218 research outputs found
WELAS ASIH, DUKUNGAN SOSIAL, DAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA LANJUT USIA
WELAS ASIH, DUKUNGAN SOSIAL, DAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA LANJUT USIA
Helfi Zahrah
Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
[email protected]
ABSTRAK
Memasuki usia lanjut, individu akan mengalami banyak perubahan, baik fisik maupun psikologis yang berpengaruh terhadap kondisi dirinya secara menyeluruh. Perubahan-perubahan yang terjadi dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis. Lansia yang memiliki kesejahteraan psikologis adalah lansia yang mampu menerima perubahan tersebut, lansia yang menyadari kelemahan dan kekurangan dirinya, mengembangkan potensi yang dimiliki, menjalin hubungan positif dengan orang lain, dan memiliki tujuan hidup. Faktor yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis adalah welas asih dan dukungan sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara welas asih dan dukungan sosial dengan kesejahteraan psikologis pada lansia. Responden dalam penelitian ini adalah lansia yang berada di UPT X di Kota Pekanbaru yang berjumlah 40 (pr = 16, lk=24) orang dengan kriteria-kriteria tidak ada indikasi klinis dan tidak mengalami penurunan kognitif dengan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data menggunakan skala welas asih Neff yang diadaptasi oleh Sugianto, dkk, skala dukungan sosial yang disusun oleh Zellawati & Amalia berdasarkan teori House dan skala kesejahteraan psikologis Ryff yang diadaptasi oleh Fadhil. Berdasarkan korelasi regresi linier berganda ditemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara welas asih dan dukungan sosial dengan kesejahteraan psikologis pada lansia (r = 0.413, F = 3.794, p = 0.032), artinya hipotesis penelitian ini diterima. Semakin tinggi welas asih dan dukungan sosial maka semakin tinggi kesejahteraan psikologis. Adanya welas asih dan dukungan sosial dapat membantu lansia dalam pencapaian kesejahteraan psikologis yang optimal.
Kata Kunci: welas asih, dukungan sosial, kesejahteraan psikologis, lansi
STUDI ANALISIS BALAGHAH TENTANG KALAM KHABARI DAN TUJUANNYA DALAM AL-QUR’AN SURAT AL-QALAM
ABSTRAK
Helfi Rozalina, (2022) :Studi analisis Balaghah tentang Kalam Khabari dan
Tujuannya dalam Al-Qur’an surat Al-Qalam.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Kalam Khabari dan tujuan
kalam khabari dalam Al-Qur’an surat Al-Qalam. Penelitian ini adalah penelitian
kualitataif studi pustaka. Dan dalam penelitian ini, peneliti ini menggunakan
sumber data yang terdiri dari sumber primer dan sumber sekunder yang
berhubungan dengan penelitian ini. Adapun metode yang digunakan dalam
mengumpulkan data yaitu metode Bahsun Maktabiyyun dan metode dokumentasi.
Sedangkan teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis
deskriptif dan analisis isi (konten analisis). Adapun teknik pengambilan sampling
peneliti menggunakan teknik Purposive Sampling, adapun sampingnya adalah
surat Al-Qalam pada juz 29. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat
31 ayat yang mengandung kalam khabari pada surat Al-Qalam. Adapun jenis-jenis
kalam kahabri yang terdapat pada surat Al-Qalam, yaitu: Ibtida’I ada 18 ayat,
Thalabi ada 8 ayat, dan Inkari ada 5 ayat. Dan tujuan kalam khabari yang terdapat
pada surat Al-Qalam yaitu, Faidatul khabar, Lazimul Faidah, Al-Istirham, Idzharu
Dha’fi, idzhari tahassur, dan Al-Fakhru.
Kata kunci: Kalam Khabari, Tujuan, Surat Al-Qalam
PENGEMBANGAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF ULAR TANGGA UNTUK MENSTIMULASI KEMAMPUAN NILAI MORAL DAN AGAMA ANAK USIA DINI 5-6 TAHUN DI TAMAN KANAK-KANAK TAHFIZ ASH SHOBAR DESA SUNGAI PINANG
TUTI HELFI (2024) : PENGEMBANGAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF ULAR TANGGA
UNTUK MENSTIMULASI KEMAMPUAN NILAI MORAL DAN
AGAMA ANAK USIA DINI 5-6 TAHUN DI TAMAN
KANAK-KANAK TAHFIZ ASH SHOBAR
DESA SUNGAI PINANG
Penelitian ini dilatarbelakangi kurangnya variasi penggunaan alat
permainan sebagai media pembelajaran yang menarik. Penelitian ini bertujuan
untuk mengembangkan ular tangga sebagai alat permainan edukatif dalam
menstimulasi perkembangan nilai moral dan agama anak usia dini dan mengetahui
kelayakan ular tangga sebagai alat permainan edukatif dalam perkembangan nilai
moral dan agama anak usia dini. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6
tahun dengan objeknya menstimulasi nilai moral dan agama anak usia 5-6 tahun.
