6,091 research outputs found
O & L Jurutera Perunding Sdn. Bhd. / Nur Hidayah Hamim
Industrial training is an important phase of a student life. A well planned, properly executed and evaluated industrial training helps a lot in developing a professional attitude. It develop an awareness of industrial approach to problem solving, based on a broad understanding of process and mode of operation of organization. The aim and motivation of this industrial training is to receive discipline, skills, teamwork and technical knowledge through a proper training environment, which will help me, as a student in the field of Civil Engineering, to develop a responsiveness of the self-disciplinary nature of problem in engineering.
It is also a program for student to learn, gain knowledge and understand about engineering problem in the real situation instead of learning in the classroom. Industrial training consists of an exchange of services for experience between the student and organization in a short term. Tendency for engineer to share their knowledge is higher due to produce a potential new engineer
MOTIF SOSIAL JAMA'AH PENGAJIAN, DZIKIR DAN ISTIGHOTSAH "ISTAWA" BERSAMA KH. NUR HAMIM ADLAN
Pengajian, dzikir dan istighosah “ISTAWA” merupakan acara pengajian yang sangat unik . Berbeda dengan pengajian pada umumnya yang hanya diisi dengan tausyiah saja. Dalam pengajian ini lebih menekankan kepada dzikir, sholat-sholat sunnah dan istighotsah yang sifatnya lebih mengkhususkan pada penataan hati. Tausiyah atau ceramah yang lebih sedikit yang intinya tertuju penuh untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta Allah SWT. Pengajian ini disebut unik karena jamaahnya yang terdiri dari semua kalangan mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Pakaian yang dikenakan mayoritas menggunakan pakaian putih. Laki-laki menggunakan baju koko dan bawahan sarung. Sedangkan jama‟ah perempuan menggunakan gamis dan rukuh atau mukena. Penelitian ini dilakukan karena untuk menunjukkan berbagai macam motif sosial dari para jama‟ah mengikuti pengajian, dzikir dan istighotsah. Dari sinilah penulis akhirnya mengangkat judul motif sosial jama‟ah pengajian, dzikir dan istighotsah “ISTAWA” bersama KH. Nur Hamim Adlan. Peneltian ini bertujuan untuk (1) mengetahui motif sosial jama‟ah yang hadir dalam pengajian, dzikir dan istighotsah “ISTAWA” (2) faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi motif sosial jama‟ah.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu berdasarkan pada keadaan di lapangan yang menjadi lokasi penelitian yaitu di wilayah Kabupaten Klaten dan sekitarnya. Subyek penelitiannya adalah Jama‟ah pengajian, dzikir dan istighotsah “ISTAWA” bersama KH. Nur Hamim Adlan dengan metode pengumpulan data: wawancara, observasi, analisis data dan dokumentasi. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teori Sherif tentang motif sosial yang meliputi tiga macam teori yaitu: motif biogenetis, motif sosiogenetis dan motif theogenetis.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa motif sosial jama‟ah pengajian, dzikir dan istighotsah “ISTAWA” bersama KH. Nur Hamim Adlan yaitu karena adanya berbagai macam motif sosial. Motif-motif itu antara lain motif biogenetis, motis sosiogenetis dan motif theogenetis. Dari motif-motif tersebut yang paling banyak ditemukan dari beberapa subyek penelitian adalah motif theogenetis. Motif theogenetis ini mendominasi karena jama‟ah yang hadir berpendapat bahwa dengan mengikuti acara pengajian, dzikir dan istighotsah adalah salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah SWT. Adapun munculnya motif sosial jama‟ah meliputi beberapa faktor yaitu: faktor motif itu sendiri, sikap, perilaku, kepribadian dan pengalaman. Semua ini dilakukan secara berulang-ulang karena merasa cocok dengan apa yang pernah jama‟ah alami
PERAN BUDAYA MASKULINITAS TERHADAP PERILAKU TAWURAN PADA SISWA SMP N 3 BREBES
PRASETYO, MUHAMMAD NUR HAMIM AZHAR. 2025. Peran Budaya Maskulinitas Terhadap Perilaku Tawuran Pada Siswa SMP N 3 Brebes.Skripsi. Bimbingan Konseling. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Pancasakti Tegal.
