449 research outputs found

    Program Kasih Ramadan 2023 / Norhafizah Hashim ... [et al.]

    No full text
    Program Kasih Ramadan 2023 telah berjaya dilaksanakan pada 6 April 2023 bersamaan 15 Ramadhan 1444H. Program tersebut adalah anjuran kerjasama di antara Pengajian Sains Pengkomputeran dan Matematik (PSPM), Persatuan Computing Society (ComSoc) dan juga PEWANI di UiTM Cawangan Negeri Sembilan (UiTMCNS) Kampus Seremban. Tonggak utama program ini adalah Puan Rosnani dan Dr Nooradilla bersama beberapa ahli jawatankuasa kecil daripada persatuan ComSoc dan staf akademik PSPM. Terdapat tiga aktiviti yang dijalankan sepanjang Program Kasih Ramadan 2023 ini. Pertama, program Ceramah Kasih Ramadhan yang diadakan pada 6 April 2023 yang telah disampaikan oleh Ustaz Hisam Satari daripada ACIS Kampus Seremban berkaitan bulan Ramadhan seperti peristiwa dalam Ramadhan, perkara-perkara yang membatalkan puasa serta isu-isu yang biasa timbul pada bulan Ramadhan. Lebih daripada 60 pelajar telah hadir ke sesi pengisian rohani ini. Program ceramah ini juga turut dihadiri oleh staf-staf di kampus ini. Carta Rajah 1 berikut menunjukkan pecahan pelajar yang hadir. Program tersebut juga mendapat sambutan yang sangat baik daripada para peserta. Ini terbukti melalui soal selidik yang telah dijawab seperti Rajah 2 yang menunjukkan pendapat peserta berkaitan pengisian program tersebut

    Analisis Pemberian Kompensasi Pada CV. Rivat Gusta Ramadhan Teluk Kuantan

    No full text
    . This research took place at CV. Rivat Gusta Ramadhan, to be precise in Kuantan Bay, Kuantan Singingi Regency. The population in this study were 11 employees at CV, Rivat Gusta Ramadhan. Sampling from the population elements from the company is carried out by census. In this study, the types of data used consisted of primary data and secondary data. To obtain the data and information needed in connection with this study, observation, interviews and questionnaires were carried out. In analyzing the data the author used descriptive methods, Based on data from the results of processed research conducted on Compensation at CV. Rivat Gusta Ramadhan Teluk Kuantan. From the results of the study it can be concluded that direct compensation can affect employee morale and performance because company policy in determining the amount of basic salary is considered very fair but the salary given is not in accordance with the provisions of laws and government regulations

    METODE PEMBUATAN MINUMAN KOPI TUBRUK DI CAFÉ TOOTOOMOO SURABAYA

    No full text
    The purpose of writing this final project is: to find out the method of making brewed coffee at the TooTooMoo cafe in Surabaya. The author observes the method of making brewed coffee drinks at the TooTooMoo cafe in Surabaya. From the results of the research, the authors can conclude that the brewing method of brewed coffee is as follows: heating water, grinding coffee, pouring coffee grounds into a cup, pouring hot water into a cup, waiting for the surface of the coffee grounds to float, setting aside floating coffee grounds, and serve

    Canteen Day by HADRAH 2023 / Suria Sulaiman, Zarifah Mohd Zain and Norliana Hashim

    No full text
    “Berkongsi Rezeki Tanda Kesyukuran” Program HADRAH merupakan program khidmat masyarakat tahunan anjuran Fakulti Pengurusan Hotel dan Pelancongan (FPHP) UiTM Cawangan Pulau Pinang. Seperti maksud HADRAH - Hadiah Ramadhan dan tagline ‘Untukmu KeranaNya’, program ini diadakan bertujuan untuk berkongsi nikmat dan rezeki bersama masyarakat setempat agar mereka boleh merasai nikmat kemuliaan bulan Ramadhan Al-Mubarak. Untuk kali kedua, pihak FPHP berkolaborasi bersama MASMED UiTMCPP melalui program Canteen Day by HADRAH 2023 bagi tujuan pengumpulan dana, serta memeriahkan aktiviti keusahawanan oleh mahasiswa FPHP. Program ini dijalankan selama empat hari iaitu pada 21 – 22 Mac 2023 dan 30 – 31 Mac 2023, bermula dari jam 11 pagi hingga 3 petang bertempat di bangunan K Shoppe UiTM Cawangan Pulau Pinang. Seperti tahun sebelumnya, program ini telah mendapat sambutan yang hangat daripada warga UiTMCPP memandangkan ia menyediakan variasi juadah kepada pelanggan dengan konsep membeli sambil beramal. Secara tidak langsung, program ini bukan sahaja mampu melatih sifat keusahawanan dalam diri warga FPHP, malah melatih mereka untuk membudayakan amalan sedekah dan berkhidmat kepada masyarakat setempat. Para mahasiswa juga dapat mengasah bakat dalam bidang keusahawanan di mana mereka dapat mempelajari strategi pemasaran dan komunikasi dua hala bersama pelanggan. Seratus peratus hasil jualan sepanjang empat hari berjumlah RM3820.00 disumbangkan kepada Tabung HADRAH 6.0 dan seterusnya disalurkan kepada pengurusan Masjid Seberang Jaya

