1,582 research outputs found
Pioneers of Library Movement in Pakistan
The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders
Laporan Bengkel Perancangan Strategik UiTMCPP 2024 / Muhammad Aiman Abdul Halim and Dr. Nor Haslinda Hassan
Pada 4 hingga 6 Mac 2024, Dr. Norhaslinda Hassan selaku Ketua Pusat Pengajian dan En. Muhammad Aiman Abdul Halim selaku AJK Unit Strategik Transformasi Universiti dari Akademi Pengajian Bahasa (APB) UiTMCPP telah menghadiri Bengkel Perancangan Strategik UiTMCPP 2024 yang bertempat di ILD Kg. Gajah, Perak. Bengkel ini merupakan aktiviti tahunan dalam usaha untuk menyusun arah tuju dan inisiatif UiTMCPP dalam memenuhi indeks pencapaian prestasi (KPI) yang diberikan. Sesi pada hari pertama memberi fokus pada pembentangan indeks pencapaian prestasi bagi tahun lalu. APB UiTMCPP telah mencapai pencapaian yang membanggakan apabila disenaraikan sebagai jabatan paling cemerlang di peringkat UiTMCPP untuk tahun 2023, dengan peratus indeks pencapaian prestasi sebanyak 87.8%. Kejayaan ini bukanlah sesuatu yang mudah, namun ia adalah hasil dari kerjasama, komitmen dan dedikasi tinggi para pensyarah APB. Semoga APB dapat terus mengekalkan momentum ini untuk tahun 2024 dan seterusnya
Moisture absorption and diffusivity of epoxy filled layered-structure nanocomposite
This paper studies moisture absorption and diffusivity of epoxy reinforced layered structure nanocomposites and its effect on fracture toughness. Two different types of layered fillers employed in the study were clay and graphene platelets, in which both surface layers were unmodified and modified by characterized by swelling analysis and fracture toughness measurement. The outcomes surfactant. The nanocomposites were showed that the moisture absorption and diffusivity decreased with the addition of layered fillers. It was found that the modified graphene platelets and clay outperformed the unmodified layers and neat epoxy in terms of reduction of moisture absorption and diffusivity. The modified graphene platelets reduced the moisture uptake and diffusivity about 30% and 33%, respectively compare to neat epoxy, thus indicates its outstanding performance in barrier applications. However, once the nanocomposites were swelling in the water for 5 days, it is noticed that the fracture toughness of nanocomposites were reduced significantly about 35% in average. Nevertheless, the modified graphene platelets still display the better performance compare to the other samples although there was reduction of fracture toughness
Hello neighbour : formative and summative assessment using Web 2.0 tools workshop in Politeknik Seberang Perai / Muhammad Aiman Abdul Halim and Noor Azli Affendy Lee
Muhammad Yunus, a Bangladeshi Nobel Peace Prize winner had once said: “A university should not be an island where academics attain higher and higher levels of knowledge without sharing any of this knowledge with its neighbours.” Following this notion, three lecturers from UiTM Cawangan Pulau Pinang (UiTMCPP) went to our tertiary education neighbour, Politeknik Seberang Perai on 4th August 2022 to share some of their insights and experiences. Assoc. Prof. Ir. Dr. Zakaria Hussain from Pengajian Kejuruteraan Elektrik (PKE), Mr. Noor Azli Affendy Lee and Mr. Muhammad Aiman Abdul Halim from Akademi Pengajian Bahasa (APB) UiTMCPP were invited by Jabatan Pengajian Am, Politeknik Seberang Perai to conduct a 6-hour hands-on workshop focusing on the application of Web 2.0 tools for assessment in higher education. The workshop was conducted at Language Lab 1, Politeknik Seberang Perai and was attended by around 30 lecturers from Unit Bahasa Inggeris and Unit Pengajian Islam
PEMIKIRAN KH. MUHAMMAD AMIN HALIM TENTANG KESAMAAN AKSES PENDIDIKAN BAGI PEREMPUAN DI PONDOK PESANTREN MU’ALLIMAT BABAKAN CIWARINGIN CIREBON
ABSTRAK
ABDUL ROZAK. NIM. 14166310044. “Pemikiran KH. Muhammad Amin Halim Tentang Kesamaan Akses Pendidikan Bagi Perempuan di Pondok Pesantren Mu’allimat Babakan Ciwaringin Cirebon”
