135 research outputs found
Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Ajaran Sunan Gunung Djati Menurut Buku Biografi Sunan Gunung Djati Sang Penata Agama di Tanah Sunda Karya Wawan Hernawan dan Ading Kusdiana
Efendi, Miftakhul Huda. 2022. Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Ajaran Sunan Gunung Djati Menurut Buku Biografi Sunan Gunung Djati Sang Penata Agama di Tanah Sunda Karya Wawan Hernawan dan Ading Kusdiana. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Dr. H. Moh. Munir, Lc., M.Ag.
Kata kunci : Nilai-nilai, Pendidikan Islam, dan Ajaran Sunan Gunung Djati
Nilai pendidikan Islam merupakan perintah atau keyakinan untuk bertindak sesuai dengan ajaran Islam untuk menghasilkan manusia yang terpelajar dan bermoral. Nilai pendidikan bisa kita ambil dari suatu ajaran yang sesuai dengan pedoman Islam yaitu al-Qur’an dan Hadist. Terdapat juga dalam ajaran Pendidikan Islam suatu tokoh seperti Sunan Gunung Djati. Sunan Gunung Djati merupakan seorang wali yang mengajarkan ajaran pendidikannya berupa ilmu pengetahuan seperti Al-Qur’an dan Hadis, Tasawuf, serta Islamisasi tradisi. Dan dalam penyampaian pendidikannya menggunakan metode yang mudah diterima oleh masyarakat. Nilai pendidikan yang diajarkan oleh sunan Gunung Djati tertuang dalam ipat-ipat, wewekas, serta petatah petitih yang didalamnya berisi tentang anjuran dan larangan dalam hal akidah atau keyakinan, anjuran tentang ibadah, dan juga perintah dan larangan untuk selalu berbuat baik kepada Allah dan sesama. Dalam Buku Biografi Sunan Gunung Djati Sang Penata Agama Di Tanah Sunda Karya Wawan Hernawan Dan Ading Kusdiana dibahas secara rinci terkait dengan ajaran pendidikan sunan Gunung Djati khususnya pada nilai-nilai pendidikan Islam seperti I’tiqodiyah, Amaliyah, dan Khulūqiya.
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Nilai-nilai Pendidikan Islam I’tiqodiyah dalam ajaran sunan Gunung Djati Menurut Buku Biografi Sunan Gunung Djati Sang Penata Agama Di Tanah Sunda Karya Wawan Hernawan Dan Ading Kusdiana (2) Nilai-nilai Pendidikan Islam Amaliyah dalam ajaran sunan Gunung Djati Menurut Buku Biografi Sunan Gunung Djati Sang Penata Agama Di Tanah Sunda Karya Wawan Hernawan Dan Ading Kusdiana (3) Nilai-nilai Pendidikan Islam Khulūqiya dalam ajaran sunan Gunung Djati Menurut Buku Biografi Sunan Gunung Djati Sang Penata Agama Di Tanah Sunda Karya Wawan Hernawan Dan Ading Kusdiana.
