96 research outputs found

    PEMBACAAN SURAH YASIN DALAM TRADISI BAANTARAN JUJURAN DI KELURAHAN SUNGAI ULIN BANJARBARU

    No full text
    Kajian terhadap Al-Qur‟an tidak ada habisnya dari zaman Nabi Muhammad Saw. sampai zaman covid19 masih menjadi bagian terpenting dalam upaya mempelajari agama Islam. Surah Yasin merupakan salah satu surah Al-Qur‟an yang paling sering dibaca oleh masyarakat, dari sekian banyaknya interaksi kaum muslim terhadap surah Yasin, penulis menemukan adanya penggunaan yang berbeda dari biasanya, yakni pembacaan surah Yasin dalam tradisi baantaran jujuran. Pembacaan surah Yasin dalam tradisi baantaran jujuran hanya dilakukan oleh sebagian masyarakat Banjar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang tata cara proses pembacaan surah Yasin, motif (dorongan) dan tujuan masyarakat tentang pembacaan surah Yasin dalam tradisi baantaran jujuran serta pemahaman mereka terhadap surah Yasin. Adapun bentuk penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan sifat dan jenis metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini sebagai berikut: Tata cara prosesnya dimulai dengan pembukaan acara dengan mengucapkan basmalah, pembacaan surah Yasin, dibaca bersama-sama dipimpin oleh pihak keluarga mempelai perempuan atau pemandu acara baantaran jujuran menggunakan pengeras suara serta diikuti oleh tamu undangan, dibaca dari ayat pertama sampai ayat terakhir, selanjutnya kata-kata penyerahan, kata-kata penerima, pemasangan cincin, penyerahan uang mahar serta barang bawaan dan yang terakhir do‟a sekaligus penutup. Adapun pemahaman masyarakat Sungai Ulin sangat beragam. Beberapa dari mereka mengatakan bahwa surah Yasin adalah jantung atau hatinya Al-Qur‟an, surah Yasin memiliki banyak keutamaan, sangat baik diamalkan di kehidupan sehari-hari. Ada juga yang memahami bahwa surah Yasin adalah surah yang wajib dibaca di setiap kegiatan keagamaan. Motifnya beragam pula. Salah satunya karena rasa syukur sudah mendapatkan pasangan dan karena orang-orang terdahulu melakukan kegiatan tersebut. Tujuannya yaitu agar mendapatkan ridha Allah, rahmat Allah, keberkahan, diampuni dosa, dimudahkan, dilancarkan segala urusan, khususnya acara perayaan resepsi perkawinan, mendapatkan keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah serta mendapatkan anak yang saleh

    Meningkatkan Pendidikan Proses Belajar Mengajar Anak - Anak di Desa Bunut Wetan Kecamatan Pakis

    No full text
    Meningkatkan proses pendidikan belajar anak di Desa Bunut Wetan Kecamatan Pakis. KKM yang dilakukan oleh Kelompok 42 KKM Universitas Maulana Malik Ibrahim bertujuan untuk berbagi ilmu untuk mencari, mempelajari, menganalisis potensi masyarakat, memberikan inovasi dan mencari solusi atas problematika desa. KKM kelompok 42 berlangsung di Desa Bunut Wetan Kabupaten Malang mulai tanggal 19 Desember 2022 sampai dengan 22 Januari 2023. Dalam waktu satu bulan, mahasiswa KKM kelompok 42 telah membuat dan melaksanakan berbagai program kerja yang ditujukan untuk kemakmuran Desa Bunut Wetan di berbagai bidang. Dalam pelaksanaannya, KKM kelompok 42 dibagi menjadi 3 divisi, divisi pendidikan, divisi agama, dan divisi sosial. Setiap divisi memiliki program kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Di dalam divisi Pendidikan sendiri telah dibuat berbagai program kerja dan dilaksanakan berbagai kegiatan kreatif inovatif yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan, minat belajar, dan kesadaran diri akan pentingnya ilmu. Sasaran kegiatan bidang Pendidikan adalah anak-anak PAUD, Sekolah Dasar, dan Madrasah Tsanawiyah

    Metode Dakwah K.H Muhammad Supriyadi AM, Di Pondok Pesantren Riyadlul Jannah Ciseeng