Dengan sampel 10 orang anak. Jenis Penelitian ini menrupakan penelitian
research and development (R&D) yang mengambil pengembangan Borg and Gall.
Instrumen pengumpulan data menggunakan angket, observasi, dan dokumentasi.
Teknik analisis data dalam penelitian adalah menggunakan data yang diperoleh
dari masukan validator pada tahap validasi, masukan ahli media dan
menggunakan statistik pengukuran skala likert. Berdasarkan dari hasil penelitian,
rata-rata penilaian validator ahli materi mendapatkan persentase kelayakan
sebesar 81,25% penilaian ahli media mendapatkan persentase 97,9%, penilaian
guru mendapatkan persentase 89,2% sehingga penilaian validator dikategorikan
“sangat layak”. Dan dalam uji coba produk memperoleh hasil kegiatan (pre-test)
52,8% sedangkan pada kegiatan (post-test) sebesar 92,8% dengan demikian
terjadi peningkatan sebesar 40%, sehingga dapat disimpulkan produk hasil
pengembangan alat permainan edukatif (APE) ular tangga untuk menstimulasi
kemampuan nilai moral dan agama anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-kanak
Tahfiz Ash Shobar Desa Sungai Pinang Kecamatan Tambang Kabupaten
Kamapar layak untuk di gunakan.
Kata kunci : ala
The Association between Social Activity and Health-Related Quality of Life in Yogyakarta, Indonesia
Background: Special Region of Yogyakarta is one of Province which has an old population structure in Indonesia. Total elderly are 45,000 or 13.81% of the total population. House for elderly (Rumah Sehat Lansia/ rusela) is a promotive and preventive program to improve the quality of life of the elderly in Yogyakarta. This study aimed to know the association between health related quality of life with social activity at Rusela Facility in Yogyakarta, Indonesia.Subjects and Method: This was a cross-sectional study conducted at Rumah Sehat Lansia, in Yogyakarta. The dependent variable was health-related quality of life. The independent variable was social activity. A sample of 87 elderly was selected purposively. The data were collected by interviews using a structured questionnaire. The data were analyzed by Chi square test.Results: Sample characteristic were female (78.20%) and 56-65 years old (57.50%). There was a positive association between social activity with health-related quality of life in elderly (OR= 6.85; 95%CI= 2.64 to 18.91; p<0.001).Conclusion: There is a positive association between social activity with health-related quality of life in elderly.Keywords: health-related quality of life, social activity, elderlyCorrespondence: Helfi Agustin. Department of Public Health, Ahmad Dahlan University, Yogyakarta, Jl. Prof. Dr. Soepomo, Janturan, Warungboto, Umbulharjo 55164, Yogyakarta. Email: helfiagustin@ikm.uad.ac.id. Mobile Phone: 085274554097.Journal of Health Promotion and Behavior (2020), 5(2): 87-95https://doi.org/10.26911/thejhpb.2020.05.02.0
BURUH TANI WANITA PANGGILAN DAN EKSISTENSINYA MENURUT ADAT MINANGKABAU
Women farm workers in groups are not common in Minangkabau, especially those who earn wages once a year. The wages are used as an alternative income by allocating them as a capital for other ‘business’ in solving economic household problems. Minangkabau implement matrilineal system which respect women called as bundo kanduang. A local proverb for the system is “limpapeh rumah nan gadang, amban puruak pagangan kunci, sumarak dalam nagari”. Discussions about women have not been finished yet. The highest reward toward women in Minangkabau custom is not well-implemented in the real life. The Minang ‘queens’ are allowed to compete in economic sector without any gender consideration
Kritik Abdul Karim Amrullah terhadap Rābiṭah di Minangkabau dalam Tafsir al-Burhān
This article explores the thought of Abdul Karim Amrullah on the issue of rābiṭah in Minangkabau. He is regarded as very critical in responding social and cultural life, especially relating to tarekat. All behaviors of society should have basis from the Qur'ān and Sunnah. All acts which are not based on the Qur'ān and Sunnah are considered as innovation (bid'ah) that should be avoided. Amrullah categorically rejected rābiṭah for there was no sharī'ah basis for it, although the kaum tua (conservative) in Minangkabau attempted to conserve rābiṭah in their surau. Rābiṭah as one of wasīlah (mediator) is understood as a medium to reach God through substitute face. What is meant is the murshid who taught their followers to achieve the determined position in their own tarekat. Amrullah's criticism towards rābiṭah in Minangkabau initially resulted in resistance, especially among the founder of tarekat. However, in the course of time, the issue of tarekat declined and even underwent significant decay in Minangkabau
