1,721,349 research outputs found
MENDORONG KEBANGKITAN IIMU EKONOMI ISLAM
Negara-negara Muslim jarang sekali yang menerapkan prinsip-prinsip ekonorni Islam dengan ketat. Mungkin satu-satunya masa di mana ajaran itu dijalankan dengan ketat hanyalah pada masa kekhalifahan Abu Bakar dan Umar. Di abad ini, mungkin hanya Arab Saudi dan Lybia. yang paling dekat menerapkan sistem itu. Perlu dicatat bahwa pelaksanaan yang ketat atas ajaran Islam dalam satu masyarakat tidak bisa dicapai hanya dengan pendiktean oleh pemerintah. Lebih dan ¡tu, ia haruslah dianut oleh sejumlah besar muslim. Misalnya. zakat lebih cenderung sebagai kewajiban pribadi, karenanya sangat sulit bagi pemerintah untuk mengawasi pelaksanaannya secara efektif Pada umumnya (di dalarn atau di luar Islam) pajak kekayaan lebih sukar untuk dilaksanakan dibanding dengan, misalnya, pajak penghasilan. Para ahli teologi dan hokum Islam perlu mendefinisikan masalah masalah yang mendasar sesuai dengan kenyataan zarnan modern—misalinva, bagaimana tentang kewajiban zakat bagi mereka yang hartanya dalam bentuk saham, atau surat obligasi berbunga yang dikeluarkan pemerintah melanggar larangan riba. Tanpa pemecahan semacam ini (yang mungkin diharapkan oleh para ilmuwan dan pemimpin politik. Islam, sulit untuk dirarnalkan ke garis mana dari dua garis stereotype yang ada kebanyakan negara-negara Islam akan berpaling. Hossein Askari et.aI. (1980) menyatakan bahwa Islam tidak hanya tidak mengharnbat kemajuan ekonomi, tetapi bahwa ia menetapkan juga prinsip-prinsip dasar yang bahkan oleh ahli-ahli Barat dianggap sehagai factor penting dalam sejarah transformasi ekonomi—pemilikan pribadi, disahkannya pengambilan laba, tradisi kerja keras, dihubungkannya keberhasilan ekonomi dengan pahala yang abadi. Dengan demikian. Islam jelas tidak melarang perkembangan ekonomi atau bahkan pembangunan satu sistem yang mantap yang kurang lebih secara esensial kapitalis. Sebaliknya, prinsip-prinsip Islam juga belum dijabarkan dalam bentuk yang siap pakai untuk “kemajuan” ekonomi yang diombang-ambingka oleh kenyataan ketidakadilan sosial dan ekonomi yang terjadi dalam konteksejahteraan sosial secara menyeluruh. Jika Paul Ormerod (1997) teiah menuiis bahwa sekarang ini merupakan saatnya The Death of Economics atau “Matinya Ilmu Ekonomi (Modern)” dikarenakan sudah makin rnenjauh dari aspek moral-etika dan analisisnya makin menjadi eksak ekonometris, rnaka ini boleh ditafsirkan sebagai momentum yang tepat bagi Bangkitnva Ilmu Ekonomi Islam (The Emerging of Islamic Economics,) yang jeias-jelas bermuatan moral-etika yang sangat kuat. Seandainya ilmu ekonomi islam dapat bangkit, namun dengan syarat bahwa itu menjadi keyakinan umat (bukan sekadar didorong oleh pemerintah), maka milenium ke-3 akan menjadi waktu yang mungkin dapat mereposisi kembali ekonomi islam ke tempat yang terdepan. Ilmu ekonomi yang bukan sekadar berlabel “Ekonomi Islam”, tetapi ilmu ekonomi rasional yang bermuatan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam seperti yang telah disebutkan di atas. Dan, peranan institusi Islam. seperti Muhammadiyah, Nadhatul Ulama (NU) dan lainnya, adalah sangat strategis untuk memeloporinya. Lahirnya Bank Muamalat Indonesia (BMI), BPR Syari’ah, maupun Rairtil Maal wa Tanwil (BMT) merupakan perintisan di sisi empiris, tetapi sebagai suatu ilmu masih harus tenis dipacu untuk bangkit
THE INFLUENCE OF LANGUAGE COMPETENCE, WRITING COMPETENCE, AND CULTURAL COMPETENCE ON PRODUCING A SUCCESSFUL WRITING
Writing is a skill derived from a long way of learning and exercises. Different from other language skills, writing is considered the difficult language skill to acquire since it involves many aspects of linguistics, social, and writing knowledge and conventions. There are at least three important elements of writing useful to produce a good piece of composition, language competence, writing competence and cultural competence. This paper shows the influence of these three elements in order to produce good, readable, communicative, and successful writin
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
RETRACTED: Penanaman Nilai-Nilai Islam dalam Membentuk Sopan Santun Anak di Raudlatul Athfal Yayasan Nurul Bahra Kabupaten Bone
                                AbstrakFenomena pada salah satu sekolah di Kabupaten Bone, tepatnya pada RA Nurul Bahra Bone, salah satu RA di daerah Kabupaten Bone yang berada pada naungan Yayasan tamoponreng. Anak-anak usia dini pada sekolah ini mempunyai suatu kebiasaan yang berbeda dengan sekolah pada umumnya, seperti contoh pada setiap sosok kyai pesantren berjalan melewati gedung RA Nurul bahra Bone, anak-anak di sekolah ini secara spontan, tanpa adanya komando dari guru, mereka bergegas saling berebut untuk bersalaman kepada kyai. Berawal dari fenomena di atas peneliti ingin mengetahui secara mendalam tentang penanaman nilai-nilai Islam dalam membentuk sopan santun pada anak usia dini. serta beberapa hambatan guru dalam melakukan proses penanaman nilai-nilai Islam pada anak usia dini di Raudlatul Athfal (RA) Nurul Bahra. Metode penelitian yang peneliti pakai adalah metode kualitatif, dengan pendekatan fenomonologi, dengan mencari data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi kepada beberapa sumber data, setelah itu dilakukan analisis data dari miles dan hubarman disertai dengan triangulasi data. Hasil menunjukkan bahwa cara penanaman nilai-nilai Islam dalam membentuk sopan santun anak adalah mengkonsep bermain sambil belajar, memberikan cerita-cerita tauladan, menonton film Islami sambil belajar, memberikan contoh secara terus menerus, agar menjadi pembiasaan pada diri anak. Sedangkan hambatan dari guru adalah wali murid yang kurang memperhatikan kepada anak dikarenakan berbagai kesibukannya.                               AbstractThe phenomenon in one school in Bone Regency, in contrast to RA Nurul Bahra Bone, one of the RA in Bone Regency area which is in the shade of Tamoponreng Fondation. Early childhood at this school have different habits with children in school, such as in every picture of Islamic boarding school Kyai (Cleric) walking past RA Nurul Bahra building, children in this school spontaneously, without seeing the command from the teacher, they know scrambling to shake hands for clerics. Start from the phenomenon in wanting to find out about Islam Islamic values in making polite in early childhood. Some challenges of the teacher in carrying out the process of Islamic values in early childhood at Nurul Bahra Bone’s Raudlatul Athfal (RA). The research method used by researchers is a qualitative method, using phonology, by looking for data through interviews, observation, and data source collection, after which data analysis is carried out from miles and links using data triangulation. The results show how to cultivate Islamic values in shaping the courtesy of children to conceptualize playing while learning, giving stories of exemplary, watching Islamic films while learning, providing complete examples continuously, so that they can be financed according to the child's own needs. While the teacher is the guardian of the student who does not pay attention to the child considering his various activities.RETRACTEDFollowing a rigorous and careful concerns and consideration in the review of the article published in An Nisa’ entitled “Penanaman Nilai-Nilai Islam dalam Membentuk Sopan Santun Anak di Raudlatul Athfal Yayasan Nurul Bahra Kabupaten Bone†Vol 12, No 1, pp. 560-569, Juni 2019, DOI: http://dx.doi.org/10.30863/annisa.v12i1.450This paper has been found to violate the principles of An Nisa’ Publication and has been retracted.The article has contained redundant material and throughout a careful examination, the editor has found that the paper has also been published in Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, Vol. 10, No. 1, pp. 31-41, 2019, DOI: http://dx.doi.org/10.17509/cd.v10i1.15756The document and its content have been removed from An Nisa’, and reasonable effort should be made to remove all references to this article.