568 research outputs found
CUSTOMER SATISFACTION IN TERMS OF PRODUCT QUALITY, SERVICE, BRAND IMAGE THE HARVEST CAKE SLAMET RIYADI
The purpose of this study was to determine the effect of product quality on The Harvest Cake Slamet Riyadi customer satisfaction, the effect of service on The Harvest Cake Slamet Riyadi customer satisfaction, and the effect of brand image on The Harvest Cake Slamet Riyadi customer satisfaction. This study was carried out at The Harvest Cake Slamet Riyadi. The quantitative descriptive research design is used in this study. With 100 respondents, the population is unlimited. The sampling technique uses accidental sampling. A questionnaire is used to collect data. The statistical analysis technique utilized is the classical assumption test, multiple linear regression test, t test, and test the coefficient of determination. The findings revealed that partially product quality, service, and brand image have an impact on consumer happiness at The Harvest Cake Slamet Riyadi. The test results for the coefficient of determination obtained an Adjusted R2 value of 0.483 or 48.3%, indicating that the variables of product quality, service, and brand image influence The Harvest Cake Slamet Riyadi's customer satisfaction, while the remaining 51.7% is influenced by other variables outside of this study.
Keywords: Product Quality, Service, Brand Image, Customer Satisfactio
Strategi Pengembangan Instalasi Farmasi Rumah Sakit Tingkat IV Slamet Riyadi Surakarta Dengan Metode SWOT
Decree of the Minister of Health No. 1197/Menkes/SK/X/2004 on Standards of Hospital Pharmacy Services, which states that the hospital pharmacy services is an integral part of hospital health care system is oriented to patient care, the provision of quality medicines, including clinical pharmacy services, are affordable for all levels of society. Installation of Hospital Pharmacy is the only division of hospitals that are fully responsible for the management and control throughout the pharmaceutical and other medical supplies in circulation and used in hospitals. In this regard the management and management of IFRS must be done properly, efficiently and effectively to support health services in hospitals. For that IFRS need to create appropriate strategies that began by analyzing both internal and external environment, known as SWOT analysis. Based on the SWOT analysis of the IFRS can formulate strategies that can be implemented in the service in IFRS. This type of research is a case study using descriptive research design and strategic analysis, with qualitative and quantitative approach that aims to explore the internal and external environmental conditions IFRS TK.IV Slamet Riyadi. Data were collected through observation of documents, direct observation and questionnaire spread. Qualitative data and quantitative data were analyzed contents were statistically analyzed. The results show the calculation results of internal evaluation matrix, the strength of IFRS Tk. IV Slamet Riyadi Surakarta is greater than the value of 0.28 weaknesses. The results of the evaluation matrix external factors also value the opportunities greater than the threat value of 0.25. Thus IFRS Tk. Slamet Riyadi Surakarta is at quadrant 1 which supports an aggressive growth policy. The selection strategy of using the matrix QSP results that improve the quality and quantity of human resources at 7.52; improved management of pharmaceutical supplies for 7.44; improving the quality of facilities, infrastructure and science and technology facility at 7.37; and the conduct of research, comparative studies and development hospital pharmacy installation of 7.29.Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1197/Menkes/SK/X/2004 tentang Standar Pelayanan Farmasi Rumah Sakit, yang menyebutkan bahwa pelayanan farmasi rumah sakit adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan rumah sakit yang berorientasi kepada pelayanan pasien, penyediaan obat yang bermutu, termasuk pelayanan farmasi klinik, yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat. Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) adalah satu-satunya divisi rumah sakit yang bertanggung jawab penuh atas pengelolaan dan pengendalian seluruh sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan lain yang beredar dan digunakan di rumah sakit. Sehubungan dengan hal tersebut maka pengelolaan dan manajemen IFRS harus dilakukan dengan baik, efisien dan efektif dalam untuk menunjang pelayanan kesehatan di rumah sakit. Untuk itu IFRS perlu membuat strategi-strategi yang tepat yang dimulai dengan melakukan analisis lingkungan baik internal maupun eksternal yang dikenal dengan analisis SWOT. Berdasarkan analisis SWOT tersebut maka IFRS dapat membuat formulasi strategi yang dapat diimplementasikan dalam pelayanan di IFRS. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif dan analisis strategik, dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang bertujuan untuk mengeksplor keadaan lingkungan internal dan eksternal IFRS Tingkat IV Slamet Riyadi. Data dikumpulkan melalui pengamatan dokumen, pengamatan langsung dan penyebaran kuisioner. Data kualitatif dianalisis isinya dan data kuantitatif dianalisis secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan hasil perhitungan matrik evaluasi internal, nilai kekuatan IFRS Tingkat IV Slamet Riyadi Surakarta lebih besar dari pada nilai kelemahan sebesar 0,28. Hasil matrik evaluasi faktor eksternal juga nilai peluang yang lebih besar dari pada nilai ancaman sebesar 0,25. Dengan demikian IFRS Tingkat IV Slamet Riyadi Surakarta berada pada kuadran 1 yang mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif. Pemilihan strategi menggunakan matrik QSP diperleh hasil bahwa meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia sebesar 7,52; peningkatan pengelolaan perbekalan farmasi sebesar 7,44; peningkatan kualitas sarana dan prasarana serta fasilitas IPTEK sebesar 7,37; dan melakukan riset, studi banding dan pengembangan instalasi farmasi rumah sakit sebesar 7,29
Petrology and Geochemical Comparation of Pumice and Scoria Rocks of Slamet Volcano, Central Java
Slamet Volcano is one of Indonesia Quaternary Stratovolcanoes in Central Java Province. Slamet volcano is divided into two parts, Old Slamet in the western part and Young Slamet. The author examined a comparation data of pyroclastic rock of Slamet Volcano, the pyroclastic rocks are pumice from Old Slamet, the scoria fall, and scoria cones are from Young Slamet. They have different geochemical and petrology features, pumice rock has higher SiO2 from 60 to 64 wt.%, scoria fall has SiO2 49.81 to 50.56 wt. %, and scoria cone has SiO2 49.26 wt. %. Petrographic observation showed that pumice is vesicular and contains of phenocryst pyroxene, plagioclase and biotite, scoria fall, and scoria cones have similar petrographic characteristic they have phenocryst of plagioclase, olivine, and pyroxene with hyalopilitic texture. The contrast of major element combined with petrographic features suggest that pyroclastic rock in Slamet Volcano formed by different magma and the magma has differentiation process of Slamet magma is generally caused by magma mixing.</jats:p
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PERSEDIAAN TERKOMPUTERISASI DI TOKO SLAMET YOGYAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem informasi akuntansi
persediaan yang selama ini diterapkan oleh Toko Slamet Yogyakarta, dan
merancang sistem informasi akuntansi persediaan terkomputerisasi yang baru
untuk menggantikan sistem lama. Metode pengumpulan data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode wawancara dan observasi.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa sistem
informasi akuntansi persediaan yang selama ini diterapkan oleh perusahaan belum
memadai. Permasalahan yang terdapat dalam sistem lama antara lain tingkat
keakuratan informasi dari karyawan terhadap jumlah barang yang tersedia tidak
dapat diandalkan, memerlukan waktu yang lama untuk mengetahui informasi
barang yang tersedia, dan sistem pengendalian intern perusahaan masih lemah.
Oleh karena itu, melalui penelitian ini akan dilakukan perancangan sistem
informasi akuntansi persediaan yang baru untuk mengatasi permasalahan yang
terdapat dalam sistem lama. Metode yang digunakan dalam perancangan sistem
yang baru adalah metode Prototypin
KAJIAN SISTEM CONTRA FLOW BUS LANES DI JALAN BRIGJEND SLAMET RIYADI SURAKARTA
