64 research outputs found

    Studi Keanekaragaman Lichen di Daerah Malang

    No full text
    ABSTRAK   Hermanto, Wawan. 2010. Studi Keanekaragaman Lichen di Daerah Malang. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd., (II) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S.   Kata kunci: Keanekaragaman Lichen.               Penelitian studi keanekaragam lichen di daerah Batu-Malang telah dilakukan pada bulan September-Desember 2010. Lichen atau lumut kerak merupakan tumbuhan simbion antara jamur dan alga. Lichen banyak ditemukan pada pohon besar yang relatif homogen di sepanjang jalan pada ketinggian tempat yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) tipe dan spesies lichen, 2) nilai kenekaragaman lichen, 3) hubungan faktor lingkungan dengan nilai keanekaragaman lichen yang ditemukan sepanjang jalan Batu-Malang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, metode survai. Sampel penelitian diambil dari 5 stasiun. Stasiun I berada di daerah Arboretum Sumber Brantas, stasiun II berada di daerah Junggo Kota Batu, stasiun III berada di daerah Terminal Batu, stasiun IV di daerah Sengkaling Kabupaten Malang, dan stasiun V di daerah Terminal Arjosari Kota Malang. Frekuensi lichen yang ditemukan dihitung dengan menggunakan rumus perhitungan Nilai Keragaman Lichen. Lichen yang ditemukan dideskripsi dan diidentifikasi menggunakan buku The Lichenes of British Columbia “ Part 1- Foliose and Squamulose Species, dan The Lichenes of British Columbia” Part 2- Fruticose Species. Hubungan faktor lingkungan dengan nilai keanekaragaman lichen dianalisis dengan korelasi linier sederhana. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa lichen yang ditemukan di daerah Malang sebanyak 9 spesies lichen yang terkekelompok dalam tiga tipe (crustose, foliose, dan fructicose). Tipe crustose terdiri dari satu spesies yaitu Opegrapha corticola. Tipe foliose terdiri tujuh spesies yaitu Peltigera sp., Pannoparmelia sp., Parmelia omphalodes, Parmelia hygrophila, Xantoparmelia plitii (Gyenik) Hale., Xanthoparmelia tegeta, dan Parmotrema eurysacum (Hue.) Hale. Tipe fructicose terdiri dari satu spesies yaitu Polychidium musciola. Nilai keanekaragaman lichen antara 9,556-21,778. Nilai keanekaragaman tertinggi terdapat di stasiun I (Arboretum Sumber Brantas), sedangkan nilai keanekaragaman terendah berada di stasiun IV (Sengkaling)

    IMPLEMENTASI PENGHAPUSAN BARANG MILIK DAERAH RUSAK BERAT PADA PEMERINTAH KOTA MATARAM

    No full text
    Abstrak: Implementasi Penghapusan Barang Milik Daerah Rusak Berat Pada Pemerintah Kota Mataram. Riset ini memiliki tujuan untuk mengetahui implementasi penghapusan BMD rusak berat pada Pemerintah Kota Mataram berdasarkan Permendagri No. 19 Tahun 2016. Proses penghapusan BMD berdasarkan Permendagri No. 19 Tahun 2016 mengalami perubahan mekanisme jika dibandingkan dengan aturan sebelumnya. Berdasarkan hasil riset menunjukkan bahwa proses penghapusan BMD rusak berat pada Pemerintah Kota Mataram pelaksanaannya masih dipusatkan pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKAD) Kota Mataram selaku leading sector pengelolaan BMD. Kendala utama yang menjadi penghambat adalah ketidaklengkapan dokumen serta ketidakjelasan fisik barang yang diusulkan untuk dihapuskan. Hal tersebut disebabkan karena beberapa hal yaitu proses hibah di masa lalu yang tidak disertai dokumen, pengawasan yang belum maksimal terhadap BMD rusak berat, seringnya terjadi perpindahan kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Sumber Daya Manusia (SDM) yang belum memadai, serta tidak adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) tentang penghapusan BMD.   Kata kunci: BMD Rusak Berat, Penghapusan, Pengelolaan BMD   Abstract: Implementation of Heavy Damaged Regional Property Disposal in Mataram City Government. This study aimed to determine and analyse the disposal process of Regional Property or known as Barang Milik Daerah (BMD), which were heavily damaged, in Mataram City Government in accordance to Ministry of Home Affairs Regulation Number 19 Year 2016. The new regulation regarding the disposal process of BMD changed the required procedures, compared to the previous regulations. This study found that the disposal process of heavily damaged BMD in the Mataram City Government was centered on the BPKAD Kota Mataram as the leading sector of BMD management. The main obstacle of disposal process is incomplete documents and physical vagueness of goods proposed to be disposed. These problems were caused by several things; the grant process in the past which were not accompanied by proper documents, unreliable supervision for heavily damaged BMD, frequent changes of SKPD office site, unskilled human resources, and the lack of a Standard Operational Procedure (SOP) for disposal process.   Keywords: Heavy Damaged Regional Property, Disposal, Regional Property Managemen

