1,106 research outputs found
Perspektif Hukum Islam Terhadap Sistem Voucher di KPRI Nusa Indah
sistem voucher menjadi salah satu strategi pemasaran oleh pihak penjual. Sistem ini juga di terapkan di Koperasi Pegawai Republik Nusa Indah. Saat ini marak beredar penawaran voucher belanja dan potongan harga dari aplikasi belanja online. Dalam bertransaksi jual beli terdapat etika atau rambu yang mengatur dan mengendalikan terjadinya transaksi yang tidak di perbolehkan. Penelitian ini bertujuan bagaimana perspektif islam terhadap sistem voucher yang di terapkan di KPRI Nusa Indah. Metode yang digunakan adalah penelitian yuridis empiris dengan pertimbangan titik tolak analisis terhadap kenyataan yang ada dalam praktek lapangan tentang penerapan voucher belanja oleh KPRI Nusa Indah. Sistem voucher yang di terapkan di koperasi sama halnya dengan pembayaran dengan tabungan anggota yang dititipkan sementara di toko tersebut. Sehingga tidak ada unsur gharar dalam penggunanan sistem voucher di KPRI Nusa Indah
PENGARUH CUSTOMER DELIGHT TERHADAP CUSTOMER LOYALTY PADA PELANGGAN BURGER KING BANDUNG INDAH PLAZA MALL
This study aims to obtain an overview and influence of customer delight on customer loyalty in Burger King Bandung Indah Plaza Mall customers. The development of the food service industry sector in Indonesia, which can be seen from the proliferation of various fast food restaurant outlets, has intensified competition. So, building relationships with customers is something that fast food restaurants can do besides just providing food. The sample in this study were 106 respondents of Burger King Bandung Indah Plaza Mall customers using purposive sampling method. The verification data analysis technique used is Partial Least Square (PLS) with the help of SmartPLS version 4.0 computer software. The author hopes that in this study customer delight can produce a positive and significant influence on customer loyalty for Burger King Bandung Indah Plaza Mall customers
Peran Bank Sampah Bumdes Lebak Indah Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Lebak Kecamatan Sangkapura Kabupaten Gresik
Human needs are very diverse. Some are fulfilled from nature, some are from factory production. These used goods or commonly called waste, can be a problem and can also be a maslahah for the wearer. Recently, many places have started to develop waste bank programs to break down the waste problem and convert it into rupiah. Among them is the Lebak Indah BUMDES waste bank. This study aims to determine the operationalization of waste banks and their role in improving the community's economy. By using a qualitative approach and descriptive analysis method, the researcher explains the data in the field in the form of a narrative originating from field research. The role of the Lebak Indah BUMDES waste bank in improving the community's economy, including for customers who weigh their waste at the garbage bank, so that household waste becomes rupiah. And also the women who are in charge of managing the waste bank get paid so they can help meet economic needs
FLOORING LAPANGAN DAN PEMASANGAN NET BADMINTON SEBAGAI REVITALISASI SARANA OLAHRAGA DI DESA KARANG INDAH
Health is an important element in human life, every normal human being is required to always maintain fitness, one of which is by regularly exercising. According to research, a person is recommended to do regular exercise for 2 hours every week, but every individual is not always the same, lack of interest and awareness of the importance of exercise, irregular diet and rest make the quality of a person's health decrease. In addition to the above factors, the lack of facilities and infrastructure to support sports activities is also a factor in a person's lack of interest in exercising. For this reason, it is to help increase public interest in sports in Karang Indah Village, Bojong Mangu District, Bekasi Regency. The author took the initiative to renovate the badminton court because the condition of the badminton court in the Karang Indah Village Hall already looks concerning and unmaintained, therefore this revitalization aims to increase the interest of residents, especially youth and the general public in the importance of sports. The target of this program will later be handed over directly to the Karang Indah village apparatus, where the author hopes that this tool can be handed over to the Chairman of the Youth Corps or its representatives, to be used as a useful tool to increase the interest and quality of a sports facility in Karang Indah Village
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH TERHADAP PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI MADRASAH ZAINUL HASAN 1 GENGGONG PAJARAKAN PROBOLINGGO
Manajemen Berbasis Sekolah banyak memberikan solusi-solusi yang tepat bagi Lembaga Pendidikan apalagi Lembaga Pendidikan Islam, karena pada Manajemen Berbasis Sekolah terdapat bagaimana cara memberdayakan sekolah organisasi sekolah, proses berlajar mengajar, sumber daya manusia, sumber daya dan administrasi). Lembaga Pendidikan bisa melakukan manajemen (pengaturan) pada komponen-komponen sekolah, sehingga kemampuan lembaga pendidikan dalam mendayagunakan sumber-sumber pendidikan untuk meningkatkan kemampuan belajar seoptimal mungkin melalui proses pendidikan akan efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk 1. Bagaimana implemantasi Manajemen Berbasis Sekolah di Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong Pajarakan Probolinggo 2. Bagaimana mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong Pajarakan Probolinggo. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif.
