93 research outputs found
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KARTU SORTIR (CARD SORT) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PANTUN (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas IVSD N Sampangan No. 26 Pasar Kliwon Surakarta Tahun Ajaran 2016/2017)
ABSTRAK Adittya Hidayat. K7113002. Penerapan Srategi pembelajaran kartu sortir(Card Sort) Untuk Meningkatkan Keterampilan MenulisPantun. Skripsi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan.Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret. September 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan menulis pantun melalui penerapan stategi kartu sortir (Card Sort) siswa kelas IV SDN Sampangan No. 26 Pasar Kliwon tahun ajaran 2016/2017 .Bentuk penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak dua siklus dan tiap siklus berlangsung selama dua pertemuan. Tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi/pengamatan, dan tahap refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Kota Surakarta tahun ajaran 2016/2017, berjumlah 25 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan triangulasi (trianggulasi sumber dan triangulasi teknik). Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif (Miles&Huberman) yang terdiri dari tiga komponen yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan data peningkatan keterampilan menulis pantun siswa pada setiap siklus. Nilai rata-rata nilai rata-rata kelasnya hanya mencapai 61,8 nilai rata-rata kelas naik menjadi 72,5 pada siklus I, dan pada siklus II rata-rata kelasnya meningkat menjadi 801. Sebelum dilaksanakan tindakan, siswa yang memperoleh nilai di atas KKM (≥70) sebesar 28% atau sebanyak 7 siswa, pada siklus I meningkat menjadi 60% atau sejumlah 15 siswa, dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 84% atau sejumlah 21 siswa. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan stategi kartu sortir (Card Sort) dapat meningkatkan keterampilan menulis pantun siswa kelas IV SDN Sampangan No. 26 Pasar Kliwon tahun ajaran 2016/2017. Kata Kunci : Srategi pembelajaran kartu sortir(Card Sort), Keterampilan Menulis, Pantun. ABSTRACT Adittya Hidayat. K7113002. Aplications of Card Sort Strategy to Improve Writting Skill of The Pantun. The Thesis of Teacher and Education Faculty. Thesis, Surakarta : Teacher and Education Faculty Sebelas Maret University. September 2017. The purpose of this research is to improve writting skill of the pantun with card sort strategy in fourth grade students Sampangan No. 26 of elementary school in Pasar Kliwon in the academic year 2016/2017. The form of this research was classroom action research, lasted for two cycle and each cycle consisting of four phases namely : planning, action, evaluation and reflection. subject in this research were the teacher and the fourth grade of Pasar Kliwon Elementary School, totaling 25 children. The data used is information from sources; the are teacher, students and observer. Data collection techniques used are observation, interview, test and documentation. To test the validity of the data, using content validity and triangulation (data triangulation and technique triangulation). Data analysis techniques used the interactive model of analysis (Miles & Huberman) comprising three components, namely: data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of the research show that in each cycle there is an improvement in the writting skill of the pantun. Prior to the treatment, the class average score is only 61,8. Following the treatment, it becomes 72,5 in Cycle I, and 80,92 in Cycle II respectively. In addition, prior to the treatment the number of students who fulfilled the minimal completeness criteria (>70) is 7 (28%). Following the treatment, it becomes 15 (60%) in Cycle I and 21 (84%) in Cycle II respectively. Based on the results of the research, a conclusion is drawn that the application strategy of the Card Sort can improve the writting skill of the pantun of the students in fourth grade students of Sampangan No. 26 elementary school in Pasar Kliwon in the academic year 2016/2017. Keyword : Card Sort Strategy , Writting Skill, Pantun
PEMBACAAN AYAT- AYAT AL-QUR’AN DALAM TRADISI MUJAHADAH MINGGU KLIWON (STUDI LIVING QUR’AN DI JAMA’AH PENGAJIAN DAN PENDIDIKAN ISLAM (JPPI) MINHAJUL MUSLIM SLEMAN, YOGYAKARTA)
Berbagai tradisi yang muncul di masyarakat khususnya umat Islam di Indonesia tanpa dipaksa dan distruktur secara sengaja, tetapi muncul atas kesadaran relijiusnya, termasuk tradisi membaca dan mengkhatamkan kitab suci al-Qur’an. Khataman al-Qur’an ialah membaca al-Qur’an dari surat pertama sampai surat terakhir sesuai dengan mushaf Uṡmani, baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama. Masa Nabi, istilah yang dipakai jenis khataman dalam konteks al-Qur’an sangat variatif, mulai mengkhatamkan satu ayat, beberapa ayat, rangkaian ayat-ayat terakhir dari sebuah surat dan mengkhatamkan satu surat penuh. Khataman dalam mujahadah Minggu Kliwon di JPPI Minhajul Muslim sebagai rutinitas setiap bulannya salah satu praktik keagamaan yang dilakukan oleh para santri. Membaca al-Qur’an menjadi nilai kebersamaan dalam suatu kelompok yang diimplementasikan dalam aktivitas keseharian. Oleh karenanya dari penulis mengkaji semacam ini karena perlu dilakukan untuk menambah wawasan keilmuan dalam Islam serta mengetahui pemaknaan dari pembacaan al-Qur’an dalam mujahadah.
