39 research outputs found

    PERAN KEBERADAAN KARANG TARUNA TRENGGINAS DALAM MENINGKATKAN MODAL SOSIAL PEMUDA (Studi Deskriptif Karang Taruna Trengginas di Desa Purwoasri KecamatanTegaldlimo Kabupaten Banyuwangi)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dengan mendeskripsikan hasil analisa tentang peran, upaya dan kendala Karang Taruna Trengginas dalam membangun dan meningkatkan modal sosial pemuda di Desa Purwoasri Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah, pemuda di Desa Purwoasri, anggota Karang Taruna Trengginas, tokoh masyarakat yang terlibat secara tidak langsung namun dianggap tahu pelaksanaan peran Karang Taruna Trengginas, dengan mengunkan teknik Purposive Sampling. Teknik analisa yang digunakan, deskriptif yaitu, peran, upaya dan kendala Karang Taruna Trengginas dalam membangun dan meningkatkan modal sosial pemuda sehingga dapat menanggulangi prilaku patologis pemuda, menjadi wadah pemersatu dan tersalurnya bakat dan minat pemuda di Desa Purwoasri Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan temuan yang didapat di lapangan, menymimpulkan bahwa peran keberadaan Karang Taruna Trengginas dalam meningkatkan modal sosial pemuda terbagi pada dua pembahasan yaitu peran dalam meningkatkan kebersamaan dan dapat mengurangi perilaku patologis pemuda dan peran dalam menjadi wadah pemersatu dalam tersalurnya bakat dan minat pemuda desa, dimana peranan tersebut meliputi peran sebagai inisiator yaitu menginisiasi adanya beberapa kegiatan, peran sebagai fasilitator yaitu peran untuk menfasilitasi pemuda agar modal sosial menjadi meningkat dengan beberapa kegiatan, peran sebagai mediator dan motifator yaitu peran yang dilakukan untuk memediasi dan memotifasi pemuda agar modal sosialnya dapat meningkat, serta yang terakhir peran sebagai pendidik yaitu peran dalam mengarahkan, dan membimbing pemuda agar modal sosialnya dapat meningkat. Beberapa peranan tersebut merupakan peranan Karang Taruna Trengginas dalam meningkatkan modal sosial pemuda, dengan peran tersebut Karang Taruna Trengginas dapat mengarahkan kebersamaan pemuda yang terbangun eksklusif ditingkat dusun, sehingga dengan kebersamaan tersebut kerekatan sosial menjadi meningkat dan mendorong pada lahirnya solidaritas yang dapat menjadikan pemuda saling percaya, memiliki jaringan serta mampu mengamalkan kembali nilai dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat, dengan demikian prilaku pemuda yang sebelumnya patologis dapat tertanggulangi oleh hal tersebut. Upaya merupakan sarana yang digunakan Karang Taruna Trengginas untuk merealisasikan peranannya dalam meningkatkan modal sosial pemuda, adapun kegiatannya adalah sebagai berikut: 1). Kegiatan bakti sosial dan kegiatan kerja bakti membersihkan rumah ibadah, 2). Kegiatan bazar, yaitu bazar ramadhan dan bazar festival 3). Lomba dan gerak jalan. Beberapa kegiatan tersebut merupakan upaya-upaya Karang Taruna Trengginas yang dilakukan untuk menjadi sarana atas peranan dalam meningkatkan modal sosial pemuda. Hambatan keberadaan Karang Taruna Trengginas setelah program yang telah diagendakan dilakukan, diantaranya sebagai berikut: 1). Aktifitas diluar karang taruna trengginas menghambat keaktifan anggota: Kesibukan anggota diluar Karang Taruna Trengginas, menjadi penyebab rendahnya keaktifan anggota karang taruna, sehingga berdampak pada keaktifan karang taruna dalam melakukan kegiatan-kegiatan yang telah diagendakan. Kesibukan anggota seperti bekerja dan kuliah, 2). Teknis pengkoordinasian kegiatan tidak mampu mendukung keaktifan anggota: Seringkali program atau kegiatan yang telah diagendakan tidak dapat dilakukan sesuai agenda, yang terjadi program dilakukan berjalan alakadarnya sehingga banyak hal tidak dapat dipersiapkan dengan baik, dampaknya pelaksanaan kegiatan kurang berjalan maksimal, 3). Optimalisasi pengelolaan sumber dana rendah: Pengelolaan sumber dana Karang Taruna Trengginas masih kurang kreatif dan bergantung pada bantuan desa dan ketua karang taruna. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan tidak menjadi pemasukan bagi organisasi yang terjadi justru membuat kas karang taruna trengginas berkurang untuk menutupi kekurangan dana dalam beberapa kegiatan

