10 research outputs found

    Gaya Pemerintahan Sultan Abdul Hamid II pada Masa Turki Usmani

    No full text
    The history of the Ottoman Empire is one of the longest among other kingdoms. The Ottoman Empire was led by several Sultans, one of the most famous being Sultan Abdul Hamid II. His distinctive style of government and not wanting any interference from the West made him different from previous rulers. This study aims to examine more deeply the style of government of Sultan Abdul Hamid II, starting from the initial repeal, the efforts made, until the end of his reign by the Young Turk Movement. The research method used in this article is a qualitative method with literature study techniques. The results showed that the typical style of government of Sultan Hamid II was more or less influenced by his views on western nations who wanted to dominate the Ottoman Empire during the reign of his father and uncle. So that Sultan Abdul Hamid II has his own thoughts about government. Various efforts were made to maintain its power by facing various rebellions and improving education in an effort to prepare generations loyal to the kingdom. However, this effort actually became the trigger for the Turkish movement to overthrow his rule. Keywodrs: Government, Otoman Empite, Sultan Abdul Hamid IISejarah kerajaan Turki Usmani merupakan salah satu yang paling panjang diantara kerajaan-kerajaan lain. Kerajaan Turki Usmani dipimpin oleh beberapa Sultan, salah satu yang terkenal adalah Sultan Abdul Hamid II. Gaya pemerintahannya yang khas dan tidak ingin ada campur tangan orang barat membuatnya berbeda dari penguasa-penguasa sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam tentang gaya pemerintahan dari Sultan Abdul Hamid II, mulai dari awal pengangkatan, usaha-usaha yang dilakukan, sampai pada saat dijatuhkan pemerintahannya oleh Gerakan Turki Muda. Metode penelitian yang dipakai dalam artikel ini adalah Metode Kualitatif dengan teknik studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya pemerintahan Sultan Hamid II yang khas tersebut sedikit besar dipengaruhi oleh pandangannya terhadap bangsa barat yang ingin menguasai Turki Usmani pada masa kekuasaan ayah dan pamannya. Sehingga Sultan Abdul Hamid II punya pemikiran sendiri mengenai pemerintahan. Berbagai usaha dilakukan untuk mempertahankan kekuasaannya dengan menghadapi berbagai pemberontakan serta meningkatkan pendidikan sebagai usaha untuk mempersiapkan generasi yang setia pada kerajaan. Namun usaha tersebut justru menjadi pemicu gerakan Turki untuk menggulingkan kekuasaannya. Kata Kunci: Pemerintahan, Turki Usmani, Sultan Abdul Hamid I

    PENGARUH INDEPENDENSI, MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE DAN KUALITAS AUDIT TERHADAP INTEGRITAS LAPORAN KEUANGAN (Studi Empiris Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2011 – 2015)

    Full text link
    This research aimed to empirically analyze the effect of independence, corporate governance mechanisms (stock institutional ownership percentage, the percentage of stock ownership management, audit committees, independent directors) and quality audit of the integrity of financial report. The population in this research are all manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) over the period 2011-2015. The sample used in this research are 39 companies to obtain a sample of 195 observation data using purposive sampling. The conclusion is there is no significant effect between independence, percentage of institutional stock ownership, percentage of stock ownership management, audit committee, independent commissioner on the integrity of financial report and significant effect on the integrity of the quality audit of financial report.This research aimed to empirically analyze the effect of independence, corporate governance mechanisms (stock institutional ownership percentage, the percentage of stock ownership management, audit committees, independent directors) and quality audit of the integrity of financial report. The population in this research are all manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) over the period 2011-2015. The sample used in this research are 39 companies to obtain a sample of 195 observation data using purposive sampling. The conclusion is there is no significant effect between independence, percentage of institutional stock ownership, percentage of stock ownership management, audit committee, independent commissioner on the integrity of financial report and significant effect on the integrity of the quality audit of financial report