Permasalahan persamaan hak antara laki-laki dan perempuan senantiasa menjadi pembahasan yang menarik terutama dalam konsep pendidikan. Hal inilah yang kemudian melahirkan banyak konsep pemikiran dari para tokoh dan salah satunya adalah KH. Muhammad Amin Halim, seorang ulama yang memiliki komitmen dan konsistensi dalam masalah pendidikan perempuan. Permasalahan yang muncul kemudian yaitu belum dapat diuraikan konsep yang utuh tentang kesamaan akses perempuan dalam pendidikan dalam perspektif K.H. Muhammad Amin Halim, sehingga penulis belum dapat mengidentifikasi secara utuh implementasi konsep yang diterapkan di Pondok Pesantren Mu’allimat Babakan Ciwaringin Cirebon. Berdasarkan pada pemikiran dan latar belakang tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kesamaan akses pendidikan bagi perempuan di Pondok Pesantren Mu’allimat berdasarkan pemikiran KH. Muhammad Amin Halim. Penelitian ini didasarkan pada teori penelitian biografi di mana jenis penelitian yang diambil adalah kualitatif dengan pendekatan field research, di mana sumber data utama yang digunakan adalah keluarga KH. Muhammad Amin Halim. Adapun dalam pengumpulan datanya menggunakan instrumen wawancara dan observasi yang kemudian diolah menggunakan teknik analisis data melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan membuat kesimpulan. Berdasarkan temuan hasil penelitian ini ditemukan beberapa hal yaitu: 1) Pemikiran KH. Muhammad Amin Halim tentang kesamaan akses perempuan dalam pendidikan meliputi kesamaan akses menjadi pendidik dan kesamaan akses mendapatkan pengajaran. 2) Implementasi pemikiran KH. Muhammad Amin Halim di Pondok Pesantren Mu’allimat Babakan Ciwaringin Cirebon terwujudkan dalam bentuk kurikulum kesetaraan gender dan pemenuhan fasilitas serta sarana belajar yang memadai untuk perempuan. 3) Relevansi pemikiran KH. Muhammad Amin Halim dengan pendidikan Islam pada era modern adalah pendidikan Islam yang berkeadilan gender, pemberdayaan perempuan dalam pendidikan Islam dan pendidikan Islam yang berorientasi pada fitrah perempuan. Berdasarkan temuan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa akses perempuan dalam pendidikan di Pondok Pesantren Mu’allimat Babakan Ciwaringin Cirebon memiliki kesamaan dengan akses pendidikan yang diberikan kepada laki-laki.
Kata Kunci: KH. Muhammad Amin Halim, Akses Perempuan dalam Pendidikan
Wira tanah merdeka / Muhammad Aiman Abdul Halim
Rakyat berbilang bangsa agama,
Harungi susah dan senang bersama.
Yang tinggi berpangkat menyumbang kudrat,
Bantu yang melarat tak mengira darjat.
Bergabung kudrat menggagas keringat,
Demi membela hak asasi rakyat.
Menyusur zaman memburu kemajuan,
Arus pemodenan membawa cabaran
Peran Syekh Abdul Halim Khatib dalam Penyebaran Islam di Mandailing Natal, 1906-1991
This article aims to see how the role of Sheikh Abdul Halim Khatib in the
spread of Islam in Mandailing Natal. Sheikh Abdul Halim Khatib is a major
scholar figure who is quite well known in Mandailing Natal and its
surroundings. However, the role of Sheikh Abdul Halim Khatib in developing
the religion of Islam, especially in Purbabaru, the people there participated in
many recitations, and the people there were more active in religion. The
researcher aims to find out the historical process of the entry and
development of Islam in Mandailing Natal, the life of Sheikh Abdul Halim
Khatib and his role in the development of Islam in Mandailing Natal and the
writings of Sheikh Abdul Halim Khatib in spreading Islam in Mandailing. The
research that the author is doing is field research using historical research
methods, and this research was conducted in Purbabaru Village, Lembah Sorik
Marapi District, Mandailing Natal Regency, and the informants in this study
were Musthafawiyah alums who were considered more knowledgeable about
the role of Sheikh Abdul Halim Preacher. Sheikh Abdul Halim Khatib's
relationship with the community is different from that of his teacher, Sheikh
Musthafa Husein because he teaches more in the classroom, such as giving
recitations at home to the community and his students on a scheduled basis,
and Sheikh Abdul Halim Khatib has knowledge in the field of Sufism
Konsep Pendidikan Islam ala Dr. Ali Abdul Halim Mahmud