    ANALISIS AFIKSASI PADA FILM “MARIPOSA” KARYA LULUK HF DAN IMPLIKASINYA DI SMP

    Get PDF
    Thesis, Faculty of Teacher Training and Education, University of Muhammadiyah Surakarta. June, 2021. The language in the world of cinema used by the author has its own characteristics and uniqueness. This requires mastery and knowledge of language, one of which is word formation through the process of affixation or affixes. The author is interested in researching word formation through the process of affixation and changes in meaning that occur in the film "Mariposa" by Luluk HF. The aims of this study are 1) to describe the process of word formation through the affixation, 2) to describe the changes in meaning that occur after the affixation, 3) the implications of affixation in the film "Mariposa" on Indonesian language learning in junior high school. This research method is a qualitative description to understand the linguistic phenomenon being studied. The data collection technique in this study used the listening technique to obtain oral data in the form of affixation and the note-taking technique was used after the listening technique to obtain written data. The data analysis technique used in this study is the agih method, the BUL technique (For Direct Elements) which aims to classify lingual units in the form of morphemes. The results of this study indicate that from 57 data there are 66 words in the form of affixes that have been analyzed. Affixes in the movie "Mariposa" include: 28 prefixes (me-, ber-, pe-, ke-, ter-), 24 confixes (ke-an, pe�an, per-an, ber-an, se-an, se-nya) and 14 suffixes (-i and –an). In the process of word formation the prefix me- undergoes morphophonemics which gives rise to the allomorphs men-, meng-, and the confix pe-an also undergoes morphophonemics to give rise to allomorphs pen- and peng-. Word formation also changes word classes which include: 1) NV, 2) V N, 3) NAdj, 4) NAdv, 5) AdjV, 6) AdjN, 7) AdjAdv, 8) NumV, 9) AdvN. In the process of affixation, the meaning also changes. Based on the results of research on the film "Mariposa" by Luluk HF, it contains 66 affixes that undergo word formation and change in meaning after the affixation process. The process of affixation can be implicated in learning Indonesian for class VIII SMP regarding the structure and linguistics of the review text

    Analysis of LAZISMU Bangkalan Financial Reports PSAK Perspective 109

    Get PDF
    This research aims to find out and analyze the presentation of LAZISMU Bangkalan's financial reports from the perspective of PSAK 109, namely regarding accounting for zakat and infaq/alms. PSAK 109 is an accounting standard that regulates financial reporting for entities managing zakat, infaq and alms. The analytical method used is a qualitative approach using a qualitative descriptive approach. The data used in this research comes from primary and secondary data from interviews with sources from LAZISMU Bangkalan and documentation of LAZISMU Bangkalan's financial reports. The results of the research show that in the financial reports LAZISMU Bangkalan has presented financial reports in accordance with the recording of PSAK 109. However, in its presentation in the financial reports LAZISMU Bangkalan has not fulfilled the five components, namely it is still not optimal in recording reports on changes in assets under management and notes on financial reports ( CALK)