    Analisis penetapan Hakim dalam perkara permohonan perkawinan beda agama menurut perspektif maslahah Said Ramadhan Al-Buti: Studi kasus perkara nomor 333/Pdt.P/2018/Pn.Skt

    No full text
    ABSTRAK Perkawinan beda agama termasuk salah satu polemik yang tak kunjung ada penyelesaiannya meskipun di Indonesia telah mempunyai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan. Sedangkan perkawinan beda agama dalam pandangan masyarakat Islam di Indonesia telah ditentang keras. Namun pada kenyataannya masih terdapat perkawinan beda agama sebagaimana pada penetapan nomor 333/Pdt.P/2018/PN.Skt yang berisi tentang permohonan izin kawin beda agama yang kemudian dikabulkan oleh Pengadilan Negeri Surakarta. Fokus dari penelitian ini adalah (1) bagaimana analisis penetapan nomor 333/Pdt.P/2018/PN.Skt tentang izin perkawinan beda agama dalam perspektif hukum positif di Indonesia, (2) bagaimana analisis penetapan nomor 333/Pdt.P/2018/PN.Skt tentang izin perkawinan beda agama perspektif Maslahah Said Ramadhan Al-Buti. Penelitian ini berjenis penelitian hukum yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan kasus dan pendekatan konseptual. Data yang diperoleh berasal dari salinan penetapan pada website Mahkamah Agung yaitu penetapan nomor 333/Pdt.P/2018/PN.Skt di Pengadilan Negeri Surakarta. Sedangkan analisisnya berupa penjelasan analisis deskriptif berdasarkan perspektid Hukum Positif dan maslahah Said Ramadhan Al-Buti terkait penetapan nomor 333/Pdt.P/2018/PN.Skt. Hasil penelitian ini: (1) berdasarkan hukum positif, menunjukkan bahwa menurut Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam bahwa pada tiap-tiap pasal yang berkaitan dengan perkawinan beda agama telah menjelaskan larangan adanya perkawinan beda agama tersebut, baik secara langsung ataupun secara tersirat. (2) berdasarkan Maslahah Said Ramadhan Al-Buti, menunjukkan adanya pertentangan dengan tiga poin maslahah yang dikemukakan Al-Buti yakni Maqasyid As-Syari’ah, Al-Qur’an, dan Hadis. Dalam penetapan mengenai izin perkawinan beda agama tersebut, telah ditemukan adanya mafsadat dari pada maslahah. Saran dari penulis adalah agar hakim Pengadilan Negeri sebelum mengadili diwajibkan untuk memahami semua ketentuan tentang perkara perkawinan beda agama, baik hukum positif maupun hukum agama dari para pihak, agar dapat memberikan keseimbangan hukum antara hukum negara dan hukum agama serta memberikan keputusan yang paling adil bagi semua pihak terkait. ABSTRACT Interfaith marriages are one of the polemics that have never been resolved even though Indonesia already has Law Number 16 of 2019 about Marriage. Meanwhile, interfaith marriage in the view of the Islamic community in Indonesia has been strongly opposed. However, in reality there are still interfaith marriages as stated in the stipulation number 333/Pdt.P/2018/PN.Skt which contains an application for an interfaith marriage permit which was later granted by the Surakarta District Court. The focus of this research is (1) how to analyze the determination of number 333/Pdt.P/2018/PN.Skt regarding interfaith marriage permits in a positive legal perspective in Indonesia, (2) how to analyze the determination of number 333/Pdt.P/2018/ PN.Skt regarding permission for interfaith marriage from the perspective of Maslahah Said