1,721,134 research outputs found

    Motif " Trenggiling "

    No full text
    Merupakan karya seni rupa berupa karya Seni Terapan, dengan judul Motif " Trenggiling " karya dari Ari Harmawan, Kuntadi Wasi Darmojo, S.Sn. M.Sn

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    No full text
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    APLIKASI MULTIMEDIA PEMBELAJARAN  AKSARA JAWA UNTUK ANAK­ANAK 

    No full text
    ABSTRAK  SIDIQ  HARMAWAN  SAPUTRO,  2007,  APLIKASI  MULTIMEDIA  PEMBELAJARAN  AKSARA  JAWA  UNTUK  ANAK­ANAK.  Teknik  Komputer  Diploma  III  Ilmu  Komputer,  Fakultas  Matematika  dan  Ilmu  Pengetahuan Alam, Universitas Sebelas Maret Surakarta.  Perumusan  masalah  dalam  tugas  akhir  ini  adalah  bagaimana  memberikan suatu metode pembelajaran aksara Jawa kepada anak­anak sehingga  memudahkan user untuk mempelajari aksara Jawa. Anak­anak langsung diberikan  pengenalan, permainan, dan contoh penggunaan yang dilengkapi dengan gambar­  gambar agar lebih dimengerti dan lebih menarik dalam belajarnya. Dengan begitu  diharapkan  dapat memotivasi  anak­anak  untuk mempelajari  aksara  Jawa  di  luar  sekolah.  Metode  yang  diterapkan  adalah  dengan  menggunakan  metode  wawancara, studi pustaka dan observasi yang dilakukan di lembaga­lembaga yang  berkaitan dengan pemberian materi kepada anak­anak. Observasi yang dilakukan  adalah mencari  contoh materi  tentang  apa  saja  yang  biasanya  diberikan  selama  belajar menulis  aksara  Jawa  di  SD  (Sekolah Dasar)  supaya  dapat  lebih mudah  dipahami  oleh  anak­anak.  Wawancara  dilakukan  kepada  anak­anak  dan  para  pengajar atau orang yang mengerti tentang apa yang harus diberikan kepada anak­  anak  atau  bagaimana  supaya  anak­anak  tertarik  untuk  belajar.  Studi  pustaka  dilakukan dengan mengacu  terhadap  buku­buku  bahasa  Jawa  yang digunakan di  SD  tingkat  awal.  Buku­buku  tersebut  nantinya  akan  dijadikan  sebagai  bahan  pengenalan yang diberikan dalam aplikasi multimedia ini.  Aplikasi  yang  dikembangkan  terdiri  dari  tiga  komposisi  yaitu  pengenalan,  contoh  penggunaan  dan  kuis.  Untuk  pengenalan  disajikan  sebagai  tutorial  dan  konsep  sedangkan  pada  contoh dikenalkan  tentang  penulisan aksara  Jawa dan untuk kuis disajikan dalam bentuk permainan tebak aksara Jawa

    Variations on the Author

    No full text
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Pengaruh Karakter Kebhayangkaraan dan Servant Leadership Terhadap Prestasi Kerja Personel POLRI Di SPN POLDA Jateng Dengan Profesionalisme Sebagai Variabel Intervening

    No full text
    Alexander Angga Harmawan. Program Pasca Sarjana Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. “Pengaruh Karakter Kebhayangkaraan dan Servant Leadership Terhadap Prestasi Kerja Personel Polri di Spn Polda Jateng Dengan Profesionalisme Sebagai Variabel Intervening“. Pembimbing Utama: Dr. Adi Indrayanto, M.Sc., Pembimbing Kedua: Negina Kencono Putri, M.Si,Ak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Karakter Kebhayangkaraan dan Servant Leadership terhadap Prestasi Kerja Anggota Polri di SPN Polda Jateng dimana Profesionalisme bertindak sebagai variabel Intervening. Metode Pengambilan Sampling menggunakan rumus statistik pendekatan dari Yamane dari Populasi sebanyak 172 orang didapatkan sampel sebanyak 120 orang. Metode pengumpulan data menggunakan Studi Pustaka dan kuisioner yang didapat dari indikator variabel. Metode Analisis data menggunakan analisis SEM berbasis varian menggunakan software WarpPLS. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dibahas, maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa Karakter Kebhayangkaran dan Servant Leadership mempunyai pengaruh terhadap Profesionalisme Polri dan Prestasi Kerja, sedangkan Profesionalisme Polri memediasi pengaruh Karakter Kebhayangkaraan dan Servant Leadership terhadap prestasi kerja anggota Polri di SPN Polda Jateng. Implikasi dari hasil penelitian ini untuk mewujudkan Prestasi Kerja yang diharapkan perlu ditingkatkannya kegiatan seperti Bimbingan Rohani untuk setiap masing-masing pemeluk agama guna meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME yang merupakan indikator dari Karakter Kebhayangkaraan dengan nilai rata-rata tertinggi. Serta perlunya di adakanya kegiatan motivasi polri seperti NAC Polri secara berkala guna mengulas kembali karakter yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas anggota Polri dan juga meningkatkan komitmen orhanisasi serta hubungan antar anggota. Hal tersebut diharapkan akan membentuk kerja sama antar anggota dan memunculkan sikap hati-hati dan bersungguh-sungguh dalam bekerja sehingga dapat tercapai Prestasi Kerja Anggota

    meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dengan model polya pada materi operasi hitung campuran siswa kelas III SDN Wirotaman 02 Kec.Ampelgading Kab.Malang

    No full text
    ABSTRAK   Harmawan. 2011. Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah Dengan Model Polya Pada Materi Operasi Hitung Campuran Siswa Kelas III SDN Wirotaman 02 Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang . E-TA. Program Studi PJJ S-1 PGSD Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Dr. Musa Sukardi, M.Pd   Kata Kunci : kemampuan memecahkan masalah, model Polya, operasi hitung campuran.   Berdasarkan hasil studi awal yang dilakukan peneliti, di kelas III SDN Wirotaman 02 kecamatan Ampelgading kabupaten Malang dengan memberikan soal yang berkaitan dengan pecahan ditemukan bahwa, khusus untuk soal yang berkaitan dengan menyelesaikan masalah banyak siswa masih belum bisa 80% siswa masih belum bisa memahami masalah seperti menuliskan hal yang diketahui dan hal yang ditanyakan, 60% siswa masih salah dalam merencanakan tindakan seperti menuliskan model matematika, 30% siswa masih salah dalam melaksanakan rencana seperti pengerjaan hitungnya, sedangkan 90% siswa sudah mampu menuliskan jadi meskipun penempatanya salah. Peneliti disini menawarkan pemecahan masalah model Polya mengatasi masalah di atas tersebut. Tujuan diadakannya penelitian ini untuk mendeskripsikan: 1) penerapan model Polya untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah pada materi pecahan, 2) penerapan model Polya dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam memecahkan masalah pada materi pecahan, 3) penerapan model Polya dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah pada materi pecahan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Jenis penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitian ini siswa kelas III SDN Wirotaman 02 kecamatan Ampelgading kabupaten Malang sebanyak 25 siswa. Intrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi lembar observasi guru dan siswa, tes dan lembar catatan lapangan. Hasil penelitian menunujukkan bahwa penerapan pembelajaran pemecahan masalah pada materi pecahan dengan model Polya dapat dilaksanakan dengan baik, dan dapat meningkatkan aktivitas dan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah. Hal ini dapat dilihat dari penerapan model Polya pada siklus I rata-rata skor yang diperoleh 11 dan meningkat pada siklus II menjadi 11,5. Aktivitas siswa meningkat, siklus I mendapat rata-rata 71,73 menjadi 92,36 pada siklus II. Kemampuan memecahkan masalah sudah meningkat dapat dilihat dari kenaikan rata-rata nilai pada tiap siklus. nilai proses siklus I 71,73 pada siklus II meningkat 92,13. Nilai evaluasi pada siklus I 88,33 meningkat pada siklus II yaitu 94,33. Dan nilai rata-rata tugas siklus I 94,93 meningkat pada siklus II 95,5. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan guru dalam kegiatan pembelajaran matematika yang berkaitan dengan pemecahan masalah hendaknya menggunkana model Polya dalam pembelajaran sehingga siswa bisa lebih mudah menyelesaiakan pemecahan masalah. Peneliti lain, selanjutnya kalau menggadakan penelitian tentang pemecahan masalah bisa menggunakan model pemecahan masalah lain yang sejenis.

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    No full text
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    No full text
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore