1,720,975 research outputs found
Nilai-Nilai Pendidikan dalam Élong Ugi Toto Naskah Transliterasi dan Terjemahan Muhammad Salim
ABSTRAK
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini tergolong penelitian analisis konten yakni mengungkap nilai pendidikan yang berhubungan dengan nilai sosial dan nilai moral yang terdapat dalam Élong Ugi Toto. Data dalam penelitian ini adalah data tertulis berupa kutipan-kutipan yang menggambarkan nilai-nilai pendidikan yang terdapat pada Élong Ugi Toto. Sumber data dalam penelitian ini adalah keseluruhan isi dari Élong Ugi Toto pada halaman 20-24 dalam naskah Transliterasi dan Terjemahan ÉLONG UGI (Kajian Naskah Bugis) oleh Salim, dkk. (1989/1990) yang diterbitkan oleh Bagian Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sulawesi Selatan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai pendidikan moral yang terdapat dalam élong ugi toto biu (nasib anak yatim) yaitu nilai kebaikan kemandirian, sedangkan nilai pendidikan sosialnya yaitu matang. Nilai pendidikan moral yang terdapat dalam élong ugi toto peddi (nasib penderitaan) yaitu nilai kebaikan budi pekerti dan nilai pendidikan sosialnya yaitu sopan. Nilai pendidikan moral yang terdapat dalam élong ugi toto maruddani (nasib merindu) yaitu nilai kebaikan akhlak dan nilai pendidikan sosialnya yaitu bertindak bijak
Efektivitas Kewenangan Kantor Pertanahan Kabupaten Gowa dalam Memberikan Kepastian Hukum Terhadap Kepemilikan Hak Atas Tanah
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kantor Petanahan dalam
menjalankan tugas dan kewenangannya tidak Iepas dari Aturan perundang-undangan.
Adapun tugas dan kewenangan kantor petanahan terkait Pelaksanaan kewenangan
kantor pertanahan dalam memberikan kepast ian hukum terhadap kepemilikan hak atas tanah di kabupaten Gowa maka semua persyaratan di Badan Pertanahan nasional Kabupaten Gowa harus terpeuhi dan peraturan yang mengatur tentang kewenangan Kantor Pertanahan Kabupaten Gowa dalam memberikan Kepastian hukurn terhadap kepemilikan hak atas tanah belum efektif.
Adapun faktor-faktor yang mendukung dan kinerja Kantor Pertanahan ialah: Aturan dari Kantor pertanahan tentang tata cara Pendaftaran tanah untuk mendapat sertifikat tanah jelas (terstruktur) b) Profesionalisme Kerja Pet ugas Kantor
Pertanahan. c) Sudah berjalan beberapa program Penunjang Kantor Pertanahan
seperti Prona dan Larasita. Sedangkan Faktor yang menghambat Efektivitas dari
Pelaksanaan kewenangan kantor pertanahan ialah:
Adapun Faktor- faktor yang menghambat Efektivitas dari Pelaksanaan kewenangan
kantor pertanahan ialah: a). Kurangnya sosialisasi Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Gowa b) Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga kerja yang masih sangat kurang dikarenakan tidak berimbangnya jumlah Permohonan yang masuk dengan
jumlah Pegawai yang ada di Kantor Pertanahan Kabupaten Gowa yang hanya
berjumlah 58 orang. (c) Fasilitas yang tidak memadai seperti alat-alat Pengukuran yang masih kurang (d) masih kurangnya bidang tanah yang bersertifikat terdahulu
yang belum terplotting pada peta pendaftaran. e) kurang maksimalnya penyelesaian tugas pengukuran yang mengakibatkan masih tingginya sisa pekerjaan
Pengaruh Manajemen Kas Terhadap Volume Penjualan Saham Pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk
Didalam skripsi yang berjudul “Pengaruh Manajemen Kas TerhadapVolume penjualan Saham pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk.” Penelitimeneliti manajemen kas dan volume penjualannya, serta Laporan keuangannya,penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen kas terhadapvolume penjualan saham pada PT. Indofood Sukses makmur Tbkyang terdaftardi BEI. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan selama empat tahun mulai dari periode 2006-2009. Teknik analisis datayang digunakan adalah teknik analisis keuangan dan analisis regresi sederhanadengan menggunakan program SPSS Versi 14.0. Persamaan regresi hasilpenelitianyang diperolehyaitu:Y= 7,053+ 4,515 Xkemudian diuji dengan uji t.
Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa secara statistik manajemen kasberpengaruh terhadap volume penjualan saham perusahaan. Berdasarkanpengujian hipotesis yang menggunakan uji t, diperoleh nilai thitungsebesar4,797sedangkan nilai ttabel lebih besar daripada ttabe l4,30.Jika dibandingkan thitung xi dengan ttabel (4,797 > 4,30) dengan probabilitas 0,000< 0,05;dengan demikian H0ditolak dan Haditerima, yang berarti bahwa manajemen kasberpengaruh positif signifikanterhadap volume penjualan sahamperusahaan.
Kata kunci: Economic Order Quantity, Volume penjualan saham, Pasar Modal
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERCERITA DALAM BAHASA BUGIS MELALUI MEDIA GAMBAR PADA KELAS VII 2 SMP NEGERI 1 PAREPARE
ABSTRAK
Halijah, 2016. “Peningkatan Keterampilan Bercerita dalam Bahasa Bugis melalui Media Gambar Siswa Kelas VII 2 SMP Negeri 1 Parepare”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar, (Dibimbing oleh H.Akmal Hamsa dan Syamsudduha)
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan bercerita dalam bahasa Bugis menggunakan media gambar pada siswa Kelas VII 2 SMP Negeri 1 Parepare. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VII 2 SMP Negeri 1 Parepare semester genap tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 36 siswa yang terdiri atas 21 laki-laki dan 15 perempuan. Prosedur penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan proses pembelajaran. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan bercerita dalam bahasa Bugis melalui media gambar siswa Kelas VII 2 SMP Negeri 1 Parepare yang ditandai dengan: (1) meningkatnya aktivitas guru dan siswa pada proses pembelajaran melalui media gambar dari baik menjadi sangat baik, perilaku guru menggunakan media gambar dalam pembelajaran dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sehingga berdampak positif terhadap aktifitas siswa. Aktifitas atau perilaku siswa selama belajar menggunakan media gambar mengalami perubahan dan peningkatan, siswa yang tadinya tidak aktif berubah menjadi aktif. (2) pada siklus I nilai rata-rata siswa secara klasikal sebesar 59,5 nilai tersebut belum mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan karena perolehan nilai siswa belum mencapai taraf keberhasilan 70 atau kategori baik secara klasikal. Pada siklus II keterampilan bercerita dalam bahasa Bugis melalui media gambar siswa kelas VII 2 mengalami peningkatan dengan perolehan nilai rerata 73,5 dan telah mencapai taraf keberhasilan sehingga tidak dilanjutkan pada siklus berikutnya.
Sehubungan dengan penelitian ini, saran yang diajukan peneliti sebagai berikut: (1) guru bahasa daerah hendaknya lebih kreatif dengan menggunakan media yang bervariasi diantaranya media gambar dalam pengajaran bahasa, (2) pihak sekolah kiranya dapat bekerja sama dalam melakukan pembenahan bahan, media dan alat-alat yang dapat menunjang penggunaan metode-metode yang akan dilaksanakan dalam hal ini pengajaran bahasa, (3) bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti hal yang serupa, agar lebih menambah wawasan serta keterampilan mengajar untuk membantu mengatasi permasalahan yang akan dihadapi nantinya selaku calon pendidik
“Peningkatan Keterampilan Bercerita dalam Bahasa Bugis melalui Media Gambar Siswa Kelas VII 2 SMP Negeri 1 Parepare”
ABSTRAK
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan bercerita dalam bahasa Bugis menggunakan media gambar pada siswa Kelas VII 2 SMP Negeri 1 Parepare. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VII 2 SMP Negeri 1 Parepare semester genap tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 36 siswa yang terdiri atas 21 laki-laki dan 15 perempuan. Prosedur penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan proses pembelajaran. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan bercerita dalam bahasa Bugis melalui media gambar siswa Kelas VII 2 SMP Negeri 1 Parepare yang ditandai dengan: (1) meningkatnya aktivitas guru dan siswa pada proses pembelajaran melalui media gambar dari baik menjadi sangat baik, perilaku guru menggunakan media gambar dalam pembelajaran dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sehingga berdampak positif terhadap aktifitas siswa. Aktifitas atau perilaku siswa selama belajar menggunakan media gambar mengalami perubahan dan peningkatan, siswa yang tadinya tidak aktif berubah menjadi aktif. (2) pada siklus I nilai rata-rata siswa secara klasikal sebesar 59,5 nilai tersebut belum mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan karena perolehan nilai siswa belum mencapai taraf keberhasilan 70 atau kategori baik secara klasikal. Pada siklus II keterampilan bercerita dalam bahasa Bugis melalui media gambar siswa kelas VII 2 mengalami peningkatan dengan perolehan nilai rerata 73,5 dan telah mencapai taraf keberhasilan sehingga tidak dilanjutkan pada siklus berikutnya.
Sehubungan dengan penelitian ini, saran yang diajukan peneliti sebagai berikut: (1) guru bahasa daerah hendaknya lebih kreatif dengan menggunakan media yang bervariasi diantaranya media gambar dalam pengajaran bahasa, (2) pihak sekolah kiranya dapat bekerja sama dalam melakukan pembenahan bahan, media dan alat-alat yang dapat menunjang penggunaan metode-metode yang akan dilaksanakan dalam hal ini pengajaran bahasa, (3) bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti hal yang serupa, agar lebih menambah wawasan serta keterampilan mengajar untuk membantu mengatasi permasalahan yang akan dihadapi nantinya selaku calon pendidik
Pengaruh Perilaku SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) Terhadap Deteksi Dini Kanker Payudara Pada Mahasiswa Jurusan Kebidanan Tingkat II Politeknik Kesehatan Kendari
Pengaruh Perilaku SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) Terhadap Deteksi Dini Kanker Payudara Pada Mahasiswa Jurusan Kebidanan Tingkat II Politeknik Kesehatan Kendari
HUBUNGAN PENGETAHUAN PHARMACOVIGILANCE PADA TENAGA KESEHATAN DENGAN SIKAP PENCEGAHAN ADVERSE DRUG REACTIONS (ADR) (Studi Observasional di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang)
Adverse Drug Reactions merupakan efek samping yang tidak diinginkan atau respon yang merugikan dari suatu obat saat pemberian dosis profilaksis, diagnosis dan terapi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan pharmacovigilance pada tenaga kesehatan dengan sikap pencegahan ADR di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang.
Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel 62 responden tenaga kesehatan dengan teknik proportional random sampling di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Pengetahuan pharmacovigilans dinilai dengan menggunakan 10 pertanyaan tertutup (benar, salah) dan sikap pencegahan dinilai dengan 10 pertanyaan dengan penilain skor setuju, netral, tidak setuju, sangat tidak setuju yang telah di uji validitas dan reabilitas. Data diolah dengan menggunakan uji Fisher’s Exact Test karena tidak memenuhi syarat uji chi-square.
Hasil penelitian menunjukkan 45 responden (72,6%) pengetahuan baik dan 46 responden (74%) sikap yang baik, didapat hubungan bermakna dengan nilai p-value 0.001 untuk tenaga kesehatan di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang dengan nilai PR 9,286 menunjukan hasil bahwa pengetahuan tenaga kesehatan mempunyai resiko 9,286 kali sikap pencegahan yang baik dibanding tenaga kesehatan yang cukup.
Kesimpulan yang diambil bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan pharmacovigilans dengan sikap pencegahan ADR di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang.
