68 research outputs found
PENGUATAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI SISWA MINORITAS MUSLIM
Siswa minoritas Muslim sering menghadapi tantangan dalam mendapatkan
pendidikan agama Islam yang memadai di lingkungan sekolah yang mayoritas non-
Muslim. Terkadang, mayoritas tidak memberikan pengakuan atau penghargaan
terhadap eksistensi minoritas, yang tidak selaras dengan semangat hidup bangsa
yang menghargai keberagaman, terutama dalam hal agama dan kepercayaan. Ini bisa
menyebabkan konflik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pendidikan
agama Islam diperkuat di daerah minoritas melalui pendekatan kualitatif. Data
dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi lapangan, dan pengumpulan
dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan pendidikan agama
Islam bagi siswa minoritas Muslim di SMP Negeri 1 Biru-Biru dilakukan melalui
kegiatan keagamaan seperti praktik ibadah, pesantren kilat, Ramadhan Centre, dan
acara Halal Bi Halal. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memilih kegiatan ini untuk
memperkuat persaudaraan dan hubungan antara siswa Muslim, sehingga mereka
dapat saling mendukung dalam kebaikan meskipun menjadi minoritas. Toleransi
adalah salah satu pilar utama dalam menciptakan lingkungan yang damai antara
minoritas dan mayoritas
Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi Dalam Pembelajaran di SD Negeri No. 104274 Pematang Kasih Kecamatan Pantai Cermin Kabupatan Serdang Berdagai
In the learning process is not only related to knowledge but communication in the world of education is also very important. Every learning activity is synonymous with communicating, therefore a teacher has an important role in developing students' communication skills in learning. So there needs to be an effort made by PAI teachers at SD Negeri No. 104274 Pematang Kasih to improve students' communication skills to make it easier for students to understand the learning material delivered. The efforts made are in the form of providing good communication examples, guiding students when asking questions, making presentations in discussion activities, using question and answer methods, using active learning strategies and doing habituation. This research uses qualitative methods with a phenomenological approach. The purpose of the efforts made is to create effective communication and a pleasant learning atmosphere
Implikasi Iqab Dalam Pembentukan Akhlaq Al-Karimah Santri Pesantren Modern Kota Medan
Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implikasi
‘iqāb dalam pembentukan akhlāq al-karĩmah santri pesantren modern Kota Medan.
Sedangkan secara khusus bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan peraturan yang terdapat
di Pesantren Modern Kota Medan. (2) Mendeskripsikan pelaksanaan ‘iqāb dalam
pembentukan akhlāq al-karῙmah santri Pesantren Modern Kota Medan. (3)
Menjelaskan peran pelaksanaan ‘iqāb dalam pembentukan akhlāq al-karῙmah santri
Pesantren Modern Kota Medan. 4) Menjelaskan kendala pelaksanaan ‘iqāb dalam
pembentukan akhlāq al-karῙmah santri Pesantren Modern Kota Medan. (5)
Menjelaskan upaya mengatasi kendala pelaksanaan ‘iqāb dalam pembentukan akhlāq alkarῙmah santri Pesantren Modern Kota Medan.
Metode penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan
fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara,
studi dokumentasi. Pengelolaan data terdiri dari reduksi data, display data/penyajian
data, analisis data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peraturan atau tata tertib yang ditetapkan
di Pesantren Modern Kota Medan adalah peraturan yang disesuaikan dengan kebutuhan
santri dan pesantren sendiri. Peraturan yang ditetapkan khususnya kepada santri
didasarkan pada kategori jenis pelanggaran pelanggaran ringan, pelanggaran sedang,
dan pelanggaran berat. Pelaksanaan ‘iqāb di Pesantren Modern Kota Medan disesuaikan
jenis pelanggaran yang dilakukan santri. Pelaksanaan ‘iqāb dimulai dengan dijemur di
lapangan, memakai jilbab yang sudah ditentukan warna dan motifnya, jalan jongkok,
menyetor hafalan, dipanggil orang tua, diskors sampai adanya proses pemecatan jika
pelanggaran berat.
Peran pelaksanaan ‘iqāb dalam pembentukan akhlāq al-karĩmah santri Pesantren
Modern Kota Medan adalah santri tergerak untuk menyadari kesalahannya, merasa jera
dan tidak akan mengulangi lagi. Hukuman tersebut juga bisa menjadi contoh bagi santri
yang lain agar tidak melanggar tata tertib yang telah ditetapkan. Pelaksanaan hukuman
di samping sebagai wahana pendidikan kepada para santri tentang perilaku yang salah
dan menyimpang, juga agar santri mampu menumbuhkan sikap disiplin sehingga
terbentuknya perilaku yang baik pada diri santri.