Penelitian ini dikategorikan dalam jenis penelitian kepustakaan (library research) atau “kualitatif literal”. Oleh karena itu teknik pengumpulan data yang tepat pada penelitian ini adalah kepustakaan yaitu teknik yang digunakan dalam pengumpulan data literer yang berarti mengumpulkan bahan-bahan pustaka yang berhubungan dengan objek pembahasan yang dimaksud. Dalam menganalisis data yang telah diperoleh tersebut adalah metode content Analysis atau biasa disebut dengan istilah “analisis isi”.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Nilai-nilai Pendidikan Islam I’tiqodiyah dalam ajaran sunan Gunung Djati Menurut Buku Biografi Sunan Gunung Djati Sang Penata Agama Di Tanah Sunda Karya Wawan Hernawan Dan Ading Kusdiana adalah pemahaman Al-Qur’an dan Hadis, Tasawuf, dan Gagasan Pesantren. (2) Nilai-nilai Pendidikan Islam Amaliyah dalam ajaran sunan Gunung Djati Menurut Buku Biografi Sunan Gunung Djati Sang Penata Agama Di Tanah Sunda Karya Wawan Hernawan Dan Ading Kusdiana yaitu terdapat dalam pemahaman Al-Qur’an dan Hadis dan Islamisasi Tradisi. (3) Nilai-nilai Pendidikan Islam Khulūqiya dalam ajaran sunan Gunung Djati Menurut Buku Biografi Sunan Gunung Djati Sang Penata Agama Di Tanah Sunda Karya Wawan Hernawan Dan Ading Kusdiana yaitu Pesan berbuat baik dan larangan berbuat buruk serta tatanan etika
Seabad Persatuan Ummat Islam (1911-2011)
merupakan disertasi Wawan Hernawan yang berisi tentang Latar Belakang dan Perkembangan Persatuan Ummat Islam dari 1911-2011. Setelah berhasil mempertahankan Doktornya, disertasi ini dibukukan dengan menyimpulkan; Pertama, Persatuan Ummat Islam adalah nama baru bagi dua organisasi massa Islam Madjlisoel ‘Ilmi dan Al-Ittihadijatoel Islamijjah yang telah berdiri sejak masa pemerintah Hindia Belanda. Kedua organisasi itu melakukan fusi, karena terdapat kesamaan dalam pemahaman keagamaan, pemikiran, dan gerakan sebagai organisasi kaum muslim modernis.
Kedua, dalam perkembangannya Persatuan Ummat Islam telah menunjukkan peranannya di masyarakat bukan hanya dalam bidang agama, tetapi dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan politik. Terutama dalam bidang politik, Persatuan Ummat Islam pernah menempatkan para kadernya sebagai anggota Parlemen, Duta Besar, Menteri, dan Wakil Perdana Menteri. Namun, seiring bergulirnya arus kuasa Persatuan Ummat Islam sebagai pengusung “Islam politik” kemudian berada dalam bayang-bayang kecurigaan pemerintah dalam jangka waktu yang lama meskipun mereka telah melakukan upaya politik kompromi.
Ketiga, dengan bergulirnya arus kuasa pula, Persatuan Ummat Islam kemudian mengalami dinamika yang masif. Mereka kembali memperoleh peran politiknya setelah para kadernya terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten/Kota, Provinsi, dan anggota DPR-RI. Peran politik Persatuan Ummat Islam bahkan “bangkit” setelah menempatkan kadernya Ahmad Heryawan terpilih sebagai Gubernur Jawa Barat. Hasil penelitian ini kiranya dapat mempunyai fungsi praktis. Pertumbuhan dan perkembangan organisasi massa Persatuan Ummat Islam dapat dijadikan bahan pembanding bagi organisasi-organisasi lain yang berkembang saat ini. Generalisasi terbatas yang dapat ditarik dari hasil penelitian ini juga dapat dijadikan model untuk memahami organisasi massa Islam lainnya di Indonesia
Menelusuri Para Raja Madura Dari Masa Pra-Islam Hingga Masa Kolonial
The Madurese kings, of Western and Eastern part of Madura, have shown their exsistence in the history of archipelagic kings. However, their exsistence are less influenced and less famous compared to the kings of Java, Sunda or Bali origin. The investigation of Madurese kings (of Western and Eastern part of Madura) aims at finding the authenticity of their existences. This study is important to counter global figures idolisations and to shows the local people about their local ideals who have given significant contribution to the foundation of Indonesian history. This study employs historical research method to dig information on the reign of the kingdom. This study shows that: first, one source informed (the validity is unknown) concerning the genealogy of the story related to princes Bendoro Gung and Raden Segoro showed the trace of people coming to Madura from the West side through to the East. Second, in