1,721,031 research outputs found
Analisis kata hasrah dan derivasinya dalam Al-Qur'an: Studi semantik ensiklopedik
Kata “hasrah” yang sering diartikan sebagai penyesalan memiliki makna yang beragam tergantung pada konteks ayat yang mengandungnya. Dalam berbagai surah, kata ini berelasi dengan kata-kata lain yang memperjelas nuansa penyesalan, baik dalam bentuk kesedihan mendalam, kekecewaan, maupun akibat dari kelalaian dan kesombongan manusia. Studi ini bertujuan untuk memahami secara lebih mendalam medan makna “hasrah” dalam Al-Qur'an serta mengungkap makna yang terkandung dalam penggunaannya.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kata “hasrah” dan derivasi-derivasinya digunakan dalam Al-Qur'an serta mengungkap makna yang terkandung dalam penggunaannya. Dengan memahami hubungan semantis kata ini dengan kata-kata lain dalam ayat yang bersangkutan, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru mengenai bagaimana konsep penyesalan dikonstruksi dalam Al-Qur'an serta bagaimana nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis kualitatif dengan menerapkan metode deskriptif-analitis, secara spesifiknya adalah analisis semantik ensiklopedik, yang menelusuri makna kata “hasrah” berdasarkan relasi kata dalam berbagai ayat Al-Qur'an. Data dikumpulkan dari beberapa surah yang mengandung kata “hasrah” dan derivasi-derivasinya, kemudian dianalisis berdasarkan hubungan makna dengan kata-kata lain dalam ayat yang bersangkutan. Studi ini juga menggunakan pendekatan kontekstual untuk memahami bagaimana makna kata “hasrah” berkembang dalam berbagai situasi dan penggunaannya di dalam Al-Qur'an.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa “hasrah” dalam Al-Qur'an berhubungan erat dengan konsep penyesalan yang bersifat mendalam, baik dalam konteks spiritual, sosial, maupun individual. di dalam Al-Quran makna hasrah juga bisa beragama sesuai keadaan relasi kata disekitarnya :Hasrah bermakna Lelah yang berelasi dengan Malaikat ( Q.s Al-Anbiya : 19).Hasrah bermakna الندامة العظمى yang berelasi dengan orang-orang kafir (Al-Isra : 50). Hasrah bermakna menyesal karena سوء الإعتقاد (AiImran : 156). Hasrah bermakna penyesalan yang mendalam, penyesalan yang di maksud beragam, bisa berupa penyesalan dalam pendustaan Al-Qur’an, mengolok-olok agama, dll. Hasrah bermakna lalai (Al-Mulk : 4)
Penyesalan (Hasrah) Suatu Analisis Tahlili terhadap QS. Yasin/36: 30
Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Hakikat Penyesalan adalah kesedihan, duka cita, penyesalan, atau perasaan menyesal (menyesali) yang tidak berguna, beralasan, penyanggahan. Dari kata hasira timbul kata (ةرسح) hasrah yang berarti, sirnahnya sesuatu yang tidak bisa diraih lagi, dan timbul penyesalan yang teramat di dalam diri seseorang. 2) Wujud tentang penyesalan (hasrah) dalam QS. Yasin/36: 30. Akibat penyesalan yang telah dibuatnya di dunia adalah memperoloolok Rasul, oleh karena itu Allah membiarkannya dalam kesesatan. Allah membalas ejekan mereka itu, dan menakdirkan mereka menjadi hina sebab cacian mereka terhadap orang-orang yang beriman. 3) Urgensi penyesalan (hasrah) dalam QS. Yasin/36: 30, menyesali suatu perbuatan adalah salah satu bentuk dari taubat dengan kata lain, yang harus dilakukan oleh setiap hamba adalah bertaubat kepada Allah swt., dari segala macam dosa agar tidak menyesal di hari kemudian
Hubungan Religiusitas dengan Keharmonisan Suami Istri di Desa Tongke-tongke Kabupaten Sinjai.
ABSTRAK
Hasrah, M. 2012. Hubungan Religiusitas dengan Keharmonisan Suami Istri di Desa Tongke-tongke Kabupaten Sinjai. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan religiusitas dengan keharmonisan suami istri di desa tongke-tongke kabupaten sinjai. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala religiusitas dan skala keharmonisan suami istri. Subjek dalam penelitian ini adalah 47 pasang suami istri, dengan teknik total sampling. Data penelitian ini dianalisis dengan teknik analisis Pearson-Product moment. Hasil analisis tersebut menunjukkan adanya hubungan religiusitas dengan keharmonisan suami istri di desa tongke-tongke kabupaten sinjai (koefisien person correlation : 0,60). Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan religiusitas dengan keharmonisan suami istri di desa tongke-tongke kabupaten sinjai
Kata Kunci: Religiusitas, Keharmonisan, Suami Istri
PENGARUH KETERAMPILAN INTERPERSONAL KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU DI SMP NEGERI 8 PALOPO
ABSTRAK
Hasrah, 2022. “Pengaruh Keterampilan Interpersonal Kepala Sekolah Terhadap
Kinerja Guru Di SMP Negeri 8 Palopo”.Skripsi Program Studi
Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Institut Agama Islam Negeri Palopo. Dibimbing Oleh Dr. H. Syamsu
Sanusi M.Pd.I. dan Dr. Hj. Fauziah Zainuddin, M. Ag.
Skripsi ini membahas tentang Pengaruh Keterampilan Interpersonal Kepala
Sekolah terhadap Kinerja Guru di SMP Negeri 8 Palopo. Penelitian ini bertujuan:
Untuk mengetahui bagaimana keterampilan interpersonal kepala sekolah di SMP
Negeri 8 Palopo; Untuk mengetahui bagaimana kinerja guru di SMP Negeri 8
Palopo; dan Untuk mengetahui adakah pengaruh keterampilan interpersonal
kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 8 Palopo. Jenis penelitian ini
adalah kuantitatif dengan desain ex post facto. Populasinya adalah seluruh guru
SMP Negeri 8 Palopo tahun ajaran 2020/2021 dengan jumlah 58 guru.
Pengambilan sampel dengan teknik probability sampling. Sampel yang
digunakan, sebanyak 28 guru.Data diperoleh melalui angket dan dokumentasi.
Selanjutnya, data penelitian dianalisis statistik menggunakan pengelohan data
yaitu: Analisi statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian
deskriptif menunjukkan bahwa keterampilan interpersonal kepala sekolah
diperoleh skor mean sebesar 117.86, dari skor minimum sebesar 97 dan maximum
sebesar 133 dengan standard deviaton sebesar 10.240, dan variance sebesar
104.864 termasuk kategori sedang dengan frekuensi 28 guru dan presentase
sebesar 18.3%, dan kinerja guru di SMP Negeri 8 Palopo menunjukkan bahwa
skor mean kinerja guru adalah 71.43 dari skor minimum sebesar 64 dan maximum
sebesar 80 dengan standard devition sebesar 4.281 dan variance sebesar 18.328
termasuk kategori baik dengan frekuensi 28 guru persentase sebesar 0%. Adapun
hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh keterampilan interpersonal
kepala sekolah terhadap kinerja guru berpengaruh secara langsung, namun tetap
didukung oleh koefesien determinasi R2 (Rsquer) oleh determinasi sebesar 0,228.
Hasil ini berarti ada pengaruh secara simultan keterampilan interpersonal kepala
sekolah (X) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 22,8% sedangkan sisanya di
pengaruhi oleh faktor lain yang tidak dapat dijelaskan dalam penelitian ini.
Kata Kunci: Keterampilan Interpersonal Kepala Sekolah, Kinerja Gur
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