Fokus pembahasan dari penelitian skripsi ini adalah terkait dengan praktik khataman al-Qur’an dalam mujahadah Minggu Kliwon dan makna praktik pembacaan al-Qur’an dalam mujahadah tersebut, baik makna bagi pengasuh, pengurus dan para santri JPPI Minhajul Muslim. Penelitian ini merupakan field research yang menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Adapun teknik pengumpulan data yang penulis gunakan yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Mengenai analisis data yang penulis gunakan, penulis memilih analisis deskriptif analitif, bertujuan supaya mengetahui alasan pembacaan ayat-ayat al-Qur’an dalam mujahadah Minggu Kliwon dan mencapai pemahaman terhadap hasil penelitian yang kompleks. Sedangkan teori yang digunakan sebagai sudut pandang penulis ialah teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim untuk meneliti praktik pembacaan al-Qur’an dalam mujahadah Minggu Kliwon.
Mujahadah Minggu Kliwon JPPI Minhajul Muslim merupakan ibadah yang dilakukan untuk proses pendekatan kepada Allah. Dalam pelaksanaannya mujahadah Minggu Kliwon dilaksanakan setiap selepanan (35 hari) yaitu pada hari Minggu Kliwon. Mujahdah tersebut diawali dengan mengkhatamkan al-Qur’an 30 juz, selanjutnya pembacaan dzikir bersama seperti tahlil dan racikan bacaan yang ada di dalam mujahadah seperti bacaan asmaul husna, shalawat, potongan ayat 87 surat al-Anbiya’, ayat 180-182 penutup surat as-Shāffat. Praktik tersebut merupakan salah satu tindakan sosial yang memilik makna, baik makna objektif, ekspresif maupun dokumenter. Makna objektif-nya adalah praktik tersebut merupakan salah satu peraturan atau kegiatan rutin santri JPPI Minhajul Muslim yang harus dilaksanakan. Makna ekspresif-nya antara lain sebagai sarana pembiasaan diri dekat dengan al-Qur’an, sarana memohon keberkahan dari pembacaan al-Qur’an dan bacaan mujahadah serta menentramkan hati. Sedangkan makna dokumenter-nya adalah disadari atau tidak disadari pembacaan al-Qur’an pada suatu mujahadah atau kegiatan lain sudah menjadi hal yang wajar. Karena praktik tersebut sudah ada sejak lama bahkan Nabi Muhammad saw. pun melaksanakan praktik tersebut
Mass of Malam Jumat Kliwon at Sendang Sriningsih: Sociological and Theological Insights
This research was conducted using qualitative methods. The method taken is to conduct interviews with 3 sources. This research is motivated by the author's interest in the Kliwon Friday night Mass at the Sendang Sriningsih Maria Cave, Dalem, Klaten. The author feels that the Kliwon Friday night Tirakatan Mass is a form of inculturation in the Catholic Church, specifically for Catholicism in the Sriningsih area. In this research, the author wants to look at the meaning of the Kliwon Friday night Mass for the people in Sriningsih. The theoretical framework that the author takes is to use the Javanese philosophy of life according to Suwardi Endraswara's book, Querida Amazonia Document which deals with inculturation, also from Gaudium et Spes which talks about the relationship of evangelism with culture. This research produces data that the people really feel the sincerity and solemnity of the Tirakatan Kliwon Friday Mass, even though there is no special ritual in the celebration. The absence of special rituals is not a barrier for people to meet and find God
Pola Kemitraan Petani Cabai Dengan Juragan Luar Desa (Studi Kasus Kemitraan di Desa Kucur, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang)