    PEMBERDAYAAN EKONOMI PEREMPUAN MADURA BERBASIS PESANTRENPRENEUR DAN SOSIOPRENEUR

    Get PDF
    Abstrak Di era reformasi dan desentralisasi saat ini, pondok pesantren di Indonesia menghadapi tantangan untuk memperbarui perannya dalam masyarakat, yang dulunya dikenal sebagai lembaga pendidikan agama yang cenderung terisolasi kini dituntut untuk bertransformasi menjadi pusat pengembangan masyarakat. Penelitian ini mengkaji Pondok Pesantren Addimyathy Nurul Iman di Bangkalan, Jawa Timur, yang memiliki keunggulan melalui integrasi pendekatan kewirausahaan dalam pendidikannya, serta program pemberdayaan ekonomi perempuan melalui unit usaha yang berkolaborasi dengan One Pesantren One Product (OPOP). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemberdayaan ekonomi perempuan berbasis pesantrenpreneur dan sosiopreneur. Metode penlitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini juga mengindentifikasi bagaimana Pondok Pesantren Addimyathy Nurul Iman memberdayakan santri dan alumni melalui pelatihan kewirausahaan dan kegiatan ekonomi berbasis pesantren. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian, ini mengungkapkan bahwa dengan pemberdayaan seperti pelatihan dan pendampingan yang maksimal bagi santri, alumni dan masyarakat khususnya perempuan dengan berbasis pesantrenpreneur dan sosiopreneur akan memberikan kesejahteraan dalam artian mereka berkecukupan untuk memenuhi kebutuhan melalui usaha yang dijalaninya. Kata Kunci: Pondok Pesantren, Pemberdayaan ekonomi, OPOP.   Abstract In the current era of reform and decentralisation, Islamic boarding schools in Indonesia face the challenge of renewing their role in society, which was once known as a religious education institution that tends to be isolated is now required to transform into a community development centre. This research examines Addimyathy Nurul Iman Islamic Boarding School in Bangkalan, East Java, which has excelled through the integration of entrepreneurial approaches in its education, as well as women's economic empowerment programmes through business units in collaboration with One Pesantren One Product (OPOP). The purpose of this study is to determine the economic empowerment of women based on pesantrenpreneur and sociopreneur. This research method uses a qualitative approach, this research also identifies how Addimyathy Nurul Iman Islamic Boarding School empowers students and alumni through entrepreneurship training and pesantren-based economic activities. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The results of this study reveal that empowerment such as maximum training and mentoring for students, alumni and the community, especially women based on pesantrenpreneur and sociopreneur, will provide welfare in the sense that they are sufficient to meet their needs through the business they run. Keywords: Islamic boarding school, economic empowerment, OPOP

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS JETISII BANTUL YOGYAKARTA

    Get PDF
    INTISARI\ud Latar Belakang:Status gizi merupakan ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi untuk ibu hamil.Ibu hamil dengan masalah gizi atau sedang mengalami KEK (Kekurangan Energi kronis)akan berdampak terhadap kesehatan, keselamatan ibu dan bayi serta kualitas bayi yang dilahirkan.\ud Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian KEK pada ibu hamil di Puskesmas jetis II bantul Yogyakarta.\ud Metode:penelitian ini menggunakan metode survey analiticdengan pendekatan waktu cross sectional. Variabel bebasnya yaitu umur,pendidikan,pekerjaan,riwayat penyakit,riwayat anemia, dan paritas.variabel terikatnya adalah krjadian KEK pada ibu hamil. Pengambilan data menggunakan data sekunder, Pengambilan sampel dengan teknik simple random samplingdengan jumlah sampel 40. Tehnik analisis uji chi square dan regresi logistic.\ud Hasil:hasil penelitian menunjukkanvariabel yang berhubungan yakni variabel pekerjaan dengan p value0,009 <0,05 dan variabel status anemia dengan p value0,020 <0,05, setelah dilakukan uji regresi logisticpada variabel pekerjaan dan riwayat anemia didapatkan hasil p value 0,04 dengan OR 5,55 pada variabel pekerjaan, sehingga faktor yang dominan adalah pekerjaan.\ud Simpulan dan Saran:ada hubungan pekerjaan dan riwayat anemia dengan kejadian KEK pada ibu hamil, dan faktor yang paling dominan adalah pekerjaan.Sehingga Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan ibu hamil dengan memberikan wawasan yang lebih luas lagi tentang gizi masa kehamilan sehingga kejadian KEK bisa segera diberikan perhatian khusus.\ud Kata kunci : Ibu Hamil, kekurangan energi kronik (KEK)\ud Kepustakaan :28 buku, 9 jurnal, 9 website, 1 tesis, 1 skripsi\ud Jumlah Halaman :i-xiii halaman, 75 halaman, 21 tabel, 1 gambar, 14 lampira