Ramadhan Al-Buti. This research is a normative juridical law research using a case approach and a conceptual approach. The data obtained comes from a copy of the determination on the website of the Supreme Court, namely determination number 333/Pdt.P/2018/PN.Skt at the Surakarta District Court. While the analysis is in the form of an explanation of descriptive analysis based on the perspective of Positive Law and the maslahah of Said Ramadhan Al-Buti regarding the determination of the number 333/Pdt.P/2018/PN.Skt. The results of this study: (1) based on positive law, it shows that according to the 1945 Constitution, the Constitution of Marriage and the Compilation of Islamic Law that in each article relating with interfaith marriages, which has explained the prohibition of interfaith marriages, both directly or implicitly. (2) based on Maslahah Said Ramadhan Al-Buti, it shows that there is a conflict with the three points of maslahah put forward by Al-Buti, namely Maqasyid As-Shari'ah, Al-Qur'an, and Hadith. In the determination of the interfaith marriage permit, it has been found that there is mafsadat rather than maslahah. The recommendation from the author is that the District Court judges before trying are required to understand all the regulations of interfaith marriage cases, both positive law and religious law from the parties, in order to provide a legal balance between state law and religious law and provide the fairest decision for all related parties مستخلص البحث تعد الزيجات بين الأديان واحدة من الجدل الذي لم يتم حله أبدًا على الرغم من أن إندونيسيا لديها بالفعل القانون رقم 16 لعام 2019 بشأن الزواج. في غضون ذلك ، لاقى الزواج بين الأديان من وجهة نظر الجالية الإسلامية في إندونيسيا معارضة شديدة. ومع ذلك ، في الواقع ، لا تزال هناك زيجات بين الأديان كما هو مذكور في الشرط رقم 333/Pdt.p/2018/PN.Skt الذي يحتوي على طلب للحصول على تصريح زواج بين الأديان تم منحه لاحقًا من قبل محكمة مقاطعة سوراكارتا. يركز هذا البحث على (1) كيفية تحليل تحديد الرقم 333/Pdt.p/2018/PN.Skt بخصوص تصاريح الزواج بين الأديان من منظور قانوني إيجابي في إندونيسيا ، (2) كيفية تحليل تحديد الرقم 333/Pdt.p/2018/PN.Skt بخصوص الإذن بالزواج بين الأديان من وجهة نظر مصلحة سعيد رمضان البطي. هذا البحث هو بحث في القانون القانوني المعياري باستخدام منهج الحالة ومنهج مفاهيمي. تأتي البيانات التي تم الحصول عليها من نسخة من القرار على الموقع الإلكتروني للمحكمة العليا ، وتحديداً رقم القرار 333/Pdt.p/2018/PN.Skt في محكمة مقاطعة سوراكارتا. بينما جاء التحليل في شكل شرح للتحليل الوصفي مبني على منظور القانون الوضعي ومصلحة سعيد رمضان البوطي بخصوص تحديد الرقم 333/Pdt.p/2018/PN.Skt. نتائج هذه الدراسة: (1) بناءً على القانون الوضعي ، تبين أنه وفقًا لدستور عام 1945 وقانون الزواج وتجميع الشريعة الإسلامية أنه في كل مادة تتعلق بالزواج بين الأديان ، أوضحت حظر الزواج بين الأديان ، سواء بشكل مباشر أو ضمني. (2) استنادًا إلى مصلحة سعيد رمضان البطي ، فإنه يدل على وجود تعارض مع نقاط المصلحة الثلاث التي طرحها البطي ، وهي مقاصيد الشريعة ، والقرآن ، والحديث. عند تحديد تصريح الزواج بين الأديان ، وجد أن هناك مفسدات بدلاً من المصلحة. اقتراح صاحب البلاغ هو أن قضاة المحكمة المحلية قبل المحاكمة مطالبون بفهم جميع الأحكام المتعلقة بقضايا الزواج بين الأديان ، سواء القانون الوضعي أو القانون الديني من الطرفين ، من أجل توفير توازن قانوني بين قانون الولاية والقانون الديني وتقديم القرار الأكثر إنصافًا لجميع الأطراف ذات الصلة