Permasalahan transportasi sekarang ini tidak dapat diselesaikan dengan cara konvensional yaitu dengan melakukan pelebaran jalan karena terbatasnya lahan, untuk mengatasi permasalahan tersebut digunakan metode transportasi berkelanjutan. Bus Rapid Transit (BRT) adalah salah satu bentuk dari penerapan transportasi berkelanjutan. Batik Solo Trans (BST) adalah BRT yang terdapat di Kota Surakarta. BST koridor 1 memiliki rute satu arah sehingga kurang efektif dalam melayani penumpang. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui tingkat pelayanan jalan dan simpang pada kondisi eksisting dan beberapa rencana, kemudian dari beberapa rencana tersebut dipilih rencana yang paling optimal. Pada kajian ini dilakukan survei pada jam puncak pagi yaitu jam 6.30 - 7.30 dan jam puncak siang yaitu jam 12.30 - 13.30. Data yang diambil dari survei tersebut antara lain : data volume lalu lintas, data hambatan samping, waktu sinyal. Ruas jalan yang di survei meliputi Jalan Brigjend Slamet Riyadi dari Simpang 4 Gendengan hingga Bundaran Gladak dengan ruas jalan sekitarnya serta Simpang bersinyal yang ada dalam wilayah tersebut. Sistem contra flow dianggap dapat mengatasi permasalahan satu arah tersebut. Pada kajian ini dibahas mengenai rencana contra flow untuk BST koridor satu melalui Jalan Brigjend Slamet Riyadi dengan menggunakan beberapa alternatif rencana. Setelah itu dilakukan analisis untuk kondisi eksisting dan beberapa kondisi rencana. Setelah dianalisis dengan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Hasil analisis rencana yang memiliki total skor tertinggi adalah BST melaju contra flow pada jalur kereta api dengan parkir on street dihilangkan dan BST melaju contra flow pada jalur sebelah utara kereta api dengan parkir on street dihilangkan. Karena rencana contra flow dijalur kereta api bertentangan dengan undang-undang maka rencana yang paling optimal adalah menggunakan rencana contra flow pada lajur sebelah jalan kereta api dan parkir on street yang dihilangkan
Kajian Area Parkir Off Street Di Surakarta (Studi Kasus: Solo Grand Mall Dan Hartono Lifestyle Mall)
Kebutuhan akan ruang parkir terus meningkat seiring pertumbuhan industri otomotif. Demikian halnya kebutuhan akan ruang parkir di pusat-pusat perbelanjaan di kota Surakarta, misalnya saja di Solo Grand Mall dan Hartono
Lifestyle Mall. Meskipun telah ada area parkir yang disediakan namun tetap saja banyak pengunjung yang memarkirkan kendaraannya di luar area parkir yang
disediakan. Untuk itu perlu dilakukan kajian untuk mengetahui bagaimana sebenarnya kondisi area parkir yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi desain area parkir, nilai parameter karakteristik parkir, serta sistem antrian yang terjadi di pintu keluar dan tarif yang diberlakukan.
Data yang diperlukan meliputi data primer yang didapat melalui survai lapangan untuk mengetahui kondisi desain area parkir, menghitung nilai parameter karakteristik parkir, dan sistem antrian yang terjadi di pintu keluar serta data sekunder yang diperoleh dari manajemen pengelola parkir di masing-masing pusat perbelanjaan untuk mengetahui tarif parkir yang diberlakukan.
Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar kondisi desain area parkir yang ada telah sesuai dengan standar. Namun ada beberapa hal yang belum sesuai, diantaranya: kemiringan ram lurus dan melengkung, ukuran petak parkir mobil, marka petak parkir sepeda motor, dan kondisi pencahayaan pada ram spiral. Nilai parameter karakteristik parkir di Solo Grand Mall: akumulasi parkir maksimum untuk sepeda motor 945 kendaraan dengan indeks parkir 145,385 % sedangkan
akumulasi parkir maksimum untuk mobil 186 kendaraan dengan indeks parkir 40,879%. Volume parkir diperoleh 2432 sepeda motor dan 563 mobil. Durasi parkir rata-rata sepeda motor 97,37 menit dan mobil 120,81 menit. Tingkat pergantian parkir maksimum untuk sepeda motor 3,742/SRP dan untuk mobil
1,237/SRP. Nilai parameter karakteristik parkir di Hartono Lifestyle Mall: akumulasi parkir maksimum sepeda motor 846 kendaraan dengan indeks parkir 81,739% dan akumulasi parkir maksimum untuk mobil 516 kendaraan dengan indeks parkir 50,588%. Volume parkir diperoleh 1562 sepeda motor dan 1458
mobil. Durasi parkir rata-rata sepeda motor 178,37 menit dan mobil 179,43 menit. Tingkat pergantian parkir maksimum untuk sepeda motor = 1,509/SRP dan untuk mobil = 1,429/SRP. Sistem antrian yang terjadi adalah First In First Out (FIFO) dan tarif parkir yang berlaku di Solo Grand Mall adalah Rp1000,00/jam untuk sepeda motor dengan maksimum Rp7500,00 dan Rp2000,00/jam untuk mobil. Sedangkan di Hartono Lifestyle Mall Rp1000,00 (flat) untuk sepeda motor dan
Rp3000,00 (flat) untuk mobil
Festival Gunung Slamet sebagai Interreligious Engagement di Desa Serang Kabupaten Purbalingga
