103,686 research outputs found
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM KEPEMIMPINAN KHALIFAH HARUN AR-RASYID
AbstrakKhalifah Harun ar-Rasyid merupakan sosok pemimpin yang dermawan, suka memberi baik karena kemauannya sendiri ataupun karena diminta. Harun terkenal sebagai pemimpin berkarisma yang dikagumi oleh rakyatnya, sholeh, taat beragama serta piawai dalam memegang pemerintahan. Oleh sebab itu penulis mengangkat sosok Harun ar-Rasyid menjadi pemeran utama karena beliau sosok tokoh yang mesti untuk dijadikan contoh pada pemimpin di lembaga pendidikan Islam zaman sekarang. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif deskriptif serta tergolong penelitian kepustakaan. Inilah yang peneliti gunakan untuk mengumpulkan data, buku Harun Ar-Rasyid Amir Para Khalifah dan Raja Teragung di Dunia sebagai sumber primernya dan jurnal-jurnal atau makalah sebagai sumber pendukungnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Dalam pemerintahan Khalifah Harun ar-Rasyid banyak mengalami kemajuan-kemajuan. Dan salah satu indikator berkembang pesatnya pendidikan dan pengajaran ditandai dengan berkembang luasnya lembaga-lembaga pendidikan Islam.Kata kunci: Nilai Pendidikan Islam; Kepemimpinan; Khalifah Harun Al-Rasyid AbstractCaliph Harun ar-Rashid is a generous leader, likes to give either on his own volition or on demand. Harun ar-Rashid is known as an authoritative caliph, loved by the people, pious, religious and skilled in holding the government. Therefore, the author makes the figure of Harun ar-Rasyid as the main character because he is a figure who must be used as an example with the reality of today\u27s leaders in Islamic educational institutions. This study uses a descriptive qualitative approach and includes library research, because in collecting the data the researcher uses Harun Ar-Rasyid Amir\u27s book The Caliphs and the Greatest King in the World as the primary source and journals or papers as a supporting source. The results show that: During the reign of Caliph Harun ar-Rashid, many progresses were made. And one indicator of the rapid development of education and teaching is marked by the expansion of Islamic educational institutions.Keywords: Values of Islamic Education; Leadership; Caliph Harun Al-Rasyi
PERANAN HARUN AL-RASYID DALAM KEKHALIFAHAN ABBASIYAH TAHUN 786-809
Harun al-Rasyid adalah salah seorang figure pemimpin yang berada pada
pemerintahan dinasti Abbasiyah, suatu dinasti yang tumbuh dan berkembang
setelah dinasti Umayyah runtuh pada tahun 750. Harun al-Rasyid juga seorang
khalifah yang mampu mengembangkan dinasti Abbasiyah secara menyeluruh
dalam komponen pemerintahannya. Dalam mengembangkan kekhalifahan
Abbasiyah Harun al-Rasyid telah mampu meletakkan fondasi dan prinsip-prinsip
dengan kokoh seperti dibidang politik, ekonomi, sosial sehingga tercipta kerja
sama yang baik antar komponen pemerintahan dan masyarakat. Harun al-Rasyid
selain terkenal sebagai pemimpin agama dan kepala pemerintahan, juga dikenal
sebagai seorang khalifah yang gemar mencintai ilmu pengetahuan. Akan tetapi
dalam masa pemerintahannya hal yang paling menonjol ialah dalam bidang ilmu
pengetahuan. Kecintaan para khalifah kepada ilmu pengetahuan sangat
mendukung bahkan rakyat pun sangat berminat dan memiliki peranan penting.
Hal ini menunjukkan bahwa dinasti Abbasiyah sangat menekankan pembinaan
pada peradaban dan kebudayaan Islam.