pre-Islamic period, based on several inscription and manuscript (kakawin, serat, kidung, dan babad), showed that there are more information given to the role of Eastern Madurese than that of Western. The role of Western Madurese only available in Islamic period by providing the story of Prince Pratanu’s journey to Mataram and back to West Madura (Bangkalan), then followed by several kings of Western Madura. Meanwhile, Eastern Madura kingdom (Sumenep) have been governed at least by 35 kings since Arya Wiraraja to Bendoro Abdurrahman. The journey of Madurese kings continued until the arrival of Vereenigde OostIndische Compagnie (VOC) and Dutch collonialism.</p
PRASANGKA SOSIAL DALAM PLURALITAS KEBERAGAMAAN DI KECAMATAN CIGUGUR KABUPATEN KUNINGAN JAWA BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap lebih mendalam tentang prasangka sosial dalam pluralitas keberagamaan dan upaya meminimalisasi prasangka sosial tersebut sebagai upaya mewujudkan kerukunan hidup dalam pluralitas keberagamaan dari perspektif ilmu komunikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif berupaya memusatkan perhatian studinya pada realita sebagai produk pikir manusia dengan segala bentuk subyektivitas, emosi dan nilai-nilai yang dianutnya. Melalui pendekatan kualitatif, diharapkan dapat terungkap gambaran mengenai aktualitas, realitas sosial dan persepsi sasaran penelitian yakni prasangka sosial dalam pluralitas keberagamaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa prasangka sosial dalam pluralitas keberagamaan terjadi karena kurangnya informasi individu ataupun kelompok dalam memahami berbagai peristiwa keagamaan yang terjadi di wilayahnya dan adanya kekhawatiran akan penguasaan suatu kelompok keagamaan terhadap kelompok keagamaan lainnya. Prasangka sosial yang berkembang antarkelompok keagamaan dapat diminimalisasi melalui pengembangan sikap saling menghargai/toleransi, pengendalian diri, tanggung jawab bersama dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan melalui kerja sama yang saling menguntungkan sehingga konflik secara terbuka antarkelompok keagamaan di Kecamatan Cigugur dapat dihindarkan.
PENGARUH KOMPETENSI DAN MOTIVASI KERJATERHADAP KINERJA PEMANDU LALU LINTAS UDARADI PERUM LPPNPI CABANG MATSC MAKASSAR
ABSTRAKWAWAN HERNAWAN. Pengaruh kompetensi dan motivasi kerja terhadapkinerja pemandu lalu Lintas udara di Perum LPPNPI cabang MATSCMakassar, dengan pembimbing;Prof. Dr. H. MANSYUR RAMLY, SE. MSi dan Dr. RAMLAWATI, SE. MMTujuan penelitian ini adalah untuk : 1). Menguji dan menganalisispengaruh kompetensi terhadap kinerja pemandu lalu Lintas udara di PerumLPPNPI cabang MATSC Makassar; dan 2). Menguji dan menganalisispengaruh motivasi kerja terhadap kinerja pemandu lalu Lintas udara diPerum LPPNPI cabang MATSC Makassar.Data yang dipergunakan adalah data primer dan data sekunder.Populasi penelitian ini adalah para pemandu lalu Lintas Udara di perumLPPNPI cabang MATSC Makassar yang berjumlah 150 orang.Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner. Metoda analisis yangdilakukan adalah analisis deskriptif dan regresi linear berganda denganmenggunakan Program SPSS versi 22.Hasil penelitian menunjukkan bahwa variable kompetensi baik secarasimultan maupun parsial menunjukkan berpengaruh positif dan signifikanterhadap kinerja pemandu lalu Lintas Udara di perum LPPNPI cabangMATSC Makassar, tetapi variable motivasi kerja jika dilakukan penelitiansecara parsial menunjukkan berpengaruh positif terhadap kinerja pemandulalu Lintas Udara di perum LPPNPI cabang MATSC Makassar, tetapi tidakberdampak secara nyata terhadap kinerja.Kata kunci : Kompetensi, motivasi kerja dan Kinerja Pemandu lalu LintasUdara
PENINGKATAN KOMPETENSI MENULIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MENULIS BERBASIS BUDAYA :Penelitian Tindakan Kelas di Kelas VII SMP Muhammadiyah 6 Kota Bandung
Kegiatan menulis siswa sekolah menengah pertama belum menunjukkan harapan yang menggembirakan. dibandingkan dengan kegiatan berbahasa lainnya yaitu membaca, berbicara, dan menyimak. Dari hasil studi pendahuluan diketahui bahwa peran siswa dalam proses pembelajaran masih tampak minimal, guru masih mendominasi dalam proses pembelajaran, sebagian besar siswa merasa tidak dapat mengungkapkan gagasan dan pikirannya.