Pembimbing I : Mulyani, M.Pd
Pembimbing II : Dr. Suriswo, M.Pd
Kata Kunci: Budaya Maskulinitas, Perilaku Tawuran
Budaya maskulinitas merujuk pada sekumpulan nilai, norma, dan perilaku yang dianggap sebagai ciri khas pria dalam masyarakat tertentu. Perilaku tawuran atau kerusuhan antar kelompok, terutama di kalangan remaja atau pemuda, telah menjadi perhatian banyak pengamat dan peneliti dalam bidang sosiologi, psikologi, dan ilmu sosial lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis budaya maskulinitas mempengaruhi cara siswa memandang kekerasan atau tawuran dan sejauh mana budaya maskulinitas berperan dalam mendorong keterlibatan siswa dalam perilaku tawuran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif fenomenologi dengan mengumpulkan data dari tiga sumber yaitu dari siswa, guru, dan orangtua. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi, dianalisis dengan analisis kualitatif meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter yang melibatkan nilai-nilai agama, komunikasi yang baik, dan rasa tanggung jawab sangat penting dalam mencegah kekerasan dan tawuran di kalangan siswa. Melalui pembelajaran nilai-nilai moral dan sosial, siswa dapat dibimbing untuk mengelola emosi mereka, menghindari tindakan kekerasan, dan menyelesaikan konflik dengan cara yang lebih konstruktif dan damai. Ini menekankan pentingnya peran pendidikan karakter dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman. Maskulinitas seharusnya tidak hanya dilihat dari segi kekuatan fisik, tetapi juga dari aspek mental dan moral yang mencakup keberanian, tanggung jawab, dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah tanpa kekerasan. Pembelajaran tentang maskulinitas yang positif dan inklusif dapat membantu siswa untuk berkembang menjadi individu yang lebih bijaksana dan mampu mengelola konflik tanpa melibatkan kekerasan. Peran orang tua dalam memberikan nasihat dan bimbingan, serta peran sekolah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendidik siswa untuk menyelesaikan konflik secara damai, merupakan faktor kunci dalam pembentukan pribadi siswa yang baik. Kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat penting untuk membentuk karakter siswa yang mengutamakan kedamaian dan menghindari kekerasan
Psikologi dan bahasa
Pertemuan psikologi dan Bahasa menarik untuk dikupas, dalam buku yang terbagi menjadi tiga bagian ini, akan membahas pertemuan kedua disiplin ilmu tersebut. Bagian pertama menjelaskan pemetaan filosofis yang melatarbelakangi ragam linguistik dalam psikologi dan antropologi yang meliputi bahasa, pikiran, dan tindakan perilakunya. Para penulis menekankan kesinambungan antara investigasi masa lalu dan sekarang, dan menempatkan prediksi karya genesis dalam perspektif sejarah antara bahasa dan psikologi. Bagian kedua terdiri dari tiga bab yang membahas ragam metode sebagai pendekatan dalam kefasihan verbal dan penilaian dalam berbicara. Kedua sudut pandang fenomenologis, eksperimental, dan teoritis ikut disertakan. Bagian terakhir berisi empat bab yang membahas bahasa dalam lingkungan sosial. Korelasi linguistik perbedaan sosial, baik pada individu maupun kelompok, dibagian ini dianalisis melalui pendekatan psikologis dan bahasa serta kontribusi keduanya sebagai wujud bahasa dalam pengalaman-pengalaman individu maupun kelompok
The implementation of fire safety management at Heritage Museums, Georgetown, Penang / Nur Amirah Adilah Hamim and Lilawati Ab Wahab
Heritage museums are known as being over 50 years old and designed with distinct architectural features of their period. Fire threatens all structures and its impact can be devastating not only for human beings but also especially for heritage museums in economic terms. The loss of property that forms part of an irreplaceable cultural resource where architectural and historical integrity can quickly vanish when there is inappropriate protection from fire. The required and responsive implementation of fire safety management should be considered as part of the long-term preservation strategic plan for any heritage museum. The aim of this research is to investigate the most current fire safety management activity at the George Town, Penang Heritage Museum. The objective is to analyse the current implementation of fire safety management at heritage museums in George Town, Penang. In the chosen heritage museums, the data was collected through observations, literature review and interview methods. The finding found a better fire safety protection by providing the best result of fire safety management. From the survey, the heritage museums show a better understanding in fire safety management
Regresi terboboti geografis dengan fungsi pembobot kernel gaussian dan kernel bisquare pada angka harapan hidup (Studi kasus: angka harapan hidup Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur)
