsi pembinaan lingkungan, fungsi rekreatuf, fungsi reproduksi dan fungsi relegius
KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI SELF REGULATED LEARNING MATERI MATRIKS KELAS XI DI MA HIDAYATULLOH PULE TRENGGALEK
Skripsi Dengan Judul “Kemampuan Koneksi Matematis Siswa Ditinjau Dari Self
Regulated Learning Materi Matriks Kelas XI Di MA Hidayatulloh Pule Trenggalek”,
ditulis oleh Evi Nurfitri, NIM. 12204173190, Pembimbing Dr. Ummu Sholihah, S.Pd.,
M. Si.
Kata Kunci: Koneksi Matematis, Self Regulated Learning
Fenomena yang sering terjadi pada proses pembelajaran matematika adalah siswa
masih kesulitan untuk mengingat teori dan konsep yang berkaitan dengan materi yang
sedang dipelajarinya, mengingat konsep matematika yang sudah dipelajari dan yang
berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Sehingga koneksi matematis siswa masih
kurang. Salah satu hal yang dapat mempengaruhi koneksi matematis siswa adalah self
regulated learning siswa yang berbeda-beda. Self regulated learning merupakan kegiatan
yang dilakukan oleh siswa yang meliputi inisiatif belajar, mendiagnosa kebutuhan belajar,
menetapkan tujuan belajar, memilih dan menggunakan sumber, memilih dan menerapkan
strategi belajar, belajar mandiri, bekerja sama dengan orang lain, dan mengontrol diri.
Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan kemampuan koneksi
matematis siswa dengan self regulated learning tinggi dalam materi matriks kelas XI MA
Hidayatulloh Pule Trenggalek. (2) Untuk mendeskripsikan kemampuan koneksi
matematis siswa dengan self regulated learning sedang dalam materi matriks kelas XI MA
Hidayatulloh Pule Trenggalek. (3) Untuk mendeskripsikan kemampuan koneksi
matematis siswa dengan self regulated learning rendah dalam materi matriks kelas XI MA
Hidayatulloh Pule Trenggalek.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Lokasi
penelitian di MA Hidayatulloh Pule Trenggalek. Subjek penelitian adalah 6 siswa kelas
XI IIK dengan self regulated learning tinggi, rendah, dan sedang dengan masing masing
kriteria adalah 2 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, tes, dan
wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan ketekunan pengamatan
dan triagulasi.
Hasil dari penelitian ini adalah (1) kemampuan koneksi matematis siswa yang
memiliki self regulated learning tinggi telah memenuhi semua indikator koneksi
matematis, (2) kemampuan koneksi matematis siswa yang memiliki self regulated
learning sedang memenuhi dua indikator koneksi matematis, (3) kemampuan koneksi
matematis siswa yang memiliki self regulated learning rendah hanya memenuhi satu
indikator koneksi matematis
Dakwah Bil Hal: studi kualitatif tentang dakwah bil hal santri senior kepada santri junior dalam pembentukan akhlakul karimah di Pondok Pesantren Hidayatulloh Surabaya
Skripsi ini berjudul Dakwah Bil hal (Studi Kualitatif Tentang Dakwah Bil hal Santri Senior Kepada Santri Junior Dalam Pembentukan Akhlakul Karimah di Pondok Pesantren Hidayatulloh Surabaya). Dengan rumusan masalah sebagai berikut: pertama, tentang bagaimana kriteria santri Junior. Kedua, tentang bagaimana kriteria santri senior. Ketiga, bagaimana pola kehidupan santri dalam pondok Pesantren Hidayatulloh Surabaya. Keempat, bagaimana pandangan santri junior terhadap santri senior di Pondok Pesantren Hidayatulloh Surabaya. Dari penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa santri senior dalam memberikan dakwah bil hal kepada santri junior sesuai dengan disiplin ilmu yang mereka miliki dengan harapan para santri junior nantinya bisa berdakwah yang dapat menyentuh langsung dengan persoalan umat di mana saja mereka berada.Bila mereka berhasil maka secara langsung mereka telah berakhlakul karimah baik yang berhubungan dengan Allah, sesama manusia juga kepada alam sekitar
Pendidikan Islam masyarakat muslim kelas menengah perkotaan : studi di SD Islam Hidayatulloh dan SD Islam Al-Azhar 29 Kota Semarang
Lahirnya pendidikan Islam masyarakat kelas menengah perkotaan dimulai sekitar abad ke 20 yang dimotori oleh kalangan muslim kelas menengah pada era orde baru. Karakteristik jenis pendidikan ini adalah bercirikhas Islam dengan pengelolaan swasta dengan berbiaya mahal. Tujuan penelitan ingin menjawab pertanyaan: 1) Mengapa LPI Hidayatulloh dan YPI Al-Azhar 29 mendirikan lembaga pendidikan untuk masyarakat kelas menengah perkotaan? 2) Mengapa masyarakat muslim kelas menengah memilih LPI Hidayatulloh dan YPI AL-Azhar 29? 3) Bagaimana cara LPI Hidayatulloh dan YPI Al-Azhar 29 dalam mempertahankan eksistensinya? Jenis penelitian ini adalah kualitatif lapangan dengan pendekatan sosio fenomenologis. Metode pengambilan data dengan wawancara, observasi partisipatoris dan dokumentasi.