Salah satu usaha yang dilakukan guru untuk mencapai keberhasilan dalam proses belajar mengajar adalah pemilihan metode yang tepat. Ketepatan guru dalam memilih model atau metode pembelajaran akan berpengaruh terhadap keberhasilan dan hasil belajar siswa.
Suatu pendekatan baru yang menarik dalam mengembangkan kreativitas pembelajaran dengan nama pembelajaran berbasis budaya. Pembelajaran ini sebagai salah satu hasil penelitian Contextual Constructivism: Creative Teaching Through Indegenous Arts
Studi ini dilakukan untuk mengetahui dua masalah , yaitu.(1) perbedaaan hasil yang signifikan antara pembelajaran menulis sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran menulis berbasis budaya di kelas VII SMP Muhammadiyah 6 Kota Bandung dan (2) Model pembelajaran mana yang lebih efektif meningkatkan kemampuan menulis siswa, model pembelajaran menulis berbasis budaya atau model konvensional.
Teori yang digunakan adalah teori mengenai model pembelajaran berbasis budaya. Penelitian yang dilakukan menggunakan model penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri atas dua pertemuan untuk kegiatan proses model pembelajaran menulis berbasis budaya
Secara keseluruhan , penelitian ini dapat mencapai hasil yang diinginkan , yaitu (1) perbedaan yang signifikan antara pembelajaran menulis sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran menulis berbasis budaya. Hal ini terlihat dari hasil tes kemampuan menulis karangan pada siklus I nilai rata-rata 2,18 , sedangkan nilai rata-rata pada siklus II meningkat menjadi 4,18 dengan melihat hasil yang telah diuraikan dapat diketahui bahwa bahwa t hitung (34,48) lebih besar dari pada t tabel (2,74) pada taraf signifikasi 0,01 atau taraf kepercayaan 99%. Dengan demikian hipotesis kerja (Hi) diterima, karena t hitung > t tabel. Setelah para siswa mengikuti pembelajaran menulis berbasis budaya diperoleh peningkatkan kemampuan setiap aspek dalam menulis karangan meliputi aspek ketepatan isi dengan tema karangan, penggunaan ejaan dan tanda baca, pilihan kata/diksi, koherensi antarkalimat, dan kerapian bentuk karangan (2)model pembelajaran menulis berbasis budaya lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 6 Kota Bandung dibandingkan dengan model konvensional
Menelusuri Transmisi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Di Indonesia
Advent is a denomination in Christianity. Historically, denomination was a sect of Protestant Christianity Church when Christianity had no power to control Advent. Increasingly Advent separated its self from, and did not want to come back to, Christianity. The development of Advent movement spread all over the world. To spread their religious teaching, Adventists organized the forceful zending in Indonesia that was centered in Jakarta for western region and in Manado for eastern, with the name Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Indonesia (The Seventh-day Advent Christianity Church in Indonesia). The aim of exploring this Advent Church is to reconstruct the growth and development of the advent movement. Here is used a method of history research which includes four stages of history method; heuristic, critic, interpretation and historiography. Meanwhile, to get the explanation of the research problem, it is used a perspective of multi dimension
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATERI WIRAUSAHA PRODUK KERAJINAN DARI LIMBAH PADA SISWA KELAS XII TKJ 2 SMK NEGERI 1 PANGANDARAN TAHUN PELAJARAN 2019/2020