    No full text
    KH. Muhammad Supriadi AM, terbilang sukses dalam penyampaian dakwahnya. Sistem pun yang cukup baik, beliau dapat merekrut begitu banyak kalangan mad?u dari berbagai status. Selain dari pada itu, beliaupun berhasil menyampaikan dakwahnya melalui bidang pendidikan yaitu tepatnya di pondok Pesantren Riyadlul Jannah yang berada di Ciseeng, Karena beliau adalah seorang Pendiri, Pengasuh Pondok Pesantren tersebut. Selain seorang Pendiri dan pengasuh pondok pesantren kemudian beliau juga Merupakan seorang motivator yang baik untuk santri Riyadlul Jannah selain itu juga beliau adalah merupakan seorang pemimpin yang sangat tegas dalam segala apapun. Dan beliau juga ingin menegaskan kepada santrinya untuk malaksanakan Kiamul Lail (Bangun Malam) selain dari pada itu beliau juga mengajarkan santrinya bertani Jamur Tiram. Dari konteks di atas, penulis membuat pertanyaan: Bagaimana konsep metode dakwah menurut KH. Muhammad Supriyadi, AM, di pondok pesantren riyadlul jannah, ciseeng, parung? Bagaimana penerapan metode dakwah KH. Muhammad Supriyadi, AM, di pondok pesantren riyadlul jannah, ciseeng, parung? Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif yaitu sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Dengan menggunakan metodelogi deskriptif analisis yaitu bahwa data dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara mendalam dengan narasumber dan dokumentasi yang akan menghasilkan penafsiran penulis. KH. Muhammad Supriyadi AM. adalah da?i dan ulama yang cukup berpengaruh di ciseeng. Dalam metode pembinaan dakwah, beliau menggunakan bentuk dakwah bil-Lisan melalui metode tausiyah, metode motivasi, metode Tanya jawab. Bentuk dakwah bil-Hal dalam berbagai bidang diantaranya: bidang keagamaan dan pendidikan, bidang sosial kemasyarakatan, bidang ekonomi dan bidang perdagangan. Bantuk dakwah bil Qalam menggunakan media tulisan seperti menulis buku. Penulis menganalisa metode dakwah KH, Muhammad Supriyadi Am, di Pondok Pesantren Riyadlul Jannah melalui pengamatan dan penelitian ini bahwa kesimpulannya dengan keilmuan dan keagamaan yang tinggi, istiqomah selalu memberikan contoh dengan bersedekah atau menyantunin anak yatim dan ibadah yang rajin. Seperti qiamul lail atau disebut juga bangun malam untuk melaksanakan shalat tahajud, dan segala amal perbuatan beliau menerapkan metode dakwahnya dengan baik

    REVOLUSI MENTAL GURU BERBASIS AKHLAK

    No full text
    Guru merupakan ujung tombak pendidikan moral atau karakter, bila guru telah kehilangan jiwa pengabdian, loyalitas, dan akhlak maka tentunya guru akan menghasilkan pelajar-pelajar yang matrealistis dan berkarakter buruk. Demo guru-guru yang besar-besaran untuk diangkat menjadi pegawai negeri sipil. Bahkan tidak hanya soal menurunnya akhlak, namun dari hasil penelitian Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah, menunjukan  data sebanyak 57% guru memiliki opini intoleran terhadap pemeluk agama lain. Sedangkan 37,77% keinginan untuk melakukan perbuatan intoleran atau intensi-aksi. Direktur Eksekutif PPIM Saiful Uman saat memaparkan hasil penelitiannya, di Hotel Le Meridien, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa 16 Oktober 2018. Problematiknya adalah Apakah penyebab perubahan jiwa pengabdian guru?, Bagaimanakah membangun revolusi mental guru berbasis akhlak?, Bagaimanakah metode pengembangan akhlak guru?. Penelitian ini menggunakan teknik library research dengan berbagai literatur pandangan dari tokoh-tokoh Muslim. Hasilnya adalah perlu ada pengkajian ulang tentang nilai-nilai pengabdian dan niat guru ketika mereka menjalankan kewajibannya

