39 research outputs found
Rapid Detection of Escherchia coli and Salmonella Typhimurium Using Lab-Made Electronic Nose Coupled with Chemometric Tools
This study aims to investigate the performance of a lab-made electronic nose coupled with chemometric tools for detecting Escherichia coli (E. coli) and Salmonella Typhimurium (S. Typhimurium) inoculated in media. The pathogenic E. coli and S. Typhimurium play a significant role as the agent causing food-borne diseases, posing a threat to human health worldwide. Some advanced analytical instruments like RT-PCR and GC-MS are often used for detecting such pathogenic bacteria. Unfortunately, they are not suitable for rapid and routine measurements because of time-consuming, require experts, and complicated sample preparation. Otherwise, electronic nose (e-nose) has been reported to be successful for profiling volatile compounds released by various biological materials. The e-nose comprised eight types of metal oxide gas sensors connected with a data acquisition system and chemometric tools. For this purpose, Fast Fourier Transform (FFT) was applied for signal pre-processing and feature extraction to all datasets collected by the sensor array in the e-nose. Furthermore, chemometric tools are used for classification models of all extracted features, including linear and quadratic discriminant analysis (LDA and QDA) and support vector machine (SVM). As a result, SVM showed the highest performance, enabling identifying E. coli and S. Typhimurium inoculated TSB with an accuracy of 99% and 98%, respectively. Among the chemometric tools, the e-nose-SVM also resulted in the highest accuracy in differentiating E. coli from S. Typhimurium of 84%. These results motivated e-nose to have a high prospect to rapidly detect such bacteria for food safety and quality control inspection, particularly potential quarantine products
THE INTEGRATION OF FRAUD DIAMOND THEORY WITH ORGANIZATIONAL CULTURE TO ENHANCE FRAUD PREVENTION SYSTEMS IN A DISTRIBUTION COMPANY IN INDONESIA
Fraud is a critical issue that poses financial and reputational risks to organizations. This study aims to integrate the Fraud Diamond Theory with organizational culture at PT X, a logistics distribution company in the pharmaceutical sector, to enhance the effectiveness of fraud prevention systems. Using a qualitative research method, data were collected through in-depth interviews with key company stakeholders. The findings reveal that fraud, such as asset misappropriation and financial statement manipulation, is influenced by weaknesses in internal control systems and employee pressures. The study identifies that elements of pressure, Opportunity, rationalization, and capability in the Fraud Diamond Theory can be mitigated through strengthening an organizational culture that promotes integrity and transparency. Fraud awareness training programs and effective internal communication have proven to improve employee understanding and foster a more ethical work environment. This research contributes to developing fraud prevention strategies grounded in organizational culture to reinforce corporate internal control systems.96 PagesTesis Magiste
THE INTEGRATION OF FRAUD DIAMOND THEORY WITH ORGANIZATIONAL CULTURE TO ENHANCE FRAUD PREVENTION SYSTEMS IN A DISTRIBUTION COMPANY IN INDONESIA
Fraud is a critical issue that poses financial and reputational risks to organizations. This study aims to integrate the Fraud Diamond Theory with organizational culture at PT X, a logistics distribution company in the pharmaceutical sector, to enhance the effectiveness of fraud prevention systems. Using a qualitative research method, data were collected through in-depth interviews with key company stakeholders. The findings reveal that fraud, such as asset misappropriation and financial statement manipulation, is influenced by weaknesses in internal control systems and employee pressures. The study identifies that elements of pressure, Opportunity, rationalization, and capability in the Fraud Diamond Theory can be mitigated through strengthening an organizational culture that promotes integrity and transparency. Fraud awareness training programs and effective internal communication have proven to improve employee understanding and foster a more ethical work environment. This research contributes to developing fraud prevention strategies grounded in organizational culture to reinforce corporate internal control systems.96 PagesTesis Magiste
Keanekaragaman Lumut Epifit pada Agathis alba (Rumph. ex Valmont) Foxw. dan Pinus merkusii Jungh. & de Vriese di Sekitar Curug Cipendok
Lumut termasuk komponen keanekaragaman hayati yang merupakan tumbuhan peralihan dari bentuk talus ke bentuk kormus dan belum memiliki jaringan vaskular. Keanekaragaman maupun kelimpahan lumut dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan, antara lain seperti suhu, kelembaban udara, intensitas cahaya, tipe vegetasi dan iklim. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui keanekaragaman lumut epifit pada pohon damar dan pohon pinus di sekitar Curug Cipendok berdasarkan karakter morfologi. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu survei eksploratif dan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Penelitian dilakukan selama 6 bulan, dari bulan Februari sampai Juli 2024 dengan sebanyak 5 lokasi titik pengamatan yaitu dimulai dari lokasi parkiran wisata Curug Cipendok sampai sebelum loket masuk wisata Curug Cipendok. Variabel penelitian terdiri dari variabel terikat yaitu karakter morfologi lumut epifit dan variabel bebas yaitu pohon damar dan pohon pinus. Parameter yang diamati yaitu karakter morfologi dan faktor lingkungan. Data-data hasil pengamatan tersebut dianalisis secara deskriptif.