    STUDENT SATISFACTION, LOYALTY, AND MOTIVATION AS OBSERVED FROM THE SERVICE QUALITY

    Full text link
    This study seeks to analyze the effect of service quality on satisfaction, the effect of service quality on loyalty, the effect of service quality on motivation, the effect of satisfaction on loyalty, the effect of satisfaction on motivation, and to analyze the mediation of student satisfaction on the effect of service quality on student motivation and loyalty. In this quantitative research, a questionnaire was distributed to 100 fifth-semester students of Administrative Management Academy Yogyakarta. The samples were selected using a purposive sampling technique. The variable measurement used a Likert scale. Data analysis was carried out using Structural Equation Modeling (SEM) with SmartPLS 3 software. The results of the analysis show that service quality affects student satisfaction, student loyalty, and student motivation. Student satisfaction affects student loyalty and student motivation. Service quality affects student loyalty and student motivation mediated by student satisfaction

    GEREJA MEMPERSIAPKAN PEMUDA MELALUI MENTORING DI GBI ASIA AFRIKA BANDUNG

    Full text link
    Abstract   With the progress of the changing times, making all things in this world experience significant changes, even the church did not escape from these challenges. But the most striking problem in the end times is the lack of the church to prepare the younger generation or youth for the future. Because the younger generation is the future of the church. The church forgetting the younger generation is the same as forgetting the future of the church itself. Therefore, the author here is interested in further researching how the church prepares itself for the future by mentoring youth so that the church has a bright future and is maintained according to God's will? And what the author has researched, is practiced in the Bethel Church of Indonesia Asia Africa (Kalam Hidup) Bandung to prove whether youth mentoring can answer previous questions at GBI Asia Afrika (Kalam Hidup) Bandung?Abstrak   Dengan adanya kemajuan jaman yang berubah demikian majunya, membuat semua hal di dunia ini mengalami perubahan signifikan, gereja sekalipun tidak luput dari tantangan tersebut. Tapi masalah mencolok yang terberat di akhir jaman ini adalah kurangnya gereja mempersiapkan generasi muda atau pemuda untuk menghadapi masa depan. Karena generasi muda adalah masa depan gereja. Gereja melupakan generasi muda sama dengan melupakan masa depan gereja itu sendiri. Oleh sebab itu penulis disini tertarik untuk meneliti lebih jauh tentang bagaimana gereja mempersiapkan diri buat masa yang akan datang dengan mementori pemuda maka gereja mempunyai masa depan yang cerah dan terjaga sesuai kehendak Tuhan ? Dan apa yang diteliti penulis, dipraktekan di dalam Gereja Bethel Indonesia Asia Afrika (Kalam Hidup) Bandung untuk membuktikan, apakah dengan mentoring pemuda bisa menjawab pertanyaan sebelumnya di GBI Asia Afrika (Kalam Hidup) Bandung ?                 &nbsp

    Perancangan In Store Media sebagai Media Promosi Couple Distro.

    No full text
    ABSTRAKKusumasari, Ayu, Adita. 2009. Perancangan In Store Mediasebagai Media Promosi Couple Distro. Skripsi. ProgramStudi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni danDesain, Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Drs. Sugiyono Ardjaka, M.Sc. (II) Drs.Sumarwahyudi, M.Sn.Kata Kunci: Perancangan, In Store Media, PromosiBisnis fashion saat ini mengalami perkembangan yangsangat pehhsat. Hal ini ditandai dengan banyaknya produkprodukfashion yang inovatif dan berkualitas serta memilikiberbagai penganut fashion yang setia. Saat ini fungsipakaian tidak hanya untuk menutup dan melindungi tubuhnamun sebagai cerminan kepribadian, gaya hidup dan statussosial. Kata “distro” merupakan singkatan dari distributionoutlet atau distribution store yang menjual berbagai macamproduk fashion dari clothing company lokal yang belummemiliki outlet sendiri. Couple Distro adalah salah satudistro yang ada di kota Malang tepatnya di Ruko Hamid RusdiKav 3 Malang. Couple Distro termasuk distro baru yangberdiri sejak Agustus 2008. Couple Distro memberikan salahsatu alternatif pilihan bagi kaum muda fashionable di kotaMalang. Couple Distro memiliki konsep berbeda yang cukupmenarik, yaitu distro ini memproduksi dan memasarkan produkfashion dan aksesori khusus bagi yang berpasangan sesuaidengan nama distro dan merek clothing yang dijual di sana,yaitu couple dalam bahasa inggris yang berarti pasangan.Couple Distro sebagai pendatang baru membutuhkan mediakomunikasi visual yang mampu mengkomunikasikan sertamenanamkan image brand Couple Distro terhadap targetaudiens.Tujuan dari perancangan ini adalah menghasilkan mediayang mampu menampilkan serta mengkomunikasikan coupledistro secara kreatif, menarik dan menyeluruh denganmemanfaatkan berbagai media dalam toko (in store) agarmempu tampil semaksimal mungkin dan dapat menanamkan citraCouple Distro dalam benak target audiens.Model perancangan ini adalah perancangan deskriptifdiawali dari penulisan latar belakang, perumusan masalahdan pengidentifikasian tujuan, dilanjutkan denganpengumpulan data yang terdiri dari data perusahaan dan datapemasaran, dengan cara observasi, dokumentasi, danwawancara. Data yang didapat kemudian di analisismenggunakan metode analisis TOWS (Threat, Opportunity,Weakness, Strengh )dan akhirnya menjadi konsep dariperancangan.Perancangan ini secara komprehensif terdiri atas desainhang tag kaus couple, hang tag aksesoris, hanger kauscouple, kartu nama, nota penjualan, packaging box,stuffler, shopping bag, flyer, dispenser flyer, pin, minibanner, x banner, poster in store 1, poster in store 2,katalog in store, seragam store assistant, desain mejakasir, fitting room, window display, interior display, daneksterior display

