158 research outputs found
In this thesis, I will focus on the systemic functional analysis on the lyrical text of song. Systemic functional is derived from two words that are systemic and functional. The theory is systemic because language is interpreted as a system network of meanings (choices or options) realized by the forms. And the theory is functional because language functions as a resource for making meanings. The song will be analyzed in this thesis is Avenged Sevenfold’s song: Afterlife. Avenged Sevenfold is an American rock band from Huntington Beach, California, formed in 1999. The band consists of vocalist Matthew Charles Sanders (M. Shadows), lead guitarist Brian Elwin Haner Jr. (Synyster Gates), rhythm guitarist Zachary James Baker (Zacky Vengeance) and bassist Jonathan Lewis Seward (Johnny Christ). In December 2009, the drummer James Owen Sullivan or The Rev died of a drug overdose, and then the band replaced him with the Dream Theater drummer Mike Portnoy. The song Afterlife talks about a man who dies early and finds himself in heaven. But, he realizes that he has too many things to do on Earth, and to go back and make it right he has to escape from the afterlife. The problem in this thesis is how to find out the lexicogrammatical patterns, semantic component, cohesive devices, and situational dimensions on the Avenged Sevenfold’s song: Afterlife. The result of this analysis shows that lexicogrammatical patterns (Transitivity, Mood and Theme) explain semantic components (Experiential meaning, Interpersonal meaning and textual meaning), cohesive chains explain cohesive devices (Lexical Cohesion and Personal Reference), and also semantic components and cohesive devices explain situational dimensions (Field, Tenor and Mode).
A song is a composition that contains vocal parts or lyrics that are performed. The
lyrics of songs are typically language of a poetic, rhyming nature, and sometime religious
verses or free prose. Song is not only used to entertain but also used to show the composer‘s
feeling. The objects which are analyzed in the thesis are four selected lyrics songs from
Anang Hermansyah. Anang Hermansyah has known as a Indonesian musician and music
workers, as well known as the widower of famous pop singer Krisdayanti. The writer will
focus on references who implied by Anang Hermansyah into his songs. Linguistics elements
here are lyrics from Anang Hermansyah‘s songs.
The relation between linguistics elements and something exist in the world called as
Reference. Reference divided into Exophoric and Endophoric. Endophoric also divided into 2
different ways in which reference items can be found within a text, they are Anaphoric and
Cataphoric. Anaphoric and Cataphoric are divided into Personal, Demonstrative, and
Comparative. In Anang Hermansyah‘s songs, the writer finds 4 types of reference. They are
Exophoric references, Demonstrative references, Anaphoric references and Cataphoric
references. Exophoric is the most used by Anang Hermansyah in his songs.
This study is proposed to enlarge knowledge and create capability of the writer about
linguistics and references of songs. Next, this research is expected to be a valuable reference
for the next researchers who will conduct research relating to the similar topic, especially in
the field of Reference. And also, this study is also intended to give comprehensive
understanding to readers about Discourse Analysis and Semantics
MODEL INTERAKSI KOMUNIKASI PEMBELAJARANSD/MI
Abstrak: Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi belajar mengajar, pola interaksi dalam hubungan timbal balik antara guru dan siswa itu merupakan model yang di gunakan seorang pendidik dalam keberlangsungan proses belajar mengajar. Interaksi komunikasi dalam pembelajaran memiliki arti yang luas tidak sekedar hubungan guru dan siswa, tetapi berupa interaksi edukatif dalam hal ini bukan hanya sekedar penyampaian pesan berupa materi pelajaran, melainkan penanaman sikap dan nilai pada diri siswa yang sedang belajar. Pola Interaksi dan komunikasi dapat diterapkan dalam proses pembelajaran berlangsung, baik dilingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. Namun interaksi yang penulis maksud di sini adalah interaksi komunikasi pembelajaran yang berlangsung secara khusus dengan ketentuan ketentuan tertentu di lingkungan sekolah lazim disebut interaksi belajar mengajar. Interaksi belajar mengajar mengandung arti adanya kegiatan interaksi dan komunikasi oleh guru yang melaksanakan tugas mengajar disatu pihak, dengan warga belajar (siswa, anak didik/subjek belajar) yang sedang melaksanakan kegiatan belajar
