31 research outputs found
PENINGKATAN SOFT SKILL KEWIRAUSAHAAN SISWA MA MELALUI PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS BLOG
Abstrak: Dalam rangka meningkatkan soft skill kewirausahaan siswa MA PK Wachid Hasyim Surabaya, sebuah program pelatihan kewirausahaan diadakan dengan melibatkan 83 siswa dan didampingi oleh 8 guru. Program ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa menghadapi tuntutan dunia bisnis yang semakin kompleks. Melalui program ini, diharapkan siswa dapat mengembangkan kemampuan kewirausahaan yang meliputi integritas, komunikasi, kesopanan, tanggung jawab, keterampilan sosial, sikap positif, profesionalisme, fleksibilitas, kerja tim, dan etos kerja. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan kewirausahaan siswa, dengan persentase peningkatan skill mencapai 40%. Kegiatan ini melibatkan serangkaian tahap, dimulai dari pra kegiatan yang meliputi analisis kebutuhan, perencanaan pelatihan, hingga implementasi penggunaan platform blog. Selama kegiatan inti, siswa didampingi untuk memahami konsep desain dan penulisan blog, menguasai teknis penggunaan platform, serta mengembangkan kemampuan kreatif dalam merancang tata letak dan menghasilkan konten yang informatif. Selanjutnya, monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala untuk mengukur dampak program, yang menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam literasi digital dan kreativitas siswa.Abstract: In order to enhance the entrepreneurial soft skills of MA PK Wachid Hasyim Surabaya students, an entrepreneurship training program was conducted involving 83 students and accompanied by 8 teachers. This program aims to prepare students to face the demands of an increasingly complex business world. Through this program, it is expected that students can develop entrepreneurial skills including integrity, communication, etiquette, responsibility, social skills, positive attitude, professionalism, flexibility, teamwork, and work ethic. Evaluation results show a significant improvement in students' entrepreneurial skills, with a 40% increase in skill levels. The activities involve a series of stages, starting from pre-activities which include needs analysis, training planning, to the implementation of blog platform usage. During the core activities, students are assisted in understanding the concepts of blog design and writing, mastering the technical use of the platform, and developing creative skills in designing layouts and producing informative content. Furthermore, monitoring and evaluation are conducted periodically to measure the program's impact, showing a significant improvement in students' digital literacy and creativity
REVITALISASI PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM GERAKAN LITERASI NASIONAL: STUDI PADA PROGRAM KAMPUNG LITERASI
In the implementation of literacy practice launched by the government, not all policy makers understand the culture of literacy. Due to the lack of understanding and participation by the community in the success of the literacy program, it is only considered as only limited to reading and writing. It has been proven from the fact in the society that not all community library are crowded by visitors. This is a qualitative descriptive study which is intnended to elaborate the community participation in literacy village. Based on the results of the research, it was found that the need for village government participation in the optimization of literacy programs.Dalam implementasi program literasi yang dicanangkan oleh pemerintah, tidak semua pemangku kebijakan memahami benar budaya literasi. Selain itu kurangnya peran serta masyarakat dalam menyukseskan program litersi, mengakibatkan rendahnya pemahaman bahwa literasi hanya terbatas tentang membaca dan menulis saja. Hal ini dibuktikan dari tidak semua Taman Baca Masyarakat (TBM) ramai pengunjung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk memaparkan revitalisasi peran masyarakat menyukseskan gerakan literasi di kampung literasi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa perlunya peran serta pemerintah desa dalam optimalisasi program literasi,