    Desain Alat Pendeteksi Arah Kedatangan Dan Nama Kereta Api Berbasis Arduino Pada Perlintasan Sebidang

    No full text
    Transportation safety must be obeyed by all modes of transportation. The railroad crossing is one point that has the potential for conflict between railroad shares and road users. In accordance with applicable regulations, railroad facilities are prioritized when passing level crossings. In fact, road users often try to break the rules. This research aims to present alternative solutions to improve the safety of road users and railroad lines at cross section level. This research uses a method that begins with a literature study. Next through the design phase, the prototype stage and finally the testing phase. The results of this study are the prototype of the railroad direction detector and the identification of electronic-based railways by using an Arduino Microcontroller. The result shows an LCD board that can provide information to road users for the train\u27s arrival direction and train name. With this information it is expected that road users are more concerned with safety and can be careful when passing a level crossing.Keselamatan transportasi harus dipatuhi oleh semua moda transportasi. Penyeberangan jalur kereta api merupakan salah satu titik yang memiliki potensi konflik antara saham kereta api dan pengguna jalan. Sesuai dengan peraturan yang berlaku, fasilitas perkeretaapian diprioritaskan saat melewati penyeberangan tingkat. Padahal, pengguna jalan sering berusaha melanggar peraturan. Penelitian ini bertujuan untuk menghadirkan solusi alternatif untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan jalur kereta api pada tingkat penampang. Penelitian ini menggunakan metode yang dimulai dengan studi pustaka. Selanjutnya melalui tahap perancangan, tahap prototipe dan akhirnya tahap pengujian. Hasil dari penelitian ini adalah prototipe detektor arah perkeretaapian dan identifikasi perkeretaapian berbasis elektronika dengan menggunakan Arduino Microcontroller. Hasilnya terlihat adanya papan LCD yang bisa memberikan informasi kepada pengguna jalan arah kedatangan kereta dan nama kereta. Dengan adanya informasi ini diharapkan pengguna jalan lebih peduli terhadap keselamatan dan bisa berhati-hati saat melewati persilangan sebidang

    Struktur Komunitas Ikan Di Perairan Danau Limboto Desa Pentadio Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas ikan yang di perairan Danau Limboto, di wilayah Desa Pentadio Barat, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Oktober sampai Bulan Desember 2013, dengan mengambil 5 titik lokasi pengambilan sampel. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 2 kali dalam setiap stasiun, yaitu pada pagi hari pukul 08.00 dan malam hari pukul 20.00, masing-masing diulang 2 kali dengan alat tangkap jaring insang (gill net) ukuran mata jaring 2 inci dan 21/4 inci. Pengukuran kualitas air dilakukan secara insitu pada lokasi penelitian saat pengambilan sampel ikan.Hasil penelitian menunjukan bahwa di temukan 9 spesies ikan yang berasal dari 6 famili. Spesies Oreochromis niloticus memiliki komposisi jenis tertinggi sebesar 69,02 % dan komposisi jenis terendah dari spesies Trichogaster pectoralis sebanyak 0,302% dan spesies Oxyeleotris marmorata sebanyak 0,302%. Indeks Keanekaragaman jenis (H') seluruh stasiun berkisar antara 0,665 - 0,981 dengan kategori rendah, indeks keseragaman (E) 0,49 - 0,609 masuk kategori rendah, dan indeks dominasi seluruh stasiun 0,49 - 0,589 juga masuk kategori rendah. Hasil pengukuran beberapa parameter kualitas air menunjukan kondisi perairan yang kurang baik untuk kehidupan ikan. Kata Kunci :Danau Limboto, Komunitas Ikan, Desa Pentadio Bara

    ANALISIS DETERMINAN TINGKAT KEMISKINAN DI PROVINSI BENGKULU PERIODE 2017-2022

    No full text
    Kemiskinan merupakan masalah sosial yang menjadi isu global yang serta selalu hadir di setiap daerah atau negara di dunia khususnya di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Penurunan angka kemiskinan menjadi isu penting yang perlu mendapatkan perhatian serius karena kemiskinan merupakan masalah multidimensi. Masalah kemiskinan juga merupakan masalah sosial yang senantiasa relevan untuk terus dikaji. Provinsi Bengkulu termasuk salah satu provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi. Secara tingkat kemiskinan Provinsi Bengkulu menempati urutan ke tujuh dari 34 Provinsi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum mengenai kondisi kemiskinan Kabupaten/Kota di Provinsi Bengkulu dan menganalisa pengaruh variabel pertumbuhan ekonomi, pendapatan asli daerah, tingkat pengangguran terbuka, indeks pembangunan manusia terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Bengkulu 2017-2022. Metode analisis yang digunakan adalah analisis data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM) dengan metode estimasi seemingly unrealated Regression (SUR). Sumber data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel PAD, TPT dan IPM berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Bengkulu. Sedangkan variabel pertumbuhan ekonomi tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Bengkulu. Secara simultan, menunjukan bahwa secara bersama variabel independen dapat menunjukkan pengaruhnya terhadap kemiskinan. Koefisien R-squared senilai 0,987480 sehingga disimpulkan bahwa variabel independent mampu menjelaskan variabel dependen sebesar 98% sedangkan sisanya (100% -98.7480% = 1.25%) dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diuji dalam penelitian ini. vii Diharapkan kedepannya bahwa pemerintah Provinsi Bengkulu dapat terus berupaya untuk melakukan pemerataan pendistribusian hasil pembangunan dan perekonomian ke seluruh kabupaten/kota yang ada di Provinsi Bengkulu. Sehingga tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat dirasakan terutama oleh wilayah�wilayah dengan pertumbuhan ekonomi yang kecil yang ada di Provinsi Bengkulu. Sehingga pertumbuhan ekonomi dapat berdampak pada pengentasan kemiskinan yang terjadi di sebagian besar wilayah Provinsi Bengkulu