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, KOMPETENSI DAN REWARD TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN DAMPAKNYA PADA KINERJA PEGAWAI DINAS PERHUBUNGAN ACEH
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, KOMPETENSI DAN REWARD TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN DAMPAKNYA PADA KINERJA PEGAWAI DINAS PERHUBUNGAN ACEH* Angga Rianda Aulia, Muhammad Adam, Mukhlis Magister Manajemen, Universitas Syiah Kuala, Indonesia*Corresponding Author : [email protected] ini dilakukan untuk mengetahui dan menguji pengaruh budaya organisasi, kompetensi dan reward terhadap kepuasan kerja dan dampaknya pada kinerja pegawai Dinas Perhubungan Aceh. Populasinya adalah pegawai Dinas Perhubungan Aceh yang berjumlah 204 orang. Penarikan sampel dilakukan dengan metode sensus dimana keseluruhan populasi akan dijadikan sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala likert. Model penelitian dianalisis menggunakan bantuan peralatan statistic SEM AMOS. Hasil pengujian membuktikan Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja, Budaya Organisasi, Kompetensi, dan Reward pada Dinas Perhubungan Aceh sudah baik, Budaya Organisasi mempengaruhi Kepuasan Kerja, Kompetensi mempengaruhi Kepuasan Kerja, Reward mempengaruhi Kepuasan Kerja, Budaya Organisasi tidak mempengaruhi Kinerja Pegawai, Kompetensi mempengaruhi Kinerja Pegawai, Reward mempengaruhi Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja mempengaruhi Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja memediasi secara penuh pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja memediasi secara parsial pengaruh Kompetensi terhadap Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja memediasi secara parsial pengaruh Reward terhadap Kinerja Pegawai. Temuan ini bisa menjadi model peningkatan kinerja pegawai secara akademis yang bisa digunakan sebagai referensi pengembangan model penelitian selanjutnya.Keyword : Budaya Organisasi, Kompetensi, reward, kepuasan kerja, kinerja pegawaiPENGARUH BUDAYA ORGANISASI, KOMPETENSI DAN REWARD TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN DAMPAKNYA PADA KINERJA PEGAWAI DINAS PERHUBUNGAN ACEH* Angga Rianda Aulia, Muhammad Adam, Mukhlis Magister Manajemen, Universitas Syiah Kuala, Indonesia*Corresponding Author : [email protected] ini dilakukan untuk mengetahui dan menguji pengaruh budaya organisasi, kompetensi dan reward terhadap kepuasan kerja dan dampaknya pada kinerja pegawai Dinas Perhubungan Aceh. Populasinya adalah pegawai Dinas Perhubungan Aceh yang berjumlah 204 orang. Penarikan sampel dilakukan dengan metode sensus dimana keseluruhan populasi akan dijadikan sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala likert. Model penelitian dianalisis menggunakan bantuan peralatan statistic SEM AMOS. Hasil pengujian membuktikan Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja, Budaya Organisasi, Kompetensi, dan Reward pada Dinas Perhubungan Aceh sudah baik, Budaya Organisasi mempengaruhi Kepuasan Kerja, Kompetensi mempengaruhi Kepuasan Kerja, Reward mempengaruhi Kepuasan Kerja, Budaya Organisasi tidak mempengaruhi Kinerja Pegawai, Kompetensi mempengaruhi Kinerja Pegawai, Reward mempengaruhi Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja mempengaruhi Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja memediasi secara penuh pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja memediasi secara parsial pengaruh Kompetensi terhadap Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja memediasi secara parsial pengaruh Reward terhadap Kinerja Pegawai. Temuan ini bisa menjadi model peningkatan kinerja pegawai secara akademis yang bisa digunakan sebagai referensi pengembangan model penelitian selanjutnya.Keyword : Budaya Organisasi, Kompetensi, reward, kepuasan kerja, kinerja pegawa
Representing Symbolic Controllers with Deep Neural Networks
Controller synthesis techniques based on symbolic models or discrete abstractions are becoming increasingly attractive as they allow for synthesizing correct-by-design controllers of general nonlinear systems under complex behavioral requirements. However, its immense size as the consequence of the state-space explosion prohibits the approach to be widely used in real-life applications. The explosion of state space is mainly caused by the discretization in the abstraction step, and the redundancy of control inputs resulted in from the synthesis. Compression methods and determinization techniques have been developed to tackle the size problem of the resulting controller. Neural networks capabilities at approximating function and substituting look-up