Permasalahan yang dihadapi petani cabai dengan skala kecil hingga saat ini menyangkut tentang kurangnya permodalan. Petani di Desa Kucur dominan memilih bermitra dengan juragan, khususnya juragan dari luar Desa Kucur dibandingkan mengakses bantuan permodalan perbankan atau lembaga keuangan lainnya. Tujuanpenelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan pola kemitraan antara juragan dari luar Desa Kucur dengan petani cabai di Desa Kucur, 2) Memahami cara juragan mempertahankan hubungan baik dengan petani mitra di Desa Kucur,3) Menjelaskan alasan petani cabai di Desa Kucur memilih bermitra dengan juragan dari luar Desa Kucur, dan 4) Menganalisis besar pembagian pendapatan usahatani petani mitra dan juragan dari luar Desa Kucur. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 27 petani dan 1 Orang Informan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis pendapatan usahatani, dan analisis pendapatan juragan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pola kemitraan antara Ibu RST sebagai juragan dari luar desa dengan petani mitra di Desa Kucur cenderung mengikuti pola kerjasama operasional agribisnis (KOA). Ibu RST mempertahankan hubungan baik dengan petani mitranya di Desa Kucur dengan cara berkomunikasi interaktif dan membangun sistem kerjasama yang baik dengan petani mitranya di Desa Kucur. Alasan petani memilih bermitra dengan Ibu RST karena kebutuhan modal usahatani dipenuhi seluruhnya oleh Ibu RST, proses peminjaman modal lebih mudah dengan adanya Bapak MSN sebagai perantara, dan kesediaan Ibu RST memberikan modal kepada petani mitranya yang sedang dalam masa sulit. Pada musim tanam 2015/ 2016 pendapatan usahatani petani mitra Ibu RST di Desa Kucur mencapai Rp35.100.558/ Ha. Sementara itu, pendapatan Ibu RST mencapai Rp4.912.428/ Ha
FARMER STRATEGY TOWARDS RISKS IN CHILI AGRIBUSINESS THROUGH INFORMAL PARTNERSHIP IN MAJU DISTRICT SIRAM VILLAGE MALANG REGENCY
KLIWON FRIDAY NIGHT TRADITION WITH OFFERS RELATED TO SOCIAL CONSTRUCTION ACCORDING TO THE THEORY OF PETER L BERGER (CASE STUDY; IN BANDENGAN VILLAGE)
Indonesia is a country with many traditions and cultures it is undeniable that many
Indonesian people from various tribes and races still preserve the culture called the region. In
the village of bandengan, some of the residents still believe in the tradition of the kliwon
Friday night by presenting an offering that is said to be able to bless his life or give safety to
the family he has left behind. In this article, the writer wants to know where did the tradition
of Friday night kliwon with offerings come from in the village of bandengan. This tradition
which is carried out once a month will impact the trust of those who believe in it. What is
certain is that this impact has cultural acculturation that has entered into Javanese Islam.
Acculturation has many elements of acculturation that invade Indonesia. In this study, the
authors use elements of cultural acculturation, Addis. This addition is an element of the old
culture which is combined whit the new culture to create new values that are beneficial to
society. This tradition does not just appear immediately, of course, through a process, and as
for the tradition, is this tradition related to social construction according to peter l Berger's
theory as the author wants to know. The purpose of writing this article is so that readers know
how readers respond to the tradition of Friday night kliwon in bandengan village with the
theory of peter l Berger. This study uses the results of interviews by researchers, observation
can also be interpreted as, specifically, observing or seeing, observing and listening to
understand, seek answers, and phenomena that exist in Islamic broadcasting institutions. In
this case, the researchers tried to observe the phenomenon of cultural acculturation in the
village. This study also applies data collection techniques through desk research, meaning that
the author collects data, references, and documents as well as various sources related to the
topic given by the researcher. Which later resulted in research on the origins of the tradition,
beliefs in the village of Bandengan, the meaning and process of the occurrence of the
tradition, and the relationship with the construction theory of Peter I Berger's social
interaction with the tradition of offering offerings on Kliwon Friday night
Adopsi dan Difusi Inovasi Budidaya Melon (Cucumis Melo L.) dengan Teknologi Greenhouse di Kecamatan Wates Kabupaten Blitar.