Entrepreneurship of decorative handicraft products from waste is one of the materials contained in the subjects of Craft and Entrepreneurship at level XII. The use of traditional learning models in learning the material results in activeness and student learning outcomes are not optimal. The purpose of this study was to describe the learning process through the Project based learning (PjBL) learning model to improve the activeness and learning outcomes of students in class XII TKJ 2 SMK Negeri 1 Pangandaran in the academic year 2019/2020 on Entrepreneurial decoration craft products from waste. The variable that was the target of change in this study was the activeness and learning outcomes of students of class XII TKJ 2 SMK Negeri 1 Pangandaran in the academic year 2019/2020 about entrepreneurship of handicraft decoration products from waste while the action variables used in this study were the Project based learning (PjBL) learning model. The form of this research is classroom action research which takes place in two cycles. Each cycle consists of 4 stages, namely planning, action, observation and reflection. The research subjects were students of class XII TKJ 2 SMK Negeri 1 Pangandaran in the academic year 2019/2020, amounting to 35 people. Data collection techniques used were observation and tests. The data analysis technique used is qualitatively consisting of three main stages, namely data reduction, data exposure and conclusion drawing. The results of this study stated that the Project based learning (PjBL) learning model was proven to be able to increase the activeness and learning outcomes of students of class XII TKJ 2 SMK Negeri 1 Pangandaran in the academic year 2019/2020 on entrepreneurial materials for decoration craft products from waste. The results stated that there was an increase in the level of mastery of the material (average grade) of 8.5%. While an increase in the percentage of mastery learning by 80%. In addition, Project based learning (PjBL) learning model is proven to be able to improve the behavior of students of class XII TKJ 2 when the learning process is taking place. They are more able to actively participate in every learning activity, show motivation and interest to learn, have a sense of togetherness, do tasks enthusiastically, be able to establish harmonious cooperation with group friends, have high self-confidence, follow learning happily, able express ideas / ideas / opinions
Biografi K.H. Abdul Halim (1887-1962)
Kehadiran tokoh Abdul Halim di panggung sejarah kaum Muslim bumiputera telah membawa spirit tersendiri. Di tengah berkecamuknya wajah masyarakat yang cenderung statis, fatalis, Abdul Halim membesut pola kehidupan dinamis, progresif, dan mewartakan perang kepada segala bentuk penindasan dan ketidakadilan. Pengaruhnya, dari gerak perjuangan yang diamininya, telah banyak memberikan kontribusi bagi tumbuhnya pola-pola perjuangan yang kemudian diikuti generasi sesudahnya. Penelusuran Abdul Halim dan sejumlah aktivitasnya bermaksud mencari dan mereguk otentisitas perjuangannya. Ini menjadi penting, di tengah pergumulan gaya hidup yang selalu mengidolakan tokoh global, “kita” mesti bersikap arif terhadap tokoh lokal yang mempunyai andil besar dalam upayanya menemukan sejarah bangsa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang meliputi empat tahap, yaitu: heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Untuk memperoleh eksplanasi tentang persoalan yang diteliti digunakan pendekatan multi-dimensional dengan menggu-nakan teori konflik dari Ralp Dahrendorf.
Berdasarkan hasil kajian ditemukan fakta sebagai berikut: Pertama, perjuangan Abdul Halim dalam menemukan identitas kebangsaan telah dirintis sejak masa mudanya hingga wafat menjemputnya. Kedua, melalui organisasi yang didirikannya, Abdul Halim berhasil memberikan solusi bagi masyarakat pribumi terutama dalam pendidikan, dakwah, dan sosial. Ketiga, sebagai penghargaan pemerintah terhadap segala perjuangan yang dimainkannya adalah anugerah tanda kehormatan dari Pemerintah Republik Indonesia berupa Bintang Mahaputera Utama pada 1992, anugerah Bintang Mahaputera Adipradana dan Pahlawan Nasional pada 2008
- …