Kata kunci : Adverse Drug Reaction, tenaga kesehatan, pengetahuan, sika
KUALITAS SOAL UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL MATA PELAJARAN MATEMATIKA TINGKAT SMA BERDASARKAN TEORI TES KLASIK DAN TEORI RESPON BUTIR
Abstract: This research uses quantitative descriptive research with expost facto approach. This study describes the quality of problems based on classical test theory using Microsoft Excel. The purpose of this study is to know the quality of the problem with the classical test theory approach. The indicators analyzed are the level of problem difficulty, differentiation of the problem, and effectiveness of the problem. Technique of collecting data is done by documentation method in the form of problem card, lattice, question sheet and student answer sheet. The results showed that the problem of high school mathematics problems in SMA Bantaeng TP TP. 2017-2018 consisting of 30 items, based on theoretical analysis of classical tests with regard to the level of difficulty item, the ability of different power problems and the effectiveness of the problem, it is concluded that there are 11 items or amounting to 36.67% which has a quality category a good question and 19 items or 63.33% with poor grain quality.
Key Words: Classical Test Theory
Abstrak: Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan expost facto. Penelitian ini mendeskripsikan kualitas soal berdasarkan teori tes klasik dengan menggunakan Microsoft Excel. Tujuan dari penelitian ini salah satunya adalah untuk mengetahui kualitas soal dengan pendekatan teori tes klasik. Indikator yang dianalisis adalah tingkat kesukaran soal, daya beda soal, dan keefektifan pengecoh soal. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi berupa kartu soal, kisi-kisi, lembar soal dan lembar jawaban siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soal USBN mata pelajaran matematika tingkat SMA di Kabupaten Bantaeng TP. 2017-2018 yang terdiri dari 30 butir soal, berdasarkan analisis secara teori tes klasik dengan memperhatikan tingkat kesukaran butir soal, kemampuan daya beda soal dan efektif tidaknya pengecoh soal, maka disimpulkan bahwa terdapat 11 butir soal atau sebesar 36,67% yang memiliki kategori kualitas soal yang baik dan 19 butir soal atau 63,33% dengan kualitas butir soal kurang baik.
Kata Kunci: Teori Tes Klasi
Peningkatan Motivasi, Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Mata Pelajaran Sistem Ekskresi Manusia Kelas XI IPA 1 SMA Negeri 10 Rilau Ale Kabupaten Bulukumba.
ABSTRAK
HALIJAH. Peningkatan Motivasi, Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Mata Pelajaran Sistem Ekskresi Manusia Kelas XI IPA 1 SMA Negeri 10 Rilau Ale Kabupaten Bulukumba. ( Dibimbing oleh Ketua Prof. Dr. H. Syamsul Bachri Thalib, M.Si serta anggota Dr. Andi Mu’Nisa, M. Si). Model pembelajaran tipe Jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif dengan siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 5 – 6 orang secara heterogen dan bekerja sama saling ketergantungan yang positif.
Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar biologi siswa kelas XI IPA 1 melalui penerapan model pembelajaran cooperative tipe Jigsaw di SMA Negeri 10 Bulukumba. (2) Untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar biologi siswa kelas XI IPA 1 melalui penerapan model pembelajaran tipe Jigsaw di SMA Negeri 10 Bulukumba. (3) Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA 1 melalui penerapan model pembelajaran tipe Jigsaw di SMA Negeri 10 Bulukumba. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah Siswa kelas XI IPA 1 yang berjumlah 24 orang. Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun 2013/2014. Instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar observasi angket motivasi siswa belajar biologi, lembar observasi aktivitas siswa belajar biologi dan tes hasil belajar biologi. Tehnik analisis data yang diperoleh dari hasil pengamatan aktivitas, motivasi dan hasil belajar siswa selama mengikuti proses belajar mengajar dianalisis secara kuantitatif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penerapan model kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan motivasi belajar biologi siswa yaitu siklus I 41,66% dan pada siklus II 58,33%, (2) penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan aktivitas belajar biologi siswa yaitu siklus I 51,52% dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 64,02%, (3) penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw siklus I 62,5% dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 87,5%. Begitupun pencapaian criteria ketuntasan minimal (KKM) yang memperlihatkan 100% siswa memperoleh nilai diatas KKM yang ditetapkan yaitu 75.
