1,418 research outputs found
Pakistan at the Threshold of the 21st Century: How to Shape a Better Economic Future?
Pakistan has been facing a deep-seated economic and financial crisis and seemingly intractable governance issues for the last few years. Factors such as international sanctions and global economic slowdown, which have worsened Pakistan’s economic difficulties, were beyond Pakistan’s control. But by and large, the country’s economic and financial difficulties are the result of economic mismanagement in key areas over long periods. Bad governance, as reflected in widespread corruption and poor delivery of public services, and especially poor law and order have given birth to a crisis of confidence in the state. It is argued here that despite this scenario, a long and arduous process of building institutions, setting the policies right, and enforcing a rule-based governance stressing both merit and accountability can put Pakistan back on the road to shared prosperity. Resolving financial problems, accelerating demographic transition, exploiting tremendous agricultural potential, improving both availability and quality of education, increasing competitiveness and bringing about structural change in exports and industry, and reforming the government are crucial policy actions that can help shape a better future for the country and end the economic drift.
Konfigurasi Filantropi Islam Dalam Tradisi Maulid Nabi SAW Di Bawean
AbstrakPenelitian ini mengkaji tentang konfigurasi filantropi Islam dalam tradisi Maulid Nabi SAW di Pulau Bawean. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan teori gift exchange yang dikembangkan oleh Marcell Mouss. Dari teori tersebut dapat disimpulkan bahwa tradisi maulid Nabi SAW di Bawean merupakan salah satu bentuk ekspresi kegembiraan masyarakat atas dilahirkannya Rasulullah SAW. Kegembiraan tersebut diinterpretasikan dalam bentuk social giving yang berupa pertukaran angka’an bherkat antar sesama warga. Di samping itu, masyarakat Bawean mengumpulkan dana filantropi Islam dalam bentuk bendera maulid untuk didistribusikan kepada Lembaga penyelenggara maulid, sehingga dana filantropi tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan Lembaga untuk memenuhi kebutuhannya. Tradisi maulid Nabi SAW ini tidak hanya dilakukan satu kali saja, namun berulangkali. Setiap Lembaga atau komunitas mengadakan acara maulid. Hal ini menunjukkan bahwa Gerakan filantropi berbasis agama memiliki kekuatan yang lebih besar dibandingkan lainnya, sebab yang mereka harapkan tidak hanya sekedar materi, namun ada kekuatan iman, cinta, dan pahala yang menjadi harapan terbesar dari semua tindakanny
Usul al-Hadits teori dasar studi hadis Nabi Muhammad SAW
Buku ini menguraikan teori-teori dasar dalam studi hadis Nabi yang mencakup konsep sunnah dan hadis Nabi, wacana Sunah dalam pemikiran hadis kontemporer, teori fase perkembangan hadis Nabi, struktur hadis Nabi, hadis Nabi sebagai sumber ajaran Islam, sejarah perkembangan kodifikasi hadis Nabi dan karya-karya kompilasi hadis Nabi dari setiap fasenya, ilmu hadis dan cabang=cabangnya, seputar klasifikasi hadis Nabi, khsusnya hadis mutawatir, ahad, sahih, hasan, dha'if, kehujjahan hadis dha'if, hadis palsu, dan pengantar teori kritik hadis yang mencakup teori isnad, ilmu jarh wa al-ta'dil, dan teori takhrij al-hadi
Jala'ul afham : keutamaan shalawat Nabi