Imam Ghozali modern pada abad 14 adalah Ali Abdul Halim Mahmud. Pendapat beliau jangan pernah memisahkan antara ilmu agama dan ilmu umum tapi satukan. Penelitian ini menggunakan kualitatif /studi pustaka. konsep pendidikan Islam dalam surat An Nur :30-31 Ala Dr. Ali Abdul Halim Mahmud adalah Sangat berporos pada diri seorang muslim sejati, bagaimana cara berinteraksi, berperilaku, berpakaian (fashion) dan menjaga aurot .Unsur unsur pendidikan antara lain : Pendidik adalah Allah swt dan nabi Muhammad saw. Anak didiknya adalah orang mukmin dan mukminah. bahan pendidikan berisi pendidikan tauhid, pendidikan ibadah dan pendidikan akhlaq. metode pendidikan berisi nasehat nasehat, hukum syari’at, adap dalam islam
Peranan Syekh Abdul Halim Khatib Di Pondok Pesantren Mustafawiyah (1901-1991)
Pondok Pesantren Musthafawiayah merupakan Pesantren tertua dan terbesar di Sumatera yang berdiri pada tahun 1912 oleh Syekh H. Musthafa Husein seorang Ulama karismatik Mandailing Natal. Pesantren ini menjadi lembaga pendidikan favorit masyarakat setempat bahkan, tak sedikit santri\muridnya yang berasal dari luar daerah. Prestasi besar ini tak luput dari peranan Syekh Abdul Halim Khotib yang merupakan pewaris keilmuan Islam yang diwariskan oleh Syekh Musthafa Husein. Hal inipun terbukti dengan sebutan “Tuan Na Poso” yang diberikan kepada Syekh Abdul Halim, sedangkan Syekh Musthafa Husein disebut sebagai “Tuan Na Tobang”. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk: 1. Mengetahui biografi Syekh Abdul Halim Khatib, baik kelahiran, pendidikan, keilmuan, wafat, dan kitab-kitab karangan beliau. 2. Mengetahui peranan-peranan yang dilakukan semasa di Pondok Pesantren Musthafawiyah serta strategi adaptasi perkembangan yang dilakukan oleh Syekh Abdul Halim Khotib sebagai Roisul Mu’allim. Penelitian ini menggunakan metode penelitian historis, yaitu metode yang mempelajari tentang peristiwa atau kejadian dimasa lalu, dengan tujuan untuk membuat rekonstruksi terhadap masa lalu secara sistematis dan objektif dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, dan mensintesiskan bukti-bukti untuk menerjemahkan data, sehingga diperoleh kesimpulan yang benar. Informan dalam penelitian ini adalah keluarga, para guru dan murid Syekh Abdul halim khatib yang berinteraksi langsung dengan beliau. Adapun teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan melalui wawancara dan studi dokumentasi melalui tahapan heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini adalah: 1. Biografi Syekh Abdul Halim Khatib. 2. Peranan Syekh Abdul Halim Khatib di Musthafawiyah, Pertama Peranan beliau sebagai guru, Kedua Peranan beliau sebagai Raisul Mu’alim, Ketiga Kontribusi yang diberikan Syekh Abdul Halim Khatib
Transkrip wawancara bersama seniman veteran Encik Wan Abdul Halim bin Wan Mamat / Muhammad Adam Muqhlis Mohamad Haniff and Muhammad Nazmi Md Radzi
Temubual ini dilakukan bersama jurulatih Seni Silat Gayong Pusaka Negeri Kelantan, iaitu Yang Dipertua Encik Wan Abdul Halim Wan Mamat. Beliau merupakan seorang seniman veteran yang mahir dalam seni pertahanan diri iaitu Silat Gayong Pusaka. Tujuan utama kami memilih Encik Wan Abdul Halim Wan Mamat adalah untuk mengetahui sejarah penubuhan Persatuan Silat Gayong Cawangan Kelantan dan juga sumbangan beliau dalam mengangkat seni Silat Gayong Pusaka di niata dunia. Temubual ini dilaksanakan secara bersemuka di rumah kediaman beliau iaitu di WakafBharu, Kelantan. Tarikh temubual tersebut berlangsung pada 11 Januari 2023, bermula jam 10 pagi sehingga 12 tengah hari. Encik Wan Abdul Halim mempunyai gelanggan silat-nya tersendiri di perkalangan rumahnya, iaitu Pusat Pertubuhan Seni Silat Pusaka Gayong Malaysia Negeri Kelantan. Tambahan, beliau pernah melatih dan membawa atlet-atlet mewakili negara dalam bidang tersebut seperti Sukan Sea Singapura pada tahun 1993, Belgium Open Championship pada tahun 2007, Silat Dunia Jakarta pada 1992 dan lain-lain. Encik Wan Abdul Halim ataupun dikenali sebagai Cikgu Wan, bukan sahaja dikenali oleh masyarakat tempatan di negeri Kelantan bahkan di luar negara juga beliau disanjung atas kehebatan beliau dalam bidang ini
- …