Dengan menngunakan metode deskriptif dengan pendekatan survey, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1. Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah terhadap peningkatan mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong Pajarakan Probolinggo telah dapat dilaksanakan dengan baik, hal itu terlihat dari modifikasi program yang telah direncanakan yang kemudian diaktualisasikan dalam bentuk kegiatan. 2. Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong terus menerus meningkatkan menejemen mutu yang lebih baik. Beberapa upaya yang telah dilakukan Madrasah Aliyah Zainul Hasan dalam menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah terhadap peningkatan mutu pendidikan, selain prioritas terhadap lulusannya
Peningkatan Hasil Belajar dan Aktivitas Siswa Dengan Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Pada Pokok Bahasan Logika Matematika di Kelas X SMK Zainul Hasan Balung Semester Genap Tahun Ajaran 2013/2014;
SMK Zainul Hasan adalah salah satu sekolah yang letaknya di daerah Balung
kabupaten Jember. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di sana, hasil belajar
siswa kelas X pada mata pelajaran matematika masih berada di bawah Kriteria
Kelulusan Minimal (KKM) yang telah ditentukan. Selama ini pembelajaran matematika
di SMK Zainul Hasan masih berpusat pada guru (teacher oriented), guru lebih sering
menggunakan metode ceramah, dan guru jarang menggunakan metode yang bervariasi,
dalam menyampaikan materi pembelajaran. Diketahui juga bahwa aktivitas siswa dalam
mengikuti pembelajaran belum nampak, para siswa jarang mengajukan pertanyaan,
walaupun guru sering meminta agar siswa bertanya jika ada hal yang belum dipahami.
Hal-hal tersebut merupakan faktor yang menyebabkan hasil belajar siswa masih rendah.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan
pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: 1) mendeskripsikan
pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) untuk meningkatkan hasil belajar
dan aktivitas siswa pada pokok bahasan logika matematika; 2) mengetahui aktivitas
belajar siswa dalam pelaksanaan pembelajaran contextual teaching and learning (CTL)
pada pokok bahasan logika matematika; 3) mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa
kelas X semester genap setelah pembelajaran contextual teaching and learning (CTL)
pada pokok bahasan logika di SMK Zainul Hasan Balung.
Penelitian ini menggunakan dua siklus dan tiap siklusnya mencakup empat
tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan retleksi. Subyek penelitiannya
adalah siswa SMK Zainul Hasan kelas X-2 tahun ajaran 2013/2014 dengan jumlah 32
orang, terdiri dari 6 siswa laki-laki dan 26 siwa perempuan. Pengambilan data
dilaksanakan pada tanggal 1 Juli 2014 sampai 11 Juli 2014. Metode pengumpulan data
viii
yang digunakan adalah observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Data yang
diperoleh pada penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif meliputi aktivitas
guru, aktivitas siswa, ketuntasan hasil belajar, dan hasil wawancara.