Angka Harapan Hidup (AHH) merupakan salah satu indikator yang mencerminkan derajat kesehatan sebagai acuan dalam perencanaan program-program kesehatan di suatu wilayah. Pencapaian AHH untuk masing-masing wilayah sangat bergantung pada potensi dan upaya pemerintah wilayah setempat melalui program-program peningkatan derajat kesehatan. Dalam penerapannya, potensi dan upaya peningkatan AHH yang dilakukan oleh pemerintah suatu wilayah dapat dipengaruhi oleh wilayah yang berdekatan di sekitarnya. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan potensi di suatu wilayah yang mendorong terjadinya kerjasama antar wilayah dalam melaksanakan program-program peningkatan derajat kesehatan. Keterkaitan akibat faktor lokasi antara suatu wilayah dengan wilayah di sekitarnya, diduga akan memberikan efek keragaman spasial terhadap pencapaian AHH di suatu wilayah. Hal ini akan menyebabkan pemodelan AHH menggunakan metode regresi klasik menjadi kurang tepat akibat asumsi kehomogenan ragam yang tidak terpenuhi. Hal tersebut dapat diatasi dengan pemodelan Regresi Terboboti Geografis (RTG). Regresi Terboboti Geografis (RTG) merupakan pengembangan dari model regresi klasik menjadi model regresi terboboti yang bersifat lokal. Dalam analisis RTG, pemilihan fungsi pembobot merupakan salah satu penentu hasil analisis. Hasil analisis RTG pada AHH di Provinsi Jawa Timur tahun 2010, baik menggunakan fungsi pembobot kernel gaussian maupun fungsi pembobot kernel bisquare dapat menjelaskan keragaman lebih besar dibandingkan regresi klasik dan model RTG lebih efektif dalam menjelaskan hubungan antara AHH dengan peubah penjelasnya yaitu, jumlah penduduk miskin (X1), jumlah fasilitas kesehatan (X2), persentase penduduk yang memiliki fasilitas MCK (X3), persentase keluhan kesehatan (X4), dan persentase balita yang diimunisasi (X5). Model RTG dengan fungsi pembobot kernel bisquare memiliki nilai R2 dan nilai AIC yang lebih baik dibandingkan model RTG dengan fungsi pembobot kernel gaussian. Selain itu, keragaman spasial yang ada pada AHH kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur juga lebih terlihat pada peta keragaman hasil pemodelan RTG dengan fungsi pembobot kernel bisquare. Model RTG dengan fungsi pembobot kernel bisquare menghasilkan enam kelompok wilayah dengan pola peubah penjelas yang sama dalam mempengaruhi AHH. Berdasarkan model RTG dengan fungsi pembobot kernel bisquare, diketahui terdapat satu peubah penjelas yang berpengaruh terhadap AHH di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur yaitu, peubah persentase balita yang diimunisasi (X5)
Digitale Editionsformen. Zum Umgang mit der Überlieferung unter den Bedingungen des Medienwandels. Teil 1: Das typografische Erbe.[Preprint-Fassung]
Digitale Editionsformen müssen auf dem Methodenstand der gedruckten Editionen aufbauen. Hier sind der Lachmannsche Ansatz der Textrekonstruktion und die Verfahren der historisch-kritischen Ausgabe im Laufe der Zeit zwar dominant geworden, aber nicht alternativlos geblieben. Die Kritik an diesen Methoden ist so alt wie diese selbst, und viele andere Schulen haben sich neben ihnen etabliert. Die verschiedenen Ansätze lassen sich als Produkt ihrer Zeit und als Funktion bestimmter theoretischer Grundbegriffe und Grundannahmen beschreiben. Vor allem aber sind sie nicht nur historisch und theoretisch, sondern immer auch "technisch relativ", weil Typografie und Druckkultur unsere Theorien vom Text und unsere Methoden der Edition beeinflussen. Ein Verständnis dieser Abhängigkeit unserer scheinbar "natürlichen" Editionsvorstellungen von einer bestimmten Technik ist ein wichtiger Ausgangspunkt für die Entwicklung neuer Editionsformen
Peace Shang / Hanif Hamim ... [et al.]
Peace Shang is located in Lot 12, Jalan Klebang Besar, 75200 Melaka that allows the entire family to have their cravings satisfied in one convenient location. Peace Shang that serves healthy banana yogurt sticks with variety of toppings, accepts appointments as well as walk ins. Peace Shang is able to serve the entire family in one quick, convenient visit.
While we have competitors against us which is Coconut Shake Pantai Klebang will excel due to its attention to detail regarding customer service. Through unheralded customer attention, Peace Shang will slowly but surely gain market share as it services the entire family, creating long-term relationships.
People across Malaysia have decided to try our new product when they want to fulfill their cravings, for example to have their dessert through different ways of presentation. Peace Shang has foreseen this opportunity to provide the healthiest quality of banana yogurt sticks and presentation to all people.
We, Peace Shang saw the oppprtunity that this business has the potential of success provided that it is handled efficiently. .The people have always needed to try healthy desserts being made into unique ways which they, have never thought of doing. Peace Shang sees this as a way to prosper in Chismarket, by taking advantage of all these people's need
Akademik prompting: Penggunaan AI sebagai instrumen efisiensi pelaksanaan tugas guru di madrasah (sertifikat hak cipta)
Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan efisiensi pelaksanaan tugas guru di Madrasah Diniah Gunung Pandak melalui penguatan keterampilan akademik prompting meggunakan kecerdasan buatan yang berlandaskan nilai pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah Metode PAR, yaitu penelitian pengabdian dengan tindakan partisipatif melalui tahapan pemetaan kebutuhan, pendalaman konteks, perancangan modul dan skenario pelatihan, pelaksanaan dua kali pelatihan tatap muka disertai praktik menyusun perintah untuk sistem kecerdasan buatan, serta refleksi bersama mengenai dampak dan keberlanjutan program. Kegiatan menghasilkan modul optimalisasi prompting untuk guru madrasah, contoh perangkat pembelajaran dan penilaian berbantuan kecerdasan buatan, serta terbentuknya komunitas awal guru yang saling berbagi praktik dan saling mengoreksi konten. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman konsep, kepercayaan diri, dan kerapian dokumentasi pembelajaran, meskipun masih terdapat keterbatasan sarana dan kebutuhan kebijakan kelembagaan. Disimpulkan bahwa kombinasi penelitian tindakan partisipatif dan modul kontekstual mampu menjadi katalis perubahan praktik pembelajaran yang lebih efisien, etis, dan berkelanjutan di lingkungan madrasah
- …
