573 research outputs found
Sumatran Fault Monitoring (SuMO) GPS Data campaign 2014-2016
Sumatran Fault Monitoring (SuMO) GPS Data campaign 2014-201
"Kepemimpinan Ustadz Iwan Hermawan Dalam Mengembangkan Pondok Pesantren Al-Mu’awanah (Studi Deskriptif terhadap Kepemimpinan Ustadz Iwan Hermawan Sebagai Pemimpin di Pondok Pesantren Salafiah Al-Mu’awanah Desa Cibiru Wetan Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung)"
Pondok Pesantren Salafiyah Al-Mu’awanah merupakan lembaga pendidikan Islam yang mampu bertahan di tengah-tengah perkembangan zaman. Lembaga ini telah melewati berbagai macam ujian serta perkembangan diberbagai bidang. Dibalik berkembang dan majunya suatu lembaga tentu dibelakangnya ada seorang pemimpin yang mampu mengendalikan serta menggerakan roda organisasi sehingga pada akhirnya tujuan yang telah dirumuskan telah tercapai. Pondok Pesantren Salafiyah Al-Mu’awanah merupakan Pondok Pesantren Yang berbasis Islami, seperti yang terlihat dalam keseharian aktivitas yang dilakukan di pondok pesantren, sementara mayoritas santrinya merupakan mahasiswa UIN.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe kepemimpinan, cara pengambilan keputusan dan hubungan pemimpin terhadap santri dan lingkungan masyarakat, yang diterapkan Ustadz Iwan Hermawan dalam mengembangkan Pondok Pesantren Salafiyah Al-Mu’awanah.
Penelitian ini sesuai dari pemikiran bahwa untuk mencapai tujuan tertentu sangat diperlukan kerjasama antara pengurus dan pemimpin. Dalam hal ini pemimpin sangat signifikan untuk mencapai tujuan tersebut. Kepemimpinan tersebut meliputi Koordinas, mengorganisir dan mengendalikan anggota-anggota menetapkan tujuan dan menegaskan arah untuk mencapai tujuan melengkapi untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan dan menghubungkan dengan kegiatan lain, di samping itu, pemimpin juga sebagai penentu arah, komunikator yang efektif , rasional, objektif dan netral.
Secara metodik, penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif-Kualitatif. Adapun langkah-langkah penelitia ditempuh meliputi; penentuan lokasi penelitian, metode penelitian, menentukan jenis data, mengumpulkan jenis data, pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan melalui interprestasi dan dihubungkan dengan konteks empiris pemimpin Pondok Pesantren Al-Mu’awanah.
Hasil data penelitian menunjukkan bahwa tipe pimpinan Ustadz Iwan Hermawan dalam mengembangkan Pondok Pesantren Salafiyah Al-Mu’awanah adalah kepemimpinan Demokratis dan Karismatik. Hal tersebut dapat dilihat dari cara beliau dalam pengambilan keputusan yang selalu menggunakan kebersamaan, musyawarah untuk mencapai kata mufakat. Kepemimpinan Ustadz Iwan Hermawan sangat menjadi panutan yang baik bagi seorang pemimpin, itu terbukti dengan keberadaan Pondok Pesantren Salafiyah Al-Mu’awanah yang sampai saat ini masih berdiri kokoh di lingkungan masyarakat
Book Review of "Marketing 6.0: The Future is Immersive" by Philip Kotler, Hermawan Kartajaya and Iwan Setiawan. John Wiley & Sons, 2023. ISBN:9781119835219
This review is based on the book ‘Marketing 6.0: The Future is Immersive’ by Philip Kotler, Hermawan Kartajaya and Iwan Setiawan (Kotler et al., 2024). This book represents the fourth publication in their popular Marketing X.0 series which began with Marketing 3.0 (Kotler et al., 2010) followed by Marketing 4.0 (Kotler et al., 2017) and Marketing 5.0 (Kotler et al., 2021). The authors of this book series are renowned experts in their respective academic and industry fields, namely, the S.C. Johnson & Son Distinguished Professor (Emeritus) of International Marketing at Northwestern University’s Kellogg School of Management Philip Kotler, the founder and chairman of M Corp Hermawan Kartajaya and the Chief Executive Officer of Marketeers Iwan Setiawan