Â
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN OBAT BATUK PROSPAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SWOT PADA PT. SOHO GLOBAL HEALTH
HasilprosespenelitiananalisisSWOTyangada diPT.SOHOGlobalHealth menjelaskanbahwa produkprospanberada pada tahapGrowthOriented Strategi dengan Peluang 1,77 dan kekuatan2.08.Inimerupakansituasiyang baik dimana perusahaanmemilikikekuatansehinggadapatmemanfaatkanpeluangyang adahingga perusahaandapattumbuhberkembang denganbaikdandapatmemasarkanproduk Prospan tersebutdipasaran obatekpektoran diIndonesia. Jadidapatdisimpulkanyang diperoleh dari penelitianiniadalahBerdasarkan hasilujivaliditas diperolehsoftware SPSS16dapatdiketahuibahwakeseluruhanrespondenyangditelitisebanyak30dari14indikatordinyatakan100%valid,makadapatdikatakanbahwarhitung lebihbesar darirtabel.Daritabeldiatasalphacronbachyangdiperolehdiatas0,80yaitusebesar0,893makadatatersebutdikatakanreliable(baik).Faktor-faktoryang mempengaruhi kesuksesan PT. SOHOGlobal Healthdilihat dari faktor-faktor internalkekuatan, produkyang mengandung bahanaktifektrakherbaldaunivy,didukungbanyakstudi klinis, dan citraperusahaanyangbaik didalam memasarkan obat-obat berbahan herbal. Faktor internalkelemahan adalah tidak adanyakemasan tablet/bentukkapsul, harga yang relatif premium dan keyakinan dokter akan obat-obat alami (herbal) masih lemah.Faktoreksternalpeluang adalahpasar(konsumen)mulaiaktifmencariobat- obatanyang amanyang berbahan dasar herbaldan belumbanyaknya beredar obat herbaldenganreputasifarmasi.Faktoreksternalancamanadalahkegiatanpromosi yang aktifdaripesaing (kompetitor)danobat-obatekpektoranberbahankimiasudah banyak tersedia diIndonesia. KataKunci:SWOT,BobotFaktorInternal &Eksternal,Rating,AnalisisFaktor, MatrikSWOT
KOMITMEN GURU DALAM PENJAMINAN MUTU PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SMA MUHAMMADIYAH 1 GRESIK
Mutu Pendidikan sudah lama menjadi bahan perbincangan. Tidak
dapat dipungkiri bahwa mutu pendidikan di Indonesia belum
menggembirakan. Kondisi sekolah, seperti kurikulum sekolah yang tidak
disahkan dan direview, banyaknya peserta didik yang belum dapat mencapai
kompetensi yang diharapkan, proses pembelajaran yang belum sesuai standar,
partisipasi masyarakat yang semakin menurun, kerusakan gedung sekolah,
kurangnya kualitas guru di daerah, serta masalah pemerataan guru masih
banyak dijumpai
The teacher performance evaluation in learning management in inclusive settings
This study is to evaluate the performance of basic education teachers in managing learning in inclusive settings, with a focus on teachers' understanding of the diversity of students with special needs, teachers' abilities in preparation for learning in inclusive settings, teachers' abilities in implementing inclusive setting learning and teachers' abilities in assessing learning in inclusive settings. This descriptive study is based on monitoring and evaluation data for inclusive schools in 2019. The research subjects involved 160 teachers, consisting of 21 early childhood education teachers, and 139 elementary school teachers from five districts in Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Province. The data collection instrument used a questionnaire, while the data analysis technique used descriptive analysis. The results of this study conclude that teachers whose performance is effective at the level of inclusion are teachers who understand the conditions and development of their students. Based on the evaluation of teacher performance, it is necessary to provide teacher strengthening programs in line with inclusive education policies, and appropriate accommodation for students with disabilities in schools