Berdasarkan hasil pengamatan ditemukan sebanyak 20 spesies lumut epifit pada pohon damar dan pohon pinus, yaitu Leucobryum glaucum, L. javense, Octoblepharum albidum, Mnium hornum, Acroporium pungens, Isopterygium tenerum, Homaliodendron squarrulosum, Pyrrhobryum spiniforme, Encalypta alpina, Lejeunea dipterota, L. discreta, Lejeunea sp., Cololejeunea verwimpii, Cheilolejeunea intertexta, Mastigolejeunea innovans, Frullania acutiloba, Heteroscyphus planus, Bazzania adnexa, Metzgeria furcate, dan Sp 20. Spesies lumut epifit pada pohon damar ditemukan sebanyak 19 spesies, sedangkan pada pohon pinus 15 spesies. Spesies Pyrrhobryum spiniforme tidak ditemukan pada inang pohon damar, sedangkan spesies Isopterygium tenerum, Cheilolejeunea intertexta, Mastigolejeunea innovans, Frullania acutiloba dan Bazzania adnexa tidak ditemukan pada inang pohon pinus. Berdasarkan karakter morfologinya, karakter-karakter yang membedakan lumut epifit antara lain bentuk pangkal, tepi dan ujung filoid, bentuk sel lamina filoid, keberadaan hyalin cell dan alar cell, tipe kapsul serta keberadaan costa
BIOGRAFI SYEIKH ABDURRAHMAN SHIDIQ AL BANJARI
Dikalangan masyarakat Banjar (Kalimatan Selatan) dan Sapat-Indraigiri Riau
atau Bangka Belitung (Sumatera), nama Syekh Abdurrahman Siddiq al-Banjari sangat
dikenal, sebab beliau merupakan salah seorang ulama besar Kalimantan. Abdurrahman
Siddiq dikeenali sebagai seorang ulama yang wara’, sufi yang tawadhu, mufti yang tegas,
da’i yang gigih, pendidik yang giat, penulis yang produktif, penerjemah, dan juga penyair
kondang yang syair-syair religiousnya mampu memukau orang-orang di zamannya. Melalui
syair-syait itu pula, beliau berdakwah dan berusaha meluruskan aliran kalam dan tasawuf
yang menyimpang. Abdurrahman Siddiq memang dikenali sebagai seorang ulama besar yang
memainkan peranan penting dan menjadi generasi penerus jaringan penghubung antara
Banjarmasi dan negeri-negeri Melayu lainnya (terutama Kepulauan Sumatera; Riau dan
Bangka dan Semenanjung Malaysia). Aktivitas dakwahnya tidak hanya di kampung halaman
(Martapura – Banjar), akan tetapi juga sampai ke berbagai daerah di Nusantara. Beliau
bahkan kemudian menetap dan berkubur di Kampung Parit Hidayat Sapat Idraigiri Riau.