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana latar
belakang Harun al-Rasyid menjadi khalifah di dinasti Abbasiyah tahun 779 –
786?; (2) Bagaimana peranan Harun al-Rasyid dalam kekhalifahan Abbasiyah
tahun 786 - 809?. Tujuan yang ingin dicapai oleh penulis adalah: (1) Mengetahui
dan mengkaji tentang latar belakang Harun al-Rasyid menjadi khalifah di dinasti
Abbasiyah tahun 779 - 786?; (2) Mendeskripsikan dan mengkaji peranan Harun
al-Rasyid sebagai pemimpin agama dan kepala pemerintahan dalam kekhalifahan
Abbasiyah tahun 786 - 809?. Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini yaitu:
(1) Bagi pembaca, penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sarana latihan dalam melakukan penelitian dan karya ilmiah, latihan berfikir dan memecahkan masalah
secara kritik dan logis; (2) bagi mahasiswa calon guru sejarah, dapat memberikan
sumbangan dalam mengembangkan studi ilmu sejarah sebagai suatu cabang ilmu
pengetahuan khususnya yang menyangkut studi sejarah Asia Barat; (3) Bagi
almamater FKIP Universitas Jember, Penelitian ini diharapkan dapat memberikan
informasi dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan sebagai wujud nyata
dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu dharma penelitian
serta dapat menambah khasanah kepustakaan Universitas Jember; (4) Dapat
dijadikan pelengkap bagi penelitian yang lebih luas dan mendalam dalam rangka
menambah atau memperdalam mengenai Peranan Harun Ar-Rasyid Dalam
Kekhalifahan Abbasiyah Tahun 786-809. Metode penelitian yang digunakan
adalah metode penelitian sejarah, langkah-langkahnya yaitu 1) Heuristik; 2)
Kritik; 3) Interpretasi; 4) Historiografi.
Hasil penelitian ini adalah Harun al-Rasyid menjadi khalifah kelima dalam
dinasti Abbasiyah, hal ini dikarenakan Harun al-Rasyid dibaiat oleh
pendukungnya untuk menjadi khalifah setelah meninggalnya al-Hadi (kakak
Harun al-Rasyid). Dalam mengembangkan kekhalifahan Abbasiyah Harun al-
Rasyid telah mampu meletakkan fondasi dan prinsip-prinsip dengan kokoh seperti
dibidang politik, ekonomi, sosial sehingga tercipta kerja sama yang baik antar
komponen pemerintahan dan masyarakat. Pemerintahan khalifah Harun al-Rasyid
tidak bisa terlepas dari dua hal dimana khalifah Harun al-Rasyid sebagai
pemimpin agama dan pemimpin negara atau kepala pemerintahan. Akan tetapi
dalam masa pemerintahannya hal yang paling menonjol ialah dalam bidang ilmu
pengetahuan. Kecintaan para khalifah kepada ilmu pengetahuan sangat
mendukung bahkan rakyat pun sangat berminat dan memiliki peranan penting.
Hal ini menunjukkan bahwa dinasti Abbasiyah sangat memperhatikan pembinaan
pada peradaban dan kebudayaan Islam. Dalam hal pembelajaran ilmu
pengetahuan khalifah Harun al-Rasyid mempergunakan fasilitas yang ada pada
zaman itu seperti masjid, rumah sakit, majelis dan perpustakaan. Selain itu,
khalifah Harun al-Rasyid juga mendirikan lembaga penerjemahan ilmu
pengetahuan yang disebut Baitul Hikmah. Baitul Hikmah adalah lembaga penerjemah dari berbagai bahasa Yunani, Sansekerta dan lain-lain kedalam bahasa
Arab.
