326 research outputs found
‘Memory does not forgive’. On Biała Rika [White Rika] by Magdalena Parys
referring to autobiographical motifs, recalls past events – the difficult childhood of the main character, specific family relations, and the tragic experiences of a so‑called grandmother. The author of the article discusses the types of trauma connected with the experience of war, unsuccessful relationships within a family and the period of growing up. She concentrates on female characters, as the women in Biała Rika represent a wide variety of women with different features and values. The aim of the article is to interpret Biała Rika in the context of post‑trauma with past torments and the work of memory always in the background of one’s consciousness
Analisis spasial sikap petani dalam mempertahankan tanah pertanian di Kabupaten Sleman, Indonesia
Bilangan penduduk yang meningkat secara langsung akan berdampak kepada sumber tanah untuk memenuhi keperluan hidup. Sebagai sumber yang terhad dan tidak dapat diperbaharui dari segi kuantiti maka keberadaan tanah perlu mendapat perhatian khasnya tanah pertanian. Pertukaran gunatanah pertanian akibat peningkatan bilangan penduduk tidak dapat dihindarkan. Perkara tersebut jika dibiarkan terus akan menyebabkan pertukaran gunatanah yang tidak terkawal. Akibat yang ditimbulkan selain mengancam keselamatan makanan kemungkinan lain adalah berlakunya kerosakan lingkungan. Sikap petani dalam mempertahankan tanah pertanian merupakan suatu kajian yang menarik untuk dikaji. Mengingat gencarnya pembangunan di luar sektor pertanian yang menggeser kegiatan pertanian terutamanya di kawasan yang berhampiran dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi. Kajian ini dijalankan di Kabupaten Sleman yang dibahagi menjadi 3 zon kawasan yakni zon 1 kawasan dengan pertukaran gunatanah tinggi, zon 2 kawasan dengan pertukaran gunatanah sederhana dan zon 3 kawasan pertukaran gunatanah rendah. Metod pemerhatian dilakukan dalam kajian ini melalui temubual terhadap petani pemilik tanah pertanian. Analisis secara deskriptif dan uji statistik dengan model binary logistic dan Seemingly Unrelated regression (SUR) yang ditampilkan dalam bentuk sama ada jadual mahupun peta. Dapatan kajian menujukkan bahawa telah berlaku variasi pertukaran gunatanah di Kabupaten Sleman. Hasil uji sikap petani dalam mempertahankan tanah pertanian menunjukkan bahawa pemboleh ubah umur, paras pendidikan secara signifikan tidak mempengaruhi sikap petani dalam mempertahankan tanah pertanian. Berdasarkan hasil uji SUR menunjukkan bahawa berlaku variasi sikap petani dalam mempertahankan tanah pertanian dalam bentuk tanah sawah, ladang mahupun tanah pekarangan
Attending the languages of the other: recuperating
This dissertation engages in an examination of three Asian North American authors' acts of reclaiming "Asia." I discuss the attempts made by Mitsuye Yamada, Joy Kogawa, and Nora Okja Keller to recuperate their ancestral land as a force that intervenes in their normative North American perceptions, discursive practices, and subject constructions. Despite the current popularities in the Asian North Americanists' transnationalist, diasporic, and/or internationalist reclaimings of "Asia," what has been rarely explored is the ways in which "Asia" emerges in these authors' narratives as the Other that intervenes, disrupts, and problematizes their North American part of perceptions and experiences. It is this exploration I undertake.
My dissertation also investigates how my authors negotiate their need to seek recognitions from their dominant nations and to simultaneously disrupt the traditional and hegemonic narratives by which they procure those recognitions. In particular, I will look at the ways in which my authors reconstruct the memories of World War II: the North American internment, the atomic bombing in Japan, Japanese colonialism and sexual enslavement of Korean women as well as the difficulties of narrativizing those memories within the North American context. Through these acts, my authors try to delineate, explore, and redress their present state of racial-ethnic experience and to seek the forms of political subjectivities in North America.
