1,721,474 research outputs found
Perubahan Perjanjian Kerja Terhadap Status Pekerja Waktu Tertentu Setelah Kenaikan Upah (Studi Kasus Pt. Karya Bina Bersama Oleh Harmoko
abstrak (A) Nama : Harmoko (NIM: 205020190) (B) Judul : Perubahan Perjanjian Kerja Terhadap Status Pekerja Waktu Tertentu Setelah Kenaikan Upah (Studi Kasus PT.Karya Bina Bersama). (C) Halaman : vi + 72 + lampiran + 2006. (D) Kata kunci : Perjanjian Kerja, Hukum Perburuhan. (E) Isi : PT.Karya Bina Bersama adalah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan ekspor maupun impor produk-produk karet dan telah beroperasi selama 10 tahun. PT.Karya Bina Bersama mempunyai pekerja yang berstatus pekerja waktu tidak tertentu dan juga pekerja waktu tidak tertentu. Para pekerja waktu tertentu menuntut kenaikan upah pada pengusaha karena penghasilan pekerja tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pekerja yang disebabkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Setelah pengusaha menaikkan upah para pekerja waktu tertentu, dilakukan perbaruan perjanjian kerja pada para pekerja sebelum berakhir perjanjian kerja tersebut. Bagaimana perubahan perjanjian kerja terhadap pekerja waktu tertentu setelah kenaikan upah? Penulis meneliti masalah tersebut dengan menggunakan metode penelitian hukum empiris. Dari hasil wawancara penulis, diketahui bahwa pembaruan perjanjian kerja waktu tertentu PT. Karya Bina Bersama tersebut tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 59 ayat (6) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan karena belum berakhirnya perjanjian kerja yang lama. Dan menurut ketentuan Pasal 59 ayat (7) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan seharusnya para pekerja waktu tertentu PT. Karya Bina Bersama berubah status menjadi pekerja waktu tidak tertentu. Sebaiknya PT. Karya Bina Bersama tidak membuat perjanjian kerja waktu tertentu yang baru, meskipun dinaikkan upah pokok para pekerjanya. Perjanjian kerja waktu tertentu baru dapat diperbarui setelah melewati 30 (tiga puluh) hari berakhirnya perjanjian kerja yang lama. (F) Acuan : (1977-2003). (G) Pembimbing Hj. Mulati S.H., M.H. (H) Penulis Harmok
KIPRAH POLITIK HARMOKO PADA MASA ORDE BARU MELALUI ANALISIS BIOGRAFI (1983-1999)
Skripsi ini berjudul “Kiprah Politik Harmoko pada Masa Orde Baru Melalui Analisis Biografi (1983-1999)”. Masalah utama yang dikaji dalam skripsi ini adalah “Bagaimana Kiprah Politik Harmoko pada Masa Orde Baru melalui Analisis Biografi (1983-1999) ?”. Masalah utama tersebut terbagi ke dalam beberapa pertanyaan penelitian yaitu: (1). Bagaimana Latar Belakang Kehidupan Harmoko ? (2). Bagaimana kebijakan Harmoko terhadap Pers di Indonesia (1983-1999) ? (3). Bagaimana peran Harmoko dalam politik di Indonesia (1983-1999) ? Metode penelitian yang digunakan adalah metode hitoris. Berdasarkan hasil penelitian penulis menemukan bahwa karier Harmoko dalam pers dan politikus tidak terlepas dari latar belakang kehidupannya. Harmoko bisa menjadi sukses dalam politik akibat pengaruh dari keluarga dan lingkungannya. Harmoko memiliki image dekat dengan rakyat, ramah dan humoris. Harmoko menyetujui gagasan Pancasila dan ia terapkan dalam kebijakan SIUPP. Gagasan Pancasila tersebut adalah kebebasan pers bebas yang bertanggungjawab. Melalui SIUPP gagasan ini dilaksanakan. Kebijakan SIUPP ini menuai Pro dan Kontra karena dianggap tidak mencermikan demokrasi dan membelenggu pers di Indonesia. Harmoko melakukan komunikasi politik yang dilakukan untuk program pembangunan. Program tersebut seperti Safari Ramadhan, Kelompencapir, Impres Desa Tertinggal, dan Koran Masuk Desa. Di Gokar, Harmoko membuat komunikasi sambung rasa, melalui komunikasi ini Harmoko memarik simpati rakyat dan memenangkan pemilu 1997. dan mencalonkan Soeharto sebagai calon Presiden dari Golkar. Harmoko melakukan komunikasi Sambung Rasa, melalui komunikasi tersebut Harmoko mendapat simpati dari rakyat dan berhasil menjadikan Golkar sebagai pemenang dalam pemilu 1997. Di MPR/DPR, Harmoko menetapkah Soeharto sebagai Presiden yang ketujuh kalinya dalam Sidang Umum MPR/DPR, dan memberhentikan Soeharto akibat tuntutan reformasi dan puncaknya terjadi pada peristiwa Trisakti
Harmoko pendiri pondok modern Al Barokah Nganjuk tahun 1992-1994 M
Permasalahan yang akan dibahas dalam skripsi ini adalah 1.) Bagaimana Riwayat Hidup Harmoko. 2.) Bagaimana Sejarah Pondok Modern Al-Barokah Nganjuk. Sehubungan dengan hal itu, maka dalam penelitian skripsi ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan sosiologi. Pendekatan sosiologi dimaksudkan untuk menjelaskan peranan sosial dari pesantren dalam mengembangkan kehidupan masyarakat. Penulis juga menggunakan teori interpretatif Max Weber. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: 1.) Harmoko lahir di Patianrowo Nganjuk Jawa Timur pada tanggal 7 Februari 1939. Karir Harmoko diawali dengan menjadi seorang wartawan, setelah itu menjabat menteri penerangan dan ketua MPR/DPR. 2.) Pondok Al-Barokah dibangun pada tahun 1992 dan peresmian sekaligus penerimaan siswa baru pada tahun 1994
PERHITUNGAN HPP (HARGA POKOK PENJUALAN) PADA NELAYAN IKAN KAKAP MERAH (BAPAK HARMOKO) DI DAERAH KEPULAUAN KARIMUNJAWA TAHUN 2020(Studi Pada Usaha Nelayan Ikan Kakap Merah Bapak Harmoko)
Perkembangan dunia perekonomian yang sangat pesat serta tingkat kompleksitas usaha pada bidang perairan khususnya sektor perikanan yang tinggi dapat berpengaruh terhadap keuangan suatu usaha.Per\nghitungan Harga Pokok Penjualansangatlah penting bagi suatu usaha khususnya bidang perairan sektor perikanan, termasuk usaha rumahan. Melalui penghitungan Harga Pokok Penjualan, pengusaha dapat mengetahui apakah kinerja dan operasional usaha rumahan nelayan ikan kakap merah siap ekspor bapak Harmoko tersebut buruk atau tidak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa Harga Pokok Penjualan usaha nelayan ikan kakap merah siap ekspor bapak Harmoko.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatifdengan menggunakan data sekunder berupa Laporan Keuangan usaha nelayan ikan kakap merah siap ekpor bapak Harmoko.
Hasil analisis herga pokok produksi dengan menggunakan metode sendiri melalui pendekatan analisi dengan metode Full Costing,maupun Variabel Costing dapat dikatakan baik karena hasil penghitungan relatif sama hanya kekurangannya dari segi pengelompokan biaya yang belum sesuia dengan pengelompokan akuntansi yang baik dan benar.