Saran yang akan peneliti kemukakan yaitu, bagi peneliti dapat dijadikan
salah satu bahan perbandingan apabila ada penelitian yang sama diwaktu-waktu
mendatang. Bagi mahasiswa dapat menambah materi ilmu pengetahuan sosial
(IPS) serta sejarah tentang kekhalifahan Harun al-Rasyid. Bagi almamater sebagai
salah satu pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Dharma pendidikan
PERANAN HARUN AL-RASYID DALAM KEKHALIFAHAN ABBASIYAH
Harun al-Rasyid adalah salah seorang figure pemimpin yang berada pada pemerintahan dinasti Abbasiyah, suatu dinasti yang tumbuh dan berkembang setelah dinasti Umayyah runtuh pada tahun 750. Dinasti Abbasiyah merupakan kekhalifahan Islam yang berkuasa di Baghdad. Harun al-Rasyid juga seorang khalifah yang mampu mengembangkan dinasti Abbasiyah secara menyeluruh dalam komponen pemerintahannya. Dalam mengembangkan kekhalifahan Abbasiyah Harun al-Rasyid telah mampu meletakkan fondasi dan prinsip-prinsip dengan kokoh seperti dibidang politik, ekonomi, sosial sehingga tercipta kerja sama yang baik antar komponen pemerintahan dan masyarakat. Harun al-Rasyid selain terkenal sebagai pemimpin agama dan kepala pemerintahan, juga dikenal sebagai seorang khalifah yang gemar mencintai ilmu pengetahuan. Akan tetapi dalam masa pemerintahannya hal yang paling menonjol ialah dalam bidang ilmu pengetahuan. Kecintaan para khalifah kepada ilmu pengetahuan sangat mendukung bahkan rakyat pun sangat berminat dan memiliki peranan penting. Hal ini menunjukkan bahwa dinasti Abbasiyah sangat menekankan pembinaan pada peradaban dan kebudayaan Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis lebih mendalam tentang peranan Harun al-Rasyid dalam kekhalifahan Abbasiyah tahun 786 - 809. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Sejarah dengan metode penelitian sejarah. Pengumpulan dat
Peranan Harun Al-Rasyid Dalam Kekhalifahan Abbasiyah Tahun 786 – 809;
Harun al-Rasyid adalah salah seorang figure pemimpin yang berada pada
pemerintahan dinasti Abbasiyah, suatu dinasti yang tumbuh dan berkembang
setelah dinasti Umayyah runtuh pada tahun 750. Harun al-Rasyid juga seorang
khalifah yang mampu mengembangkan dinasti Abbasiyah secara menyeluruh
dalam komponen pemerintahannya. Dalam mengembangkan kekhalifahan
Abbasiyah Harun al-Rasyid telah mampu meletakkan fondasi dan prinsip-prinsip
dengan kokoh seperti dibidang politik, ekonomi, sosial sehingga tercipta kerja
sama yang baik antar komponen pemerintahan dan masyarakat. Harun al-Rasyid
selain terkenal sebagai pemimpin agama dan kepala pemerintahan, juga dikenal
sebagai seorang khalifah yang gemar mencintai ilmu pengetahuan. Akan tetapi
dalam masa pemerintahannya hal yang paling menonjol ialah dalam bidang ilmu
pengetahuan. Kecintaan para khalifah kepada ilmu pengetahuan sangat
mendukung bahkan rakyat pun sangat berminat dan memiliki peranan penting.
Hal ini menunjukkan bahwa dinasti Abbasiyah sangat menekankan pembinaan
pada peradaban dan kebudayaan Islam.
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana latar
belakang Harun al-Rasyid menjadi khalifah di dinasti Abbasiyah tahun 779 –
786?; (2) Bagaimana peranan Harun al-Rasyid dalam kekhalifahan Abbasiyah
tahun 786 - 809?. Tujuan yang ingin dicapai oleh penulis adalah: (1) Mengetahui
dan mengkaji tentang latar belakang Harun al-Rasyid menjadi khalifah di dinasti
Abbasiyah tahun 779 - 786?; (2) Mendeskripsikan dan mengkaji peranan Harun
al-Rasyid sebagai pemimpin agama dan kepala pemerintahan dalam kekhalifahan
Abbasiyah tahun 786 - 809?. Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini yaitu:
(1) Bagi pembaca, penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sarana latihan dalam
ix
melakukan penelitian dan karya ilmiah, latihan berfikir dan memecahkan masalah
secara kritik dan logis; (2) bagi mahasiswa calon guru sejarah, dapat memberikan
sumbangan dalam mengembangkan studi ilmu sejarah sebagai suatu cabang ilmu
pengetahuan khususnya yang menyangkut studi sejarah Asia Barat; (3) Bagi
almamater FKIP Universitas Jember, Penelitian ini diharapkan dapat memberikan
informasi dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan sebagai wujud nyata
dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu dharma penelitian
serta dapat menambah khasanah kepustakaan Universitas Jember; (4) Dapat
dijadikan pelengkap bagi penelitian yang lebih luas dan mendalam dalam rangka
menambah atau memperdalam mengenai Peranan Harun Ar-Rasyid Dalam
Kekhalifahan Abbasiyah Tahun 786-809. Metode penelitian yang digunakan
adalah metode penelitian sejarah, langkah-langkahnya yaitu 1) Heuristik; 2)
Kritik; 3) Interpretasi; 4) Historiografi.