tables in broad applications, such as flight-critical system and deep reinforcement learning, motivate us to suggest utilizing neural networks as an alternative approach to represent the controller. In this work, the evaluation of the capability of neural networks as a viable approach to store a symbolic controller is presented. We present the utilization of neural networks to store deterministic controllers. We also propose a determinization technique based on the multiclass classification task in neural networks to determinize the controller. Additionally, we employ neural networks to store non-deterministic controllers by preserving the redundancy of the control inputs. Comparisons between binary decision diagrams (BDDs) and neural networks as compact representations of symbolic controllers are performed. Results show that neural networks are able to represent symbolic controllers in a more compact way compared to BDDs considering the size overhead produced by the CUDD package as its manipulation library.Electrical Engineering | Embedded System
Inklusi dan Eksklusi Aktor Sosial dalam Film Filosofi Kopi: 3 Ben & Jody Karya Angga Dwimas Sangsoko: Pendekatan Theo Van Leeuwen
This research aims to describe the forms of inclusion and exclusion of social actors in the film Filosofi Kopi: 3 Ben & Jody by Angga Dwimas Sangsoko usingTheo van Leeuwen’s critical disourse analysis approach. This research uses a qualitative approach using descriptive methods. The author obtained the data sources in this research from several internet platforms such as Netflix which can be accessed online. The results of this research show that there are 36 inclusions in the form of differentiation, objectivation, abstraction, nomination, categorization, assimilation, individualization, association, dissociation and 1 form of exclusion in the form of using passive constructions and no form of using nominalization constructions. Through this analysis, it was found that in the story of the film “Filosofi Kopi 3: Ben & Jody”, it shows more about the identity of social actors and shows how marginalized groups such as farmers experience oppression that they should not have, while the actors who is the main actor is the company not shown. The producer favors actors helping farmers to fight for their customary land by showing unpleasant acts such as oppression and forced labor. This can be seen from the large amount of inclusion data obtained by showing actors playing the role of victim.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripiskan bentuk-bentuk Inklusi dan Eksklusi aktor sosial dalam film Filosofi Kopi 3: Ben & Jody karya Angga Dwimas Sangsoko menggunakan Pendekatan analisis wacana kritis milik Theo van Leeuwen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Sumber data yang ada di dalam penelitian ini penulis peroleh dari beberapa platform internet seperti Netflix yang dapat di akses secara online. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat sebanyak 36 inklusi dalam bentuk diferensiasi, objektivasi, abstraksi, nominasi, kategorisasi, asimilasi, individualisasi, asosiasi, disosiasi dan 1 bentuk eksklusi dalam bentuk penggunaan kontruksi pasif serta tidak ada bentuk penggunaan kontruksi nominalisasi. Melalui analisis tersebut, ditemukanlah pandangan bahwa dalam tuturan film “Filosofi Kopi3: Ben & Jody” ini, lebih banyak menampilkan bagaimana identitas aktor sosial dan memperlihatkan bagaimana kaum marginal seperti petani mendapatkan penindasan yang seharusnya tidak mereka dapatkan, sedangkan aktor yang menjadi pelaku utama yaitu perusahaan tidak diperlihatkan. Sang produser lebih memihak para aktor membantu para petani untuk memperjuangkan tanah ulayatnya dengan menampilkan perbuatan-perbuatan tidak menyenangkan seperti penindasan, dan kerja paksa, ini dapat dilihat dari banyaknya data inklusi yang diperoleh dengan menampilkan para aktor yang berperan sebagai korban.This research aims to describe the forms of inclusion and exclusion of social actors in the film Filosofi Kopi: 3 Ben & Jody by Angga Dwimas Sangsoko usingTheo van Leeuwen’s critical disourse analysis approach. This research uses a qualitative approach using descriptive methods. The author obtained the data sources in this research from several internet platforms such as Netflix which can be accessed online. The results of this research show that there are 36 inclusions in the form of differentiation, objectivation, abstraction, nomination, categorization, assimilation, individualization, association, dissociation and 1 form of exclusion in the form of using passive constructions and no form of using nominalization constructions. Through this analysis, it was found that in the story of the film “Filosofi Kopi 3: Ben & Jody”, it shows more about the identity of social actors and shows how marginalized groups such as farmers experience oppression that they should not have, while the actors who is the main actor is the company not shown. The producer favors actors helping farmers to fight for their customary land by showing unpleasant acts such as oppression and forced labor. This can be seen from the large amount of inclusion data obtained by showing actors playing the role of victim.