RINGKSAN
Riza Dwi Cahyani. 216040401111006. Adopsi dan Difusi Inovasi Budidaya Melon (Cucumis Melo L.) dengan Teknologi Greenhouse di Kecamatan Wates Kabupaten Blitar. Di bawah bimbingan Prof.Dr.Ir. Kliwon Hidayat, MS dan Dr. Asihing Kustanti, S.Hut., M.Si.
Melon merupakan komoditas hortikultura yang memiliki peluang besar dan menjanjikan. Hal ini dikarenakan, nilai jual benih maupun buahnya cukup tinggi dibandingkan komoditas hortikultura yang lainnya (Prajnanta, 2004). Konsumsi
melon semakin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk
Indonesia yang membutuhkan buah segar sebagai salah satu sumber gizi seharihari
(Sobir dan Siregar, 2010). Tingkat konsumsi melon meningkat mendorong
permintaan buah melon terus meningkat. Oleh karena itu petani perlu melakukan
peningkatan produksi melon yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan melon
para konsumen. Upaya dalam meningkatkan produksi melon, petani perlu
melakukan adopsi inovasi. Salah satu inovasi yang dilakukan petani melon di
Kecamatan Wates Kabupaten Blitar dalam meningkatkan produksi dan kualitas
melon dengan cara mengadopsi inovasi rumah kaca dalam budidaya tanaman.
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menganalisis proses adopsi inovasi
rumah kaca, (2) menganalisis proses difusi inovasi rumah kaca dalam budidaya
melon di Kecamatan Wates dan (3) menganalisis pendapatan petani melon yang
menerapkan inovasi rumah kaca dan yang tidak mengadopsi inovasi greenhouse.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode gabungan. Teknik
penentuan informan kunci menggunakan teknik purposive sampling dan informan
pendukung menggunakan sampling bola salju. Sedangkan untuk teknik penentuan
sampel kuantitatif menggunakan propotional random sampling. Metode
pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan studi
literatur. Metode analisis data kualitatif menggunakan model interaktif Miles
Huberman dan Saldana (2014), sedangkan untuk data kuantitatif metode analisis
pendapatan dan kelayakan usahatani. Metode keabsahan data dengan triangulasi
sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adopsi inovasi rumah kaca di
Kecamatan Wates dimulai dari petani tertarik untuk melakukan inovasi karena
melihat kondisi sekitar yang menghadapi beberapa masalah akibat adanya
perubahan iklim. Petani mencari solusi dari permasalahan tersebut dengan cara
mencari informasi mengenai inovasi rumah kaca dalam budidaya melon dengan
cara berdiskusi bersama dan mencari informasi melalui buku, literatur dan media
youtube. Petani tertarik dengan inovasi rumah kaca setelah mengumpulkan
informasi dari berbagai sumber dan melihat secara langsung proses budidaya
melon. Petani menganggap rumah kaca memiliki banyak keunggulan dan sesuai
dengan kebutuhan petani di Kecamatan Wates. Namun, ada beberapa petani
terkendala dalam permodalan. Ada pula petani yang menolak mengadopsi rumah
kaca karena petani menganggap rumah kaca memperlukan modal awal yang
besar dan hanya dapat digunakan untuk budidaya tanaman tertentu. Pada
awalnya petani melakukan uji coba menerapkan rumah kaca dengan luasan yang
relatif kecil. Kemudian seiring waktu sebagian besar petani mengimplementasikan
inovasi rumah kaca pada skala yang lebih luas. Namun, ada pula petani yang tidak
melanjutkan inovasi rumah kaca karena petani kurang dapat mengelola keuangan,
penurunan fungsi plasitik UV serta kondisi lahan yang mengalami penurunan
kesuburan akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan. Inovasi rumah kaca
dalam budidaya melon mulai hadir pada tahun 2016. Inovasi rumah kaca dalam
budidaya melon diinisiasi oleh salah satu petani. Pada awal perkembangan inovasi
vi
ix
rumah kaca diperkenalkan dengan cara getuk tular. Petani juga memperkenalkan
inovasi rumah kaca dan memasarkan produk melon yang dihasilkannya melalui
media sosial seperti whatsapp, facebook, instagram, tiktok dan youtube. Melalui
media sosial tersebut banyak mitra yang ingin bergabung dan mengembangkan
inovasi rumah kaca di daerahnya. Pemerintah juga ikut serta dalam
memperkenalkan produksi melon yang dihasilkan di dalam rumah kaca dengan
cara menyelenggarakan acara agro festival dan bazar di Kabupaten Blitar.