Hasil penelitian ini adalah Harun al-Rasyid menjadi khalifah kelima dalam
dinasti Abbasiyah, hal ini dikarenakan Harun al-Rasyid dibaiat oleh
pendukungnya untuk menjadi khalifah setelah meninggalnya al-Hadi (kakak
Harun al-Rasyid). Dalam mengembangkan kekhalifahan Abbasiyah Harun al-
Rasyid telah mampu meletakkan fondasi dan prinsip-prinsip dengan kokoh seperti
dibidang politik, ekonomi, sosial sehingga tercipta kerja sama yang baik antar
komponen pemerintahan dan masyarakat. Pemerintahan khalifah Harun al-Rasyid
tidak bisa terlepas dari dua hal dimana khalifah Harun al-Rasyid sebagai
pemimpin agama dan pemimpin negara atau kepala pemerintahan. Akan tetapi
dalam masa pemerintahannya hal yang paling menonjol ialah dalam bidang ilmu
pengetahuan. Kecintaan para khalifah kepada ilmu pengetahuan sangat
mendukung bahkan rakyat pun sangat berminat dan memiliki peranan penting.
Hal ini menunjukkan bahwa dinasti Abbasiyah sangat memperhatikan pembinaan
pada peradaban dan kebudayaan Islam. Dalam hal pembelajaran ilmu
pengetahuan khalifah Harun al-Rasyid mempergunakan fasilitas yang ada pada
zaman itu seperti masjid, rumah sakit, majelis dan perpustakaan. Selain itu,
khalifah Harun al-Rasyid juga mendirikan lembaga penerjemahan ilmu
pengetahuan yang disebut Baitul Hikmah. Baitul Hikmah adalah lembaga
x
penerjemah dari berbagai bahasa Yunani, Sansekerta dan lain-lain kedalam bahasa
Arab.
Saran yang akan peneliti kemukakan yaitu, bagi peneliti dapat dijadikan
salah satu bahan perbandingan apabila ada penelitian yang sama diwaktu-waktu
mendatang. Bagi mahasiswa dapat menambah materi ilmu pengetahuan sosial
(IPS) serta sejarah tentang kekhalifahan Harun al-Rasyid. Bagi almamater sebagai
salah satu pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Dharma pendidikan
MODEL PROFESIONALISME GURU PADA MASA KHALIFAH HARUN AL-RASYID
Starting from the city of Baghdad the golden age of Islamic civilization was achieved by the Abbasid dynasty which was headed by the Caliph Harun al-Rasyid. The city of a thousand nights was made a source of motivation throughout the world for a transformation of civilization. The various fields were repaired by Harun al-Rasyid starting from administration, governance, and Social-ekonomi. But he was more in science and education. It proved to be the leadership of Harun al-Rasyid giving birth to scholars, and Muslim scholars and development on a number of educational institutions. Harun al-Rasyid as the Caliph intervened in scholarly development affairs, ranging from education curriculum, educational methods, the character of an educator who must conform to the established criteria and welfare of an educator Note. Until an educator at the time of caliphate Aaron Al-Rasheed obtained a glorious place. Writing This article uses the 'library' approach with historical-descriptive methods. Keywords: Islamic civilization, Harun al-Rasyid, Education, Teacher Positio
Peran Harun Al-Rasyid Dalam Perkembangan Ilmu Kedokteran Pada Masa Dinasti Abbasiyah (786 - 809 M)