    Increasing the loyalty of cooperative members : The influence of sharia compliance, employee responsibility, and trust

    No full text
    This study examines the determinants of cooperative member loyalty through the lens of Sharia compliance, employee accountability, and trust. The research methodology used quantitative analysis. Data collection methods included questionnaires and structured interviews with 80 research participants. The population consisted of all Ikhlas Beramal Bangkalan Islamic marketing cooperative members. In addition, the data from these respondents were analyzed using SPSS software. Analysis of the research data shows that Sharia compliance shows a negative correlation and does not significantly affect member loyalty. In contrast, employee responsibilities positively correlate with and significantly affect member loyalty. In addition, trust shows a negative correlation and significantly impacts member loyalty. The three elements collectively influence the loyalty of the Ikhlas Beramal Bangkalan Sharia marketing cooperative members. Public interest statement Since employee accountability positively impacts loyalty, cooperatives should prioritize staff training to improve professionalism and service quality. The negative effect of Sharia compliance and trust suggests a need to reassess its implementation, ensuring alignment with member expectations through more transparent communication and better integration

    PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA MELALUI TATA TERTIB DI MAN 3 JOMBANG

    Get PDF
    ABSTRAK Skripsi ini dengan judul “Pembentukan Karakter Siswa Melalui Tata Tertib Di MAN 3 Jombang” ini ditulis oleh Aulia Fitri Hanifah, NIM 126201212167, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. pembimbing Ibu Dr. Hj. Luluk Atirotu Zahroh, M.Pd. Kata Kunci: Pembentukan Karakter Siswa, Tata Tertib Penelitian ini didasarkan pada konteks penelitian di lapangan, dengan adanya berbagai karakter siswa yang tidak menghiraukan atau melanggar tata tertib yang ada di sekolah, sehingga fenomena ini menciptakan lingkungan sekolah yang kurang nyaman dan tertib. Karena hal tersebut, sangat dibutuhkan upaya pembentukan karakter siswa khususnya melalui tata tertib di sekolah, agar para siswa selalu patuh dan taat terhadap tata tertib yang ada di sekolah. Selain itu, tata tertib yang diterapkan di sekolah tidak hanya untuk ditegakkan saja, tetapi juga untuk mendukung dan membimbing siswa dalam pembentukan karakter mereka dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta generasi muda yang berkualitas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membentuk karakter baik siswa melalui optimalisasi tata tertib di sekolah. Fokus penelitian ini adalah (1) Bagaimana pembentukan karakter disiplin siswa melalui tata tertib di MAN 3 Jombang. (2) Bagaimana pembentukan karakter sopan santun siswa melalui tata tertib di MAN 3 Jombang. (3) Bagaimana pembentukan karakter tanggungjawab siswa melalui tata tertib di MAN 3 Jombang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Lokasi penelitian berada di MAN 3 Jombang. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan sumber data primer (Waka MAN 3 Jombang sekaligus Guru di MAN 3 Jombang), serta data sekunder (dokumen tata tertib). Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau vertifikasi data. Sedangkan pengecekan keabsahan data menggunakan uji kreadibilitas, uji transferability, uji dependability, dan uji confirmability. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Pembentukan karakter disiplin siswa melalui tata tertib di MAN 3 Jombang yakni dengan menggunakan seragam sekolah dengan lengkap dan rapi, datang ke madrasah dengan tepat waktu (tidak terlambat), membiasakan untuk membaca doa dan asmaul husna (sebelum dan sesudah kegiatan belajar), dan mengikuti kegiatan pembelajaran mulai awal hingga akhir. (2) Pembentukan karakter sopan santun siswa melalui tata tertib di MAN 3 Jombang yakni dengan menerapkan budaya S3 (salim, salaman, sholat), mengucapkan dan menjawab salam ketika bertemu dengan bapak atau ibu guru, saling bertegur sapa ketika bertemu dengan bapak atau ibu guru (baik di lingkungan madrasah maupun di luar madrasah), dan bertutur kata sopan dan santun kepada bapak atau ibu guru. (3) Pembentukan karakter tanggungjawab siswa melalui tata tertib di MAN 3 Jombang dengan melaksanakan piket kelas secara bergiliran, aktif mengerjakan tugas yang diberikan bapak atau ibu guru (baik tugas individu maupun kelompok), menjaga kebersihan lingkungan kelas, dan mengikuti kegiatan ekstrakulikuler