Jala?ul Afham, mengupas keutamaan shalawat, karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah yang ada di tangan Anda ini akan menjawab banyak pertanyaan mendasar tentang shalawat Nabi. Di buka dengan pemaparan hadits-hadits tentang shlawat Nabi, lalu kapan waktu-waktu di utamakan bershalawat, dan di akhiri dengan ulasan seputar shalawat dan salam untuk selain nabi Shalallahu?alaihiwassalam. Salah satu kelebihan buku ini , bagi Anda yang peduli kepada As-Sunnah, adalah setiap hadits yang di bahas, dilengkapi penjelasan apakah ia termasuk hadits shahih, hasan, ataupun ma?lul ( cacat ) dan tentunya sebab-sebab kecacatan hadits tersebut
Nilaiâ€nilai Pendidikan Islam dalam Maulid Nabi Muhammad SAW
Maulid Nabi Muhammad SAW kadang-kadang Maulid Nabi atau Maulud saja (bahasa Arab: مولد النبي , mawlid annabÄ«), adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Rasulullah Muhammad SAW dengan berbagai bentuk kegiatan seperti pembacaan shalawat nabi, syair barzanji, dll sebagai upaya untuk mengenal akan keteladanan Nabi sebagai pembawa ajaran agama islam, namun terkadang terdapat beberapa golongan yang berpendapat jika perayaan mauled Nabi dikatkan bid’ah dan didalamnya tidak terkandung nilai – nilai yang bisa di ambil, termasuk pendidikan. Bertitik tolak dari uaraian di atasa, maka penulis termotifasi untuk mengkaji dan menganalisa lebih jauh tentang “studi analisis Nila-nilai Pendidikan Islam dalam Maulid Nabi Muhammad SAWâ€.Maulid Nabi Muhammad SAW kadang-kadang Maulid Nabi atau Maulud saja (bahasa Arab: مولد النبي , mawlid annabÄ«), adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Rasulullah Muhammad SAW dengan berbagai bentuk kegiatan seperti pembacaan shalawat nabi, syair barzanji, dll sebagai upaya untuk mengenal akan keteladanan Nabi sebagai pembawa ajaran agama islam, namun terkadang terdapat beberapa golongan yang berpendapat jika perayaan mauled Nabi dikatkan bid’ah dan didalamnya tidak terkandung nilai – nilai yang bisa di ambil, termasuk pendidikan. Bertitik tolak dari uaraian di atasa, maka penulis termotifasi untuk mengkaji dan menganalisa lebih jauh tentang “studi analisis Nila-nilai Pendidikan Islam dalam Maulid Nabi Muhammad SAWâ€
Peranan Syekh Ali Hasan Ahmad Addary dalam dunia pendidikan di Tapanuli Bagian Selatan
Ulama adalah merupakan pewari para Nabi sudah barang tentu mempunyai tugas untuk menyampaikan syari'at Islam kepada ummat Islam sehingga dapat melaksanakan atau mengamalkannya dengan baik dalam kehidupan sehari-sehari. Untuk itu para ulama memiliki kedudukan yang cukup mulia setingkat di bawah Nabi. Jika dilihat yang tergolong ulama yang cukup besar pengaruhnya di Tapanuli Bagian Selatan termasuk di antaranya Syekh Ali Hasan Ahmad Addary yang wafat pada tahun 1998 M. untuk itu penulis mencoba meneliti dalam skripsi ini dengan judul. "Peranan Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Dalam Dunia Pendidikan Di Tapanuli Bagian Selatan." Adapun yang menjadi pokok masalah dalam bahasan ini adalah bagaimana peranan Syekh Ali Hasan Ahmad Addary dalaam dunia pendidikan Informal, formal, dan nonformal Dalam penelitian ini penulis mengadakan riset kepustakaan dan juga riset terhadap orang yang dianggap dapat memberikan data, yaitu keluarga, murid-muridnya, dan juga rekan-rekannya semasa hidupnya. Dalam penelitian yang dilakukan diperoleh gambaran bahwa dalam pendidikan Informal Syekh Ali Hasan Ahmad Addry mengajari anak-anaknya membaca Al-Qur'an, yaitu dengan memanggil mahasiswa maupun mahasiswinya untuk mengajari anak-anaknya membaca Al-Qur'an dengan metode terjemah dan menjelaskan makna-makna yang terkandung di dalamnya. Dalam pendidikan formal beliau mendirikan berbagai lembaga pendidikan baik pendidikan agama maupun umum, di antaranya Perguruan Tinggi Agama Islam Tapanuli (STAITA), SMA Islam, Madrasah Al-Islahiddin, dan lain sebagainya. Dalam pendidikan nonformal beliau mendirikan majlis ta'lim yang diberi nama Bina Ulama, membangun mesjid, dan lain sebagainya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Syekh Ali Hasan Ahmad Addary memiliki peranan yang cukup besar dalam dunia pendidikan di Tapanuli Bagian Selatan, baik ia pendidikan Informal, Formal, dan Nonformal sehingga dapat berdirinya berbagai lembaga pendidikan mulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi
Kepimpinan dalam kisah Nabi Sulaiman AS dengan hudhud
Al-Quran telah menampilkan sejumlah tokoh-tokoh tauladan dan tokoh pengajaran agar dijadikan renungan kepada masyarakat. Antaranya kisah Nabi Sulaiman dan burung hudhud yang dirakamkan di dalam surah Al Naml ayat 20 hingga 28. Kajian ini bermatlamat untuk melihat konsep kepimpinan dalam kisah Nabi Sulaiman dan burung hudhud. Kajian ini menggunakan metodologi kepustakaaan dengan membuat analisa dan ulasan terhadap kitab tafsir, buku-buku, artikel jurnal serta penulisan ilmiah yang lain. Hasil kajian mendapati bahawa Nabi Sulaiman merupakan seorang tokoh pemimpin yang sangat ideal dan luar biasa. Baginda mampu memikul amanah sebagai Nabi, Rasul Allah dan Raja dikalangan umatnya yang tidak mampu dimiliki oleh seseorang pun setelah kewafatan baginda. Justeru, marilah kita tanamkan visi dan misi kehidupan kita sebagai seorang muslim umumnya dan sebagai pemimpin khususnya dengan meneladani kisah ini yang memiliki pengajaran yang sangat relevan sepanjang zaman dengan kehidupan sosial kita
Pendekatan geografis dalam memahami hadits Nabi SAW
Geografi merupakan salah satu disiplin ilmu tentang fenomena permukaan bumi, secara khusus tampak tidak memiliki hubungan dengan studi agama apalagi studi teks hadis Nabi Saw. Namun jika dipelajari secara seksama, semua produk teks hadis Nabi Saw merupakan hasil produksi seseorang pada ruang tertentu dan masa tertentu, sehingga menafikan ilmu geografi ini sebagai alat bantu memahami sebuah teks akan mengalami kendala bahkan kesalahan.
Sekalipun Pendekatan geografi ini bukan satu-satunya alat bantu dalam memahami hadis Nabi Saw, namun setidaknya ilmu ini sangat membantu dalam memahami keutuhan suatu teks dan makna yang dikehendaki di dalamnya. Bahasan berikut setidaknya memberikan contoh-contoh hadis Nabi Saw yang sepatutnya melibatkan ilmu geografi dalam upaya memahaminya
Peringatan Maulid Nabi
Maulid Nabi is widely celebrated throughout the world, including in Indonesia, many cultural traditions influence this warning. There are two opinions that suggest the beginning of the emergence of the Maulid tradition, first held by the caliph Mu'iz li Dinillah, and during the time of Sultan Salahuddin al-Ayyubi.
Keywords: Maulid Nabi, Tradition, Indonesi
Sayyidah Nafisah binti al-Hasan
Di dalam sejarah Islam, cukup banyak kaum perempuan yang memainkan peranan penting di dalam
sejarah. Walaupun para Muslimah di masa lalu umumnya tidak berperan di sektor publik, sejarah
Islam tidak kekurangan pahlawan perempuan yang memberi kontribusi penting di berbagai bidang.
Tulisan kali ini akan mengangkat sosok Muslimah yang menonjol dalam hal ilmu dan kesolehan, yang
pengaruhnya membekas hingga jauh selepas wafatnya. Muslimah ini adalah Sayyidah Nafisah binti alHasan al-Alawiyah al-Hasaniyah, seorang perempuan alim ahli ibadah keturunan Nabi Muhammad
shallallahu ‘alaihi wasallam yang wafat di Mesir.
Nama dan nasab beliau adalah Nafisah binti Abu Muhammad al-Hasan bin Zaid bin al-Hasan bin Ali
bin Abi Thalib (al-Dhahabi, 1985: 279; Ibn Kathir, 1998: 170; Ibn Khallikan, 1868: 574). Dengan kata
lain, beliau adalah cicit kepada al-Hasan, putera Fatimah binti Rasulillah shallallahu alaihi wasallam.
Al-Hasan, ayah Sayyidah Nafisah, merupakan seorang yang memiliki keutamaan dan pernah diangkat
oleh Khalifah al-Mansur sebagai gubernur di Madinah (al-Zubayri, tt: 56)
- …