Kebijakan Harun al-Rasyid dalam bidang ilmu kedokteran memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Kota Baghdad pada saat itu. Ilmu kedokteran yang awalnya hanya bisa dipelajari oleh kalangan bangsawan, berkat jasa Harun al-Rasyid, akhirnya ilmu kedokteran bisa dipelajari oleh seluruh lapisan masyarakat. Ilmu kedokteran kemudian semakin berkembang dan melahirkan penemuan-penemuan baru dalam dunia kedokteran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran dan pengaruh kebijakan Harun al-Rasyid dalam perkembangan ilmu kedokteran pada tahun 768 M ? 809 M. Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan teori pembangunan yang dikemukakan oleh Ibnu Khaldun dan teori pembangunan yang dikonsepkan oleh Suwarsono dan Alvin Y.So sebagai landasan teori. Sedangkan penulis menggunakan metode penelitian yang biasa digunakan dalam penelitian sejarah pada umumnya yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Dalam penelitian ini, penulis menemukan banyak kemajuan dalam bidang ilmu kedokteran pada masa Harun al-Rasyid di antaranya adalah pembangunan Bimaristan atau rumah sakit Islam pertama, Akademi Kesehatan atau Sekolah Medis dan lahirnya para ahli kedokteran Islam. Kemajuan-kemajuan tersebut berkaitan erat dengan peran dan kebijakan yang dilakukan oleh Harun al-Rasyid, seperti memfasilitasi seluruh kegiatan belajar-mengajar, berdiplomasi dengan ahli kedokteran Jundishapur dan melakukan gerakan penerjemahan secara besarbesaran. Peran Harun al-Rasyid merupakan salah satu faktor utama berkembangnya ilmu kedokteran Islam pada masa Dinasti Abbasiyah
GERAKAN LITERASI MASA ABBASYIAH (KEKHALIFAAN HARUN AL-RASYID DAN MAKMUN AL-RASYID)
AbstrakPenelitian ini membahas tentang gerakan literasi pada masa Abbasyiah, terkhusus dalam periode kekhalifaan Harun al-Rasyid dan Ma’mun al-Rasyid (786 – 833 M). Dalam ulasannya, dijabarkan berbagai hal yang menjadi pokok permasalahan. Mulai dari hakikat gerakan literasi, gerakan literasi yang diterapkan pada masa Abbasyiah, hingga dampak dari gerakan literasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan masa Abbasyiah.Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kualitatif yang berdasar pada penelitian kepustakaan (library research). Kajian yang penulis teliti ini berkenaan dengan penelitian sejarah, maka penelitian ini menggunakan metode sejarah sebagai pemecahan masalah yang telah dirumuskan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa gencarnya gerakan literasi masa Abbasyiah memberikan banyak kontribusi positif untuk peradaban Islam kala itu. Di bawah kepemimpinan Harun al-Rasyid, lahir sejumlah pusat gerakan literasi yang didirikan seiring berkembangnya konsep pengembangan ilmu pengetahuan. Seperti kuttab, madrasah, masjid, perpustakaan, toko buku, istana, dan sebagainya. Di sisi lain, masa kepemimpinan Ma’mun al-Rasyid juga tak kalah memberi kontribusi kemajuan ilmu pengetahuan. Pada masa kepemimpinannya, telah lahir sejumlah tokoh ilmuan dan cendekiawan yang berasal dari latar belakang keahlian yang berbeda-beda. Mulai dari ilmu agama hingga ilmu umum. Kemajuan ilmu agama meliputi tafsir Alquran, hadits, fiqih, tasawuf, dan lainnya. Sedangkan ilmu umum itu meliputi etika, matematika, filsafat, astronomi, kedokteran, dan lainnya.Sebagai impilkasi, Diharapkan penelitian ini menjadi acuan bagi lembaga dewasa ini (pemerintahan maupun swasta) dalam menggalang gerakan literasi. Mengingat gerakan literasi menjadi salah satu aspek pemicu berkembanganya pengetahuan, sebagaimana yang tergambar dalam sejarah peradaban masa Abbasyiah
ANALISIS FRASA DALAM KUMPULAN PUISI MEMBACA SUARA-SUARARNKARYA MOHD. HARUN AL-RASYID