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripiskan bentuk-bentuk Inklusi dan Eksklusi aktor sosial dalam film Filosofi Kopi 3: Ben & Jody karya Angga Dwimas Sangsoko menggunakan Pendekatan analisis wacana kritis milik Theo van Leeuwen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Sumber data yang ada di dalam penelitian ini penulis peroleh dari beberapa platform internet seperti Netflix yang dapat di akses secara online. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat sebanyak 36 inklusi dalam bentuk diferensiasi, objektivasi, abstraksi, nominasi, kategorisasi, asimilasi, individualisasi, asosiasi, disosiasi dan 1 bentuk eksklusi dalam bentuk penggunaan kontruksi pasif serta tidak ada bentuk penggunaan kontruksi nominalisasi. Melalui analisis tersebut, ditemukanlah pandangan bahwa dalam tuturan film “Filosofi Kopi3: Ben & Jody” ini, lebih banyak menampilkan bagaimana identitas aktor sosial dan memperlihatkan bagaimana kaum marginal seperti petani mendapatkan penindasan yang seharusnya tidak mereka dapatkan, sedangkan aktor yang menjadi pelaku utama yaitu perusahaan tidak diperlihatkan. Sang produser lebih memihak para aktor membantu para petani untuk memperjuangkan tanah ulayatnya dengan menampilkan perbuatan-perbuatan tidak menyenangkan seperti penindasan, dan kerja paksa, ini dapat dilihat dari banyaknya data inklusi yang diperoleh dengan menampilkan para aktor yang berperan sebagai korban
Penggunaan Arduino Uno Untuk Mendeteksi In dan Out Pengunjung Ruang Kantor
Kantor menjadi suatu kebutuhan pokok bagi hidup manusia.Kantor mempunyai beberapa fungsi bagi kehidupan manusia, terutama sebagai tempat berlindung dari cuaca, keamanan, tempat tinggal, tempat belajar, privasi, tempat menyimpan barang, dan tempat bekerja. Salah satu fungsi Kantor khusunya kantor adalah sebagai tempat untuk bekerja. Namum di saat bekerja, Diperhatikan pintu In dan Out pengunjung. Untuk itu perlu adanya sebuah penelitian yang bertujuan untuk membuat suatu sistem pendeteksi manusia yang dapat diaplikasikan di sebuah gedung atau kantor dan rumah. Sistem pendeteksi manusia pada gedungterdiri dari Mikrokontroler, sensor PIR, speaker, adaptor, dan modul Mp3. Mikrokontroler merupakan pusat kendali dari seluruh rangkaian, Mikrokontroler akan mengambil data yang dikirimkan oleh sensor PIR yang di letakkan di depan dan belakang pintu kemudian akan mengeluarkan suara jika ada yang masuk atau keluar dari pintu. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sistem pendeteksi manusia pada ruangan kantor dapat berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan yaitu dapat mendeteksi setiap gerakan yang berada di depan atau belakang pintu yang digunakan dan jarak yang dapat dijangkau oleh sensor PIR sejauh 5-6 m
PERTANGGUNGJAWABAN MASKAPAI PENERBANGAN DALAM PENGANGKUTAN BURUNG HIAS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertanggungjawaban maskapai
penerbangan dalam pengangkutan burung hias terkhusus maskapai Sriwijaya Air dan Lion
Air, dan juga melihat bagaimana pertanggung jawaban menurut Undang-Undang Nomor 1
Tahun 2009 tentang Penerbangan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan normatifyang
mana dalam hal ini melakukan pengkajian terhadap maskapai penerbangan terkhususkan
maskapai Sriwijaya Air dan Lion Air dalam tanggung jawabnya terhadap pengiriman burung
hias dan juga melihat tanggun jawab itu berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 1
Tahun 2009 tentang penerbangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kegiatan
pengangkutan tersebut pihak Sriwijaya Air dalam pertanggungjawaban angkutan burung hias
tersebut dilakukan secara tidak efektif karena lambatnya proses pertanggung jawaban
sehingga membuat pengirim burung hias kecewa, sedangkan pihak Sriwijaya Air tidak
bertanggung jawab atas pengiriman burung hias tersebut karena diawal perjanjian
pengangkutan burung hias telah dibuat suatu kesepakatan khusus untuk menghilangkan
tanggung jawab dari pihak maskapai Sriwijaya yang mengangkut burung hias tersebut.
Sesungguhnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang penerbangan memberikan
tanggung jawab kepada pihak pengangkut burung hias dalam hal terjadinya kerugian yang
ditimbulkan selama proses kegiatan pengangkutan sehingga dalam ketentuan tersebut
menyatakan pihak maskapai sriwijaya air tersebut harus bertanggung jawab atas timbulnya
kerugian selama proses pengangkutan tersebut.
Kata Kunci: Pertanggungjawaban, Lion Air, Sriwijaya Air, Undang-Undang Nomor
1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, Pengangkuta
PENGARUH RELATIONSHIP MARKETING TERHADAP LOYALITAS NASABAH MELALUI KEPUASAN NASABAH
This study aimed to determine the influnce of relationship marketing, and customer satisfaction on customer loyalty at BMT Amanah Sentosa Abadi Pasir Sakti East Lampung. The population in this study amounted to 6882 customers. Sampling technique was using Non Probability Sampling using accidental sampling technique. The sample in this study amounted to 99 customers. The hypotheses analyzed used linear regression and path analysis. The Research subject were the customers BMT Amanah Sentosa Abadi. The method used in this research was descriptive verification, ex post facto approach and survey method. The results showed that there was an influence relationshp marketing and customer satisfaction to loyalty both directly and indirectly.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada pengaruh relationship marketing, dan kepuasan nasabah terhadap loyalitas nasabah pada BMT Amanah Sentosa Abadi Pasir Sakti Lampung Timur. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 6882 nasabah. Teknik sampling dengan menggunakan Non Probability Sampling dengan menggunakan teknik Accidental Sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 99 nasabah. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis Regresi Linier dan Path Analysis. Subjek penelitian yaitu nasabah BMT Amanah Sentosa Abadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif verifikatif, dengan pendekatan ex post facto dan metode survey. Hasil penelitian menunjukkan: bahwa ada pengaruh relationshp marketing dan kepuasan nasabah terhadap loyalitas baik secara langsung maupun secara tidak langsung.Kata kunci: kepuasan nasabah, loyalitas nasabah, relationship marketing
Spekulace vydavatelů o popularitě knih na BookToku
This paper explores how publishers manipulate books that gain popularity on BookTok, an influential TikTok-based reading community. The study analyzes the various marketing strategies used, such as price increases, partnerships with influencers, exclusive chapters, resizing the book, and movie-related covers. Publishers also use tactics such as sensational stickers, themed merchandise, and book redesigns to attract readers and increase sales. However, they raise doubts about whether they are fair and just to readers. The thesis is based on quantitative and qualitative research methods, including a survey of 105 respondents, which will help to understand the impact of these manipulations and BookTok on reader perception, book availability, and the publishing business. An interview with a well- known Ukrainian author of book content was also conducted. The findings suggest that BookTok marketing works very well, but it is often difficult to understand where the reader's curiosity ends and the pressure to buy the book begins. This study examines how BookTok affects Ukrainian readers and the publishing industry, and draws attention to recognizing honest marketing strategies and manipulative practices.Tato diplomová práce zkoumá, jak vydavatelé manipulují s knihami, které získávají popularitu na BookToku, vlivné čtenářské komunitě založené na TikToku. Studie analyzuje různé používané marketingové strategie, jako je zvyšování cen, partnerství s influencery, exkluzivní kapitoly, změna velikosti knihy a obálky související s filmem. Vydavatelé také používají taktiky, jako jsou senzační nálepky, tematické zboží a změny designu knih, aby přilákali čtenáře a zvýšili prodeje. Vyvolávají však pochybnosti o tom, zda jsou vůči čtenářům férové