148 research outputs found

    Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Barat

    No full text
    Tujuan dalam penelitian ini adalah  untuk mengetahui kepuasan kerja dan kinerja pegawai, serta menguji dan menganalisis pengaruh kepuasan kerja yang terdiri dari kepuasan atas prestasi, kepuasan atas pengakuan, kepuasan atas tanggung jawab, kepuasan atas kemajuan, dan kepuasan atas pekerjaan itu sendiri baik secara simultan maupun parsial terhadap kinerja pegawai Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Barat.   Sampel dalam penelitian ini adalah 69 orang pegawai.Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis linier berganda untuk menganalisis pengaruh variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y).   Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kepuasan kerja dan kinerja Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Barat secara umum berada dalam kategori puas dan baik. Secara simultan kepuasan kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai. Sedangkan secara parsial variabel yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai yaitu kepuasan atas prestasi, kepuasan atas pengakuan dan kepuasan atas pekerjaan itu sendiri.     Kata kunci : kepuasan kerja dan kinerja pegawa

    Workplace Incivility dan Kinerja Dosen di Kota Pontianak: Peran Mediasi Sinisme dan Keterikatan Kerja

    No full text
    Incivility in the workplace is not a new phenomenon, particularly in higher education settings, where complex transformations occur due to generational differences in the workforce. This study aims to measure the impact of workplace incivility on work engagement and cynicism, as well as its effects on the job performance of university lecturers in Pontianak. This research adopts an explanatory design to elucidate the causal relationships between variables using quantitative methods. Primary data were obtained by distributing questionnaires to respondents selected through purposive sampling. The study involved 122 lecturers representing various age groups from Baby Boomers, Generation X, Millennials (Generation Y), to Generation Z, to elucidate the responses of each generation to the phenomenon of workplace incivility. The collected data were analyzed using Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results indicate that work engagement partially mediates the relationship between workplace incivility and job performance, with a significance value of 0.005. Meanwhile, cynicism fully mediates the relationship between workplace incivility and job performance, with a significance value of 0.748

    The Role of Digital Content in the Sustainability of the Food and Beverage (F&B) Industry

    No full text
    The Food and Beverage (F&B) industry is experiencing dynamic growth, particularly in the coffee shop sector. The rapid expansion of coffee shops has intensified competition, influencing consumer purchase decisions. The evolving digital marketing landscape has enabled consumers to engage with digital content—namely Firm Generated Content (FGC) and User Generated Content (UGC)—which can enhance perceived value and subsequently drive purchasing behavior. Although both FGC and UGC have become increasingly prevalent, their distinct impacts merit further investigation. This study employed a survey method targeting individuals who have purchased coffee shop products in Pontianak. Quantitative data were collected and analyzed to support generalization through statistical evidence. A purposive sampling technique was used, requiring respondents to meet specific criteria. The analytical tool applied was Structural Equation Modeling (SEM) using the Partial Least Squares (PLS) approach. The findings indicate that both FGC and UGC have a positive and significant influence on perceived value. Furthermore, FGC, UGC, and perceived value each positively and significantly affect purchase decisions. In terms of mediation, perceived value is proven to mediate the relationship between FGC and UGC with purchase decision

    PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, KOMPETENSI DAN REWARD TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN DAMPAKNYA PADA KINERJA PEGAWAI DINAS PERHUBUNGAN ACEH