Penyebaran inovasi rumah kaca semakin pesat, sehingga menarik media
pertelevisian untuk ikut meliput petani dalam proses budidaya melon di dalam
rumah kaca. Pendapatan petani melon yang menerapkan rumah kaca lebih tinggi
57,39% dibandingkan petani melon yang tidak menerapkan rumah kaca dengan
selisih Rp18.180.758,34. Budidaya melon dengan menggunakan inovasi rumah
kaca maupun tidak menggunakan rumah kaca memiliki nilai R/C ratio lebih dari 1
yang artinya keduanya layak untuk dikembangkan
KETERAMPILAN MENULIS PANTUN MELALUI STRATEGI KARTU SORTIR (CARD SORT) PADA SISWA SEKOLAH DASAR
Abstract : The purpose of this research is to improve writting skill of the pantun with card sort strategy in fourth grade students Sampangan No. 26 of elementary school in Pasar Kliwon in the academic year 2016/2017. The form of this research was classroom action research, lasted for two cycle and each cycle consisting of four phases namely : planning, action, evaluation and reflection. subject in this research were the teacher and the fourth grade of Pasar Kliwon Elementary School, totaling 25 children. The data used is information from sources; the are teacher, students and observer. Data collection techniques used are observation, interview, test and documentation. To test the validity of the data, using content validity and triangulation (data triangulation and technique triangulation). Data analysis techniques used the interactive model of analysis (Miles & Huberman) comprising three components, namely: data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of the research show that in each cycle there is an improvement in the writting skill of the pantun. Prior to the treatment, the class average score is only 61,8. Following the treatment, it becomes 72,5 in Cycle I, and 80,92 in Cycle II respectively. In addition, prior to the treatment the number of students who fulfilled the minimal completeness criteria (>70) is 7 (28%). Following the treatment, it becomes 15 (60%) in Cycle I and 21 (84%) in Cycle II respectively. Based on the results of the research, a conclusion is drawn that the application strategy of the Card Sort can improve the writting skill of the pantun of the students in fourth grade students of Sampangan No. 26 elementary school in Pasar Kliwon in the academic year 2016/2017. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan menulis pantun melalui penerapan stategi kartu sortir (Card Sort) siswa kelas IV SDN Sampangan No. 26 Pasar Kliwon tahun ajaran 2016/2017.Bentuk penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak dua siklus dan tiap siklus berlangsung selama dua pertemuan. Tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi/pengamatan, dan tahap refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Kota Surakarta tahun ajaran 2016/2017, berjumlah 25 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan validitas isi dan triangulasi (trianggulasi sumber dan triangulasi teknik). Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif (Miles&Huberman) yang terdiri dari tiga komponen yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan data peningkatan keterampilan menulis pantun siswa pada setiap siklus. Nilai rata-rata nilai rata-rata kelasnya hanya mencapai 61,8 nilai rata-rata kelas naik menjadi 72,5 pada siklus I, dan pada siklus II rata-rata kelasnya meningkat menjadi 80,92. Sebelum dilaksanakan tindakan, siswa yang memperoleh nilai di atas KKM (≥70) sebesar 28% atau sebanyak 7 siswa, pada siklus I meningkat menjadi 60% atau sejumlah 15 siswa, dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 84% atau sejumlah 21 siswa. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan stategi kartu sortir (Card Sort) dapat meningkatkan keterampilan menulis pantun siswa kelas IV SDN Sampangan No. 26 Pasar Kliwon tahun ajaran 2016/2017.Kata Kunci : Stategi Kartu Sortir (Card Sort), keterampilan menulis, pantun
