1,724,012 research outputs found

    LUKISAN APEL HENDRAWAN SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER SENI RUPA RELIGIUS

    Full text link
    Karakter religius pada lukisan karya Apel Hendrawan merupakan hasil dari dedikasi dan komitmen diri sebagai seorang pelukis magic yang berangkat dari keterpurukan diri dari masa rehabilitasi narkoba serta hasil penerimaan kode spiritual inisiasi dari kepercayaan pada dunia gaib atau roh-roh suci. Inilah yang menjadi Apel Hendrawan sebagai seorang pelukis dan karyanya terkandung ciri khas yang unik spesifik berkarakter pendidikan seni rupa religius. Sangat unik untuk diteliti dalam sebuah penelitian berjudul; Lukisan Apel Hendrawan sebagai media pendidikan karakter seni rupa religius. Dengan masalah; Mengapa lukisan Apel Hendrawan dipakai sebagai media pendidikan karakter seni rupa religius? Bagaimana bentuk penerapan lukisan Apel Hendrawan sebagai media pendidikan karakter seni rupa religius?, Apakah implikasi adanya penerapan lukisan Apel Hendrawan sebagai media edukasi pendidikan karakter seni rupa religius

    Video Dataset of Woman Basic Balinese Dance Movement for Action Recognition

    No full text
    This dataset contains videos of 13 basic female Balinese dance movements demonstrated by nine female dancers. These basic movements include Agem Kanan, Agem Kiri, Ulap-Ulap, Ngegol, Seledet, Nyalud, Nyeregseg, Ngelung, Ngeseh, Tapak Sirangpada, Ngeed, Ngelo, and Ngumbang. The total number of videos is 1,740. The data is divided into three directories, which are train, validation, and test

    SIMBOL DAN MAKNA TARI SUBADRA LARUNG KARYA WAWAN HENDRAWAN

    No full text
    Skripsi dengan judul “Simbol dan Makna Tari Subadra Larung Karya Wawan Hendrawan”. Narasumber utama dalam penelitian ini yaitu Wawan Hendrawan selaku koreografer tari Subadra Larung. Tari Subadra Larung ini termasuk dalam rumpun tari kreasi baru yang berlandaskan tari rakyat dengan etnis Sunda. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data simbol dan makna gerak, rias, busana, kemudian mendeskripsikannya melalui kajian mendalam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif yang dikaji melalui pendekatan etnokoreologi didukung dengan teori hermeneutik yang ditunjang dengan teori simbol dan makna, teori garis dan warna, serta beberapa teori pendukung lainnya. Analisis selain itu juga menggunakan teknik triangulasi data dari hasil observasi, wawancara, dan studi pustaka. Adapun data dikumpulkan melalui data reduksi, data display, dan kesimpulan. Berdasarkan pendekatan etnokoreologi maka bisa disimpulkan bahwa tari Subadra Larung karya Wawan Hendrawan, merupakan setumpuk konteks dan teks yang dapat dibaca sehingga dapat dipahami serta dapat peneliti multitafsir simbol dan makna gerak, rias, juga busananya. Hasil penelitian ini bahwa tari Subadra Larung secara konteks dan teks merupakan simbol pertahanan, ketegasan, kedudukan seorang wanita serta dimaknai sebagai wanita harus menjunjung harkat dan martabat demi membela serta menjaga kehormatan diri. ; This research is entitled “The Symbol and Meaning of Subadra Larung Dance created by Wawan Hendrawan. The main respondent in this research is Wawan Hendrawan as the choreographer of Subadra Larung dance. This traditional dance is included in a tribe of newly-created dances based on the folk dance with Sundanese ethnic. This research aimed to obtain the data related to the symbols and meanings of motion which described through in-depth research. The method used in this research is descriptive analysis method with qualitative approach assessed through ethnochoreology approach supported by hermeneutic theory which also supported by the theory of symbols and meanings, the theory of lines, as well as several other supporting theories. This analysis is also used data triangulation technique from the results of observation, interviews, and literature review. The data were collected through the reduction data, display data, and conclusions. Based on the ethnochoreology approach, it could be concluded that Tari Subadra Larung is a batch or group of contexts and readable texts that could be understood and also the researcher could have multiple interpretations related to the symbols and meanings of its motion. The results of this research reveal that Subadra Larung dance in context and text is a symbol of defense, assertiveness, woman standing and it also interpreted that a woman must uphold their dignity and prestige to defend and protect her self-esteem

    Pemberian Status Kewarganegaraan Terhadap Penduduk Yang Belum Wni (Studi Kasus: Hendrawan, Atlet Bulutangkis)