Hasil analisis aktivitas siswa menunjukkan bahwa aktivitas siswa mengalami
peningkatan, untuk setiap pertemuannya. Seperti halnya aktivitas siswa, aktivitas
guru juga mengalami peningkatan pada tiap pertemuan. Peningkatan aktivitas siswa
dan guru ini sangat membantu keberhasilan penerapan pembelajaran contextual
teaching and learning (CTL) untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa pada
pokok bahasan logika matematika
Hasil belajar matematika siswa setelah proses belajar dengan menggunakan
pendekatan contextual teaching and learning (CTL) pada sub pokok bahasan logika
matematika di kelas X-2 SMK Zainul Hasan tahun ajaran 2013/2014 mengalami
peningkatan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I persentase ketuntasan hanya 71,87%,
sedangkan pada siklus II persentase ketuntasan meningkat menjadi 90,62%. Ketuntasan
belajar siswa secara klasikal telah terpenuhi setelah siklus II.
Berdasarkan seluruh hasil analisis data, diperoleh peningkatan hasil belajar dan
aktivitas siswa pada tiap siklusnya . Dengan demikian penerapan Pembelajaran
Contextual Teaching and Learning (CTL) efektif dalam upaya meningkatkan hasil
belajar dan aktivitas siswa pada pokok bahasan logika matematika
Penerapan Pembelajaran Kontekstual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Sub Pokok Bahasan Segitiga Kelas VII A semester Genap Mts Zainul Hasan Tahun Ajaran 2013/2014;
Pembelajaran yang berpusat pada guru berakibat pada semakin sulitnya siswa
dalam memahami materi dan mengerjakan soal-soal tertentu dalam matematika, salah
satu materi yang dirasa sulit oleh siswa adalah materi segitiga. Hasil belajar siswa
dalam materi segitiga tersebut masih belum cukup memuaskan. Di MTs Zainul Hasan
Balung presentase keberhasilan siswa dalam pembelajaran matematika menurun,
presentase keberhasilan rata-rata hanya mencapai 50% dari seluruh jumlah siswa, dan
yang lain dibawah ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditentukan yaitu 75 untuk
pelajaran matematika. Hal ini dikarenakan kurangnya minat siswa dalam
pembelajaran matematika. Dimana pembelajaran matematika yang dilaksanakan
berpusat pada guru. Sehingga diperlukan alternatif pembelajaran yang dapat membuat
siswa lebih aktif, memiliki rasa ingin tahu yang lebih, serta dapat meningkatkan hasil
belajar mereka, khususnya untuk materi segitiga. Salah satu dari model pembelajaran
yang dianggap dapat mengatasi masalah tersebut adalah pembelajaran kontekstual.
Pembelajaran kontekstual merupakan pembelajaran konsep yang membantu siswa
mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata dan mendorong
untuk membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya
dalam kehidupan mereka.
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini
dilaksanakan di MTs Zainul Hasan Balung yaitu siswa kelas VII-A. Penelitian ini
menggunakan dua siklus yang mencakup empat tahap yaitu perencanaan, tindakan,
observasi, dan refleksi. Setelah siklus II, dilakukan penilaian apakah terjadi
peningkatan persentase ketuntasan hasil belajar siswa. Jika tidak terjadi peningkatan
persentase ketuntasan hasil belajar siswa, penelitian dihentikan karena sudah
dilaksanakan dua siklus.
Data aktifitas siswa yang diperoleh pada siklus I yaitu rata-rata seluruh aspek
aktivitas siswa adalah 81,51%. Apabila disesuaikan dengan kriteria aktifitas siswa
maka tergolong dalam kategori baik. Untuk hasil belajar data yang diperoleh
ketuntasan klasikal sebesar 71,87%. Hal ini menunjukkan masih belum tuntas. Data
aktifitas siswa yang diperoleh pada siklus II yaitu rata-rata seluruh aspek aktivitas
siswa adalah 84,80%. Apabila disesuaikan dengan kriteria aktivitas siswa maka
tergolong dalam kategori baik. Untuk hasil belajar data yang diperoleh ketuntasan
klasikal sebesar 90,62%. Sehingga pembelajaran pada siklus II ini dikatakan tuntas.