Kendala pelaksanaan ‘iqāb di Pesantren Modern Kota Medan adalah masih
ditemukan santri yang memiliki perilaku menyimpang atau berkelakuan buruk,
kesadaran mereka dalam melaksanakan peraturan pesantren sangat rendah, pemberian
‘iqāb kurang berpengaruh, sehingga mereka berulangkali harus diberikan ‘iqāb, dan
lebih parah lagi perilaku mereka ini diikuti oleh santri yang lain. Selain itu terbatasnya
jumlah guru pengasuh atau guru pembimbing, sehingga menyulitkan pengawasan
terhadap santri. Kurangnya dukungan orang tua atau wali santri dalam pelaksanaan
sanksi atau ‘iqāb, juga menjadi kendala pelaksanaan ‘iqāb di Pesantren Kota Medan.
Sebahagian orang tua tidak terima anaknya diberi sanksi atau ‘iqāb.
Upaya mengatasi kendala pelaksanaan ‘iqāb di Pesantren Modern Kota Medan
adalah: terus berupaya dengan tegas memberikan ‘iqāb kepada santri yang melakukan
kesalahan, walaupun kesalahan yang dilakukan telah berulang-ulang. Kendala
keterbatasan jumlah guru diatasi dengan melibatkan organisasi santri dalam
pelaksanaan sanksi atau ‘iqāb. Sedangkan kendala kurangnya dukungan orang tua
dalam pelaksanaan sanksi atau ‘iqāb diatasi dengan mengadakan sosialisasi intensif
dalam berbagai kesempatan, yaitu pada saat awal pendaftaran santri baru, dan pada
setiap awal tahun ajaran baru
Problem Solving Dalam Konseling Islam
Manusia kerap dihadapi oleh berbagai masalah. Masalah dapat dipahami sebagai salah satu bagian dari setiap perjuangan yang tidak dapat dihindari oleh setiap manusia. Setiap masalah terkadang terasa sangat berat, sehingga banyak manusia yang merasa sangat menderita manakala mendapatkan permasalahan. Sebagian bahkan memilih untuk mengakhiri hidupnya karena ketidakmampuannya untuk bertahan dan menghadapi masalah yang sedang dihadapi. Selalu ada keputusan-keputusan yang harus diambil oleh seseorang. Bahkan sikap tidak mengambil keputusan pada dasarnya adalah suatu bentuk pengambilan keputusan. Semuanya memiliki resiko. Dalam mengambil suatu keputusan, seseorang mesti melihat persoalan dari berbagai sudut pandang, karena apa yang baik bagi sebagian besar orang, belum tentu baik bagi diri sendiri.Islam memberikan bimbingan kepada individu agar dapat kembali kepada Alquran dan Hadis. Islam mengarahkan setiap individu agar dapat mengerti arti ujian dan masalah dalam hidup. Kegelisahan, ketakutan dan kecemasan merupakan ‘bunga’ kehidupan yang harus dapat ditanggulangi dan diganti dengan keberanian oleh setiap individu dengan memohon pertolongan-Nya, melalui orang-orang ahli
PENGUATAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI SISWA MINORITAS MUSLIM
Muslim minority students often face challenges in getting adequate Islamic religious education in a non-Muslim majority school environment. Sometimes, the majority does not recognise or respect the existence of minorities, which is not in line with the spirit of the nation that values diversity, especially in terms of religion and belief. This can lead to conflict. This research aims to examine how Islamic religious education is strengthened in minority areas through a qualitative approach. Data were collected through structured interviews, field observations and documentation collection. The results showed that the strengthening of Islamic religious education for Muslim minority students at SMP Negeri 1 Biru-Biru is done through religious activities such as worship practices, flash pesantren, Ramadhan Centre, and Halal Bi Halal events. Islamic Religious Education (PAI) teachers choose these activities to strengthen brotherhood and relationships between Muslim students, so that they can support each other in goodness despite being a minority. Tolerance is one of the main pillars in creating a peaceful environment between minority and majorit
Pendekatan dan Model-Model Pendidikan Multikultural
Pendidikan multikultural sangat penting diberikan kepada anak sejak dini di sekolah. Namun, mengingat beban mata pelajaran sekolah ini sudah cukup banyak, maka alangkah baiknya bila mata pelajaran pendidikan multikultural tidak menjadi mata pelajaran tersendiri, tetapi diintegrasikan dengan mata pelajaran yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiman pendekatan dan model-model pendidikan multicultural. Penelitian ini memakai metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa Hasil penelitian menunjukan bahwa model-model pendidikan multicultural dikenali lima pendekatan, yaitu: pertama, pendidikan mengenai perbedaan-perbedaan kebudayaan atau multikulturalisme; kedua, pendidikan mengenai perbedaan-perbedaan kebudayaan atau pemahaman kebudayaan; ketiga, pendidikan bagi pluralisme kebudayaan; keempat, pendidikan dwi-budaya; kelima, pendidikan multikultural sebagai pengalaman moral manusia. Serta dalam pendekatan multicultural terdapat beberapa pendekatan yang dapat digunakan dalam pengimplementasian pendidikan multikultur, yaitu: 1) Pendekatan Historis, 2) Pendekatan Sosiologis, 3) Pendekatan Kultural, 4) Pendekatan Psikologis, 5) Pendekatan Estetik, dan 6) Pendekatan Berspektif Gende
