6 research outputs found

    ANALISIS PENGUKURAN KINERJA BERDASARKAN PRINSIP-PRINSIP VALUE FOR MONEY YANG DIPERBANDINGKAN DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD (Studi Kasus pada Rumah Sakit dr. Sobirin Kabupaten Musi Rawas)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa baik dan berkualitasnya kinerja Rumah Sakit dr. Sobirin Kabupaten Musi Rawas berdasarkan prinsip- prinsip Value for Money yang diperbandingakn dengan Pendekatan Balanced Sccorecard. Langkah perbandingan tersebut bertujuan untuk memaksimalkan informasi-informasi tentang kinerja yang telah dibangun oleh pihak Rumah Sakit dr. Sobirin Kabupaten Musi Rawas. Selain itu terdapat mekanisme modifikasi ke- 4 (empat) perspektif pada Balanced Scorecard yang disesuaikan dengan visi dan misi Rumah Sakit dr. Sobirin Kabupaten Musi Rawas sebagai instansi pemerintah dalam memaksimalkan kesejahteraan bagai masyarakat luas. Peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif yang dikembangkan menjadi kualitatif yang menjadikan peneliti sendiri sebagai instrumen penelitian. Adapun hasil dari penelitian menunjukkan bahwasanya kinerja yang dibangun oleh pihak Rumah Sakit dr. Sobirin Kabupaten Musi Rawas terkategorikan baik dan berkualitas berdasarkan prinsip-prinsip Value for Money yang kemudian diperbandingakan melalui pendekatan Balanced Scorecard. Hal ini pun semakin terarah dengan ditetapkannya Rumah Sakit dr. Sobirin Kabupaten Musi Rawas sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Sehingga melalui kebijakan strategis tersebut, flexibelitas dan kemandirian pihak rumah sakit dalam melakukan aktivitas-aktivitas pendukungnya akan berdampak pada peningkatan kualitas kinerja yang dibangun oleh pihak Rumah Sakit dr. Sobirin Kabupaten Musi Rawas

    Dinamika Pemutakhiran Perguruan Tinggi Negeri dan Akuntansinya

    No full text
    Pemutakhiran organisasi pasti akan dihadapi oleh entitas apapun. Hal ini disebabkan seluruh aspek yang terdapat di internal maupun eksternal suatu entitas akan mendorong pemutakhiran tersebut. Terlebih lagi tantangan, peluang, ancaman dan kebutuhan yang berhubungan dengan eksistensi entitas tersebut akan berdampak signifikan pada laju pemutakhiran organisasi. Hal demikian juga kiranya yang terjadi pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Sebagai instrumen pemerintah, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) memiliki fungsi strategis yang berhubungan dengan perwujudan ketersedian sumber daya manusia yang berkualitas. Negara menjadikan pendidikan tinggi sebagai salah satu indikator strategis pembangunan yang dilakukan. Hal ini bisa ditelusuri dari betapa besarnya perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan tinggi, sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012. Hal demikian juga berdampak bagi pemutakhiran organisasi pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Pemerintah memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk menentukan pemutakhiran organisasinya untuk berbentuk Satuan Kerja, Badan Layanan Umum (BLU), atau Badan Hukum (BH). Tentunya kesempatan ini harus bisa dimanfaatkan oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) secara maksimal.Pemutakhiran Perguruan Tinggi Negeri (PTN) juga tentunya akan disertai dengan pemutakhiran pemanfaatan Akuntansi sebagai financial tools. Menjadi sifat dasar bahwa Akuntansi akan ikut mutakhir jika entitas pemanfaatannya dilakukan pemutakhiran organisasi. Oleh karena itu, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) perlu mempersiapkan sistem informasi, sumber daya manusia, operator, dan regulasinya. Kata Kunci: Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Satuan Kerja, Badan Layanan Umum (BLU), Badan Hukum (BH), Akuntansi

    Rivalitas Ritel Modern dan Ritel Tradisional Dikecamatan Kaur Selatan Ditinjau dari Perspektif Ekonomi Islam