KAJIAN STRUKTUR SOSIAL MASYARAKAT NELAYAN DI EKOSISTEM PESISIR
Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perubahan sosial masyarakat dan dinamika kapasitas ruang dan titik kritis struktur sosial dalam ekosistem pesisir. Penyebab utama perubahan struktur adalah masuknya unsur-unsur pembentuk struktur dari luar (individu, sistem), atau karena meningkatnya akses masyarakat terhadap perubahan di lingkungan lokal, maupun di lingkungan sosial luarnya. Dinamika kapasitas ruang struktur sosial di ekosistem pesisir Karanggongso selama masa pengamatan dapat dijelaskan melalui dua indikator penting, obyektif dan subyektif. Titik kritis ada yang berlaku secara umum, dan ada yang berlaku secara khusus. Penelitian ini menjelaskan bahwa teori evolusi berpeluang besar untuk disintesakan dengan teori-teori lain seperti teori konflik, ekuilibrium, dan teori timbul –tenggelam. Proses sistesa ini merupakan langkah opearasional pemetaan teori skematis yang dilakukan oleh Appelbaum. Dinamika struktur sosial sangat penting diketahui oleh pemeritah dan LSM, yang mana mereka memiliki perencanaan pembangunan dalam masyarakat nelayan. Kata kunci: struktur sosial, evolusi, kapasitas ruang, titik kritis ABSTRACT Research aim is to analyse any social changes and dynamic of space capacity and critical point of social structure in coastal ecosystem. The main factor of structural change is external factor of structural formation (individu , system), or increase of community access to the change of local social environment, and external social environment. Dynamics of space capacity of social structure in coastal ecosystem of Karanggongso during periode of research can be explained through the two indicators, objective and subjective. There are a general critical point and a special critical point. This results explain that a evolution theory suggest a high possibility to be synthesized with any other theories, e.g. a conflict theory, an equilibrium theory, and a “timbul-tenggelam” theory. The synthesis process is an operational stage in a schematic mapping of theories by Appelbaum. Dynamics of social structure must be known bt any goverment and NGO, which have any development plans in the fisherman community. Keywords: social change, space capacity, critical point, coastal ecosystem.</p
Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Juni 2024. Evaluasi Program Padat Karya Tunai Desa di Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro,
Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) adalah program pemerintah yang
bertujuan untuk mengurangi tingkat kemiskinan di desa. PKTD merupakan
kegiatan yang difokuskan pada pemberdayaan masyarakat desa, terutama yang
berada dalam kondisi miskin dan marginal. Program ini memiliki sifat yang
produktif dengan menekankan penggunaan sumber daya, tenaga kerja, dan
teknologi lokal untuk memberikan tambahan upah atau pendapatan kepada
peserta. Tujuan dari PKTD adalah meningkatkan daya beli, mengurangi tingkat
kemiskinan, dan secara bersamaan mendukung upaya penurunan angka
stunting.
Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) diluncurkan pada tahun 2018
harapannya adalah semua desa dapat memahami dan melaksanakan program
tersebut secara maksimal, namun dalam pelaksanaannya banyak permasalahan
yang muncul, diantaranya, Perencanaan kurang baik, Hasil pekerjaan dari
program PKTD kurang berkualitas, Program PKTD tidak menguntungkan Kepala
Desa dan Tim Pelaksana Kegiatan, Perencanaan Pembangunan masih kesulitan
dalam mengimplementasikan program PKTD, sasaran program PKTD yang
belum terdata dengan baik serta PKTD tidak dapat diterapkan pada semua
kegiatan pembangunan sarana dan prasarana desa.
Untuk menganalisis permasalahan yang terjadi dari Program Padat Karya
Tunai Desa peneliti melakukan penelitian agar bemanfaat bagi stake holder,
Penelitian ini menggunakan pendekatan Mix Methods dengan menggabungkan
dua pendekatan yaitu Kuantitatif dan kualitatif.