    FENOMENA CHILDFREE PERSPEKTIF KONSEP MASLAHAT SAID RAMADHAN BUTHI: CHILDFREE PHENOMENA PERSPECTIVE OF THE MASLAHAT CONCEPT OF SAID RAMADHAN BUTHI

    No full text
    Every married couple who gets married definitely has the goal of having children in the hope of being the successor to the family. However, along with the development of the times, a person or couple chooses to make the decision not to have children or childfree. The decision certainly raises polemic and also debate in society. From the childfree phenomenon, the author attempts to analyze childfree actions from the perspective of the Maslahat sa'id Ramadhan Al-buthi concept. Said Ramadhan al-Buthi is a Syrian scientist in the field of Islamic religious sciences and is also a very prolific writer. Al-buthi limits the use of the concept of benefit more systematically. The limitations are first, that maslahat is still within the scope of syari' goals (Maqashid al-Syar'iyyah). Second, it does not conflict with the Qur'an. Third, it does not conflict with as-sunnah. Fourth, it does not conflict with qiyas, and fifth, it does not conflict with higher benefits. If the childfree phenomenon in marriage is analyzed based on the perspective of Said Ramadhan Al-buthi's maslahat concept, then this action shows a conflict with the three points of maslahah put forward by Al-buthi namely Maqasyid As-Syari'ah, Al-Qur'an, and Hadit

    The Concept of Aswaja in the Thought of K. Abul Fadlol As-Senori (1916-1991 AD) and its Relationship with Aswaja in the Thought of KH. Hashim Ash`ari

    No full text
    The concept of Ahlu sunnah wal jamaah (Aswaja) remains a subject of frequent debate. This article endeavors to provide a comprehensive exploration of the Aswaja concept through the perspective of the archipelago scholar, K. Abu Fadlol As-Senori, a disciple of KH. Hashim Ash`ari, the founder of the Nahdlatul Ulama. This article also strives to establish a connection between the concept of Aswaja as it is found and the Aswaja concept of KH. Hashim Ash`ari. This research is a descriptive-qualitative study. This study revealed that Aswaja, as defined by K. Abul Fadlol, encompasses four distinct groups: (1) the Muhadditsin, (2) the Sufiyyah (3) the Ash'ariyah and (4) Maturidiyah. As a student of KH. Hashim Ash`ari, the Aswaja concept of K. Abul Fadlol has a very big aspect of similarity. The concept of Aswaja from both becomes the foundation for building moderation in religion. Both also reject hardline Islamists who claim to be Aswaj

    HADRAH 7.0 / Norliana Hashim, Norhamizan Hamir and Mohd Syafiq Othman

    No full text
    Hadiah Ramadan (HADRAH) 7.0 adalah program khidmat masyarakat anjuran Fakulti Pengurusan Hotel dan Pelancongan (FPHP) yang diadakan saban tahun. Tahun 2023 melengkapkan penganjuran kali ke tujuh program ini yang mensasarkan masjid-masjid di sekitar kampus UiTM Cawangan Pulau Pinang. Masjid Al-Muhajirin Bandar Seberang Jaya telah dipilih untuk menjadi penganjur-bersama sekaligus menjadi lokasi utama program ini dijalankan. Penganjuran kali ini melibatkan skala yang lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya menerusi penglibatan syarikat-syarikat, institusi pengajian tinggi, dan agensi kerajaan sebagai rakan strategik serta komuniti setempat. Program HADRAH 7.0 telah berlangsung pada 15 April 2023 bersamaan dengan 24 Ramadhan 1443 H. Namun demikian perancangan program telah pun disusun bermula dari Oktober 2022. Perancangan yang teliti telah dibuat oleh penganjur bagi memastikan kelancaran sepanjang program berlangsung. Beberapa siri aktiviti sebelum dan semasa program telah berlangsung antaranya Canteen Day, gotong royong membersihkan masjid, memasak bubur lambuk dan iftar, penyampaian sumbangan kepada golongan asnaf serta majlis berbuka puasa. Program pada hari tersebut dimulakan dengan aktiviti memasak bubur lambuk yang bermula seawal jam 7.30 pagi hasil sumbangan komuniti setempat melalui empat Majlis Pengurusan Komuniti Kampung (MPKK) iaitu Tenggiri, Siakap, Kampung Taman Baru dan Jalan Tun Hussien Onn. Sebanyak 4000 sehingga 6000 bungkus bubur lambuk telah diedarkan kepada penduduk sekitar Seberang Jaya

    Program khidmat masyarakat FPHP Ramadhan al Mubarak - hadiah buatmu / Irina Mohd Akhir ... [et al.]