Interpretasi lagu Iwan Fals
Interpretasi lagu Iwan Fals digunakan untuk menemukan apakah dalam lagu-lagu Iwan Fals tersebut terdapat ajakan perlawanan atau propaganda. Dengan menggunakan metode semiotika, berhasil menemukan adanya unsur propaganda serta potensial menimbulkan ajakan untuk melakukan perlawanan dari lagu-lagu yang diteliti seperti Surat Buat Wakil Rakyat, Guru Oemar Bakrie, Jangan Bicara, Bento, Sarjana Muda dan Bongkar
Marketing 3.0 : Mulai Dari Produk ke Pelanggan ke Human Spirit
Saat ini konsumen memilih produk dan perusahaan yang dapat memenuhi kebutuhan akan kreativitas, komunitas, dan idealisme. Perusahaan-perusahaan terkemuka menyadari bahwa mereka harus menargetkan konsumen yang sangat sadar teknologi ini. Untuk itu, marketing dengan cara lama tidak lagi tepat. Perusahaan harus menciptakan produk, jasa, dan budaya perusahaan yang dapat menginspirasi, melingkupi, serta merefleksikan nilai-nilai pelanggan Pakar marketing legendaris, Philip Kotler, beserta koleganya Hermawan Kartajaya dan Iwan Setiawan telah mengidentifik hal ini dengan model yang disebut Marketing 3.0.Marketing ini bekerja melebihi pendekatan product-based (Marketing 1.0) dan consumer-based (Marketing 2.0). Marketing 3.0 melakukan pendekatan holistik kepada konsumen yaitu dengan melihat konsumen sebagai manusia yang multidimensi, values-driven, bahkan sebagai mitra kolaborasi Marketing 3.0 dengan jelas menunjukkan gagasan-gagasan utama para penulis dan memberikan contoh-contoh nyata sehingga Anda dapat mengimplementasikan praktik Marketing 3.0 pada organisasi Anda. Konsumen telah menyadari bahwa daya beli mereka memiliki kekuatan, sehingga konsumen bertindak dan saling berkomunikasi mengenai pilihan yang mereka buat. Marketig 3.0 menjelaskan bagaimana Anda dapat terlibat dalam komunikasi ini, memposisikan merek Anda pada kekuatan positif di dunia, dan sukses berkolaborasi dengan dengan para konsumen.xv+192hlm.;15x23c
Pengaruh Motivasi kerja, Kompetensi, Kompensasi, dan Kinerja Karyawan di Yayasan Jam’iyyah Dakwah Islamiyyah Lebak Banten.
IWAN HERMAWAN : Pengaruh Motivasi kerja, Kompetensi, Kompensasi, dan Kinerja
Karyawan di Yayasan Jam’iyyah Dakwah Islamiyyah Lebak
Banten.
Yayasan Jam’iyyah Dakwah Islamiyyah Lebak Banten Yayasan ini memiliki 108 orang
Guru/Karyawan yang mengabdikan diri mulai dari tingkat TK,SDIT,SMPIT,SMAIT sampai
dengan STITDA.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Motivasi Kerja
terhadap Kinerja Karyawan yayasan jam’iyyah dakwah islamiyyah Lebak Banten, untuk
mengetahui seberapa besar pengaruh kompetensi terhadap kinerja karyawan yayasan jam’iyyah
dakwah islamiyyah lebak banten,untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kompensasi
terhadap kinerja karyawan yayasan jam’iyyah dakwah islamiyyah lebak banten,untuk
mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi ,kompetensi dan kompensasi terhadap kinerja
karyawan yayasan jam’iyyah dakwah islamiyyah lebak banten
Untuk menganalisa pengaruh variabel bebas (Motivasi Kerja, Kompetensi, dan
Kompensasi) terhadap variabel terikat (kinerja karyawan), maka digunakan analisa Regresi
berganda untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh. Populasi 108 orang, dengan
menggunakan teknik acak sederhana (Simple Random Sampling), maka diambil sebanyak 75
sampel. Sampling yang digunakan adalah tabel Krecjie.