    Analysis of the Accuracy and Completeness of SINTA Author Data Extraction

    No full text
    The advancement of information technology has increased the use of web scraping for scientific data collection, including from the SINTA (Science and Technology Index) platform, which provides researcher profiles, affiliations, publications, and citation data. However, scraping SINTA poses challenges, particularly when multiple authors share identical scores that trigger changes in display order. This instability can lead to duplicated or missing entries when using a single-pass scraping approach. This study evaluates the accuracy and completeness of SINTA author data collection by implementing repeated scraping as a strategy to handle dynamic data ordering. Experiments were conducted on the Universitas Muslim Indonesia (UMI) affiliation, targeting 915 active authors. The methodology involved page-structure analysis, spider development using Python and Scrapy, sequential scraping through pagination, and validation of data completeness and uniqueness. A three-second delay between requests was applied to maintain responsible scraping practices. The results show that a single scraping attempt failed to retrieve all authors, capturing an average of only 877.2 authors (95.86%). Due to unstable ordering, repeated iterations were required. Through 4–8 scraping cycles per trial, all 915 authors were successfully collected without duplication. These findings indicate that for platforms with dynamic data structures such as SINTA, repeated scraping provides a more reliable method for ensuring data completeness and accuracy, supporting the development of stable and responsible publication-data automation systems.The advancement of information technology has increased the use of web scraping for scientific data collection, including from the SINTA (Science and Technology Index) platform, which provides researcher profiles, affiliations, publications, and citation data. However, scraping SINTA poses challenges, particularly when multiple authors share identical scores that trigger changes in display order. This instability can lead to duplicated or missing entries when using a single-pass scraping approach. This study evaluates the accuracy and completeness of SINTA author data collection by implementing repeated scraping as a strategy to handle dynamic data ordering. Experiments were conducted on the Universitas Muslim Indonesia (UMI) affiliation, targeting 915 active authors. The methodology involved page-structure analysis, spider development using Python and Scrapy, sequential scraping through pagination, and validation of data completeness and uniqueness. A three-second delay between requests was applied to maintain responsible scraping practices. The results show that a single scraping attempt failed to retrieve all authors, capturing an average of only 877.2 authors (95.86%). Due to unstable ordering, repeated iterations were required. Through 4–8 scraping cycles per trial, all 915 authors were successfully collected without duplication. These findings indicate that for platforms with dynamic data structures such as SINTA, repeated scraping provides a more reliable method for ensuring data completeness and accuracy, supporting the development of stable and responsible publication-data automation systems

    PEMBACAAAN SURAH YASIN DALAM TRADISI BAANTARAN JUJURAN DI KELURAHAN SUNGAI ULIN BANJARBARU

    No full text
    AbstractThe study of the Qur’an has been endless since the Prophet Muhammad until the Covid-19 era, it was still the most important part in the effort to study Islam. Surah Yasin is on of the surah of the qur’an that is most often read by the public, from the many interaction of Muslim with surah Yasin, the author finds a different use than usual, namely the reading of Surah Yasin in tradition baantaran jujuran. The reading of Surah Yasin in the tradition baantaran jujuran is only done by some Banjar people. This study aims to find out about the procedure for reading Surah Yasin, the motives (encouraging) and the community's goals about reading Surah Yasin in the baantaran tradition and their understanding of Surah Yasin. The form of this research is field research using the nature and types of qualitative descriptive methods. The results of this study are as follows: The procedure begins with the opening of the event by saying basmalah, reading Surah Yasin, being read together led by the bride's family or the event guide baantaran jujuran using loudspeakers and followed by invited guests, read from the first verse to the last verse, then the words of surrender, the words of the recipient, the installation of the ring, the surrender of the dowry and luggage, the prayer as well as the closing. The understanding of the people of Sungai Ulin is very diverse. Some of them say that Surah Yasin is the heart or heart of the Qur'an, Surah Yasin has many virtues, very well practiced in everyday life. There are also those who understand that Surah Yasin is a sura that must be read in every religious activity. The motives (drivers) also vary. One of them is because of gratitude for having found a partner and because previous people have done these activities. The goal is to get God's blessing, God's mercy, blessings, forgiveness of sins, facilitated, smooth all affairs, especially wedding receptions, get a sakinah, mawaddah and warahmah family and get pious childern. Keywords: Reading; Yasin; Tradition; Boundaries of Truth.AbstrakPengkajian Al-Qur'an yang tiada hentinya sejak Nabi Muhammad SAW hingga era Covid-19 masih menjadi bagian terpenting dalam upaya mempelajari Islam. Surah Yasin merupakan salah satu surah Al-Qur'an yang paling sering dibaca oleh masyarakat, dari sekian banyak interaksi umat Islam dengan surah Yasin, penulis menemukan penggunaan yang berbeda dari biasanya, yaitu pembacaan Surah Yasin dalam tradisi baantaran jujur. Pembacaan Surah Yasin dalam tradisi baantaran kejujuran hanya dilakukan oleh sebagian masyarakat Banjar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang tata cara membaca surah yasin, motif (mendorong) dan tujuan masyarakat membaca surah yasin dalam tradisi baantaran dan pemahaman mereka terhadap surah yasin. Bentuk penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan sifat dan jenis metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: Tata cara pembukaan acara diawali dengan mengucapkan basmalah, membaca surat yasin, dibacakan bersama yang dipimpin oleh keluarga mempelai wanita atau pemandu acara baantaran jujuran dengan menggunakan pengeras suara dan diikuti oleh tamu undangan, dibacakan dari ayat pertama sampai ayat terakhir, kemudian kata-kata penyerahan, kata-kata penerima, pemasangan cincin, penyerahan mahar dan barang bawaan, doa serta penutup. Pemahaman masyarakat Sungai Ulin sangat beragam. Beberapa dari mereka mengatakan bahwa Surah Yasin adalah jantung atau jantung Al-Qur'an, Surah Yasin memiliki banyak keutamaan, sangat baik diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Ada juga yang memahami bahwa surah yasin merupakan surah yang wajib dibaca dalam setiap kegiatan keagamaan. Motif (pengemudi) juga bermacam-macam. Salah satunya karena rasa syukur telah menemukan pasangan dan karena orang-orang sebelumnya telah melakukan kegiatan tersebut. Tujuannya untuk mendapatkan ridho Allah, Rahmat Allah, keberkahan, ampunan dosa, dimudahkan, kelancaran segala urusan terutama resepsi pernikahan, mendapatkan keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah serta mendapatkan anak yang sholeh. Kata Kunci: Pembacaan; Yasin; Tradisi; Baantaran Jujuran