I submit that this process of negotiation, the simultaneous claiming and disclaiming each author engages, is closely connected with their endeavor to envision "Asia." All three authors try to read, configure, and make sense of this signifier of Otherness and to attend the (non)languages of the Other which they initially dismissed as silence and/or noises. The dissertation explores how my three authors perceive, in their different ways, their Asian Other's linguistic articulations as what makes them interrogate their normative North American perceptions and discursive practices. Consequently, I argue that the "two languages" the authors try to access enables them to destabilize their singular perspective and vision, allowing them to interrogate their own monolingualist normality. Finally, I investigate some instances in which this act of attending can also risk becoming an act of owning and possessing.Ph.D.Includes bibliographical references (p. 230-248)by Rika Nakamu
TINGKAT EFISIENSI PERUBAHAN USAHATANI PADI DI KECAMATAN SEYEGAN KABUPATEN SLEMAN
ABSTRAK Sektor pertanian saat ini masih merupakan sektor andalan dalam menopang kehidupan masyarakat Indonesia. Berbicara sektor pertanian tidak terlepas dari pengamatan bahwa beras merupakan makanan pokok utama bagi masyarakat Indonesia. Kondisi tersebut menyebabkan produksi padi tetap terus dipertahankan, bahkan mempunyai kecenderungan untuk terus ditinglcatkan jumlahnya seiring dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk. Pada kenyataannya tanaman path tidak selalu merupakan jenis tanaman pangan yang dapat dianda1kan jika ditinjau dart penghasilan petani. Harga dasar gabah yang cenderung rendah dibandingkan dengan biaya produksi menyebabkan banyak petani beralih ke usahatani lainnya.
Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini berusaha untuk mengetahui seberapa besar perubahan usahatani padi yang telah dilakukan petani, jenis usahatani baru yang diusahakan, tingkat efisiensi dari perubahan usahatani tersebut serta seberapa besar tingkat keuntungan yang diperaIeh petani dengan adanya perubahan usahatani dan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan usahatani. Lokasi penelitian dipilih secara purposive yaitu di Kecamatan Seyegan Kabupaten Sleman, dengan 100 orang responden yang akan diwawancarai dengan alai bantu kuesioner. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dan uji statistik untuk mengetahui tingkat efisiensi, tingkat keuntungan dan faktoriaktor yang menyebabkan perubahan usahatani.
Hasil Penelitian menunjukkan terjadi perubahan usahatani padi ke non padi meliputi usahatani tembakau, jagung, lombok, kacang tanah, kacang panjang, kedelai dan semangka. Secara alokatifusahatani non padi lebih efisien dibandingkan usahatani padi. Keuntungan usahatani non padi lebih linggi di bandingkan dengan usahatani padi. Tingkat pendidikan dan leas lahan berpengaruh positif terhadap perubahan usahatani padi ke usahatani non padi
Re-engagement in second chance education in Fiji : A study of students' motivation dataset
This study investigates issues of disengagement and re-engagement in education of adult learners within a second chance learning context in Fiji by comparing the motivational influences of adults who ‘re-engaged’ via the “Matua Program” and adults who chose not to return to school. A mixed method approach was adopted. Participants included adult early school leavers who were not engaged in second chance education and those that chose to enrol with the program. The initial Veitalanoa (qualitative) phase involved 15 participants, the survey 300 participants and Talanoa phase 10 participants. The survey and talanoa instruments were finalised once the veitalanoa phase was completed.
The dataset contains transcripts from interviews and the SPSS data worksheets of quantitative survey data. Data contains some sensitive content that can be conditionally shared.
The quantitative data includes participant responses to the following instruments; Values Beliefs Scale, General Self Efficacy Scale, Academic Self- Efficacy, Academic Resilience Scale, Achievement Emotion Questionnaire, Multidimensional Scale of Perceived Social Support, Individualism-Collectivism Scale.
Contact the principal author Sainiana Rika [email protected] ORCID 0009-0009-0604-665
MODEL PENGEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Tingkat Efisiensi Perubahan Usahatani Padi Di Kecamatan Seyegan Kabupaten Sleman
Sektor pertanian saat ini masih merupakan sektor andalan dalam menopang kehidupan masyarakat Indonesia. Berbicara sektor pertanian tidak terlepas dari pengamatan bahwa beras merupakan makanan pokok utama bagi masyarakat Indonesia. Kondisi tersebut menyebabkan produksi padi tetap terus dipertahankan, bahkan mempunyai kecenderungan untuk terus ditinglcatkan jumlahnya seiring dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk. Pada kenyataannya tanaman path tidak selalu merupakan jenis tanaman pangan yang dapat dianda1kan jika ditinjau dart penghasilan petani. Harga dasar gabah yang cenderung rendah dibandingkan dengan biaya produksi menyebabkan banyak petani beralih ke usahatani lainnya.
Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini berusaha untuk mengetahui seberapa besar perubahan usahatani padi yang telah dilakukan petani, jenis usahatani baru yang diusahakan, tingkat efisiensi dari perubahan usahatani tersebut serta seberapa besar tingkat keuntungan yang diperaIeh petani dengan adanya perubahan usahatani dan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan usahatani. Lokasi penelitian dipilih secara purposive yaitu di Kecamatan Seyegan Kabupaten Sleman, dengan 100 orang responden yang akan diwawancarai dengan alai bantu kuesioner. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dan uji statistik untuk mengetahui tingkat efisiensi, tingkat keuntungan dan faktoriaktor yang menyebabkan perubahan usahatani.
Hasil Penelitian menunjukkan terjadi perubahan usahatani padi ke non padi meliputi usahatani tembakau, jagung, lombok, kacang tanah, kacang panjang, kedelai dan semangka. Secara alokatifusahatani non padi lebih efisien dibandingkan usahatani padi. Keuntungan usahatani non padi lebih linggi di bandingkan dengan usahatani padi. Tingkat pendidikan dan leas lahan berpengaruh positif terhadap perubahan usahatani padi ke usahatani non padi.
Katakunci: efisiensi dan perubahan usahatani pad
TINGKAT EFISIENSI PERUBAHAN USAHATANI PADI DI DAERAH PERDESAAN
Sektor pertanian saat ini masih merupakan sektor andalan dalam menopang kehidupan masyarakat Indonesia. Berbicara mengenai sektor pertanian tidak terlepas dari pengamatan bahwa tanaman pangan khususnya beras merupakan makanan pokok utama bagi masyarakat Indonesia. Kondisi tersebut menyebabkan produksi padi tetap terus dipertahankan, bahkan mempunyai kecenderungan untuk terus ditingkatkan jumlahnya seiring dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk. Pada kenyataannya tanaman padi tidak selalu merupakan jenis tanaman pangan yang dapat diandalkan jika ditinjau dari penghasilan petani. Harga dasar gabah yang cenderung rendah dibandingkan dengan biaya produksi menyebabkan banyak petani beralih ke usahatani lainnya. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini berusaha untuk mengetahui seberapa besar perubahan usahatani padi yang telah dilakukan petani, jenis usahatani baru yang diusahakan, tingkat efisiensi dari perubahan usahatani tersebut serta seberapa besar tingkat keuntungan yang diperoleh petani dengan adanya perubahan usahatani dan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan usahatani. Lokasi penelitian dipilih secara purposive yaitu di daerah perdesaan Kabupaten Sleman. Jumlah responden yang dipilih dalah 100 orang yang dipilih secara acak. Responden yang terpilih kemudian diwawancarai dengan alat bantu kuesioner. Hasil penelitian dianalisisi secara deskriptif dan uji statistik untuk mengetahui tingkat efisiensi, tingkat keuntungan dan faktor-faktor yang menyebabkan perubahan usahatani. Hasil Penelitian menunjukkan terjadi perubahan usahatni padi ke non padi meliputi usahatani tembakau, jagung, lombok, kacang tanah, kacang panjang, kedelai dan semangka. Secara alokatif usahatani non padi lebih efisien dibandingkan usahatani padi. Keuntungan usahatani non padi lebih tinggi di bandingkan dengan usahatani padi. Tingkat pendidikan dan luas lahan berpengaruh positif terhadap perubahan usahatani padi ke usahatani non padi
Must be Brief, Informative and Indicates the Main Point(s) of the Paper. ( 5-10 Words) font size Minion Pro16
Should not be more than 250 words and is constructed in 1 paragraph which includes brief description of the paper and a summary of the key conclusions . The abstract should adhere to international standards: introduction (one sentence), materials/methods, results, conclusions
PEREMPUAN PADA SEKTOR EKONOMI UNGGULAN
The economically superior sectors are sectors with good prospect and they contribute to the local development. In other words, the sectors are those that win the competition with other sectors as clearly observed in its contribution to local income. This study aims to investigate the economically superior sectors and the participations level and the working productivity in Yogyakarta Special Regency. The study conducted by analyzing the secondary (time series) data obtained from Susenas and Sakernas. The descriptive analysis is using table and maping through model LQ (Location Quotient). The result shows that Sleman has 6 economically superior sectors while Gunung Kidul only has 3. A high participation level of women in the economically superior sectors is found in trading, hotel and restaurant sectors while the lowest participation level is found in mining sector (less than 1%)
- …