    No full text
    PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, KOMPETENSI DAN REWARD TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN DAMPAKNYA PADA KINERJA PEGAWAI DINAS PERHUBUNGAN ACEH* Angga Rianda Aulia, Muhammad Adam, Mukhlis Magister Manajemen, Universitas Syiah Kuala, Indonesia*Corresponding Author : [email protected] ini dilakukan untuk mengetahui dan menguji pengaruh budaya organisasi, kompetensi dan reward terhadap kepuasan kerja dan dampaknya pada kinerja pegawai Dinas Perhubungan Aceh. Populasinya adalah pegawai Dinas Perhubungan Aceh yang berjumlah 204 orang. Penarikan sampel dilakukan dengan metode sensus dimana keseluruhan populasi akan dijadikan sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala likert. Model penelitian dianalisis menggunakan bantuan peralatan statistic SEM AMOS. Hasil pengujian membuktikan Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja, Budaya Organisasi, Kompetensi, dan Reward pada Dinas Perhubungan Aceh sudah baik, Budaya Organisasi mempengaruhi Kepuasan Kerja, Kompetensi mempengaruhi Kepuasan Kerja, Reward mempengaruhi Kepuasan Kerja, Budaya Organisasi tidak mempengaruhi Kinerja Pegawai, Kompetensi mempengaruhi Kinerja Pegawai, Reward mempengaruhi Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja mempengaruhi Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja memediasi secara penuh pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja memediasi secara parsial pengaruh Kompetensi terhadap Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja memediasi secara parsial pengaruh Reward terhadap Kinerja Pegawai. Temuan ini bisa menjadi model peningkatan kinerja pegawai secara akademis yang bisa digunakan sebagai referensi pengembangan model penelitian selanjutnya.Keyword : Budaya Organisasi, Kompetensi, reward, kepuasan kerja, kinerja pegawaiPENGARUH BUDAYA ORGANISASI, KOMPETENSI DAN REWARD TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN DAMPAKNYA PADA KINERJA PEGAWAI DINAS PERHUBUNGAN ACEH* Angga Rianda Aulia, Muhammad Adam, Mukhlis Magister Manajemen, Universitas Syiah Kuala, Indonesia*Corresponding Author : [email protected] ini dilakukan untuk mengetahui dan menguji pengaruh budaya organisasi, kompetensi dan reward terhadap kepuasan kerja dan dampaknya pada kinerja pegawai Dinas Perhubungan Aceh. Populasinya adalah pegawai Dinas Perhubungan Aceh yang berjumlah 204 orang. Penarikan sampel dilakukan dengan metode sensus dimana keseluruhan populasi akan dijadikan sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala likert. Model penelitian dianalisis menggunakan bantuan peralatan statistic SEM AMOS. Hasil pengujian membuktikan Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja, Budaya Organisasi, Kompetensi, dan Reward pada Dinas Perhubungan Aceh sudah baik, Budaya Organisasi mempengaruhi Kepuasan Kerja, Kompetensi mempengaruhi Kepuasan Kerja, Reward mempengaruhi Kepuasan Kerja, Budaya Organisasi tidak mempengaruhi Kinerja Pegawai, Kompetensi mempengaruhi Kinerja Pegawai, Reward mempengaruhi Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja mempengaruhi Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja memediasi secara penuh pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja memediasi secara parsial pengaruh Kompetensi terhadap Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja memediasi secara parsial pengaruh Reward terhadap Kinerja Pegawai. Temuan ini bisa menjadi model peningkatan kinerja pegawai secara akademis yang bisa digunakan sebagai referensi pengembangan model penelitian selanjutnya.Keyword : Budaya Organisasi, Kompetensi, reward, kepuasan kerja, kinerja pegawa

    PENGEMBANGAN PEMASARAN BERBASIS DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING TRADER CANGKANG SAWIT DI PASAR LOKAL DAN GLOBAL

    No full text
    Penelitian PKM ini berjudul "Pengembangan Pemasaran Berbasis Digital untuk Meningkatkan Daya Saing Trader Cangkang Sawit di Pasar Lokal dan Global". Kegiatan ini bertujuan memberdayakan para trader cangkang sawit di Pontianak melalui pelatihan dan pendampingan dalam pemasaran digital. Latar belakang kegiatan ini adalah rendahnya kemampuan promosi digital, keterbatasan akses pasar, serta minimnya literasi digital dan hukum bisnis pada pelaku usaha cangkang sawit, meskipun potensi ekspor dan pasar internasional sangat besar. Melalui pelaksanaan workshop, peserta dibekali keterampilan pemasaran digital seperti pembuatan konten, pengelolaan toko online, penggunaan media sosial, SEO dasar, hingga email marketing. Kegiatan juga mencakup edukasi literasi hukum digital serta penggunaan aplikasi facebook meta ads dan scalev. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta. Pendampingan ini membuka peluang baru, termasuk potensi ekspor dan perluasan pasar. Luaran kegiatan meliputi dokumentasi video, artikel ilmiah, serta rencana lanjutan berupa pengembangan website, e-commerce, media sosial, dan strategi ekspor. PKM ini tidak hanya meningkatkan kapasitas bisnis mitra tetapi juga berkontribusi pada pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) kampus dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjuta

    Representing Symbolic Controllers with Deep Neural Networks

    No full text
    Controller synthesis techniques based on symbolic models or discrete abstractions are becoming increasingly attractive as they allow for synthesizing correct-by-design controllers of general nonlinear systems under complex behavioral requirements. However, its immense size as the consequence of the state-space explosion prohibits the approach to be widely used in real-life applications. The explosion of state space is mainly caused by the discretization in the abstraction step, and the redundancy of control inputs resulted in from the synthesis. Compression methods and determinization techniques have been developed to tackle the size problem of the resulting controller. Neural networks capabilities at approximating function and substituting look-up tables in broad applications, such as flight-critical system and deep reinforcement learning, motivate us to suggest utilizing neural networks as an alternative approach to represent the controller. In this work, the evaluation of the capability of neural networks as a viable approach to store a symbolic controller is presented. We present the utilization of neural networks to store deterministic controllers. We also propose a determinization technique based on the multiclass classification task in neural networks to determinize the controller. Additionally, we employ neural networks to store non-deterministic controllers by preserving the redundancy of the control inputs. Comparisons between binary decision diagrams (BDDs) and neural networks as compact representations of symbolic controllers are performed. Results show that neural networks are able to represent symbolic controllers in a more compact way compared to BDDs considering the size overhead produced by the CUDD package as its manipulation library.Electrical Engineering | Embedded System

    Inklusi dan Eksklusi Aktor Sosial dalam Film Filosofi Kopi: 3 Ben & Jody Karya Angga Dwimas Sangsoko: Pendekatan Theo Van Leeuwen

    No full text
    This research aims to describe the forms of inclusion and exclusion of social actors in the film Filosofi Kopi: 3 Ben & Jody by Angga Dwimas Sangsoko usingTheo van Leeuwen’s critical disourse analysis approach. This research uses a qualitative approach using descriptive methods. The author obtained the data sources in this research from several internet platforms such as Netflix which can be accessed online. The results of this research show that there are 36 inclusions in the form of differentiation, objectivation, abstraction, nomination, categorization, assimilation, individualization, association, dissociation and 1 form of exclusion in the form of using passive constructions and no form of using nominalization constructions. Through this analysis, it was found that in the story of the film “Filosofi Kopi 3: Ben & Jody”, it shows more about the identity of social actors and shows how marginalized groups such as farmers experience oppression that they should not have, while the actors who is the main actor is the company not shown. The producer favors actors helping farmers to fight for their customary land by showing unpleasant acts such as oppression and forced labor. This can be seen from the large amount of inclusion data obtained by showing actors playing the role of victim. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripiskan bentuk-bentuk Inklusi dan Eksklusi aktor sosial dalam film Filosofi Kopi 3: Ben & Jody karya Angga Dwimas Sangsoko menggunakan Pendekatan analisis wacana kritis milik Theo van Leeuwen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Sumber data yang ada di dalam penelitian ini penulis peroleh dari beberapa platform internet seperti Netflix yang dapat di akses secara online. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat sebanyak 36 inklusi dalam bentuk diferensiasi, objektivasi, abstraksi, nominasi, kategorisasi, asimilasi, individualisasi, asosiasi, disosiasi dan 1 bentuk eksklusi dalam bentuk penggunaan kontruksi pasif serta tidak ada bentuk penggunaan kontruksi nominalisasi. Melalui analisis tersebut, ditemukanlah pandangan bahwa dalam tuturan film “Filosofi Kopi3: Ben & Jody” ini, lebih banyak menampilkan bagaimana identitas aktor sosial dan memperlihatkan bagaimana kaum marginal seperti petani mendapatkan penindasan yang seharusnya tidak mereka dapatkan, sedangkan aktor yang menjadi pelaku utama yaitu perusahaan tidak diperlihatkan. Sang produser lebih memihak para aktor membantu para petani untuk memperjuangkan tanah ulayatnya dengan menampilkan perbuatan-perbuatan tidak menyenangkan seperti penindasan, dan kerja paksa, ini dapat dilihat dari banyaknya data inklusi yang diperoleh dengan menampilkan para aktor yang berperan sebagai korban.This research aims to describe the forms of inclusion and exclusion of social actors in the film Filosofi Kopi: 3 Ben & Jody by Angga Dwimas Sangsoko usingTheo van Leeuwen’s critical disourse analysis approach. This research uses a qualitative approach using descriptive methods. The author obtained the data sources in this research from several internet platforms such as Netflix which can be accessed online. The results of this research show that there are 36 inclusions in the form of differentiation, objectivation, abstraction, nomination, categorization, assimilation, individualization, association, dissociation and 1 form of exclusion in the form of using passive constructions and no form of using nominalization constructions. Through this analysis, it was found that in the story of the film “Filosofi Kopi 3: Ben & Jody”, it shows more about the identity of social actors and shows how marginalized groups such as farmers experience oppression that they should not have, while the actors who is the main actor is the company not shown. The producer favors actors helping farmers to fight for their customary land by showing unpleasant acts such as oppression and forced labor. This can be seen from the large amount of inclusion data obtained by showing actors playing the role of victim. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripiskan bentuk-bentuk Inklusi dan Eksklusi aktor sosial dalam film Filosofi Kopi 3: Ben & Jody karya Angga Dwimas Sangsoko menggunakan Pendekatan analisis wacana kritis milik Theo van Leeuwen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Sumber data yang ada di dalam penelitian ini penulis peroleh dari beberapa platform internet seperti Netflix yang dapat di akses secara online. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat sebanyak 36 inklusi dalam bentuk diferensiasi, objektivasi, abstraksi, nominasi, kategorisasi, asimilasi, individualisasi, asosiasi, disosiasi dan 1 bentuk eksklusi dalam bentuk penggunaan kontruksi pasif serta tidak ada bentuk penggunaan kontruksi nominalisasi. Melalui analisis tersebut, ditemukanlah pandangan bahwa dalam tuturan film “Filosofi Kopi3: Ben & Jody” ini, lebih banyak menampilkan bagaimana identitas aktor sosial dan memperlihatkan bagaimana kaum marginal seperti petani mendapatkan penindasan yang seharusnya tidak mereka dapatkan, sedangkan aktor yang menjadi pelaku utama yaitu perusahaan tidak diperlihatkan. Sang produser lebih memihak para aktor membantu para petani untuk memperjuangkan tanah ulayatnya dengan menampilkan perbuatan-perbuatan tidak menyenangkan seperti penindasan, dan kerja paksa, ini dapat dilihat dari banyaknya data inklusi yang diperoleh dengan menampilkan para aktor yang berperan sebagai korban