Pengembangan Panduan Pelatihan Efikasi Diri dalam Hubungan Pertemanan melalui Strategi Experiential Learning bagi Siswa SMP
ABSTRAK Rachmawati, Layli Novita. 2016. Pengembangan Panduan Pelatihan Efikasi Diri dalam Hubungan Pertemanan melalui Strategi Experiential Learning bagi Siswa SMP.Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Prof. Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd., (2) Drs. H. Harmiyanto, M.Pd. Kata kunci: pengembangan panduan, efikasi diri, hubungan pertemanan, experiential learning Remaja tingkat SMP banyak yang mengalami ketidakyakinan dalam dirinya, termasuk ketidakyakinan dalam hubungan dengan teman sebaya. Banyak siswa merasa minder, ragu, tidak percaya diri, menutup diri dari pertemanan bahkan memilih-milih teman sesuai keadaan dirinya. Permasalahan tersebut berdampak pada perkembangan sosial yang kurang optimal. Oleh karena itu, diperlukan alternatif layanan yang dapat membantu siswa dalam meningkatkan keyakinan diri dalam hubungan pertemanan dalam bentuk pelatihan dengan strategi experiential learning. Penelitian bertujuan untuk menghasilkan panduan pelatihan efikasi diri dalam hubungan pertemanan melalui strategi experiential learning bagi siswa SMP. Melalui panduan pelatihan ini diharapkan konselor dapat mengunakannya sebagai media dalam memberikan layanan bimbingan pribadi-sosial khususnya dalam meningkatkan keyakinan diri siswa di dalam hubungan pertemanan. Panduan pelatihan ini adalah bahan ajar berbasis buku cetak yang berisi materi, langkah kegiatan pelatihan, serta evaluasi. Prosedur penelitian dan pengembangan panduan pelatihan efikasi diri dalam hubungan pertemanan ini mengadaptasi pengembangan Borg and Gall (1983) yang dilakukan dalam 3 tahapan yaitu, (1) perencanaan pengembangan produk, (2) pengembangan produk, dan (3) uji coba Produk. Subjek uji ahli terdi-ri dari ahli materi, ahli perancangan produk dan calon pengguna produk (konselor dan siswa). Disamping itu dilakukan uji keefektifan produk melalui uji wilcoxon didapatkan hasil Z sebesar -2,201b dan nilai Asymp.sig. (2-tailed) sebesar 0,028. Karena nilai 0,028 < 0,05 dapat disimpulkan bahwa pelatihan efikasi diri dalam hubungan pertemanan melalui strategi experiential learning terbukti efektif. Berdasarkan hasil analisis data penilaian ahli dan calon pengguna serta revisi-revisi yang dilakukan sesuai dengan saran dan masukan terhadap produk ini, dapat disimpulkan bahwa panduan pelatihan ini memenuhi kriteria keberterimaan secara teoritik dan praktik dengan baik dan terbukti efektif dalam meningkatkan efikasi diri siswa di dalam hubungan pertemanan. Hasil produk panduan pelatihan ini dapat diajukan beberapa saran. Saran bagi konselor yaitu menggunakan panduan sebagai media dalam layanan bimbingan pribadi-sosial kepada siswa khususnya dalam meningkatkan efikasi diri di dalam hubungan pertemanan. Peneliti selanjutnya, format penilaian oleh ahli dan calon pengguna dapat diperhatikan secara rinci karena penilaian isi/content produk oleh masing-masing ahli maupun pengguna tidaklah sama. Selain itu, dalam pengembangan selanjutnya, tampilan serta content panduan perlu juga diperhatikan secara rinci sehingga tidak banyak perbaika
PENGEMBANGAN PANDUAN PELATIHAN EFIKASI DIRI DALAM HUBUNGAN PERTEMANAN MELALUI STRATEGI EXPERIENTIAL LEARNING BAGI SISWA SMP
Abstract: The research aims to develop self-efficacy training guides in friendship through experiential learning strategies for junior high school students, so that the counselor can use it as a media of social guidance services for the student especially to improve his confidence in the friendship. This training guide is printed teaching materials containing substance, operational measures, and the evaluation. The procedur of this developmental research is adapted from Borg and Galls (1983) which did in 3 step; 1) plannin;(2) developmental product; and (3) try out of the product. Based on the results of data analysis from expert assessment and potential users as well as revisions that are made in accordance with the advice and input to the product, it can be concluded that this training guide meets the good acceptance criteria and effectively proven in improving students self-efficacy in peer friendships.