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana eksistensi ritel tradisional dan ritel modern di Kecamatan Kaur Selatan serta menganalisis pandangan ekonomi Islam terhadap persaingan yang terjadi di antara keduanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pelaku usaha dan pihak terkait di wilayah tersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart berkembang di beberapa titik strategis, dengan total enam gerai yang aktif beroperasi. Keberadaan mereka tetap bertahan karena menawarkan kenyamanan, ketersediaan produk yang lengkap, harga pasti, serta promosi yang menarik bagi konsumen. Di sisi lain, ritel tradisional juga masih bertahan dengan jumlah 28 toko kelontong aktif. Hal ini disebabkan oleh kedekatan sosial antara penjual dan pembeli, sistem pembayaran yang lebih fleksibel, serta letaknya yang tersebar di permukiman sehingga mudah dijangkau.Dalam perspektif ekonomi Islam, bentuk persaingan ini masih diperbolehkan dan masih berada dalam batas yang wajar karena dilakukan secara sehat, tidak mengandung unsur penipuan, tidak bersifat monopoli, dan tidak ada upaya saling menjatuhkan antar pelaku usaha. Selama kompetisi mendorong peningkatan kualitas layanan dan produk tanpa merugikan pihak lain secara tidak adil, maka persaingan tersebut dianggap sah dan sesuai dengan prinsip syariah

    Tata Laksana Pengelolaan Keuangan Masjid Al-Iman Kabupaten Musi Rawas

    No full text
    The management of mosque finances is one of the most important parts of mosque governance, therefore its management should be a concern so that the realization of budgeted funding can benefit the wider community. This is because a mosque that is prosperous and rahmatan lil alamin is what can create changes in life for the better, not only for the congregation but also for many other people. This research was conducted at the Nur Al-Iman Mosque in Musi Rawas Regency, South Sumatra Province with the main focus being to find out the management of mosque finances carried out by the mosque's administrators. The approach used in this research is qualitative research. The results of this study indicate that the concept of transparency has been used by the takmir of the Nur Al-Iman Musi Rawas Mosque through the separation of the allocation of funds by separating the infaq box. In addition, the mosque takmir has also used the concept of accountability. The embodiment of the concept of accountability is applied by the manager or takmir of the Nur Al-Iman Mosque, Musi Rawas Regency, both for the financial and non-financial dimensions, all of which are disclosed in reports regularly and in real-time for a certain period, namely weekly, monthly, and yearly

    POTENSI DAN KENDALA PENGEMBANGAN WISATA SYARIAH PADA OBJEK WISATA PULAU KUMAYAN

    No full text
    This research aims to find out the potential for sharia tourism development on the Kumayan Island tourist attraction and what are the obstacles to development on the Kumayan Island tourist attraction. This research uses qualitative methods based on the philosophy of postpositivism. With data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. The primary data in this research are managers and visitors at the Kumayan Island tourist attraction. The research results state that Kumayan Island has great potential to be developed as a sharia tourism destination, considering its unspoiled natural beauty and local wisdom of the local community. The development of the Kumayan Island tourist attraction faces several main obstacles, such as limited infrastructure, inadequate accessibility, and limited human resources trained in the tourism industry

    PREFERENSI PENGURUS KOPERASI KONVENSIONAL TERHADAP KOPERASI SYARIAH DI PROVINSI BENGKULU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dukungan regulasi, promosi, informasi, tingkat bagi hasil, religiusitas, image dan prospek peluang pasar berpengaruh terhadap preferensi pengurus koperasi konvensional untuk beralih ke koperasi Syariah di Provinsi Bengkulu sebagai populasi dan sampelnya. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuisioner pada kegiatan pelatihan yang diadakakan oleh Lembaga koperasi Provinsi Bengkulu. Penelitian ini menggunakan regresi linier berganda dengan uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan regulasi, promosi, informasi dan tingkat bagi hasil tidak berpengaruh signifikan terhadap preferensi pengurus koperasi untuk beralih ke koperasi syariah. Sementara religiusitas, image dan prospek peluang pasar berpengaruh signifikan terhadap preferensi pengurus koperasi untuk beralih ke koperasi syariah. Jumlah penduduk di Provinsi Bengkulu yang menganut agama Islam ada sebanyak 97.67%, tetapi jumlah keberadaan koperasi Syariah hanya 0.042%. Idealnya koperasi syariah lebih banyak dibandingkan koperasi konvensional. Kenyataannya koperasi syariah masih sangat sedikit dibandingkan koperasi konvensional. Oleh karena itu, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengurus koperasi syariah dapat menggunakan artikel ini sebagai acuan dalam menerapkan prinsip-prinsip Islam dalam menjalankan kehidupan perekonomian. Kata kunci: Preferensi, Koperasi Konvensional, Koperasi Syaria
    corecore