    Considering Modern Shia Thoughts on Religious Harmony: Husain Faḍlullah’s Contribution in Min Waḥy al-Qur’an

    No full text
    This article aims to reveal Muhammad Husein Faḍlullah’s ideas about Religious Harmony as contained in his commentary, min waḥy al-Qur’an. Faḍlullah’s thoughts are relevant to study in the current context to see the idea of harmony from a different perspective, namely the Modern Shia school. By using a qualitative paradigm with a critical discourse analysis approach to Faḍlullah’s works, this study found two findings: first, Modern Shia consistently offers the concept of Ijtimā’ī Adabī interpretation which is centered on the ideas of tolerance, harmony between religious communities, social holiness, and rejection against all forms of radicalism; second, Interpretation products are inseparable from ideological ideas and teachings of their schools. At this point, even though Faḍlullah is involved in the political movement of the Hezbollah Party, which tends to be radical, his thoughts still represent his school of thought, especially regarding religious tolerance and harmony. From these findings, this study also wants to emphasize that a person’s background does not directly influence the product of his thoughts in the future, as stated by Naṣr Ḥamid Abū Zayd. This research supports Andrew Silke and Tinka Veldhuis’s findings regarding “Countering violent extremism in prisons: A review of key recent research and critical research gaps” that the personal character and personal experience factors of the author determine the product of one’s interpretatio

    Nilai Religiusitas Dalam Novel “Mamu Zein” Karya Syeikh Dr. Mohammad Said Ramadhan Al-Buthi (Analisis Semiotika Charles Sanders Pierce)

    No full text
    The material object in this research is the novel Mamu Zein by Sheikh Dr. Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi. And the formal object is Charles Sanders Pierce's Theory of Semiotics. This study aims to find the value of religiosity in the novel Mamu Zein by Sheikh Buthi by using Charles Sanders Pierce's semiotic approach. The method in this study is a qualitative descriptive method. The results in this study are seven religious values ​​that appear in the novel Mamu Zein, as follows: 1. Recognition of the greatness of God, 2. Awareness that violence is not the only way to solve problems. 3. Awareness that God is the best place to ask and rely. 4. Prayer is a source of strength for Muslims. 5. Ridho to the fate experienced. 6. Strong Faith Gives Peace of Life. 7. Death is the Path of Encounter with God

    Makna islam dalam al-qur'an studi penafsiran Abdullah Yusuf Ali dan Muhammad Asad