Berdasarkan analisis data yang diperoleh, maka kesimpulan dari penelitian ini
adalah: (1) Penerapan model pembelajaran kontesktual sub pokok bahasan segitiga
pada kelas VII A MTs Zainul Hasan tahun ajaran 2013/2014 dapat meningkatkan
aktivitas dan hasil belajar siswa. Dengan menggunakan model pembelajaran
kontekstual siswa dapat membangun pengetahuannya sendiri dengan dikaitkan
dengan kehidupan sehari-hari. Sehingga siswa mendapat pembelajaran bermakna dan
lebih aktif dalam pembelajaran matematika. (2) Aktivitas siswa pada penerapan
model pembelajaran kontekstual pada sub pokok bahasan segitiga pada kelas VII A
MTs. Zainul Hasan tahun ajaran 2013/2014 mengalami peningkatan dari siklus I ke
siklus II. Aktivitas siswa tersebut meliputi berdiskusi dalam kelompok, mengalisis
permasalahan, mencatat hasil diskusi dalam kelompok, menyimpulkan, dan
menerapkan konsep pada soal baru. (3) Hasil belajar matematika siswa setelah proses
belajar menggunakan pembelajaran Kontekstual pada sub pokok bahasan segitiga
pada kelas VII A MTs. Zainul Hasan tahun ajaran 2013/2014 mengalami peningkatan
dari siklus I ke siklus II karena pembelajaran kontekstual membantu siswa
mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata dan mendorong
untuk membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya
dalam kehidupan merek
Persepsi mahasiswa terhadap metode pembelajaran diskusi dalam meningkatkan motivasi belajar (studi pada mahasiswa program studi PAI angkatan 2020 Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan)
Metode diskusi dianggap lebih interaktif sebab setiap individu diperbolehkan untuk mengutarakan pendapatnya. Melalui interaksi mahasiswa dalam diskusi kelompok diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berfikir dan motivasi belajar Mahasiwa. Namun berdasarkan proses pembelajaran yang terjadi selama ini peneliti melihat bahwa ada beberapa masalah yang terjadi pada proses pembelajaran menggunakan metode diskusi ini seperti sikap kurang peduli mahasiswa pada proses pembelajaran diskusi, sebagian mahasiswa masih bersifat pasif dan enggan berkontribusi atau menyampaikan pendapatnya pada saat metode diskusi ini dilakukan. Hal-hal tersebut menunjukkkan kurangnya minat dan motivasi belajar mahasiswa pada saat proses pembelajaran.Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana persepsi mahasiswa terhadap metode pembelajaran diskusi dalam meningkatkan motivasi belajar (Studi Pada Mahasiswa Program Studi PAI Angkatan 2020 Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi mahasiswa terhadap metode pembelajaran diskusi dalam meningkatkan motivasi belajar (Studi Pada Mahasiswa Program Studi PAI Angkatan 2020 Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan desain analisis deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Angkatan 2020. Adapun sampel yang diambil berjumlah 77 mahasiswa dari 327 populasi. Teknis analisis data menggunakan teknik pengkodean (Coding), penskoran (scoring) dan persentase. Dalam pengumpulan data penelitian menggunakan metode angket atau kuesioner dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa skor rata-rata (mean) persepsi mahasiswa terhadap metode pembelajaran diskusi dalam meningkatkan motivasi belajar (Studi Pada Mahasiswa Program Studi PAI Angkatan 2020 Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan) adalah 80,56:20 = 4,02 yang berada pada skala interval 3,43-4,23 atau berkategori positif