ABSTRAKMuliana, Muliana. 2022. Analisis Frasa dalam Kumpulan Puisi Membaca SuaraSuaraKarya Mohd Harun. Skripsi, Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia,Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala,Pembimbing: (1) Dra. Rostina Taib, M.Hum. (2) Subhayni, S.Pd., M.Pd.Kata kunci: Frasa, Mohd Harun Al- Rasyid, puisi Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bentuk-bentuk frasa yang terdapatdalam kumpulan puisi karya Mohd Harun. Tujuan penelitian ini adalah mengetahuibentuk-bentuk frasa yang terdapat dalam kumpulan puisi karya Mohd Harun Al-Rasyid. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian inimenggunakan teknik pengumpulan data dokumentasi. Teknik analisis data yangdigunakan adalah kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah isi dari kumpulan puisiMembaca Suara-Suara karya Mohd Harun Al-Rasyid. Sumber data dalam penelitianini adalah 15 puisi dari kumpulan puisi Membaca Suara-Suara karya Mohd Harun AlRasyid. Hasil dari penelitian ini adalah data puisi-puisi dari kumpulan puisiMembaca Suara-Suara karya Mohd Harun Al Rasyid berupa frasa-frasa yangdiklasifikasikan dalam enam jenis frasa, yaitu frasa verbal, frasa nominal, frasapreposisional, frasa numeral, frasa pronominal, dan frasa adjektiva. Dari hasilanalisis, disimpulkan bahwa dalam buku kumpulan puisi tersebut terdapat frasaverbal, frasa nominal, frasa preposisional, frasa numeral, frasa pronominal, dan frasaadjektiva. Peneliti menyarankan kepada peneliti selanjutnya agar dapat melakukanpenelitian yang menyeluruh agar pembaca dapat merasakanmanfaat dan pentingnya penelitian dilakukan
KEBIJAKAN PENDIDIKAN KHALIFAH HARUN AR-RASYID SKRIPSI
Harun Ar-Rasyid merupakan sosok pemimpin yang berhasil membawa Islam ke masa jayanya, tak terkecuali dalam bidang pendidikan. Kebijakan-kebijakan beliau tentu dapat dijadikan solusi untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam dunia pendidikan saat ini.
Sesuai dengan latar belakang tersebut maka permasalahan yang dapat dirumuskan adalah bagaimana kebijakan Khalifah Harun Ar-Rasyid dalam bidang pendidikan dan relevansinya terhadap pendidikan di Indonesia saat ini. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan Khalifah Harun Ar-Rasyid dalam bidang pendidikan dan relevansinya terhadap pendidikan di Indonesia saat ini. Adapun hasil dari penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat secara teoretis yakni dapat menambah wawasan dalam sejarah Dinasti Abbasiyah khususnya pada periode Khalifah Harun Ar-Rasyid, serta manfaat secara praktis yaitu dapat dijadikan bahan kajian untuk memperkaya khazanah sejarah Islam pada masa kejayaan Islam dan sebagai referensi untuk menentukan kebijakan dalam bidang pendidikan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research (penelitian pustaka). Sumber data primernya adalah buku Tarikh Khulafa, Bangkit dan Runtuhnya Daulah Abbasiyah, History of the Arabs, dan The Great Bait Al-Hikmah, Sumbangan Peradaban Islam Pada Dunia, sedangkan sumber data sekundernya adalah buku-buku lain yang relevan dengan obyek pembahasan kajian ini. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi (content analysis).
Hasil dari penelitian ini bahwa terdapat delapan kebijakan pendidikan yang diterapkan oleh Khalifah Harun Ar-Rasyid pada masa keemasan Islam, antara lain: memuliakan guru dan ulama, mendirikan perpustakaan, menerjemahkan buku-buku pengetahuan ke dalam bahasa Arab, memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi, menjadikan masjid sebagai pusat pendidikan, melibatkan peran orangtua dalam pendidikan, kurikulum berpusat pada Qur‟an, serta mengutamakan ta‟dib dalam pendidikan. Kedelapan kebijakan tersebut tentu dapat diimplementasikan dalam dunia pendidikan di Indonesia
- …