    No full text
    Program ini adalah hasil usaha bersama Fakulti Pengurusan Hotel dan Pelancongan (FPHP) serta Universiti Teknologi MARA Cawangan Pulau Pinang. Kesinambungan hubungan antara UiTM Cawangan Pulau Pinang dan masyarakat setempat, terutamanya komuniti di sekitar Masjid serta pihak Masjid terpilih sendiri merupakan inti dari program khidmat masyarakat Hadrah FPHP Siri 6.0 ini. Melalui perspektif seorang ahli jawatankuasa yang telah dilantik sebagai Penyelaras Pelaporan Program Hadrah serta Perancangan StrategikFPHP, program ini telah Berjaya dilaksanakan dengan bertujuankan utama bagi mendapatkan keberkatan dan meningkatkan keimanan di bulan Ramadhan yang akan datang, FPHP dan seluruh warga UiTMCPP yang telah bersama, mempersembahkan bulan yang penuh berkat ini kepada Yang Maha Esa dengan menggalakkan lebih banyak amalan mulia dan ihsan kepada generasi mendatang. Oleh itu,Fakulti Pengurusan Hotel dan Pelancongan (FPHP) bukan sahaja telah berjaya terus berusaha menganjurkan projek khidmat Hadrah FPHP Siri 6.0 dalam membina hubungan erat dengan masyarakat setempat dan membudayakan amal kebajikan yang luhur di bulan Ramadhan, tetapi dapat bekerjasama dalam mencapai matlamat Sustainable Development Goals (SDG) serta Perancangan Strategik (PS)FPHP UiTMCPP. Penerapan ini dapat meningkatkan nilai murni dalam menggalakkan lebih banyak amalan mulia dan ihsan kepada generasi akan datang FPHP meneruskan usaha penganjuran program yang dapat membina hubungan dengan masyarakat setempat dan membudayakan amal kebajikan semasa bulan Ramadhan yang mulia

    ANALISIS KEKERASAN YANG DIALAMI IQBAL RAMADHAN DITINJIAU DARI PERSPEKTIF PANCASILA SILA KEDUA

    No full text
    This research analyzes the violence experienced by Iqbal Ramadhan, an assistant lawyer, during a demonstration against the Revision of the Regional Election Law in Jakarta. The repressive actions by security forces against Iqbal, which included physical and psychological violence, showed a deviation from the principle of "Just and Civilized Humanity" in the second principle of Pancasila. In this research, the author examines the arrest process, the forms of violence experienced, as well as the physical and psychological impacts experienced by Iqbal. This case reflects the tension between the right to express an opinion and the authorities' efforts to maintain public order. This research highlights the importance of respecting human rights and peaceful and civilized conflict resolution, as mandated in Pancasila. The violence experienced by Iqbal Ramadhan not only violated human rights, but also violated the values ​​of humanity and justice contained in Pancasila. This incident demands an evaluation of the way the authorities handle demonstrations so that they are more based on human values ​​and justice.Penelitian ini menganalisis kekerasan yang dialami Iqbal Ramadhan, seorang asisten pengacara, selama aksi demonstrasi menolak Revisi Undang-Undang Pilkada di Jakarta. Tindakan represif oleh aparat keamanan terhadap Iqbal, yang meliputi kekerasan fisik dan psikologis, menunjukkan penyimpangan dari prinsip "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab" dalam Pancasila sila kedua. Dalam penelitian ini, penulis mengkaji proses penangkapan, bentuk kekerasan yang dialami, serta dampak fisik dan psikologis yang dialami Iqbal. Kasus ini mencerminkan ketegangan antara hak menyampaikan pendapat dan upaya aparat dalam menjaga ketertiban umum. Penelitian ini menyoroti pentingnya penghormatan terhadap hak asasi manusia dan penyelesaian konflik secara damai serta beradab, sebagaimana diamanatkan dalam Pancasila. Kekerasan yang dialami Iqbal Ramadhan tidak hanya melanggar hak asasi manusia, tetapi juga mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan yang terkandung dalam Pancasila. Peristiwa ini menuntut evaluasi terhadap cara aparat menangani demonstrasi agar lebih berlandaskan pada nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan
    corecore