    Feminisme dalam Sastra Jawa Sebuah Gambaran Dinamika Sosial

    Full text link
    Artikel ini bertujuan membahas feminisme dalam sastra Jawa, salah satu sastra etnis di Indonesia yang masih eksis sampai saat ini. Sebelum kemunculan pengarang perempuan, perempuan dalam sastra Jawa ditulis oleh pengarang laki-laki sehingga mereka dideskripsikan sebagai makhluk tak berdaya dan setia pada pria, bukan sebagai sosok atau figur yang kuat. Baru tahun 1917-an, dengan munculnya pengarang perempuan muda dari Yogya dan Surabaya, persepsi feminisme dalam sastra Jawa berubah. Dalam karya-karyanya, mereka mendemonstrasikan solidaritas terhadap perempuan yang menjadi korban ketidaksetaraan gender. Saat ini, sastra Jawa feminis ditulis baik oleh pengarang perempuan maupun laki-laki. Pengarang perempuan menyuguhkan sebuah konsep feminisme yang mengarah pada kesetaraan gender, sementara pengarang laki- laki berusaha untuk membela perempuan tertindas dengan cara laki-laki&#x0D; &#x0D; Abstract:&#x0D; This article is aimed to discuss feminism in Javanese literature, one of the ethnical literatures in Indonesia which still exist up till now. Prior to the emergence of female authors, women in the Javanese literature had been written by male authors so that they had been described as being submissive and loyal to men instead of an image or figure of strong ones. Not until 1917s, by the emergence of young female authors from Yogya and Surabaya, did the perception of feminism in Javanese literature change. In the works, they have demonstrated solidarity to women who became the victims of gender inequality. At the present time, feminist Javanese literatures are written by either female or male author. Female authors present a feminism concept which leads to gender equality, whereas male authors make an effort to defend oppressed women by manly methods.&#x0D; &#x0D; Keywords: feminist, Javanese literature, gender equality, female authors</jats:p

    Analisis Tantangan dan Solusi Penagihan PBB P2 : Perspektif Petugas Pajak Di Wilayah Kota Yogyakarta