IMAGE-DOKUMEN PHOTO PELATIHAN JURNALISTIK DASAR PRODI ILMU KOMUNIKASI KAMPUS BUKIT INDAH, 28 FEBRUARI 2017
PELATIHAN JURNALISTIK DASAR PRODI ILMU KOMUNIKASI KAMPUS BUKIT INDAH, 28 FEBRUAR
‘AM AL-JAMA’AH (STUDI KRITIS ATAS PERDAMAIAN ANTARA HASAN BIN ALI DAN MU’AWIYAH BIN ABI SUFYAN TAHUN 40 H / 661 M)
Pasca wafatnya Khalifah Ali bin Abi Thalib, Hasan bin Ali dibai‟at menggantikan jabatan Ali bin Abi Thalib. Proses pengangkatan itu dilakukakan di hadapan banyak orang yang terdiri dari pendukung ayahnya. Orang yang pertama melakukan bai‟at adalah Qays bin Sa‟ad, dan kemudian diikuti oleh umat Islam pendukung setia Ali bin Abi Thalib lainnya yang dilakukan pada Jum‟at 12 Ramadhan 40 Hijriah. Mu‟awiyah dan para pendukungnya tidak senang atas pengangkatan Hasan bin Ali, sehingga mereka menyusun kekuatan untuk merebut kekuasaan dari tangan Hasan bin Ali. Mu‟awiyah dan para sekutunya menyusun kekuatan membendung arus massa pendukung Hasan bin Ali, terutama masyarakat Kufah dan Basrah yang menjadi basis pendukungnya. Untuk mengatasi gejolak dan krisis politik seperti itu, tampaknya Hasan bin Ali tidak punya pilihan lain kecuali melakukan negosiasi dengan Mu‟awiyah untuk mengakhiri perseteruan. Peristiwa penyerahan kekuasaan yang dilakukan oleh Hasan bin Ali kepada Mu‟awiyah yang terjadi di Kota Maskin disebut dengan ‘Am al-Jama’ah (Tahun Perdamaian). Penelitian ini adalah penelitian historis yang bertujuan untuk merekonstruksi masa lampau secara kronologis dan sistematis. Adapun metode yang digunakan adalah metode sejarah dengan langkah-langkah pengumpulan sumber (heuristik), verifikasi, interpretasi (penafsiran), dan historiografi (penulisan sejarah). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan sosiologis dan psikologis. Dalam mengkaji peristiwa ‘Am al-Jama’ah, digunakan teori konflik dan perdamaian untuk menganalisis faktorfaktor dan proses terjadinya konflik dan perdamaian antara Hasan dan Mu‟awiyah. Kedua teori tersebut, baik konflik maupun perdamaian, dilihat dengan menggunakan pendekatan makro dan mikro. Dimensi mikro beroperasi dalam ranah psikologi individu-individu yang terlibat dalam politik, perang, dan rekonsiliasi. Dimensi makro beroperasi dalam ranah sosiologis atau masyarakat luas. Peneliti mengggunakan teori segitiga konflik John Galtung yang berfungsi untuk menganalisis sebab akibat konflik sosial, yang terdiri dari tiga dimensi yaitu sikap, perilaku, dan kontradiksi. Analisis rekonsiliasi dalam penelitian ini menggunakan Perdamaian Konflik milik Johan Galtung dan perdamaian dalam Islam. Point penting yang melatarbelakangi peristiwa ‘Am al-Jama’ah ialah lemahnya posisi politik Hasan bin Ali. Berbanding terbalik dengan kondisi Mu‟awiyah yang memiliki kekuatan semakin besar setelah khalifah Ali bin Abi Thalib wafat. Ditambah lagi dengan pemberontakan yang dilancarkan oleh kelompok Khawarij. Melihat hal tersebut, Hasan bin Ali mulai mengajukan kesepakatan gencatan senjata dengan pasukan Mu‟awiyah. berfikir bahwa peperangan tidak akan menguntungkan Islam. Dengan disetujuinya perjanjian perdamaian antara Hasan bin Ali dengan Mu‟awiyah bin Abi Sufyan, dampak positifnya ialah umat Islam berada di bawah satu kepemimpinan, Mu‟awiyah bin Abi Sufyan. Atas kesepakatan ini umat Islam dapat kembali bersatu tanpa harus saling menghunuskan pedang satu sama lain. Dengan melihat pada data sejarah, peneliti berpikir bahwa kasus perdamaian antara kubu Hasan dan kubu Mu‟awiyah dapat dikategorikan sebagai negative peace bukan positive peace
- …