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan panduan pelatihan efikasi diri dalam hubungan pertemanan melalui strategi experiential learning bagi siswa SMP, sehingga konselor dapat menggunakannya sebagai media dalam memberikan layanan bimbingan pribadi-sosial kepada siswa khususnya dalam meningkatkan keyakinan diri di dalam hubungan pertemanan. Panduan pelatihan ini adalah bahan ajar berbasis buku cetakan yang berisi materi, langkah kegiatan, serta evaluasi.Prosedur penelitian dan pengembanganpanduan pelatihan efikasi diri dalam hubungan pertemanan ini mengadaptasi pengembangan Borg and Gall (1983) yang dilakukan dalam 3 tahapan yaitu, (1) perencanaan pengembangan produk, (2) pengembangan produk, dan (3)Uji Coba Produk. Berdasarkan hasil analisis data penilaian ahli dan calon pengguna serta revisi-revisi yang dilakukan sesuai dengan saran dan masukan terhadap produk ini, dapat disimpulkan bahwa panduan pelatihan ini memenuhi kriteria keberterimaan yang baik dan terbukti efektif dalam meningkatkan efikasi diri siswa didalam hubungan pertemanan sebaya
Evaluating the effectiveness of reading logs in early literacy programs: a case study of a rural elementary school in Indonesia
The purpose is to evaluate the effectiveness of reading logs and identify alternative literacy activities that are developmentally appropriate for young learners. Using a qualitative case study design, data were collected through classroom observations, document analysis, semi-structured interviews with teachers and librarians, and focus group discussions with students. The findings reveal that while reading logs offer structure for reading practice, they present cognitive, emotional, and practical challenges that reduce students’ reading motivation and comprehension. Many students struggled with summarization tasks, often viewing the logs as a burden. In contrast, alternative activities such as interactive storytelling, drawing, peer discussions, and digital tools were found to be more engaging and effective. The study concludes that integrating diverse and interactive literacy activities better supports early literacy development and fosters a more positive reading experience for young learners
Implementasi Budaya Literasi di Sekolah Dasar melalui Optimalisasi Perpustakaan: Studi Kasus di Sekolah Dasar Negeri di Surabaya
Sejak mendeklarasikan sebagai Kota Literasi, Pemerintah Kota Surabaya terus menggenjot program gerakan literasi secara terstruktur di elemen masyarakat mulai dunia pendidkan hingga masyarakat awam di level rukun warga (RW). Salah satu kebijakan yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya adalah pemberlakuan kurikulum wajib baca (KWB) di sekolah dasar di seluruh wilayah Surabaya serta optimalisasi perpustakaan sebagai sarana sentral guna mendukung gerakan literasi sekolah (GLS). Studi kasus ini melibatkan pengelola sekolah sebagai pengampu kebijakan, pengelola perpustakaan, siswa, hingga masyarakat sekitar sebagai upaya mengaktualisasi implementasi gerakan literasi sekolah melalui optimalisasi perpustakaan di sekolah dasar. Hasil dari studi ini menjadi landasan pengelola sekolah dasar guna mengoptimalkan gerakan literasi sekolah dasar, khususnya dengan mengoptimalkan fungsi perpustakaan sekolah dan swadaya masyarakat
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMAN 2 KOTA BENGKULU MELALUI EKSTRAKULIKULER RISMA AL-ASHR
The purpose of this study is to determine the activities and achievements of learning contained in RISMA AL ASHR, what are the supporting and inhibiting factors and know the efforts to improve student achievement through extracurricular RISMA AL ASHR. This type of research uses qualitative descriptive qualitative research method (qualitative research). Infor- mants of this study are 10 RISMA AL ASHR Board, 5 PAI Teachers and 2 Pementors. This research takes time during March s.d June 2017. The data collection procedure of researcher use observation, interview and documentation. Data analysis that researchers do is through the stages of data collection, data reduction, display data and conclusions. From the results of the research so far it can be concluded that the activities of RISMA has run entirely, except for 1 rabbana activities that did not happen. What is interesting is that RISMA managers and builders always carry out an evaluation of the implementation of RISMA activities, this is very much related to forming students who excel as outputs. So that output is a proof of the number of outstanding students in RISMA. The prominent learning achievement in this RISMA student in the form of academic achieve- ment and nonakademi
Pengembangan E-Learning Mata Kuliah Profesi Keguruan Berbasis Moodle Untuk Model Blended Learning Di Universitas Islam Malang
Abstract: This study aims to develop E-Learning of “Mata Kuliah Profesi Keguruan†to be Blended Learning subjects. The method used in this research is the development research method using the ADDIE (Analysis-Design-Develop-Implement-Evaluate) model. Based on the results of the study, it can be concluded that e-learning of “Mata Kuliah Profesi Keguruan†has met the validity criteria with a value of 97.093% from expert validators. The product trial results with students obtained a positive response that is equal to 90% with the criteria of "very good".