Dari metode analisis diatas diperoleh kesimpulan secara umum. Pada periode antara bulan Februari-Maret dan periode Bulan Maret-April usaha ikan kakap merah bapak Harmoko mengalami penurunan HPP yaitu sebesar Rp.36.450.000 artinya bahwa perusahaan mengalami perubahan yang cukup signifikan. artinya bahwa usaha ikan kakap merah bapak Harmoko mengalami perubahan yang tidak menguntungkan yang disebabkan Harga bahan baku yang mengalami penurunan yang disebabkan adanya dampak dari Covid 19 yang sedang terjadi di seluruh dunia
An Analysis of speech of Mr. Harmoko in the 32nd anniversary of Golongan Karya in Malang 1996
This study is done in order to find the types and the characteristics of each type of speech of Mr. Harmoko during the 32 nd anniversary of Golongan Karya. Such aim is what are the types of speech and the characteristics of each type of speech of Mr. Harmoko. The types of speech used in answering this question taken from Whitman and Boase, and Oliver, Dickey, and Zelko in theory of speech types. The writer uses this theory since it's more elaborate and comprehensible. Other references are also used in order to support the analysis. The writer applied the descriptive approach. The writer herself is the instrument of the research. She collects the data from recording the speech of Mr. Harmoko during the 32 nd anniversary of Golongan Karya on December in Malang, based on the data analysis, the writer found that there are three types of speech, that are informative speech, persuasive speech and entertainment speech. Moreover, in persuasive speech it can be divided into three types such as: speech to convince speech to stimulate speech to instruct. The finding prove that persuasive most frequently appears in the speech of Mr. Harmoko
Komunikasi sambung rasa: turut menggugah hati rakyat memacu pembangunan nasional/ Harmoko
130 hal.: bib.; 19 cm
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DITINJAU DARI KEAKTIFAN SISWA DAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN MENGGUNAKAN ALAT UKUR KELAS X JURUSAN TEKNIK PEMESINAN DI SMK MUHAMMADIYAH PRAMBANAN
ABSTRAK
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DITINJAU DARI KEAKTIFAN SISWA DAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN MENGGUNAKAN ALAT UKUR KELAS X
JURUSAN TEKNIK PEMESINAN DI SMK
MUHAMMADIYAH PRAMBANAN
Oleh :
HARMOKO
07503244002
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif model student teams-achievement divisions (STAD) terhadap hasil belajar menggunakan alat ukur, (2) mengetahui peningkatan penerapan pembelajaran kooperatif model student teams-achievement divisions (STAD) terhadap keaktifan siswa.
Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan non randomized pretest posttest control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan SMK Muhammadiyah Prambanan yang berjumlah 170 siswa. Sampel yang terpilih adalah kelas X TPC 35 siswa sebagai kelas eksperimen dan X TPD 35 siswa sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar dan observasi. Analisis data menggunakan uji-T untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan hasil keaktifan siswa sebelum dan sesudah diberi perlakuan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) hasil belajar pada kelas kontrol yang menggunakan strategi pembelajaran konvensional memperoleh mean 73,06 dengan kategori sedang; modus 75; median 75; nilai tertinggi 84 (sangat tinggi); dan nilai terendahnya adalah 56 (rendah sekali). Hasil belajar pada kelas eksperimen yang menggunakan strategi pembelajaran STAD memperoleh mean 79,06 dengan kategori tinggi; modus 78; median 78; nilai tertinggi 91 (sangat tinggi sekali); dan nilai terendahnya adalah 69 (rendah); (2) keaktifan siswa kelas eksperimen mengalami peningkatan yang signifikan dari 62,86% menjadi 79,07%, sedangkan peningkatan keaktifan siswa pada kelas kontrol lebih rendah dari 50,79% menjadi 55,36%. Pembelajaran model STAD efektif diterapkan pada pembelajaran menggunakan alat ukur dilihat dari hasil belajar dan keaktifan siswa kelas eksperimen yang lebih baik dan berbeda signifikan dibandingkan dengan kelas kontrol..
Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif, Keaktifan Siswa, Hasil Belajar Sisw
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