    ANALISIS ID, EGO, SUPEREGO DAN IDENTITAS DISOSIATIF TOKOH DAFYCHI GUANNI FREEDY DALAM NOVEL EL KARYA LULUK HF (SEBUAH KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA)

    Get PDF
    Marbun Reinhard, Eben. 2019. " Analysis of Id, Ego, Superego and Dissociative Identity of Dafychi Guanni Freedy in the Novel EL by Luluk HF (A Literary Psychology Study). Thesis Strata 1 Program in Indonesian Literature, Semarang. Faculty of Cultural Sciences, Diponegoro University. Advisor: Drs. Mulyo Hadi Purnomo, M. Hum., And Laura Andri R.M, S.S., M.A. The object of this study is novel EL, tells the life of a teenage girl who lives life with two different personalities, the second personality when it appears will take over consciousness and Dafychi's life. Purpose of this study on the novel EL by Luluk HF is to reveal structural elements of novel EL such as characters, characterizations, plot, channeling, background, court and describing personality structures regarding the characteristics, effects and causes of Dafychi's character's dissociative identity in the novel EL. This study is a library research with materials and data entirely obtained from written sources. Analyzing problems in EL novel, the author uses several theories including, psychoanalytic theory and dissociative identity theory. The psychological approach is used to reveal the psychological aspects of Dafychi's character's structure of the characteristics, effects, and causes of dissociative identity. Structural approach is used to reveal elements of the structure of the novel, through analysis of elements of the novel structure, elements of character, plot, and setting. Analysis was carried out using novel structure theory, literary psychology theory reviews about personality structure and dissociative identity. The results of novel EL analysis have several aspects of psychology, especially the personality structure of dissociative identity sufferers who have two different personalities. The dissociative identity experienced by Dafychi's character occurs because of the influence of id, ego, and superego. The characteristics, effects, and causes of dissociative identity in the character Dafychi, become a supporting aspect in the influence of id, ego, and superego on Dafychi's personality when the second personality emerges in him. Keywords: Psychoanalysis, Dissociative Identity, Dafychi

    DAMPAK PENGEMBANGAN PARIWISATA TERHADAP PERKEMBANGAN UMKM PADA KAWASAN WISATA PANTAI SEMBILAN SUMENEP

    Get PDF
    This study aims to find out how the impact of tourism development of UMKM from the business growth sector. Data analysis used in this research is descriptive analysis method, interviews. based on the results of the descriptive analysis, it is concluded that the development of MSMEs around the nine coast tourism area is able to increase the growth of MSMEs around the nine coast areas, and is able to create opportunities for the community to create new businesses on the premise that the more developed tourism will bring in many tourists and more money spent on the tour. This proves that tourism is able to increase people's opportunities in entrepreneurship and developing their business Keywords: Tourism, Business, Micro, Small And Medium, Sembilan Beach &nbsp; ABSTRAK penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak pengembangan pariwisata terhadap perkembangan UMKM dari sektor pertumbuhan usaha. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Berdasarkan hasil deskriptifdan analisis, maka di peroleh kesimpulan bahwa pengembangan UMKM di sekitar Kawasan wisata pantai Sembilan mamapu meningkatkan pertumbuhan UMKM di sekitar Kawasan wisata pantai Sembilan, dan mampu menciptakan peluang bagi masyarakat untuk membuat usaha baru dengan dasar pemikiran bahwa semakin berkembangnya pariwisata akan mendatangkan banyak wistawan dan semakin banyak uang yang dibelanjakan di tempat wisata tersebut. Hal ini membuktikan bahwa pariwisata mampu meningkatkan kesempatan masyarakat dalam &nbsp;berwirausha dan mengembangkan usahanya.. Kata Kunci: Pariwisata, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, pantai Sembilan
    corecore