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-Learning pada Mata kuliah Profesi Keguruan menjadi mata kuliah Blended Learning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian pengembangan dengan model ADDIE (Analysis-Design-Develop-Implement-Evaluate). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa e-learning mata kuliah Profesi Keguruan telah memenuhi kriteria kevalidan dengan nilai 97,093% dari validator ahli. Hasil uji coba produk dengan mahasiswa diperoleh respon yang positif yaitu sebesar 90% dengan kriteria “sangat baikâ€Â
Pengembangan E-Learning Mata Kuliah Profesi Keguruan Berbasis Moodle Untuk Model Blended Learning Di Universitas Islam Malang
[ARCHIVES] Copyright Article from : Jurnal Bidang Pendidikan DasarPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-Learning pada Mata kuliah Profesi
Keguruan menjadi mata kuliah Blended Learning. Metode yang digunakan dalam penelitian
ini yaitu metode penelitian pengembangan dengan model ADDIE (Analysis-Design-Develop Implement-Evaluate). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa e-learning mata
kuliah Profesi Keguruan telah memenuhi kriteria kevalidan dengan nilai 97,093% dari
validator ahli. Hasil uji coba produk dengan mahasiswa diperoleh respon yang positif yaitu
sebesar 90% dengan kriteria “sangat baik”
Gerakan Literasi Sekolah Dan Lingkungan Kaya Teks Di Sekolah “Studi Asesmen Diri Sekolah Menengah Pertama Di Surabayaâ€Â
Abstract: Based on the results of the tests conducted by PISA in 2012 and 2015, there were no significant differences in the ability of students in Indonesia, of which has been still relied on the lower ranks. Even though the school literacy movement (SLM) has been promoted by the government since then, there tends shows a lot of problems and neglect factors related to school policy-makers and the teachers. This self-evaluation study was carried out by involving private secondary school levels in Surabaya to study the achievements of the implementation of the SLM in their school, in particular related with the creation of text-rich environment. The results of this study are expected to provide preliminary research findings on a text-rich environment for the success of GLS in Surabaya. In addition, reflections involving teachers provide an understanding of the concept of literacy among teachers still based on reading and writing activities, not on information literacy and so on. The limitations of this understanding make the development of a text-rich environment in schools very minimal.
Abstrak: Berdasarakn hasil tes yang dselenggarakan oleh PISA di tahun 2012 dan 2015 tidak ada perbedaan yang menonjol dalam kemampuan literasi siswa di Indonesia, dan Indonesia masih berada pada peringkat bawah. Sekalipun gerakan literasi sekolah (GLS) sudah digalakkan, tampaknya masih banyak masalah dan kealpaan informasi terkait dengan budaya literasi di sekolah, baik pemangku kebijakan sekolah maupun guru. Penelitian evaluasi diri ini dilaksanakan dengan melibatkan sekolah menengah swasta di Surabaya untuk mengetahui capaian pelaksanaan GLS, terutama penciptaan lingkungan kaya teks. Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu memberikan pemetaan awal penciptaan lingkungan kaya teks terhadap kesuksesan GLS di Surabaya. Selain itu, refleksi yang melibatkan guru memberikan gambaran bagaimana pemahaman konsep literasi di antara guru masih berpatok pada aktivitas membaca dan menulis, belum pada literasi informasi dan seterusnya. Keterbatasan pemahaman ini membuat pengembangan lingkungan kaya teks di sekolah juga terlamba