Persepsi Masyarakat Kenagarian Sumani Tentang Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi
Kenagarian Sumani Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok mengalami kondisi terparah akibat gempa Sumbar pada tahun 2007. Menurut ahli geologi, Kenagarian Sumani merupakan area patahan (sesar) Sumatera, yang melintas sepanjang jalur pegunungan (Bukit Barisan) mulai dari Teluk Semangko sampai ke Banda Aceh. Tujuan penelitian untuk mengetahui persepsi masyarakat Kenagarian Sumani terhadap kesiapsiagaan bencana, karena mitos dan mispersepsi terkait kejadian bencana alam seringkali memberikan dampak yang kurang baik dalam penanggulangan bencana. Jenis penelitian adalah deskriptif. Populasi berjumlah 1376 KK, sampel 100 orang dengan kriteria pernah merasakan situasi gempa tahun 2007 dan 2009. Teknik pengambilan sampel proporsional random sampling dari 12 jorong yang ada di kenagarian. Hasil penelitian, 65% masyarakat mempunyai paradigma konvensional terhadap bencana, 80% berpendapat masyarakat bisa melakukan usaha pengurangan risiko dampak bencana, 68% berpendapat masih butuh bantuan medis internasional, 43% persen yakin mampu mengambil tanggung jawab atas kelangsungan hidup pasca gempa. Pendidikan tentang bencana harus terus menerus dilakukan agar masyarakat siap siaga terhadap ancaman dan memiliki kemampuan untuk mencegah, mengantisipasi, menghindar dan bangkit kembali setelah kejadian bencana
ANTARA BUNDO KANDUANG ÔÇ£FEMINIMÔÇØ DAN REALISTIS DI MINANGKABAU
This research background lies on various chances of strategic sectors in society without differentiating gender. The research purpose is to figure out the reposition of Feminist Bundo Kanduang to realistic Bundo Kanduang. Literary synthesis research and observation were conducted in this research. The research findings reflect there was reposition of Feminist Bundo Kanduang to realistic Bundo Kanduang in terms of the theme of Kaba and Novel in Minangkabau, the existence of Bundo Kanduang in politics and Pers in Minangkabau, and the roles of Bundo Kanduang in Educatio
BURUH TANI WANITA PANGGILAN DAN EKSISTENSINYA MENURUT ADAT MINANGKABAU
Women farm call workers who are usually in groups are not common in Minangkabau, moreover who earn wages once a year. The more interesting one is that the wages they receive can be used as an alternative income by making it as a capital for other ‘bissiness’ in solving emergency problems at home. Minangkabau with its matrilineal system position woman respectfully which is usually called Bundokanduang. A proverb used is limpapeh rumah nan gadang, amban puruak pagangan kunci, sumarak dalam nagari. Discussion about women is a long non-finished discource yet. The high reward toward women in Minangkabau custom is not as beautiful as in the fact. The Minang ‘queens’ are let to compete freely on economic sector without seeing the gender
Eksistensi Hukuman Rajam dari penelitian Hadis Sampai kritik penafsiran
Rajam sebagai hukuman terberat dalam hukum pidana Islam justru tidak diungkapkan secara eksplisit dalam al-Qur’an, tapi hanya diungkapkan dalam Hadis Rasulullah SAW. Sementara hukuman yang berat dalam hukum pidana Islam memerlukan sandaran nash yang tegas dan pasti dari sumber tertinggi yaitu al-Qur’an. Tidak diungkapkannya rajam dalam al-Qur’an sebagai indikasi hukuman rajam berpeluang untuk ditinggalkan atau
diabaikan eksistensinya.
Di sisi lain, hadis yang berbicara tentang hukuman rajam validitas dan kualitas dari segi sanad dan matan hadis belum teruji keshahihannya. Hadis rajam dapat berdaya guna secara yuridis apabila hadis rajam tersebut dapat dipertanggungjawabkan ke marfu’an-nya yang betul-betul berasal dari Nabi. Ternodanya
keotentikan hadis oleh para perawi secara langsung atau tidak langsung dapat mempengaruhi otoritas hadis-hadis rajam dilihat dari fungsinya terhadap al-Qur’an.
Perlunya penelitian tentang hadis-hadis rajam, mengingat hadis merupakan sumber kedua dalam hukum Islam setelah al-Qur’an, sedangkan hadis secara kuantitas sedikit sekali yang mutawatir. Berbeda hanya dengan al-Qur’an, di mana ke-mutawatiran-nya terlah teruji sejak pertama kali turun kepada Nabi,
baik dengan cara dihafal atau dengan adanya manuskrip dalam bentuk catatan sejak pada masa Rasulullah. Atas dasar inilah kemudian diperlukan upaya penelitian hadis-hadis rajam secara
mendalam sebagai bagian dari kajian keislam.
Perkembangan pemikiran modern terhadap hukum Islam
kemudian ikut memberikan tawaran baru untuk merubah hukuman rajam dalam bentuk yang lebih praktis, mudah, dan cepat. Tawaran Penggantian hukuman rajam adalah dengan ditembak, dipancung, dieutanasia, duduk di kursi listrik dan seterusnya. Cara-cara seperti sebagai sebuah upaya untuk melakukan dekonstruksi syariah dalam
rangka menyesuaikan hukuman rajam dalam perspektif modern
- …