Penelitian ini menggunakan purposive sampling. Teknik purposive sampling
melibatkan pemilihan subjek penelitian berdasarkan pertimbangan khusus dan
tidak secara acak, dengan harapan dapat mendapatkan sampel yang sesuai
dengan kriteria yang relevan dengan tujuan penelitian. Teknik pengumpulan data
dilakukan dengan cara Kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Input Program Padat Karya Tunai Desa dalam penelitian ini melalului
beberapa tahapan yaitu Tahap Perencanaan, Tahap ini merupakan tahap
terpenting dalam pelaksaan Program PKTD di Desa Gayam yaitu melalui
penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP), adapun penyusunan RKP
sendiri melalui beberapat tahapan yaitu: 1) Musyawarah Perencanaan
Pembangunaan (PPD) 2) Musyawarah Tim Penyusun, Pengukuran lokasi
Pembangunan dan pembuatan RAB semua Kegiatan 3) Musyawarah
Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 4) Musyawarah Desa Penetapan
Rencana Kerja Pemerintah Desa. kemudian tahapan pelaksanaan yang
dilakukan di bulan April dan Bulan Juli.
Keterlibatan Keluarga miskin dan marjinal: berdasarkan keikutsertaan
Kepala Keluarga dan anggota keluarga yang mengikuti sebanyak 30 orang
responden dengan persentase 42,85 %, sedangkan KK dan anggota keluarga
yang tidak mengikuti Program sebanyak 40 orang responden dengan persentase
sebesar 57,15 %. Implementasi Program: Kegiatan pembangunan Drainase Verocement dan
tembok penahan tanah diikuti masing masing sebanyak 16 orang responden
dengan persentase masing masing sebesar 27%, hal ini didasarkan pada lokasi
yang dibangun untuk kegiatan tersebut yaitu di Dusun Sumurpandan, kemudian
yang berlokasi di Dusun Gayam yaitu kegiatan JUT sebanyak 14 orang dengan
persentase sebesar 23%. Sedangkan mengenai siapa yang meminta untuk ikut
terlibat dalam program PKTD tersebut adalah Tim Pelaksana Kegiatan, sebanyak
30 orang responden diajak oleh tim pelaksana kegiatan dengan persentase
sebesar 100% dari keluarga miskin yang terlibat, adapun Kepala Desa maupun
Perangkat Desa tidak ikut mengajak.
Keluaran Program: dapat disimpulkan bahwa upah yang diterima KK miskin
yang terlibat adalah Rp. 3.825.000 14 Orang KK dan Rp. 4,750,000, dengan
demikian jika dihitung rata rata adalah Rp. 4,287,000.
Dampak program dan prasarana yang dibangun: sangat bermanfaat dan
infrastruktur yang diselesaikan dapat bermanfaat pula untuk masyarakat luas,
Jalan Usaha Tani untuk memudahkan transportasi hasil pertanian, meningkatkan
nilai tanah, mempercepat waktu tempuh perjalanan, Tembok Penahan Tanah
bermanfaat mencegah longsor, melindungi lahan pertanian dari erosi,
mengurangi resiko kerusakan infrastruktur, Drainase Verocement untuk
mencegah banjir, meningkatkan kualitas jalan, meningkatkan kesehatan
lingkungan.
Keterlibatan keluarga miskin dan marginal dalam Program Padat Karya
Tunai Desa di Desa Gayam masih tergolong rendah, yaitu 42,7 % perempuan
dan anggota keluarga belum diikutkan.
Perencanaanya cukup baik dan sesuai dengan ketentuan namun belum
sepenuhnya sesuai dengan Juknis, adapun dalam tahap pelaksanaanya
Pemerintah Desa Gayam memilih ketika pada saat setelah panen sehingga
dapat mengurangi pengangguran, masih membutuhkan pendampingan kusus
untuk mewujudkan program ini bisa berjalan dengan maksimal.
Outputnya, upah yang diterima oleh penerima manfaat program banyak dan
cukup untuk menjadi tambahan penghasilan, untuk membeli beras, mencukupi
kebutuhan lainya seperti minyak goreng, pakaian dan kebutuhan lain yang
dipandang perlu serta untuk membayar hutang
Dampak yang dirasakan, secara umum peserta program padat karya sangat
merasakan kemanfaatan dari program tersebut baik dari penghasilan maupun
dari sisi kemanfaatan Infrastruktur. Pemerintah Desa agar memperluas
pesertanya, lebih inten dalam berkomunikasi dalam proses perencanaan dan
pelaksanaan dengan pendamping dan menaikkan upah sehingga HOK lebih dari
30
- …