MEMBANGUN PILAR KEILMUAN DALAM PILIHAN KEAHLIAN KHUSUS BAGI MAHASISWA PENDIDIKAN LUAR BIASA
The students awareness of special education 10 comprehend all subject and skill demand science the first lecture is the important and urgent thing, Student's awareness to the professional scientific demand should be built early in the first semester. After comprehending all scientific pillar. So, in further to build the awareness to comprehend and master the specialty of scientific pillar s according to the optioned skill cluster such as specialty of blindness, deafness, mentally retarded, and etc. By comprehending and realizing all its scientific contruct since in the early lecture and mate ring those specialty pillars, it's expected that students can choose and plan the study well. Eventually, the students lire able to find the contruction among subjects in bUilding skill, consequency. development demand, and challenge of it's application in the field. So, it's very possible for special education student to be more professional after passing as the teacher's demand right now. Keyword: Scientific Pillar, Skill of Special Educatio
Implementasi Pendidikan Karakter di SMK Telkom Pondok Pesantren Darul ‘Ulum Jombang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pelaksanaan pendidikan karakter, (2) nilai-nilai karakter yang ditanamkan kepada siswa, (3) peran Pondok Pesantren dalam pendidikan karakter siswa, dan (4) faktor pendukung dan penghambat pendidikan karakter di SMK Telkom Darul ‘Ulum Jombang.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah semua pihak yang terkait dan dapat memberikan informasi yang dibutuhkan, yaitu kyai, kepala sekolah, guru, ustadz, dan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan: (1) observasi, (2) wawancara, dan (3) dokumentasi. Peneliti sebagai instrumen utama dalam pengumpulan data. Teknik analisis data dilakukan secara induktif dengan tahapan: (1) reduksi data, (2) display data, dan (3) verifikasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan sebagai berikut. (1) Implementasi pendidikan karakter di SMK Telkom Darul ‘Ulum Jombang secara umum sudah berhasil dan implementasi tersebut dilaksanakan melalui tiga cara, yaitu: (a) kurikulum dan mata pelajaran, (b) budaya sekolah baik dilingkungan guru maupun siswa, (c) pengembangan diri melalui program pengembangan minat dan bakat. (2) Karakter pokok yang diajarkan adalah: shiddiq, amanah, tabligh, fathonah,tawadhu’, wara’, dan qona’ah. (3) Peran pondok pesantren adalah memadukan antara pendidikan karakter pesantren dan di sekolah sehingga proses pendidikan karakter berjalan sepanjang hari (fullday). (4) Faktor pendukung pendidikan karakter siswa yaitu: (1) tenaga pengajar yang memadai serta adanya peran aktif dari kepala sekolah, guru, dan staf sekolah; (2) hampir seluruh siswa berasrama di pesantren, (3) sarana dan prasarana yang lengkap (asrama putra/i, masjid/musholla, tempat olahraga, dan laboratorium komputer); (4) bimbingan dan pengawasan oleh kyai dan ustadz. Adapun faktor penghambat yaitu: (1) terjadinya perbedaan budaya antara siswa, (2) siswa perlu adaptasi dengan lingkungan pesantren, (3) terlalu banyaknya jam pelajaran, (4) kurangnya perhatian orang tua terhadap pendidikan karakter anaknya
- …