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan serta solusi dalam penagihan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dari perspektif petugas pajak di Kota Yogyakarta. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat kepatuhan wajib pajak serta mengevaluasi efektivitas strategi penagihan yang diterapkan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan teknik triangulasi untuk meningkatkan validitas hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam penagihan PBB-P2 mencakup rendahnya kesadaran wajib pajak, keterbatasan informasi mengenai prosedur pembayaran, serta ketidaksesuaian data objek pajak dengan kondisi di lapangan. Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia dan teknologi dalam pengelolaan pajak daerah juga menjadi kendala dalam optimalisasi penerimaan pajak. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, BPKAD Kota Yogyakarta menerapkan berbagai strategi, seperti peningkatan sosialisasi pajak kepada masyarakat, optimalisasi sistem digital dalam pengelolaan pajak, serta kerja sama dengan berbagai pihak dalam proses penagihan. Inovasi lain yang diterapkan termasuk program jemput bola, pekan panutan PBB-P2, serta pelibatan Kejaksaan Negeri dalam penagihan wajib pajak yang menunggak. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengelolaan pajak daerah, terutama dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak serta efektivitas sistem penagihan PBB-P2 di Kota Yogyakart

    PENGEMBANGAN BERFIKIR KRONOLOGIS SISWA MELALUI MODEL "GARIS WAKTU " DALAM PEMBELAJARAN PIPS -SEJARAH DI SEKOLAH DASAR : STUDI TENTANG KINERJA GURU DALAM PEMBELAJARAN PIPS - SEJARAH KELAS 4 DI SDPN SETIA BUDI

    Full text link
    Wiyanarti, Erlina . 1999.Penzembanzan Berfikir Kronolopis Siswa Melalui Model" Garis Waktu Dalam Pembelajaran PIPS Sejarah Di Sekolah Dasar . Tesis Program Pendidikan llmu Sosial untuk Sekolah Dasar , Program Pascasarjana 1K1P Bandung . Pembimbing (I) Prof Dr. H. S. Hamid Hasan , MA , (II) Prof.Dr.Hj. Rochiati Wiriaatmadja , M.A. Latar belakang dilaksanakan kegiatan penelitian ini adalah adanya tuntutan bagi peningkatan kualitas sumber daya guru sekolah dasar , khususnya dalam bidang studi PIPS- Sejarah , dalam rangka memenuhi tantangan jaman dalamera globalisasi. Guru sebagai salah satu pilar penting di dalam pemberdayaan generasi muda usia SD sudah selayaknya mendapat perhatian khusus jika bangsa Indonesia tidak ingin ditinggalkan oleh bangsa - bangsa Iain di masa datang dimana kualitas suatu bangsa akan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Tuntutan tersebut di atas memiliki kaitan yang erat dengan fungsi guru sebagai agen perubahan bagi perkembangan siswanya serta sekaligus membimbing dan mengantar mereka untuk menjadi manusia utama . Pendidikan IPS - Sejarah pada hakekatnya tidak hanya memberi peluang kepada siswa untuk mengambangkan memori , tetapi juga ketrampilan berfikir . Belajar Sejarah merupakan wahana pendidikan bagi siswa agar mampu menemukan jati diri pribadi , masyarakat dan bangsanya secara kritis. Melalui belajar sejarah pula mereka dibimbing untuk menyadari fungsinya dalam masyarakat dan akhimya diharapkan menjadi manusia yangmaudan biasa melakukan aktivitas yang bermanfaat di dalam kehidupan sehari - hari serta berpartisipasidi dalam membangun masyarakatyangdemikratis. Mengkaji pentingnya pengembangan kemampuan berfikir siswa maka fbkus utama paielitian ini adalah kinerja guru dalam pengembangan kemampuan berfikir kronologis siswa. Kemampuan tersebut bisa dicapai melalui pemilihan model pembelajaran yang tepat. Dengan berbagai pertimbangan baik psikologis , akademis dan teknis maka model yang dipilih dalam kesempatan ini adalah " Garis - waktu ". Garis waktu di dalam pembelajaran sejarah dapat membantu siswa dalam memahami konsep - konsep sejarah yang abstrak . Melalui garis waktu siswa bisa di ajak untuk memahami peristiwa - peristiwa penting di masa lampau dalam urutan waktu yang benar dan logis. Tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah ( a) menguji efektivitas model garis waktu sebagai wahana pembelajaran untuk menarik perhatian dan minat serta pengembangan kualitas berfikir kronologis siswa , (b) menemukan pola model garis waktu yang tepat dan sesuai untuk pengembangan dan peningkatan kualitas berfikir tersebut , ( c) mengembangkan strategi berfikir kesejarahan siswa kelas 4 sehingga terjadi perubahan berfikirdan bersikap kearah yang lebih baik dan yang paling utama adalah ( d) meningkatkan dan mengembangkan kemampuan profesional dan kreativitas serta aktivitas guru sekolah dasar dalam menjalankan tugaspengajaran . Metodologi yang dipergunakan adalah peneUtian tindakan kelas . Bentukpenehtian ini adalah model siklus yang dilakukan tidak hanya sekali . Prosedur penelitian mengacu kepada model Elliot dimana pada setiap siklus berisi empat kegiatan pokok yaitu perencanaan , pelaksanaan tindakan , pengamatan tindakan dan refleksi . Temuan dari kegiatan penelitian ini adalah bahwa : 1) Model garis waktu dapat meningkatkan minat dan perhatian siswa dalam pembelajaran , 2) Model garis waktu dapat digunakan secar efektif sebagai wahana pengembangan kemampuan berfikir kronologis, 3) Guru dapat mengoptimalisasi model garis - waktu untuk wahana pengembangan kemampuan berfikir kronologis siswa , dan 4) Perlu waktu yang cukup bagi guru untuk menginternalisasikan dan mengsosialisasikan konsep dan visualisasi garis waktu dalam proses pembelajaran di kelas . Rekomendasi yang dapat disampaikan adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PIPS - Sejarah dilihat dari aspek pengembangan model pembelajaran maka diperlukan pendekatan yang menyeluruh dan berkesinambungan dalam perspektif siswa sebagai manusia seutuhnya yang meliputi perkembangan berfikir dan berperilaku Pengembangan model pembelajaran di masa datang seyogyanya dilakukan dalam keseimbangan orientasi antara tujuan dan proses belajar