    ANALISIS DETERMINAN TINGKAT KEMISKINAN DI PROVINSI BENGKULU PERIODE 2017-2022

    No full text
    Kemiskinan merupakan masalah sosial yang menjadi isu global yang serta selalu hadir di setiap daerah atau negara di dunia khususnya di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Penurunan angka kemiskinan menjadi isu penting yang perlu mendapatkan perhatian serius karena kemiskinan merupakan masalah multidimensi. Masalah kemiskinan juga merupakan masalah sosial yang senantiasa relevan untuk terus dikaji. Provinsi Bengkulu termasuk salah satu provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi. Secara tingkat kemiskinan Provinsi Bengkulu menempati urutan ke tujuh dari 34 Provinsi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum mengenai kondisi kemiskinan Kabupaten/Kota di Provinsi Bengkulu dan menganalisa pengaruh variabel pertumbuhan ekonomi, pendapatan asli daerah, tingkat pengangguran terbuka, indeks pembangunan manusia terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Bengkulu 2017-2022. Metode analisis yang digunakan adalah analisis data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM) dengan metode estimasi seemingly unrealated Regression (SUR). Sumber data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel PAD, TPT dan IPM berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Bengkulu. Sedangkan variabel pertumbuhan ekonomi tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Bengkulu. Secara simultan, menunjukan bahwa secara bersama variabel independen dapat menunjukkan pengaruhnya terhadap kemiskinan. Koefisien R-squared senilai 0,987480 sehingga disimpulkan bahwa variabel independent mampu menjelaskan variabel dependen sebesar 98% sedangkan sisanya (100% -98.7480% = 1.25%) dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diuji dalam penelitian ini. vii Diharapkan kedepannya bahwa pemerintah Provinsi Bengkulu dapat terus berupaya untuk melakukan pemerataan pendistribusian hasil pembangunan dan perekonomian ke seluruh kabupaten/kota yang ada di Provinsi Bengkulu. Sehingga tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat dirasakan terutama oleh wilayah�wilayah dengan pertumbuhan ekonomi yang kecil yang ada di Provinsi Bengkulu. Sehingga pertumbuhan ekonomi dapat berdampak pada pengentasan kemiskinan yang terjadi di sebagian besar wilayah Provinsi Bengkulu

    WORKSHOP JARINGAN SOHO (SMALL OFFICE HOME OFFICE) MIKROTIK

    No full text
    Sekolah pada umumnya digunakan tempat pendidikan masyarakat secara formal, sekolah terus berevolusi dari sisi pengembangan infrastruktur fasilitasnya, sumberdaya manusia terutama gurunya dan sistem kurikulum untuk mengikuti perkembangan jaman yang terus berkembang. SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) menyiapkan siswa – siswa yang siap bekerja, terutama industri yang membutuhkan sumber daya manusia yang telah memiliki hard skill yang dibutuhkan. Khusus untuk konsentrasi TKJ (jaringan komputer) siswa diberikan workshop dari kelanjutan sosialisasi yang telah diselenggarakan sebelumnya. Workshop dilakukan secara daring (on-line) menggunakan video conference dengan aplikasi google meet, aplikasi seperti power poin dan simulator aplikasi lainnya ditampilkan dengan cara membagikan tampilan desktop kepada para peserta workshop (siswa/siswi SMK Xaverius 1 palembang) Indikator penilaian kegiatan workshop dengan menggunakan kuisioner dan hasil dari beberapa poin pertanyaan yang direspon peserta yang berjumlah 22 orang siswa/siswi SMK Xaverius palembang. Presentase tertinggi pada pertanyaan “apakah topik kegiatan menarik ?” terdapat pada rate ke-4 dengan capaian 22,7%, pertanyaan “Bahan/materi kegitan menaring ?” terdapat pada rate 5 dengan capaian 54,5%, pertanyaan “Penyampaian materi/bahan jelas ?” terdapat pada rate ke 4 dengan capaian 50%, pertanyaan “Bentuk kegiatan ini secara umum menarik?” terdapat pada rate ke 4 dengan capaian 54,5% dan pertanyaan “Kegiatan ini sangat bermanfaat?” terdapat pada rate ke 5 dengan capaian 59,1%, dengan hasil tersebut banyak yang menyikapi positif dalam kegitan PkM tersebut
    corecore