    No full text
    Penelitian ini membahas penafsiran Abdullah Yusuf Ali dan Muhammad Assad atas kata Islam dalam al-Qur?an. Penafsiran keduanya dianggap penting karena tawaran keduanya menunjukkan dimensi Islam yang toleran dan ramah, berbeda dengan sebagian pemikir muslim lainnya memilih dimensi makna Islam yang eksklusif. Penafsiran seperti ini dapat membuat sebagian umat terjebak pada truth klaimnya sendiri-sendiri.Dengan metode Muqaran, penelitian ini menjawab bagaimana Abdullah Yusuf Ali dan Muhammad Asad memaknai Islam dalam al-Qur?an secara inklusif,dan menjawab relevansi temuan kajian dalam wacana Islam modern. Untuk Keperluan tersebut, penulis membagi pembahasan ke dalam tiga bagian. Bagian Pertama, dua bab teoritis terdiri dari pengertian Islam dalam al-Qur?an dan bab tentang biografi dan pemikiran kedua pemikir yang dibahas. Bagian kedua adalah bab yang mendiskusikan temuan penelitian. Terakhir adalah bab yang menjawab rumusan masalah yang diangkat, dan pemberian rekomendasi untuk penelitian selanjutnya serta manfaat hasil penelitian ini.Penelitian ini menemukan bahwa kedua pemikir menafsirkan kata Islam Dalam al-Qur?an dengan cara menghubungan makna Islam yang generik, yaitu sikap pasrah pada ketentuan Tuhan sebagai sikap dasar menjadi muslim yang mengemban amanah agama rahmat bagi sekalian alam. Inilah satu-satunya jalan keselamatan,jalan yang dianjurkan semua agama. Islam yang dimaksud dengan kedua mufassir ini adalah Islam dalam segi sifat yang harus berserah diri, namun tetap Islam lah agama yang dibawa nabi Muhammad, dengan sikap pasrah dan tunduk pada Allah menerima segala ketentuannya. Tesis ini menemukan juga bahwa bagi Yusuf Ali dan Asad.Tiga unsur Jalan keselamatan tersebut dapat diraih dengan beriman kepada Allah,kepada hari akhir, dan berbuat baik kepada sesama. Terakhir, tesis ini menemukan bahwa bagi keduanya, Islam itu bukanlah sebuah doktrin formal sebagai agama Islam, tapi juga sebagai sikap pribadi yang pasrah dan taat pada ajaran Tuhan yang bermanfaat untuk membangun sikap toleran terhadap sesama, karena dia cenderung menghindari truth claim dalam beragama.Penelitian ini sejalan dengan pemikiran Muhammad Syahrur, Karl Rahner. Makna Islam tidaklah terbatas hanya pada suatu kelompok tertentu, akan tetapi yang mencakupi sikap pasrah dengan tulus dan ikhlas maka akan mendapat keselamatan dengan rahmat Tuhan walaupun kekal dalam agama mereka. Penelitian ini tidak sepakat dengan Ibnu Katsīr dan al-Ṭabārī. Menurut keduanya, apabila tidak beriman kepada Nabi Muhammad dan alQuran maka tidak dapat dikatakan Islam

    أسلوب التصوير عن شخصية موسى في القرآن الكريم

    No full text
    Alquran merupakan mukjizat terbesar yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW, dengan perantara malaikat jibril, didalamnya berisi petunjuk bagi manusia. Salah satu dari kemukjizatan alquran yaitu memiliki keindahan dan gaya bahasa serta uslub yang tinggi, sehingga tak seorangpun yang dapat menirukan apalagi membuat yang sepadan dengannya.Tashwir adalah salah satu uslub yang dipakai didalam alquran untuk mengungkapkan makna yang ada didalam pikiran, sehingga bisa dirasa dan dibayangkan, melukiskan pola-pola manusia serta karakter seseorang.Musa adalah seorang nabi sekaligus rasul Allah yang hidup dimasa fir’aun, salah satu nabi yang bergelar ulul azmi, karena kesabarannya yang tinggi menghadapi kaum nya yaitu Bani Israel. Kisah nabi musa disebutkan lebih dari 50 kali ditempat yang berbeda didalam Alquran, dan namanya disebutkan sebanyak 136 kali. Jumlah yang paling banyak dibandingkan nabi yang lain.Penelitian dilakukan dengan objek Alquran sebagai sumber data. Data yang digunakan adalah ayat ayat alquran yang mengkisahkan nabi musa dan didalamnya terdapat uslub tashwir nya. Oleh karena itu peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam penelitian ini. Adapun Tujuan penulis dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter nabi musa serta gaya bahasa yang digunakan untuk melukiskan karakter nabi musa.Adapun hasil analisis dalam penelitian ini yaitu: 1. karakter nabi musa adalah seorang yang emosional dan memiliki fanatisme terhadap agama dan kaumnya. 2. seorang yang lembut hatinya, dan memiliki kesadaran iman yang kuat. 3. Seorang yang kuat dan berani 4.seorang yang sabar. 5. Gaya bahasa pelukisan yang dipakai untuk menggambarkan karakter nabi musa adalah kinaya
    corecore