Hasil penelitian menggambarkan bahwa kesemua variabel berpengaruh terhadap kinerja
karyawan kecuali variabel kompensasi. Hasil penelitian tersebut dapat digambarkan dengan
persamaan Y = 21,601 + 0,568 X1 + 0,411 X2 – 0,345 X3, di mana X1 = Motivasi Kerja, X2 =
Kompetensi, dan X3 = Kompensasi. Artinya konstanta sebesar 0,271 menyatakan bahwa faktor
faktor selain variabel X1, X2, dan X3 yang mempengaruhi kinerja karyawan sebesar 21,601.
Koefisien Motivasi kerja sebesar 0,568 menyatakan bahwa apabila variabel X1 bertambah satu
satuan akan menambah pengaruh kinerja karyawan sebesar 0.568 dengan anggapan variabel
kompetensi dan kompensasi adalah konstan. Koefisien regresi X2 sebesar 0,411 adalah bahwa
apabila variabel X2 bertambah satu satuan akan menambah kinerja pegawai sebesar 0,411
dengan anggapan variabel motivasi kerja dan kompensasi adalah konstan. Selanjutnya dengan
koefisien regresi X3 sebesar - 0,345. Ini berarti bahwa dengan faktor lain dianggap konstan,
pengaruh kompensasi lebih kecil dibandingkan dengan motivasi kerja dan kompetensi.
Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi berbagai pihak untuk meningkatkan kinerja
karyawan. Untuk itu perlu adanya perhatian terhadap motivasi kerja dalam organisasi.
Disamping itu, perlu juga dilakukan pengembangan karyawan secara terus menerus melalui
kompetensi dan kompensasi terhadap para karyawan
Fostering creative performance in digital business: the role of innovative millennial entrepreneurship / Iwan Hermawan ... [et al.]
Most organizations are currently focusing on creating innovations to face massive business competition. Creating innovation in digital business requires the role of innovative millennial entrepreneurs to frame market opportunities and utilize information technology and knowledge in developing new products to escalate competitive advantages. Previous studies have stated that information technology had no significant effect on creative performance. Therefore, this study examined the role of innovative millennial entrepreneurs, opportunity recognition, and organizational agility as mediating variables to bridge the research gap. The respondents involved were 197 digital business managers spread across Indonesia. The study employed a quantitative approach using Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS software to test the model empirically. The study’s result succeeded in mediating partially Information Technology on Creative Performance (β=0.579) by enabling the role of millennial entrepreneurs in creating innovation through market sensing, innovative work atmosphere, and inimitable products. When entrepreneurs can build an atmosphere to learn with members’ ability to analyze market trends actively, it will be easy to recognize market opportunities that can drive organizations to be more agile. Then, organizational agility boosts the entrepreneur’s capability to use technology to solve organizational problems and accelerate creativity
Marketing 5.0 teknologi untuk kemanusiaan
Buku Marketing 5.0 Technology for Humanity karangan Philip Kotler, Hermawan Kartajaya, dan Iwan Setiawan akan diluncurkan secara resmi pada Januari/Februari tahun 2021. Buku terbitan John Wiley ini merupakan buku ketiga dari Trilogi X.0 Series dengan Marketing 3.0, From Product to Customers to the Human Spirit (2010) sebagai buku pertama dan Marketing 4.0, Moving from Traditional to Digital (2017) sebagai buku kedua. Kedua buku tersebut sudah diterjemahkan ke dalam 25+ bahasa di dunia.Buku ini mengacu pada pemanfaatan teknologi untuk kepentingan manusia atau kemanusiaan. Intinya, kalau bisnis ingin maju dan bisa mendapatkan outcome yang optimal, bisnis tersebut harus bisa mengkombinasikan dua kekuatan, yakni kekuatan human dan ditopang oleh teknologi seperti mesin dengan artificial intelligence (AI) di baliknya. Ini yang disebut sebagai the bionics.Teknologi yang sering disebut dengan advanced technology sebenarnya mengambil inspirasi dari kekuatan-kekuatan yang dimiliki oleh manusia. Kekuatan manusia untuk berpikir, misalnya, telah ditiru dalam bentuk teknologi AI yang berpikir berdasarkan algoritma. Kemampuan manusia berkomunikasi diterjemahkan dalam teknologi yang disebut natural language processing