a spravedlivé. Práce je založena na kvantitativních a kvalitativních výzkumných metodách, včetně průzkumu mezi 105 respondenty, které pomohou pochopit dopad těchto manipulací a BookToku na vnímání čtenářů, dostupnost knih a nakladatelský byznys. Byl také proveden rozhovor se známou ukrajinskou autorkou knižního contentu. Zjištění naznačují, že marketing BookToku funguje velmi dobře, ale často je obtížné pochopit, kde končí čtenářova zvědavost a začíná tlak na koupi knihy. Tato studie zkoumá, jak BookTok ovlivňuje ukrajinské čtenáře a vydavatelský průmysl, a upozorňuje na rozpoznání poctivých marketingových strategií a manipulativních praktik.Department of Marketing Communication and Public RelationsKatedra marketingové komunikace a public relationsFaculty of Social SciencesFakulta sociálních vě
Marketing Communication Strategy of the Tourism Office in Increasing the Number of Visitors to the Tangkahan Tourist Attraction in Langkat Regency (Case Study in the Marketing Sector of the Culture and Tourism Service of North Sumatra Province)
78 HalamanWisata Tangkahan merupakan Objek Wisata yang bergerak pada potensi
ekowisata dengan keterlibatan masyarakat yang cukup baik. Konsep CBT
(Community Based Tourism) yang di terapkan untuk mewujudkan pengelolaan
pariwisata yaitu denga melibatkan masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahi bagaimana upaya Dinas dalam pengembangan Pariwisata
Tangkahan yang ada di kabupaten Langkat. Dimana Wisata tersebut Belum terlalu
banyak yang tau , faktor nya karna minimnya sarana dan prasarana saat
berkunjung ke Tangkahan. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui bagaimana
Strategi Komunikasi Dinas Untuk meningkatkan pengunjung. Metode yang
digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Data penelitian
kualitatif Deskriptif ini datanya diperoleh langsung dari informan atau subjek
penelitian, melalui wawancara, observasi, dan Dokumentasi. Teori yang
digunakan adalah IMC (integrated marketing communication). Hasil penelitian
menunjukan bahwa Strategi Dinas Pariwisata lakukan adalah sosialisai ke
Tangkahan, komunikasi pemasaran wisata yang dilakukan Dinas Pariwisata yaitu
memanfaatkan media sosial sebagai strategi promosi wisata. Komunikasi
pemasaran dengan membuat booklet, web-web,dan Aplikasi instagram, youtube,
facebook. Faktor penghambatnya adalah kurangnya dana untuk membangun
sarana dan prasarana menuju Tangkahan. Strategi komunikasi ini dapat
mempengaruhi jumlah pengunjung dengan upaya memberikan rancangan
bagaimana mempengaruhi wisatawan dengan berbagai cara agar tertarik
berkunjung. Tangkahan Tourism is a tourist attraction that operates on ecotourism
potential with quite good community involvement. The CBT (Community Based
Tourism) concept which is applied to realize tourism management is by involving
local communities. This research aims to find out how the Department is trying to
develop Tangkahan Tourism in Langkat district. Not too many people know where
this tourist attraction is, the reason is the lack of facilities and infrastructure when
visiting Tangkahan. Therefore, researchers want to know how the Department's
Communication Strategy is to increase visitors. The method used by the author in
this research is a qualitative method. This descriptive qualitative research data is
data obtained directly from informants or research subjects, through interviews,
observation and documentation. The theory used is IMC (integrated marketing
communication). The results of the research show that the Tourism Department's
strategy is to socialize to Tangkahan, tourism marketing communications carried
out by the Tourism Department, namely utilizing social media as a tourism
promotion strategy. Marketing communications by creating booklets, websites
and applications for Instagram, YouTube, Facebook. The inhibiting factor is the
lack of funds to build facilities and infrastructure towards Tangkahan. This
communication strategy can influence the number of visitors by providing plans
on how to influence tourists in various ways to be interested in visiting
- …
