51 research outputs found
Study on Outdoor Thermal Comfort in Urban Parks in Indonesia and Japan
This study aims to understand and evaluate the outdoor thermal performance of urban parks in Indonesia and Japan. There are five points to be determine: 1) visitor perception and expectation of urban park; 2) relationship between personal variables (age, gender, and body proportion) and outdoor thermal comfort; 3) relationship between micro-meteorological and personal variables; 4) performance of thermal and physical environment; and 5) significant factor of physical environment variables which affects the outdoor thermal comfort in urban park. There are five key findings: 1) The visitor perception and expectation is related to emotional experience and satisfaction of facilities; 2) No significant correlation between personal variables and outdoor thermal comfort; 3) Most influential micro-meteorological variable for the PET is Tmrt; 4) Outdoor thermal comfort is statistically not comfortable in summer and autumn, but very comfortable in winter and spring; and 5) Most significant factor of urban structure is sky view factor
Study on Outdoor Thermal Comfort in Urban Parks in Indonesia and Japan
北九州市立大学博士(工学)This study aims to understand and evaluate the outdoor thermal performance of urban parks in Indonesia and Japan. There are five points to be determine: 1) visitor perception and expectation of urban park; 2) relationship between personal variables (age, gender, and body proportion) and outdoor thermal comfort; 3) relationship between micro-meteorological and personal variables; 4) performance of thermal and physical environment; and 5) significant factor of physical environment variables which affects the outdoor thermal comfort in urban park. There are five key findings: 1) The visitor perception and expectation is related to emotional experience and satisfaction of facilities; 2) No significant correlation between personal variables and outdoor thermal comfort; 3) Most influential micro-meteorological variable for the PET is Tmrt; 4) Outdoor thermal comfort is statistically not comfortable in summer and autumn, but very comfortable in winter and spring; and 5) Most significant factor of urban structure is sky view factor.doctoral thesi
RANCANG BANGUN SEPEDA PENARIK GEROBAK BEBAN KAPASITAS 200 KG (PERAWATAN DAN PERBAIKAN)
Bicycle Design of Load Carriage Towing Capacity 200 kg
(2014: 64 Pages + XXX + + List of Tables List of Figures Abstract)
DADANG SAPUTRA
0610 3020 0819
MAJORING IN MECHANICAL ENGINEERING
STATE POLYTECHNIC OF SRIWIJAYA
The main goal of the design bicycle towing a cart load capacity of 200 kg
is to assist the process of removal tools and spare parts maintenance and repair
garage with workshop tools carts containing average human strength. Currently
bike towing carts are still not widely used because of its use in the workshop
environment is still using conventional principles. The author would like to know
is it possible to create a vehicle that is effective, efficient, low cost and used.
The design of this wagon towing bike done by designing a three-wheeled
vehicle and two wheels in the rear as the anchoring point of the total weight.
Equipment-equipment that is planned to design a bicycle towing a wagon load
capacity is 200 kg tread on the crank driving force for 1529.1575 N. In planning a
bicycle towing a wagon, there are two parts that do care, which is care planned
(Planned Maintenance) and treatment unplanned (unplanned Maintenance),
elements that should be taken into account is the frame (chassis), chain and
sprockets, shafts, bearings, steering system (steering) and the welding strength
Pendampingan Program Pemberdayaan Kelompok UMKM Berbasis Olahan Kelapa di Desa Bunut Kecamatan Way Ratai Kabupaten Pesawaran
Program pemberdayaan kelompok UMKM olahan kelapa di Desa Bunut, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat setempat dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Kelapa merupakan komoditas utama desa yang memiliki nilai ekonomi tinggi jika diolah menjadi produk turunan seperti minyak goreng kelapa dan Virgin Coconut Oil (VCO). Namun, keterbatasan pengetahuan, keterampilan, dan akses pemasaran masih menjadi hambatan utama bagi kelompok UMKM dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing produk mereka. Program ini dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan keterampilan dan pengetahuan anggota UMKM dalam mengolah kelapa menjadi produk bernilai tambah serta peningkatan pendapatan usaha. Program ini berhasil memberdayakan kelompok dengan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut meliputi peningkatan akses pasar, penguatan kelembagaan usaha, serta diversifikasi produk olahan kelapa. Dengan demikian, diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang efektif dan berkelanjutan