Daerah yang semula kosong ini kemudian berubah menjadi basis dakwah, pusat penyebaran
Islam, dan pengkaderan generasi dakwah setelah dibangun pondok pesantren. Aktivitas
Abdurrahman Siddiq dalam berdakwah telah menunjukkan pengabdian luar biasa dan
berimplikasi luas tehadap penyebaran Islam
BIOGRAFI SYEIKH ABDURRAHMAN SHIDIQ AL BANJARI
Dikalangan masyarakat Banjar (Kalimatan Selatan) dan Sapat-Indraigiri Riau
atau Bangka Belitung (Sumatera), nama Syekh Abdurrahman Siddiq al-Banjari sangat
dikenal, sebab beliau merupakan salah seorang ulama besar Kalimantan. Abdurrahman
Siddiq dikeenali sebagai seorang ulama yang wara’, sufi yang tawadhu, mufti yang tegas,
da’i yang gigih, pendidik yang giat, penulis yang produktif, penerjemah, dan juga penyair
kondang yang syair-syair religiousnya mampu memukau orang-orang di zamannya. Melalui
syair-syait itu pula, beliau berdakwah dan berusaha meluruskan aliran kalam dan tasawuf
yang menyimpang. Abdurrahman Siddiq memang dikenali sebagai seorang ulama besar yang
memainkan peranan penting dan menjadi generasi penerus jaringan penghubung antara
Banjarmasi dan negeri-negeri Melayu lainnya (terutama Kepulauan Sumatera; Riau dan
Bangka dan Semenanjung Malaysia). Aktivitas dakwahnya tidak hanya di kampung halaman
(Martapura – Banjar), akan tetapi juga sampai ke berbagai daerah di Nusantara. Beliau
bahkan kemudian menetap dan berkubur di Kampung Parit Hidayat Sapat Idraigiri Riau.
Daerah yang semula kosong ini kemudian berubah menjadi basis dakwah, pusat penyebaran
Islam, dan pengkaderan generasi dakwah setelah dibangun pondok pesantren. Aktivitas
Abdurrahman Siddiq dalam berdakwah telah menunjukkan pengabdian luar biasa dan
berimplikasi luas tehadap penyebaran Islam
IMPLEMENTASI TEKNIK REINFORCEMENT POSITIVE DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI MENGHAFAL AL-QUR’AN SANTRI DI YAYASAN RUMAH TAHFIDZ WALISONGO SINGOPURAN
Optimized back-propagation combined with radial basic neural network for improving performance of the electronic nose: Case study on the fermentation process of tempeh
Hidung elektronik: konsep dan aplikasi
Electronic Nose (ENOSE) adalah seperangkat sensor gas yang dilengkapi dengan sistem pengenalan pola untuk mengidentifikasi dan membedakan berbagai bau atau aroma. Sensor yang digunakan pada perangkat ENOSE dapat berupa sensor kimia, optik atau jenis gas lainnya yang peka terhadap senyawa atau kelompok senyawa tertentu. Penggunaan hidung elektronik menjadi semakin penting di bidang-bidang seperti kesehatan, lingkungan, pertanian, dan industri makanan. Dengan perangkat ini, kita dapat menggunakan algoritme pengenalan pola berdasarkan kecerdasan buatan (seperti pembelajaran mesin) untuk menganalisis respons susunan sensor gas terhadap sampel, sehingga dapat mengklasifikasikan sampel berdasarkan baunya dan pada saat yang sama menentukannya bau tersebut. Terbagi dalam enam bab, buku ini akan memberikan pengantar yang komprehensif tentang sistem hidung elektronik, termasuk sistem pemrosesan sampel, susunan sensor gas, dan pemrosesan data serta sistem pengenalan pola berbasis kecerdasan buatan. Selain itu, buku ini memberikan beberapa contoh aplikasi di bidang medis dan analisis makanan. Harapannya, buku ini dapat menjadi sumber informasi bagi khalayak luas yang tertarik pada bidang teknologi moder
Relation between Preinfarction Angina and Coronary Collateral Circulation in Patients with Acute Myocardial Infarction
Background: Coronary collateral circulation conduits an alternative blood flow to the ischemic myocardium in the setting of coronary artery occlusion which can prevent the infarction area to extend more widely. Well-developed coronary collaterals are closely related with the presence of preinfarction angina. However, the duration of preinfarction angina which can induce well-developed coronary collateralization is in controversy. The aim of this study was to evaluate the relation between duration of preinfarction angina and coronary collaterals circulation in patients with acute myocardial infarction.
Methods: This cross-sectional study was conducted from May to November 2013 in Dr. Hasan Sadikin General Hospital, Bandung, Indonesia. Seventy three acute myocardial infarction (AMI) patients were included in the study. The patients were divided into Group 1 (<7 days) and Group 2 (≥7 days) based on their preinfarction angina history. The coronary collaterals were assesed and graded as good (Rentrop score 2−3) and poor (Rentrop score 0−1).Statistical analysis was performed using the chi-square test.
Result: The presence of a well-developed coronary collateral was not significantly different in <7days than ≥7 days duration of preinfarction angina [50.8% v 75.0%, p=0.124].
Conclusions: There is no relation between the duration of preinfarction angina and coronary collaterals circulation in patients with acute myocardial infarction