Peran Kepemimpinan Kiai Iwan Hermawan dalam Meningkatkan Motivasi Jemaah Majelis Taklim : Studi Deskriptif di Majelis Iqra Al-Mu‟awanah Kampung Lio Warunggede Desa Cibiru Wetan Kec. Cileunyi Kab. Bandung
Majelis Iqra merupakan lembaga dakwah yang fokus pada pengkajian kitab iqra. Majelis Iqra ini khusus diikuti oleh masyarakat lokal usia lanjut yang terletak di Desa Cibiru Wetan. Hal ini belum begitu umum ditemukan apalagi diminati, sebab pada dasarnya usia lanjut mengalami penurunan baik dari segi jasmani maupun daya ingatnya. Namun, di balik semangatnya masyarakat, ada seorang kiai yang melaksanakan aktifitas dakwahnya dan memiliki peran sebagaibsuri tauladan di masyarakat serta mampu memotivasi dan menginspirasi mereka untuk tetap berpartisipasi mengikuti program yang diselenggarakan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kepemimpinan Kiai Iwan Hermawan dalam meningkatkan motivasi jemaah. Terdapat beberapa peranan yang telah dijalankan pemimpin: pertama, peranan interpersonal yaitu peran sebagai tokoh, pemimpin dan penghubung. Kedua, peranan informational yaitu peran sebagai pemonitor, pembagi informasi dan juru bicara. Ketiga, peranan decision making. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu teori Henry Mintbergz (2009) yang mengemukakan bahwa terdapat tiga peran yang harus dimainkan oleh seorang pemimpin yaitu peranan interpersonal, peranan informational dan peranan decision making.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dalam proses pengumpulkan data, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Proses analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, display data, dan verifikasi atau pengambilan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Kiai Iwan Hermawan dalam meningkatkan motivasi dijalankan dengan baik. Terdapat tiga peran yang telah dilaksanakan:1) Peranan interpersonal, tokoh menjadi figur yang baik dengan gaya karismatiknya, pemimpin memberikan motivasi dengan prinsip egaliternya, penghubung dengan menghubungkan beberapa pihak dengan prinsip partisipatif. 2) Peranan informational, monitor dengan cara khas, pembagi informasi dengan menyampaikan informasi berdasarkan dua jenis informasi, dan juru bicara dengan menyampaikan materi.3) Peranan decision making atau pengambilan keputusan dilakukan dengan cara musyawarah bersama dengan prinsip egaliter
El futuro es “figital”: cómo las generaciones Z y Alfa estánredefiniendo el marketing
Marketing 6.0 by Philip Kotler, Hermawan Kartajaya, and Iwan Setiawan, with a focus on the transformations driven by Generations Z and Alpha. The author emphasizes the rise of the "phygital" concept — a blend of physical and digital experiences — and how these generations are reshaping consumer behavior and communication strategies. The article discusses topics such as the metaverse, augmented and virtual reality, the experience economy, omnichannel approaches, spatial computing, and the role of immersive technologies in modern marketing.Marketing 6.0, de Philip Kotler, Hermawan Kartajaya e Iwan Setiawan, com foco nas transformações impulsionadas pelas gerações Z e Alfa. A autora destaca a ascensão do conceito “figital” — fusão entre experiências físicas e digitais — e como essas gerações moldam as práticas de consumo e comunicação. O texto explora temas como metaverso, realidade aumentada, realidade virtual, economia da experiência, omnicanalidade, computação espacial e o papel das tecnologias imersivas no marketing contemporâneo.Marketing 6.0 de Philip Kotler, Hermawan Kartajaya e Iwan Setiawan, con énfasis en las transformaciones impulsadas por las generaciones Z y Alfa. La autora destaca el ascenso del concepto “figital” —la fusión de experiencias físicas y digitales— y cómo estas generaciones están redefiniendo las prácticas de consumo y comunicación. El texto aborda temas como el metaverso, la realidad aumentada y virtual, la economía de la experiencia, el enfoque omnicanal, la computación espacial y el papel de las tecnologías inmersivas en el marketing contemporáneo
- …