Tulisan ini menjelaskan tentang Festival Gunung Slamet sebagai interreligious engagement yang dapat menjadi sarana memperkuat solidaritas antarumat beragama di kaki Gunung Slamet. Festival ini merupakan tradisi rutin satu tahun sekali pada bulan Suro yang dilakukan oleh masyarakat Desa Serang di Kabupaten Purbalingga. Dalam Festival Gunung Slamet inilah terjadi perjumpaan dan kerja sama antaranggota masyarakat dari berbagai latar belakang agama. Festival Gunung Slamet terus dilestarikan di tengah masyarakat yang semakin modern sebagai upaya melestarikan budaya, mengembangkan pariwisata, dan meningkatkan ekonomi masyarakat, sekaligus untuk memperkuat solidaritas antarumat beragama di daerah setempat. Tulisan ini bertujuan untuk melihat keterlibatan antarumat beragama dalam Festival Gunung Slamet yang dapat memperkuat solidaritas di masyarakat dengan menggunakan kajian teori interreligious engagement dan teori solidaritas sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi realis. Teknik pengumpulan data dalam tulisan ini adalah teknik wawancara, observasi, dan studi pustaka. Kemudian teori interreligious engagement dan solidaritas sosial digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh, sehingga memperoleh kesimpulan. Dari studi yang dilakukan, penulis menyimpulkan bahwa interreligious engagement dalam Festival Gunung Slamet menyadarkan masyarakat Desa Serang tentang adanya suatu ikatan yang menyatukan mereka sebagai satu keluarga besar masyarakat Desa Serang berdasarkan memori kolektif masa lalu berupa ikatan sedulur (saudara). Hal inilah yang menggerakkan masyarakat untuk terlibat dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan baik dalam kehidupan sehari-hari, maupun dalam rangkaian acara Festival Gunung Slamet. Dengan demikian, keterlibatan antarumat beragama yang dilakukan dalam melaksanakan berbagai rangkaian acara Festival Gunung Slamet menjadi sarana untuk memperkuat solidaritas sosial masyarakat di Desa Serang.This article explains about the Mount Slamet Festival as an interreligious engagement that can be a means of strengthening solidarity between religious communities at the foot of Mount Slamet. This festival is a routine tradition carried out once a year in the month of Suro by the people of Serang Village in Purbalingga Regency. In the Mount Slamet Festival, there is a meeting and cooperation between community members from various religious backgrounds. The Mount Slamet Festival continues to be preserved in the midst of an increasingly modern society as an effort to preserve culture, develop tourism, and improve the community's economy, as well as to strengthen solidarity between religious communities in the local area. This article aims to see the interreligious engagement in the Mount Slamet Festival which can strengthen solidarity in society by using the study of interreligious engagement theory and social solidarity theory. The method used in this study is a qualitative method with a realist ethnographic approach. Data collection techniques in this article are interview techniques, observation, and literature studies. Then the theory of interreligious engagement and social solidarity is used to analyze the data obtained, to obtain conclusions. From the study conducted, the author concludes that interreligious engagement in the Mount Slamet Festival makes the people of Serang Village aware of the existence of a bond that unites them as one big family of the Serang Village community based on collective memories of the past in the form of sedulur (brotherhood) ties. This is what drives the community to be involved in various social activities both in daily life and in the series of events of the Mount Slamet Festival. Thus, the involvement of interfaith communities carried out in implementing various series of events of the Mount Slamet Festival becomes a means to strengthen social solidarity in the Serang Village community
STRATEGI PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN JUMLAH NASABAH DEPOSITO PADA PT. BANK BUKOPIN CABANG SLAMET RIYADI SURAKARTA
ABSTRACT MARKETING STRATEGY IN IMPROVING THE NUMBER OF DEPOSITS IN PT. BANK BUKOPIN BRANCH SLAMET RIYADI SURAKARTA In this era of globalization competition in the field of banking is very tight. Lots of products are offered to customers of a bank with a program program with a view to profit. One of them is deposit products. This product almost all banks have with different interest rates. It needs a strategy to get many customers from this product. Writing This Final Project is to know the marketing strategy applied by PT. Bukopin Bank Branch Slamet Riyadi Surakarta to get a lot of deposit customers and know the most effective strategy in increasing the number of deposit customers are also constraints that often faced in implementing these strategies. In this Final Project research using research methods through direct interviews to certain sections of the PT. Bank Bukopin Branch Slamet Riyadi Surakarta, the collection of data in the form of primary and secondary data and using library methods through books relating to this Final Project. This is done to obtain valid results as well as a real analysis of marketing strategies implemented by PT. Bank Bukopin Branch Slamet Riyadi Surakarta. From the results of this research PT. Bukopin Bank Branch Slamet Riyadi Surakarta has done many marketing strategies to increase the number of customers. One of them is by implementing a program called ' Total Marketing ' in which all employees from the branch leadership to the lowest employees to introduce the bank products to the masyarat. But there are also many obstacles in implementing the strategy that is in terms of marketing environment and external environment of the company. As for suggestions from the author to increase the number of deposit customers PT. Bank Bukopin Branch Slamet Riyadi Surakarta is the bank must maximize the quality of human resources and technology is more advanced, and communication promotion to the community should be improved. Keywords: Deposit, Marketing Strategy, Total Marketin
PEREMAJAAN OPTIMAL TANAMAN KARET DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IX (ANALISIS SIMULASI PADA KEBUN GETAS)
Peremajaan tanaman karet umumnya dilakukan sebelum mencapai 30 tahun karena pertimbangan teknis yang tidak sesuai, dan belum dilengkapi analisis finansial yang tepat. Penelitian bertujuan untuk memperoleh saat dan pola peremajaan optimal tanaman karet serta melihat responnya terhadap perubahan kenaikan biaya dan penurunan harga. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive, dilakukan di Kebun Getas, PT. Perkebunan Nusantara IX, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dengan menggunakan konsep maksimalisasi keuntungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat optimal peremajaan tanaman karet adalah saat umur 25 tahun, dan pola optimal peremajaan adalah 4% dari luasan kebun karet. Saat optimal dan pola optimal peremajaan juga tetap, saat dilakukan perubahan kenaikan biaya 5-10% dan penurunan harga 5-10% secara simultan. Meskipun saat dan pola peremajaan optimalnya terjadi pada saat yang sama, namun memiliki perbedaan nilai MNR dan ANR yang semakin rendah seiring dengan turunnya harga dan naiknya biaya. Perusahaan sebaiknya melakukan peremajaan di saat optimal, jika melakukan peremajaan sebelum saat optimal maka belum mencapai keuntungan rata-rata tahunan yang maksimum. Namun kondisi tersebut, tergantung produktivitas tanaman karet, harga jual karet dan biayanya. Perusahaan sebaiknya meremajakan kebun karet sesuai pertimbangan teknis dan finansial, sehingga kebun dapat berlanjut dengan seimbang. Diterima : 2 Maret 2015; Direvisi : 13 April 2015; Disetujui : 20 Mei 2015  How to Cite : Widyasari, T., Hartono, S., & Irham. (2015). Peremajaan optimal tanaman karet di Pt. Perkebunan Nusantara IX (analisis simulasi pada kebun getas). Jurnal Penelitian Karet, 33(1), 47-56. Retrieved from http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/17
Penentuan jadwal waktu salat di objek wisata gunung Jawa Tengah : studi pemikiran Slamet Hambali tentang koreksi ketinggian tempat
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya jadwal salat di objek wisata gunung Jawa Tengah. Berdasarkan pra-riset yang dilakukan Penulis diketahui bahwa penentuan waktu salat oleh pendaki Muslim di daerah gunung hanyalah berpatokan pada jadwal yang digunakan sehari-hari ketika tidak mendaki, ataupun dari suara azan yang didengar dari mesjid sekitar. Penentuan waktu salat yang demikian tentu tidak sepenuhnya tepat. Terlebih pada waktu salat yang dipengaruhi oleh ketinggian tempat, yaitu waktu salat Subuh, Maghrib, dan Isya. Ditambah lagi tidak sedikit pendaki muslim dari berbagai daerah yang datang untuk mendaki. Mengingat salat adalah kewajiban yang waktunya bersifat lokal, maka peru adanya suatu panduan ataupun pedoman jadwal salat yang bisa digunakan untuk daerah dengan ketinggian ekstrim, seperti pada objek wisata gunung ini.