    ECO URBAN DESIGN Potensi dan Tantangan Perencanaan Kota-kota Indonesia Di Masa Mendatang

    Full text link
    Untuk memenuhi kebutuhan perumahan pemerintah terus mendorong pemilikan rumah khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah. Secara teoritis pemilikan rumah diyakini memberikan banyak manfaat baik secara sosial, ekonomi maupun lingkungan. Pemilikan rumah membantu menstabilkan lingkungan ketetanggaan (neighborhood) dan memperkuat komunitas. Strategi ini juga menciptakan insentif bagi lingkungan dan individu yang penting untuk memelihara dan memperbaiki properti pribadi dan ruang publik. Namun pemilikan rumah ternyata tidak otomatis menghadirkan manfaat- manfaat program tersebut. Orientasi pengembangan rumah menengah ke bawah pada pencapaian target secara kuantitas daripada kualitas tampaknya ikut mempengaruhi kontribusi lingkungan perumahannya terhadap kualitas lingkungan perkotaan. Dalam beberapa penelitian tingkat kepuasan terhadap kondisi lingkungan perumahan telah dijadikan indikator kualitas lingkungan. Rendahnya tingkat kepuasan tersebut jelas akan mempengaruhi pemanfaatan rumah-rumah milik keluarga menengah ke bawah. Banyaknya rumah yang dibiarkan kosong oleh pemiliknya tidak terlepas dari kualitas lingkungan perumahan yang dikembangkan. Fenomena permumahan kosong ini menjadi persoalan besar karena tujuan pemilikan rumah untuk menciptakan lingkungan hidup perkotaan yang sehat baik secara ekologis, ekonomi maupun sosial kurang tercapai. Salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap terciptanya lingkungan yang berkualitas adalah tersedianya prasarana dan utilitas lingkungan yang memadai untuk mendukung kegiatan produktif keluarga. Paper ini bermaksud mengungkapkan karakteristik kualitas lingkungan perumahan sederhana bagi masyarakat menengah ke bawah. Dari analisis tingkat mikro terhadap data kuesioner yang dikumpulkan pada beberapa sampel perumahan menengah ke bawah di kota Bekasi diharapkan akan dapat diungkapkan tingkat kepuasannya terhadap kondisi lingkungan perumahannya. Melalui identifikasi permasalahan tersebut diharapkan dapat diturunkan strategi-strategi yang sesuai untuk meningkatkan kualitas lingkungan di perkotaan melalui pelibatan masyarakat khususnya pada perumahan menengah ke bawah
    corecore