Identifikasi Respon Pengunjung Mengenai Keberadaan Desa Wisata Taman Purbakala Pugungraharjo Lampung
Indonesia memiliki banyak tempat tujuan wisata mulai dari wisata alam, bahari, sejarah, kuliner, maupun yang lainnya. Salah satunya adalah Desa Wisata Taman Purbakala Pugungraharjo. Lokasinya berada di kabupaten Lampung Timur yang berlokasi di Kecamatan Sekampung Udik, Provinsi Lampung. Menurunnya jumlah pengunjung Desa Wisata Taman Purbakala Pugungraharjo dalam berapa tahun terakhir menjadi permasalahan yang menarik untuk diteliti. Sehingga perlu diketahui bagaimana Respon pengunjung terhadap Kenyamanan, kepuasan dan pengetahuannya agar dapat diminati kembali oleh para pengunjung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, wawancara dan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan metode kuantitatif- deskriptif dengan bantuan software berbasis olah data excel kemudian dideskripsikan ke dalam kalimat- kalimat penjelas. Faktor- faktor yang dianalisis terbagi menjadi tiga, yaitu tingkat Kenyamanan, tingkat kepuasan, dan tingkat pengetahuan pengunjung. Tingkat Kenyamanan terdiri dari Kenyamanan visual, aroma, suara, dan penghawaan. Sedangkan tingkat kepuasan terdiri dari kondisi infrastruktur, transportasi, keterjangkauan lokasi, Fasilitas Desa Wisata, dan nilai manfaatnya bagi masyarakat. Untuk tingkat pengetahuan dilihat dari pengetahuan pengunjung dan sumber informasi yang didapatkannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Desa Wisata Taman Purbakala Pugungraharjo ini masih cukup diminati oleh wisatawan, namun masih perlu banyak peningkatan dan perbaikan. Terutama dalam hal infrastrktur atau sarana prasarana yang disediakan. Untuk penelitian selanjutnya, perlu diketahui lebih dalam mengenai harapan masyarakat setempat dan pengunjung untuk pengembangan Desa Wisata ini. Sehingga hasil temuan dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dan masyarakat dalam mengembangkan Desa Wisata Taman Purbakala Pugungraharjo sebagai Desa Wisata favorit sepanjang masa dan ramah terhadap lingkungan
Identifikasi Respon Pengunjung mengenai Keberadaan Desa Wisata Taman Purbakala Pugungraharjo Lampung
Indonesia memiliki banyak tempat tujuan wisata mulai dari wisata alam, bahari, sejarah, kuliner, maupun yang lainnya. Salah satunya adalah Desa Wisata Taman Purbakala Pugungraharjo. Lokasinya berada di kabupaten Lampung Timur yang berlokasi di Kecamatan Sekampung Udik, Provinsi Lampung. Menurunnya jumlah pengunjung Desa Wisata Taman Purbakala Pugungraharjo dalam berapa tahun terakhir menjadi permasalahan yang menarik untuk diteliti. Sehingga perlu diketahui bagaimana Respon pengunjung terhadap kenyamanan, kepuasan dan pengetahuannya agar dapat diminati kembali oleh para pengunjung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, wawancara dan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan metode kuantitatif- deskriptif dengan bantuan software berbasis olah data excel kemudian dideskripsikan ke dalam kalimat- kalimat penjelas. Faktor- faktor yang dianalisis terbagi menjadi tiga, yaitu tingkat kenyamanan, tingkat kepuasan, dan tingkat pengetahuan pengunjung. Tingkat kenyamanan terdiri dari kenyamanan visual, aroma, suara, dan penghawaan. Sedangkan tingkat kepuasan terdiri dari kondisi infrastruktur, transportasi, keterjangkauan lokasi, fasilitas Desa Wisata, dan nilai manfaatnya bagi masyarakat. Untuk tingkat pengetahuan dilihat dari pengetahuan pengunjung dan sumber informasi yang didapatkannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Desa Wisata Taman Purbakala Pugungraharjo ini masih cukup diminati oleh wisatawan, namun masih perlu banyak peningkatan dan perbaikan. Terutama dalam hal infrastrktur atau sarana prasarana yang disediakan. Untuk penelitian selanjutnya, perlu diketahui lebih dalam mengenai harapan masyarakat setempat dan pengunjung untuk pengembangan Desa Wisata ini. Sehingga hasil temuan dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dan masyarakat dalam mengembangkan Desa Wisata Taman Purbakala Pugungraharjo sebagai Desa Wisata favorit sepanjang masa dan ramah terhadap lingkungan
A Relationship between Micro-Meteorological and Personal Variables of Outdoor Thermal Comfort: A Case Study in Kitakyushu, Japan