Slamet Hambali merupakan salah satu tokoh dan ulama falak yang memiliki pandangan bahwa koreksi ketinggian tempat diperlukan dalam menghasilkan jadwal salat yang lebih presisi, maka dalam penelitian ini penulis bermaksud untuk mengetahui bagaimana penentuan waktu salat di objek wisata gunung Jawa Tengah berdasarkan pemikiran Slamet Hambali dan melihat urgensitas dari pemikiran beliau yang terkait dengan koreksi ketinggian tempat dengan cara mengkomparasi. Adapun objek wisata gunung yang dimaksud dalam penelitian ini adalah gunung-gunung yang populer di kalangan pendaki. Dalam hal ini Penulis membatasi pada 12 gunung saja.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian pustaka menggunakan pendekatan ilmu falak dan astronomi. Adapun sumber primer dalam penelitian ini ialah didapatkan dari wawancara langsung dengan Slamet Hambali dan Buku Ilmu Falak I karya beliau. Pada pra-riset, wawancara juga dilakukan dengan beberapa komunitas pendaki untuk mengetahui bagaimana realita dalam penentuan waktu salat di wilayah gunung. adapun data sekunder yang digunakan ialah data-data geografis dan topografis dari gunung yang diaksud, serta data-data matahari. data geografis dan topografis didapat dari software Google Earth dan Peta Rupa Bumi dari Badan Informasi Geospasial. Sementara untuk data-data matahari penulis diambil dari Ephemeris Jean Meus. Data-data yang ada kemudian diolah secara deskriptif matematis dan komparatif menggunakan bantuan software Visual BasicMicrosoft Excel.
Penentuan waktu salat di objek gunung Jawa Tengah berdasarkan pemikiran Slamet Hambali adalah dengan berpatokan kepada ufuk yang terlihat. Caranya ialah dengan mengurangi ketinggian gunung dengan krtinggian daerah datar yang terlihat dari gunung tersebut. Setelah dilakukan perhitungan dan pengolahan data, maka didapatkan hasil bahwa terdapat variasi waktu salat pada masing-masing objek wisata gunung Jawa Tengah, dimana setiap bertambahnya ketinggian 300 mdpl akan mengakibatkan perbedaan waktu salat satu menit. Kemudian setelah dilakukan komparasi dan pendekatan nilai ih}tiya>t} (+ 2 menit), disimpulkan bahwa koreksi ketinggian tempat sangat urgent dalam penentuan waktu salat di objek wisata gunung Jawa Tengah, karena nilai ih}tiya>t} oleh Kemenag belum mampu mengover waktu salat di semua variasi ketinggian gunung Jawa Tengah.
Kata kunci: Koreksi ketinggian tempat Slamet Hambali, jadwal waktu salat, urgensi
ABSTRACT:
This research was motivated by the absence of a prayer schedule at the Central Java mountain tourist attraction. Based on pre-research conducted by the author, it is known that determining prayer times by Muslim climbers in mountain areas is only based on the daily schedule used when not climbing, or from the sound of the call to prayer heard from nearby mosques. Determining prayer times like this is certainly not completely accurate. Moreover, prayer times are influenced by altitude, namely the times of Fajr, Maghrib and Isha prayers. Plus, quite a few Muslim climbers from various regions come to climb. Considering that prayer is an obligation whose timing is local, there is a need for a guide or prayer schedule guideline that can be used for areas with extreme heights, such as this mountain tourist attraction.
Slamet Hambali is one of the figures and falak scholars who has the view that height correction is needed to produce a more precise prayer schedule, so in this research the author intends to find out how prayer times are determined at Central Java mountain tourist attractions based on Slamet Hamabli's thoughts and looking at urgency. From his thoughts related to height correction by means of comparison. The mountain tourist attractions referred to in this research are mountains that are popular among climbers. In this case the author limits it to only 12 mountains.
This research is a type of library research using astronomy and astronomy approaches. The primary sources in this research were obtained from direct interviews with Slamet Hambali and his book Ilmu Falak I. In pre-research, interviews were also conducted with several climbing communities to find out the reality of determining prayer times in mountain areas. The secondary data used is geographic and topographic data from the mountain in question, as well as solar data. Geographic and topographic data were obtained from Google Earth software and Earth Maps from the Geospatial Information Agency. Meanwhile, the author's solar data was taken from Jean Meus's Ephemeris. The existing data was then processed descriptively mathematically and comparatively using Visual Basic Microsoft Excel software.
Based on Slamet Hambali's thoughts, determining prayer times on mountain objects in Central Java is based on the visible horizon. The method is to reduce the height of the mountain by the height of the flat area visible from the mountain. After carrying out calculations and data processing, the results were obtained that there were variations in prayer times at each mountain tourist attraction in Central Java, where every increase in height of 300 meters above sea level would result in a difference in prayer times of one minute. Then, after a comparison and approach to the ihtiyat value (+ 2 minutes), it was concluded that height correction was very urgent in determining prayer times at Central Java mountain tourist attractions, because the ihtiyat value by the Ministry of Religion had not been able to cover it. prayer times at all variations in mountain heights in Central Java.
Keywords: Slamet Hambali altitude correction, prayer time schedule, urgenc
- …