    Full text link
    Menurut prosedur perolehan kewarganegaraan sesuai dengan Memori Penjelasan Umum UU NO. 62 Tahun 1958, maka mengenai kepastian status Hendrawan adalah melalui kelahiran berdasarkan keturunan dari orang tuanya merupakan warga negara Indonesia (dengan bukti Akte Kelahiran), dan tidak tepat diberlakukan SBKRI sesuai Surat Keputusan Menteri Kehakiman Nomor: M.OlUM. 09. 03-80, Nomor 42 Tahun 1980 tersebut, maka status Hendrawan secara langsung ikut serta menjadi WNI dengan mengikuti kewarganegaraan ayabnya. Jadi untuk lebih tepatnya bahwa SBKRI ditujukan kepada mereka yang memperoleh kewarganegaraan melalui naturalisasi

    STUDI KOMPARASI TARI WALEDAN GAYA ASEP WAHYU DI SANGGAR RINGKANG GUMIWANG YPK DAN GAYA WAWAN HENDRAWAN DI PADEPOKAN SEKAR PANGGUNG

    Full text link
    Dewasa ini, terdapat banyak hal yang mulai terlupakan seperti halnya karya tari dari pada seniman yang belum didokumentasikan, kurangnya apresiasi dari masyarakat dan pemerintah menarik peneliti untuk meneliti sebagai bahan untuk mendokumentasikan. Secara umum penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan proses penciptaan dan gaya dari Tari Waledan gaya Asep Wahyu serta Wawan Hendrawan. Adapun tujuan tersebut untuk menjawab rumusan masalah yaitu (a) Bagaimana perbedaan Proses Penciptaan tari waledan gaya Asep Wahyu dan Wawan Hendrawan.(b) Bagaimana perbedaan gerak, tata rias dan busana Tari waledan gaya Asep Wahyu di Sanggar Ringkang Gumiwang dan Wawan Hendrawan di Padepokan Sekar Panggung .Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif analisis dengan menggunakan teori komparatif sebagai pisau bedah. Pengumpulan data dilakukan dengan paradigm kualitatif adalah kegiatan observasi, wawancara, studi dokumentasi dan studi pustaka dengan menggunakan teknik validasi triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan dalam segi proses penciptaan dan gerak, rias, busana dari Tari Waledan gaya Asep Wahyu serta Wawan Hendrawan, keduanya memiliki ciri khas tersendiri walaupun memiliki latar belakang yang sama. ;---Today, there are many things that are starting to be forgotten such as dance works from artists that have not been documented, lack of appreciation from the community and the government attract researchers to research as material for documenting. In general, this research has a purpose to describe the process of creation and style of Waledan Dance style of Asep Wahyu and Wawan Hendrawan. The purpose is to answer the formulation of the problem, namely (a) What is the difference between the Waledan dance creation process and the style of Asep Wahyu and Henry Hendrawan (b) How is the difference between motion, makeup and dance clothes in the style of Asep Wahyu in Sanggar Ringkang Gumiwang and Wawan Hendrawan in Padepokan Sekar panggung. In this study using a qualitative approach and descriptive analysis method using comparative theory as a scalpel. Data collection is carried out with qualitative paradigm is observation, interview, documentation study and literature study activities using triangulation validation techniques. The results of this study indicate that there are similarities and differences in terms of the process of creation and movement, make-up, clothing from Waledan Dance style of Asep Wahyu and Henry Hendrawan, both of which have their own characteristics despite having the same backgroun

    ANALISIS NILAI MORAL DALAM KUMPULAN CERPEN KELUARGA KU TAK SEMURAH RUPIAH KARYA R AYI HENDRAWAN SUPRIADI DAN RELEVANSINYA TERHADAP PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA

    Full text link
    Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan hasil Analisis Nilai Moral dalam Kumpulan Cerpen Keluargaku Tak Semurah Rupiah Karya R Ayi Hendrawan Supriadi dan Relevansinya terhadap Pembelajaran Sastra di SMA. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskripsi. Sumber data dalam penelitian ini adalah Cerpen Keluargaku Tak Semurah Rupiah Karya R Ayi Hendrawan Supriadi. Berdasarkan hasil nilai moral hubungannya manusia dengan tuhan terdapat dalam kumpulan cerpen Keluargaku Tak Semurah Rupiah Karya R Ayi Hendrawan Supriadi adalah ketakwaan. Nilai moral dalam lingkup hubungannya manusia dengan sesama terdapat dalam kumpulan cerpen Keluargaku Tak Semurah Rupiah Karya R Ayi Hendrawan Supriadi ada enam nilai moral yaitu toleransi, kasih sayang, simpati, suka memberi, bertanggung jawab,kepedulian. Nilai moral dalam lingkup hubungannya manusia dengan diri yang terdapat dalam kumpulan cerpen Keluargaku Tak Semurah Rupiah Karya R Ayi Hendrawan Supriadi yaitu kesadaran diri, intropeksi diri, pantang menyerah, berkomitmen dan berfikir kritis. Kumpulan cerpen Keluargaku Tak Semurah Rupiah Karya R Ayi Hendrawan Supriadi dapat menjadi materi bahan ajar di sekolah karena dapat menjadi pedoman untuk pembentukan kepribadian dan watak peserta didik dengan mampu menilai dan memahami nilai moral yang dapat ditiru dan diterapkan dilingkungan sekolah dan masyarakat
    corecore