PERAN GURU DALAM PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SMP NEGERI 9 BINJAI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam pendidikan multikultural di SMP Negeri 9 Binjai. Dalam konteks keberagaman budaya yang semakin meningkat, guru memiliki tanggung jawab penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai strategi, seperti integrasi nilai-nilai multikultural dalam kurikulum, penggunaan metode pembelajaran partisipatif, serta penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler yang merayakan keberagaman budaya. Namun, tantangan tetap ada, seperti kurangnya pemahaman guru tentang multikulturalisme dan keterbatasan sumber daya. Untuk mengatasi tantangan ini, guru melakukan pelatihan profesional dan membangun kolaborasi dengan komunitas lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran guru sangat penting dalam mendukung pendidikan multikultural dan bahwa dukungan dari pihak sekolah dan pemerintah sangat diperlukan untuk meningkatkan efektivitasnya. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan multikultural di sekolah-sekolah lain
NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA (ANALISIS PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI KURIKULUM MERDEKA JENJANG SEKOLAH DASAR)
Tujuan penelitian ini adalah untuk dapat menganalisis nilai-nilai moderasi beragama (analisis pada mata pelajaran agama Islam dan budi pekerti kurikulum merdeka jenjang sekolah dasar). Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Proses pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan sumber data primer yaitu buku teks siswa mata pelajaran agama Islam dan budi pekerti kurikulum merdeka terdiri dari kelas I sampai kelas IV jenjang sekolah dasar, dan sumber data sekunder yaitu berupa jurnal-jurnal penelitian yang relevan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan, nilai-nilai moderasi beragama pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti kelas rendah mulai kelas I terdapat pada Bab 2, 3, 4, 5, 7, 8, 9, dan 10; lanjut kelas II terdapat pada Bab 3, 7, dan 10; serta kelas III terdapat pada Bab 3, berisikan pembahasan tentang sikap berbagi, saling tolong menolong, toleransi beragama, gotong royong, tidak memilih teman, ungkapan terima kasih, disiplin, dan menghargai orang yang lebih tua. Sedangkan untuk kelas tinggi mulai dari kelas IV terdapat pada Bab 1, 2, 3, 8, dan 10; lanjut kelas V terdapat pada Bab 1, 2, 3, 4, 6, dan 8; serta kelas VI terdapat pada Bab 1, 2, 3, dan 8, berisikan pembahasan tentang penalaran, berbhinekaan global, berani mengambil keputusan, tanggung jawab, menghargai perbedaan, membangun komitmen kebangsaan yang kuat dari jiwa, menggalakkan anti kekerasan, dan membentuk sikap yang akomodatif
ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKIDAH DALAM KITAB AUJAZUL MUKHTASHARAT KARYA IMAM AL-FAQIH ASY-SYAIKH ABDUL AZIZ BIN IBRAHIM AR-RAYYI AL-HABASYI
This study aims to analyze the values of faith education contained in the book Aujazul Mukhtasharat by
Imam Al-Faqih Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Ibrahim Ar-Rayyi Al-Habasyi. The research method used is
qualitative with a library research approach. Data were obtained from primary data sources, namely the
book Aujazul Mukhtasharat published by Sheikh Abdullah bin Ibrahim in 2017, and secondary data
sources, namely books and journal articles. The results of the study show that this book contains
fundamental faith values, namely faith in Allah, because the most important obligation is to believe in
Allah and His Messenger and the most severe (dangerous) kufr is at-ta'thil (denying the existence of
Allah) and the worst is riddah. Then faith in angels, His books, the messengers, the last day, and qadha
and qadar. The presentation of the material in this book is very concise, dense, and clear, making it
easy for students at various levels to understand. Therefore, the book Aujazul Mukhtasharat is highly
recommended for use in educational institutions as a teaching material for faith, because it is able to
convey the concepts of faith systematically and effectively
- …