Hasil penelitian menemukan, Pertama adanya kondusifitas kota Semarang mencakup aspek demografi, ekonomi, sosial dan budaya yang mendukung perkembangan lembaga pendidikan Islam swasta dan keyakinan kuat pada kalangan masyarakat kelas menengah bahwa pendidikan adalah jalan perjuangan paling realistis di era modern dalam mensyiarkan Islam yang bernilai ibadah dan ekonomis. Kedua, lembaga pendidikan Islam masyarakat muslim kelas menengah bersifat elitis dan memiliki posisi strategis di tengah masyarakat perkotaan. Ketiga, strategi mempertahankan eksistensi lembaga adalah; penggabungan ilmu-ilmu umum dan Islam (holistic), penguatan identitas Islam dan unstable religious ideology (ideologi keagamaan yang tidak tetap melainkan dapat bergeser searah dengan konteks sosial yang berkembang).
ABSTRACT:
The birth of Islamic education in urban middle class communities began around the 20th century, driven by middle class Muslims in the New Order era. The characteristics of this type of education are Islamic with expensive private management. The aim of the research is to answer the questions: 1) Why did LPI Hidayatulloh and YPI Al-Azhar 29 establish educational institutions for the urban middle class? 2) Why did the middle class Muslim community choose YPI AL-Azhar 29 and LPI Hidayatulloh? 3) How do YPI Al-Azhar 29 and LPI Hidayatulloh maintain their existence? This type of research is qualitative field research with a phenomological descriptive method. Data collection methods include interviews, participatory observation and documentation.
The research results found, Firstly, the educational aspect is believed to be the most realistic way of struggle in the modern era in broadcasting Islam which has religious and economic value. Second, Islamic educational institutions for middle class Muslim communities are elitist, that is, they are seen as Islamic educational institutions that are able to represent the characteristics, needs and hopes of the middle class. Third, the strategy to maintain the existence of institutions by strengthening Islamist, modernist and unstable ideological identities. This means that Islamic values and modern technology are emphasized more in the educational process. Meanwhile, religious ideology is not an aspect that must be maintained and fought for but can change in line with the developing sosial context
PENGARUH TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU MEROKOK REMAJA PESANTREN HIDAYATULLOH AL-MUHAJIRIN BANGKALAN PADA MASA PANDEMI 2021
Latar Belakang : Saat ini dunia sedang dilanda masa pandemi yaitu COVID-19.
COVID 19 ini merupakan virus berbahaya yang berasal dari Wuhan China yang
menyerang sistem pernafasan. Rokok merupakan salah satu produk tembakau yang
dibakar, dihirup, atau dihisap yang asapnya mengandung nikotin dan tar. Data
Riskesdas (2018) menunjukkan bahwa prevalensi merokok pada remaja usia 10-18
tahun mengalami peningkatan dari tahun 2013 (7,20%) ke tahun 2018 (9,10%). Faktor
utama yang mempengaruhi perilaku merokok yaitu pengaruh teman sebaya. Akibat
adanya pandemi COVID 19 pesantren menetapkan larangan untuk berkunjung dan
membawa santri pulang ke rumah sehingga santri akan semakin dekat dengan teman
sebayanya. Menurut penelitian (Ruhyat, 2021), kebiasaan merokok pada saat pandemi
COVID-19 ini semakin meningkat. Hal ini dikarenakan banyaknya waktu kosong
terutama dikalangan remaja (Naresawari dkk., 2020).
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh teman sebaya
terhadap perilaku merokok remaja Pesantren Hidayatulloh Al-Muhajirin Bangkalan
pada masa pandemi 2021.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancang
bangun cross sectional dengan menggunakan sampel sebanyak 52 responden yang
diambil menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini
menggunakan metode kuesioner yang disebarkan kepada santri melalui perantara
pihak pengurus pesantren. analisis data yang dilakukan terhadap tiap variabel yaitu
menggunakan descriptive statistic pada software statistic. Untuk menganalisis
hubungan dua variabel pada penelitian ini maka dilakukan dengan metode regresi
linear yang dianalisis dengan software statistic.
Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil uji regresi linear didapatkan nilai
signifikan sebesar 0.002 (<0.05). Sedangkan hasil (R Square) sebesar 0,170, nilai
konstanta trust (B) sebesar 33.292 dan hasil nilai trust (B) pengaruh teman sebaya
sebesar 0,447. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh teman
sebaya terhadap perilaku merokok remaja Pesantren Hidayatulloh Al-Muhajirin
Bangkalan sebesar 17% pengaruh. Apabila teman sebaya mengalami kenaikan satu
satuan, maka perilaku merokok akan mengalami peningkatan sebesar 0,447.
Kesimpulan : Terdapat pengaruh teman sebaya terhadap perilaku merokok remaja
Pesantren Hidayatulloh Al-Muhajirin Bangkalan pada masa pandemi 2021
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG DOKUMENTASI KEPERAWATAN DENGAN KELENGKAPAN PENGISIAN DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RSI HIDAYATULLOH YOGYAKARTA
Rumah sakit merupakan institusi kesehatan yang didalamnya mengadung pelayanan yang
sangat kompleks, salah satunya yaitu menyajikan pelayanan kesehatan yang didasarkan pada
ilmu dan kiat keperawatan ditunjukan pada individu, keluarga, kelompok atau masyarakat baik
sehat maupun sakit. Salah satu indikator pelayanan rumah sakit yang baik adalah tercermin
dalam pendokumentasian asuhan keperwatan profesional yang dilakukan oleh perawat maupun
tenaga kesehatan yang lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan
tingkat pengetahuan perawat tentang melakukan pendokumentasian dengan kelengkapan
dokumentasi asuhan keperawatan di ruang rawat inap Rumah Sakit Islam Hidayatulloh
Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional.
Populasi dalam penelitiana ini adalah semua perawat ruang rawat inap Rumah Sakit Islam
Hidayatulloh Yogyakarta yang berjumlah 56 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 56
yang di ambil dengan teknik total sampling yaitu mengambil seluruh populasi diteliti sebagai
sampel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang telah dikumpulkan
kemudian dianalisis menggunakan uji statistik kendall tau. Hasil penelitian menunjukan bahwa
responden yang memiliki pengetahuan baik tentang dokumetasi keperawatan sebagian besar
lengkap dalam pengisian dokumentasi asuhan keperawatan yaitu sebanyak 34 responden
(60,7%), sedangkan responden yang memiliki pengetahuan kurang tentang dokumetasi
keperawatan sebagian besar kurang lengkap dalam pengisian dokumentasi asuhan
keperawatan yaitu sebanyak 4 responden (7,1%). Berdasarkan analisis kendall tau diperoleh
hasil nilai p=0,003, sehingga ada hubungan antara tingkat pengetahuan perawat tentang
melakukan pendokumentasian dengan kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan. Ada
hubungan antara tingkat pengetahuan perawat tentang melakukan pendokumentasian dengan
kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan di ruang rawat inap Rumah Sakit Islam
Hidayatulloh Yogyakarta.
Kata Kunci: Tingkat pengetahuan, dokumentasi asuhan keperawata
Dynamics of Curriculum Development in Islamic Religious Education Learning at MA Syarif Hidayatulloh
In the curriculum development process, of course, dynamics will be encountered, as happened at Syarif Hidayatulloh Islamic High School, West Bandung Regency, which has experienced several changes in curriculum development along with developments in the learning side of Islamic Religious Education. The purpose of this research is to find out how the dynamics of curriculum development in learning Islamic education at MA Syarif Hidayatulloh. This type of research is qualitative research using qualitative methods, namely observation, interviews or document review. The results of the research show that the curriculum is a collection of a set of values designed to be transformed to students, both values in cognitive, affective and psychomotor forms. By obtaining a set of these values, the mindset and behavior of students will be formed in accordance with the directions and objectives that have been formulated previously, namely the curriculum. Curriculum development goals must also pay attention to institutional goals, curricular goals, and instructional goals. On the other hand, it can be emphasized that the goals of curriculum development cannot be separated from the goals of education itself, because the curriculum is the ideal spearhead of the vision, mission and goals of a nation's education. However, dynamics will certainly be encountered in the curriculum development process, such as what happened at Syarif Hidayatulloh Islamic High School, West Bandung Regency, which has undergone several changes in curriculum development in line with developments in the learning aspect of Islamic Religious Education
- …