Outdoor thermal comfort is an important indicator to create a quality and livable environment. This study examines a relationship between micro-meteorological and personal variables of outdoor thermal comfort conditions in an urban park. The data collection of outdoor thermal comfort is carried out using two methods in combination: micro-meteorological measurement and questionnaire survey. This finding shows that most of the respondents were comfortable with the thermal, wind, and humidity condition. The acceptability and satisfaction level of thermal comfort were positive. The most significant micro-meteorological variable for the physiologically equivalent temperature (PET) value is mean radiant temperature (Tmrt). As the Tmrt value is influenced by how much shading is produced from the presence of vegetation or buildings around the measurement location, this finding shows that the shadow was very important to the thermal comfort conditions in the Green Park Kitakyushu. The most influential micro-meteorological variable for the three different personal variables (TSV, WFSV, and HSV) is air temperature. The strongest relationship among the four variables is between TSV and PET. The findings will be the basis for the city authorities in preparing regional development plans, especially those related to the planning of city parks or tourist attractions
SUBJECT AND AUTHOR INDEXS
SUBJECT INDEX IJBE VOLUME 2access credit, 93acquisition, 177AHP, 61, 82, 165arena simulation,43BMC, 69Bojonegoro, 69brand choice, 208brand image, 208brand positioning, 208bullwhip effect, 43burger buns, 1business synergy and financial reports, 177capital structure, 130cluster, 151coal reserves, 130coffee plantation, 93competitiveness, 82consumer behaviour, 33consumer complaint behavior, 101cooking spices, 1crackers, 1cross sectional analytical, 139crosstab, 101CSI, 12direct selling, 122discriminant analysis, 33economic value added, 130, 187employee motivation, 112employee performance, 112employees, 139EOQ, 23farmer decisions, 93farmer group, 52financial performance evaluation, 187financial performance, 52, 177financial ratio, 187financial report, 187fiva food, 23food crops, 151horticulture, 151imports, 151improved capital structure, 177IPA, 12leading sector, 151life insurance, 165LotteMart, 43main product, 61marketing mix, 33, 165matrix SWOT, 69MPE, 61multiple linear regression, 122muslim clothing, 197Ogun, 139Pangasius fillet, 82Pati, 93pearson correlation, 101perceived value, 208performance suppy chain, 23PLS, 208POQ, 23portfolio analyzing, 1product, 101PT SKP, 122pulp and papers, 187purchase decision, 165purchase intention, 33remuneration, 112re-purchasing decisions, 197sales performance, 122sawmill, 52SCOR, 23sekolah peternakan rakyat, 69SEM, 112SERVQUAL, 12Sido Makmur farmer groups, 93SI-PUHH Online, 12small and medium industries (IKM), 61socio-demographic, 139sport drink, 208stress, 139supply chain, 43SWOT, 82the mix marketing, 197Tobin’s Q, 130trade partnership, 52uleg chili sauce, 1 AUTHOR INDEX IJBE VOLUME 2Achsani, Noer Azam, 177Andati, Trias, 52, 177Andihka, Galih, 208Arkeman, Yandra, 43Baga, Lukman M, 69Cahyanugroho, Aldi, 112Daryanto, Arief, 12David, Ajibade, 139Djoni, 122Fahmi, Idqan, 1Fattah, Muhammad Unggul Abdul, 61Hakim, Dedi Budiman, 187Harianto, 93Hartoyo, 101Homisah, 1Hubeis, Musa, 112Hutagaol, M. Parulian, 93Jaya, Stevana Astra, 93Juanda, Bambang, 52Kirbrandoko, 122, 208Manurung, E. Batara, 130Mukhlis Yusuf, Ahmad, 1Najib, Mukhamad, 165, 197Noor Yuliati, Lilik, 208Nugraha, Artadi, 23Nuryartono, Nunung, 151Oktaviani, Rina, 122Prasetyo, Andrie, 101Primadona, Fitry, 165Qaulan Tsaqiela, Bimahri, 43Ramadhan, Arfin, 82Ridho Nurrochmat, Dodik, 33Rifin, Amzul, 23, 151Rusolono, Teddy, 12Sanim, Bunasor, 43Saptono, Imam Teguh, 130Satria, Arief, 61Setiawan, Indarto, 197Simanjuntak, Mangatas, 12Siregar, Hermanto, 130Suharjo, Budi, 197Sukandar, Dadang, 187Sukardi, 23Sumarwan, Ujang, 33, 165Suprayitno, Gendut, 61Suwandi, Ruddy, 82Syahran, Rinaldi, 187Syarief, Rizal, 69Tinaprila, Netti, 101Trilaksani, Wini, 82Ulfah, Iffatul, 33Wahyudi, Imam, 151Widyatami, Sarah, 52Wijayanto, Hari, 112Wiska, Friesgina, 69Zen, Novian, 177</p
PELUANG PENDIDIKAN DAN HUBUNGAN ANTARETNIK: PERSPEKTIF PENDIDIKAN KRITIS
This article was written to provide an overview of the opportunities of education and inter-ethnic relations in the perspective of critical education. The author conducted in-depth study of literature, especia lly in relation to critical education perspective on inter-ethnic relations and educational opportunities. Thoughts on the critical education of modernism to the postmodernism marks optimism into the role of education as cultural tr ansformation and production area, not as reproduction of culture. Meanwhile, inter-ethnic relations deepens national integration, among other things: (1) promote community life in harmony, (2) realizing cultural relatio nship model, (3) appreciating the differences, (4) repairing the emergence of social prejudices, (5) valuing diversity and foster democracy. In this context, the school holds a very important role as a venue for the empowerment and liberation of individuals and groups in a just society by promoting individual and collective autonomy in participatory democratic system that respects the diversity and plurality of social and cultural groups. Democracy as a celebration of difference and diversity, not to serve the agenda of the elite minority and the majority of the ruling ideology
- …