    Literasi Digital dan Persepsi Kemudahan Pada Cashless Society: Keputusan Adopsi Pembayaran Cashless Pada UMKM di Pontianak

    No full text
    Pembayaran tanpa uang tunai telah menjadi tren di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Ini didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan dan efisiensi dalam melakukan transaksi. Namun, penerapan pembayaran cashless di Indonesia masih belum merata, terutama di kalangan UMKM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana literasi digital dan persepsi kemudahan berdampak pada keputusan untuk menggunakan pembayaran cashless pada UMKM di Pontianak. Dalam penelitian ini, pendekatan kuantitatif digunakan bersama dengan penyebaran kuesioner dengan metode purposive sampling. Sampel penelitian terdiri dari 271 UMKM di Pontianak. Teknik analisis data menggunakan SEM-PLS dengan WarpPLS 8.0. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa literasi digital dan persepsi kemudahan berpengaruh positif terhadap keputusan penggunaan cashless pada UMKM di kota Pontianak. Nilai koefisien determinasi keputusan penggunaan adalah sebesar 44,9%

    Spekulace vydavatelů o popularitě knih na BookToku

    No full text
    This paper explores how publishers manipulate books that gain popularity on BookTok, an influential TikTok-based reading community. The study analyzes the various marketing strategies used, such as price increases, partnerships with influencers, exclusive chapters, resizing the book, and movie-related covers. Publishers also use tactics such as sensational stickers, themed merchandise, and book redesigns to attract readers and increase sales. However, they raise doubts about whether they are fair and just to readers. The thesis is based on quantitative and qualitative research methods, including a survey of 105 respondents, which will help to understand the impact of these manipulations and BookTok on reader perception, book availability, and the publishing business. An interview with a well- known Ukrainian author of book content was also conducted. The findings suggest that BookTok marketing works very well, but it is often difficult to understand where the reader's curiosity ends and the pressure to buy the book begins. This study examines how BookTok affects Ukrainian readers and the publishing industry, and draws attention to recognizing honest marketing strategies and manipulative practices.Tato diplomová práce zkoumá, jak vydavatelé manipulují s knihami, které získávají popularitu na BookToku, vlivné čtenářské komunitě založené na TikToku. Studie analyzuje různé používané marketingové strategie, jako je zvyšování cen, partnerství s influencery, exkluzivní kapitoly, změna velikosti knihy a obálky související s filmem. Vydavatelé také používají taktiky, jako jsou senzační nálepky, tematické zboží a změny designu knih, aby přilákali čtenáře a zvýšili prodeje. Vyvolávají však pochybnosti o tom, zda jsou vůči čtenářům férové a spravedlivé. Práce je založena na kvantitativních a kvalitativních výzkumných metodách, včetně průzkumu mezi 105 respondenty, které pomohou pochopit dopad těchto manipulací a BookToku na vnímání čtenářů, dostupnost knih a nakladatelský byznys. Byl také proveden rozhovor se známou ukrajinskou autorkou knižního contentu. Zjištění naznačují, že marketing BookToku funguje velmi dobře, ale často je obtížné pochopit, kde končí čtenářova zvědavost a začíná tlak na koupi knihy. Tato studie zkoumá, jak BookTok ovlivňuje ukrajinské čtenáře a vydavatelský průmysl, a upozorňuje na rozpoznání poctivých marketingových strategií a manipulativních praktik.Department of Marketing Communication and Public RelationsKatedra marketingové komunikace a public relationsFaculty of Social SciencesFakulta sociálních vě

    Marketing Communication Strategy of the Tourism Office in Increasing the Number of Visitors to the Tangkahan Tourist Attraction in Langkat Regency (Case Study in the Marketing Sector of the Culture and Tourism Service of North Sumatra Province)

    No full text
    78 HalamanWisata Tangkahan merupakan Objek Wisata yang bergerak pada potensi ekowisata dengan keterlibatan masyarakat yang cukup baik. Konsep CBT (Community Based Tourism) yang di terapkan untuk mewujudkan pengelolaan pariwisata yaitu denga melibatkan masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahi bagaimana upaya Dinas dalam pengembangan Pariwisata Tangkahan yang ada di kabupaten Langkat. Dimana Wisata tersebut Belum terlalu banyak yang tau , faktor nya karna minimnya sarana dan prasarana saat berkunjung ke Tangkahan. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui bagaimana Strategi Komunikasi Dinas Untuk meningkatkan pengunjung. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Data penelitian kualitatif Deskriptif ini datanya diperoleh langsung dari informan atau subjek penelitian, melalui wawancara, observasi, dan Dokumentasi. Teori yang digunakan adalah IMC (integrated marketing communication). Hasil penelitian menunjukan bahwa Strategi Dinas Pariwisata lakukan adalah sosialisai ke Tangkahan, komunikasi pemasaran wisata yang dilakukan Dinas Pariwisata yaitu memanfaatkan media sosial sebagai strategi promosi wisata. Komunikasi pemasaran dengan membuat booklet, web-web,dan Aplikasi instagram, youtube, facebook. Faktor penghambatnya adalah kurangnya dana untuk membangun sarana dan prasarana menuju Tangkahan. Strategi komunikasi ini dapat mempengaruhi jumlah pengunjung dengan upaya memberikan rancangan bagaimana mempengaruhi wisatawan dengan berbagai cara agar tertarik berkunjung. Tangkahan Tourism is a tourist attraction that operates on ecotourism potential with quite good community involvement. The CBT (Community Based Tourism) concept which is applied to realize tourism management is by involving local communities. This research aims to find out how the Department is trying to develop Tangkahan Tourism in Langkat district. Not too many people know where this tourist attraction is, the reason is the lack of facilities and infrastructure when visiting Tangkahan. Therefore, researchers want to know how the Department's Communication Strategy is to increase visitors. The method used by the author in this research is a qualitative method. This descriptive qualitative research data is data obtained directly from informants or research subjects, through interviews, observation and documentation. The theory used is IMC (integrated marketing communication). The results of the research show that the Tourism Department's strategy is to socialize to Tangkahan, tourism marketing communications carried out by the Tourism Department, namely utilizing social media as a tourism promotion strategy. Marketing communications by creating booklets, websites and applications for Instagram, YouTube, Facebook. The inhibiting factor is the lack of funds to build facilities and infrastructure towards Tangkahan. This communication strategy can influence the number of visitors by providing plans on how to influence tourists in various ways to be interested in visiting
    corecore