ABSTRACT
Halijah. 2014. The Enchancement of Motivation, Activity, and Learning Result of Students through the Implementation of Cooperative Model Jigsaw Type on Human Excretion System of Grade XI IPA 1 at SMA 10 Rilau Ale in Bulukumba (Supervised by Syamsul Bachri Thalib and Andi Mu’nisa). The study aims at examining (1) the enhancement of students’ learning motivation in learning Biology of grade XI IPA 1 through the implementation of cooperative learning model of Jigsaw type at SMA Negeri 10 Bulukumba, (2) the enhancement of students’ learning activity in learning Biology of grade XI IPA 1 through the implementation of cooperative learning model of Jigsaw type at SMA Negeri 10 Bulukumba, (3) the enhancement of students’ learning result in learning Biology of grade XI IPA 1 through the implementation of cooperative learning model of Jigsaw sype at SMA Negeri 10 Bulukumba. The study is a classroom action research conducted in two cycles. The subjects of the study were 24 students of grade XI IPA 1. The study was conducted in academic year 2013/2014. The instruments used were observation sheet of students’ motivation in learning Biology, observation sheet of students’ learning activity, and test of learning result. Techniques used in obtaining the data were based on observation result on activity, motivation, and learning result during the teaching learning process. The data were analyzed by employing quantitative in a form of percentage. The result of the study reveal that (1) the implementation of cooperative model of jigsaw type can enchance students’ learning motivation by 41,66% in cycle I and 58,33% in cycle II, (2) the implementation of cooperative model of Jigsaw type can enchance students’ learning activity by 51,52% in cycle I and improve to 64,02% in cycle II, (3) the implementation of cooperative learning of jigsaw type in cycle I is 62,5% and improve to 87,5% in cycle II as well as the achievement of minimal mastery criteria (KKM) which showed 100% students obtained the score above the set of KKM which is 75
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV SD Negeri Paccinang Kecamatan Panakukang Kota Makassar
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui dan menjelaskan penerapan model pembelajaran problem solving dalam pembelajaran IPS pada siswa kelas IV SD Negeri Paccinang Kecamatan Panakukang Kota Makassar, (2) mengetahui dan menjelaskan hasil belajar IPS siswa sebelum dan setelah penerapan model pembelajaran problem solving di kelas IV SD Negeri Paccinang Kecamatan Panakukang Kota Makassar, dan (3) mengetahui dan menjelaskan pengaruh model pembelajaran problem solving dalam pembelajaran IPS terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Paccinang Kecamatan Panakukang Kota Makassar.
Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu (Quasi Experimen) dengan desain penelitian Pretest Posttest Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri Paccinang tahun pelajaran 2017. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling yaitu teknik pengambilan sampel secara sederhana dilakukan secara acak, sehingga kelas IVA sebagai kelas eksperimen (model pembelajaran problem solving) dan kelas IVB sebagai kelas kontrol (pembelajaran ekspositori). Instrument penelitian yang digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa adalah tes objektif yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Pengumpulan data melalui tes hasil belajar dan observasi langsung, dan data dianalisis dengan mengggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Analisis data menggunakan uji statistik Independent Samples T-test dengan program software SPSS 21.0 for Windows.
Hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) penerapan model pembelajaran problem solving terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri Paccinang yang terdiri dari tahap orientasi, identifikasi masalah, alternatif pemecahan masalah, menilai alternatif pemecahan masalah, dan menarik kesimpulan berada pada ketegori baik, (2) hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri Paccinang sebelum diterapkan model pembelajaran problem solving berada pada kategori “sangat rendah” dengan skor rata-rata sebesar 24,06. Sedangkan hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri Paccinang setelah diterapkan model pembelajaran problem solving mengalami peningkatan berada pada kategori “sedang” dengan skor rata-rata sebesar 75,94, dan (3) penerapan model pembelajaran problem solving berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa di kelas IV SD Negeri Paccinang Kecamatan Panakukang Kota Makassar
- …
