16 research outputs found

    KONSEP ADAB GURU DAN MURID DALAM KITAB ADABUL ‘ALIM WAL MUTA’ALLIM KARYA KH. MUHAMMAD HASYIM ASY’ARI DAN RELEVANSINYA PADA JENJANG PENDIDIKAN DASAR

    Full text link
    Andika Duwi Saputra, 2023. The concept of teacher and student etiquette in the book Adabul 'Alim Wal Muta'allim by KH. Muhammad Hasyim Asy'ari and its Relevance in Basic Education. Thesis . Undergraduate Program (S-1), Department of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education, Faculty of Islamic Religion, Muhammadiyah University Ponorogo. Supervisor: (1) Dr. Katni, M.Pd.I (II) Nurul Abidin, M.Ed Keywords: Adab, Hasyim Asy'ari, Teacher, Student An educator has an important role in shaping the intelligence of students in developing their thinking potential and spiritual potential, so as to create a generation that is able to lead themselves, their people and national civilization. Apart from teaching knowledge to students, the teacher's role must also be able to act as a parent to their students. The task of educators, apart from teaching subject matter, is also to supervise the development of the character and morals of their students. With this book, researchers are able to understand the concept of etiquette that teachers must use in conveying knowledge to their students and the etiquette of a student in receiving knowledge from a teacher as stated in the Concept of Teacher and Student Adab in the Book of Adabul 'Alim Wal Muta'alim by KH. Hasyim Asy'ari and its relevance to basic education. In this research the author used a qualitative approach with a library study type of research. This research involves searching and using literature, journals, books, papers, and other sources relevant to the research topic. Literary research is often carried out to gain an in-depth understanding of the subject under study, analyze existing theories and support or test hypotheses. The data collected in this research is in the form of quotations, summaries or syntheses from relevant sources. In this research, the data collection technique used by the author in preparing this thesis was from the book Adabul Alim wal Muta'allim, as well as other documentary books that are relevant to the research discussion. The conclusions from the results of the research conducted by the researcher are: (1) Teacher etiquette consists of three topics including: etiquette towards oneself, etiquette towards lessons, and etiquette towards students; There are three topics of student etiquette, including: etiquette towards oneself, etiquette towards the teacher, and etiquette towards lessons and relationships with the teacher and colleagues. (2) Meanwhile, the relevance of the adabul book 'Alim wal muta'allim by KH. Hasyim Asy'ari with basic level education, namely through the application of teacher and student etiquette that has been taught and has relevance to basic level education, including: developing noble morals, increasing discipline and order, strengthening relationships between teachers and students, as well as encouraging cooperation and mutual respect between teachers and students

    Analisis yuridis putusan Pengadilan Agama Surabaya nomor 5108/Pdt.G/2019/PA.Sby tentang kesalahan penulisan amar putusan.

    Full text link
    Skripsi ini ditulis untuk menjawab dari pertanyaan-pertanyaan mengenai wewenang pengadilan agama dan pertimbangan hakim dalam mengadili kesalahan suatu putusan terjadi dalam penulisan amar putusan di pengadilan agama dan metode perbaikan kesalahan penulisan putusan yang terjadi dalam suatu putusan dalam perspektif hukum positif. Pengumpulan data yang ada dalam penelitian ini dihimpun sesuai dengan menggunakan teknik pendekatan yuridis dan library research,untuk teknik yang digunakan adalah deskriptif deduktif dengan cara menerangkan sebuah kata dari umum ke khusus disusun secara sistematis untuk dijadikan data yang konkrit, setelah itu diolah dan dianalisis dengan menggunakan teori hukum positif yang ada. Pada penelitian disimpulkan bahwa putusan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Agama Surabaya Nomor 5108/Pdt.G/2019/PA.Sby dalam mengadili perkara gugatan perbaikan kesalahan penulisan amar pada putusan Pengadilan Agama Surabaya Nomor 5360/Pdt.G/2015/PA.Sby yang dikuatkan oleh putusan Pengadilan Tinggi Surabaya akan tetapi terjadi penolakan dari Mahkamah Agung, sehingga keluarlah putusan baru tentang perbaikan amar putusan, hal itu merupakan tindakan kurang tepat yang dilakukan oleh hakim Pengadilan Agama Surabaya, pasalnya pengadilan agama tidak memiliki wewenang dalam mengadili perkara perbaikan kesalahan penulisan amar pada putusan, dan ketika terjadi suatu gugatan yang dimana pihak dan objek sengketa sudah berkekuatan hukum tetap, maka pengadilan berhak menolak untuk mengabulkan agar perkara tidak terdaftar untuk yang kedua kalinya. Dan apabila terjadi kesalahan dalam penulisan suatu putusan dilingkungan pengadilan, pengadilan cukup merenvoi kesalahan tersebut dengan metode Sah Coret (SC), Sah Ganti (SG), atau Sah Coret Tambah (SCT) tanpa mengeluarkan putusan baru tentang perbaikan putusan, atau bisa menggunakan metode yang diterapkan di Australia yaitu dengan menambah lembaran baru terhadap putusan yang terjadi kesalahan dalam penuliusanya, metode tersebut disebut dengan corrigendum. Dalam penelitian ini, penulis memberikan saran kepada Mahkamah Agung agar membentuk suatu regulasi yang mengatur dalam proses memperbaiki kesalahan penilisan pada putusan demi berjalanya keadilan, kepastian, dan kemanfaatan suatu putusan, dan hakim harus berhati-hati dan teliti dalam memutus suatu perkara, agar putusan yang diambil tidak merugikan para pihak yang berperkara dilingkungan pengadilan

    Analisis Pertanggungjawaban Pidana Bagi Pelaku Yang Diduga Turut Melakukan (Medepleger) Dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Studi Kasus Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Putusan Nomor : 22/Pid.Sus- Tpk/2020/PN.Jkt.Pst.

    No full text
    Hukum Pidana terdapat dalam peraturan KUHP maupun yang terdapat pada ketentuan undang-undang yang khusus berada di luar KUHP, untuk mengadakan peraturan-peraturan dalam segala tindakan di lapangan adalah merupakan suatu keseluruhan yang sistematis. Karena ketentuan-ketentuan dalam buku KUHP juga berlaku untuk peristiwa-peristiwa pidana di luar KUHP atau dalam undang-undang khusus tertentu. Pengaturan dan penetapan medepleger khususnya di dalam putusan nomor 22/Pid.Sus- Tipikor/2020/Pn.Jkt.Pst. tidak ditentukan hukuman oleh hakim padahal dalam aturan pidana medepleger itu dikenal dalam Pasal 55 KUHP. Selanjutnya, metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian normatif serta pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan perundang- undangan dan pendekatan kasus. Hasil dari Penelitian adalah Pengaturan mengenai medepleger dinilai masih kurang baik, karena masih terdapat permasalahan pada prakteknya dalam menentukan apakah tindakan seseorang merupakan masuk ke dalam turut serta atau bukan sehingga dibutuhkan peraturan yang mengatur tentang ketentuan pedoman penerapan tindakan turut serta melakukan. Penetapan orang yang turut serta melakukan dalam sistem peradilan di Indonesia sudah dimulai sejak adanya seorang yang diduga sebagai pelaku tindak pidana serta adanya bukti permulaan yang didapat dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum. Di dalam putusan nomor 22/Pid.Sus- Tipikor/2020/Pn.Jkt.Pst. ditemukan beberapa unsur-unsur pidana dalam dakwaan Primair antara lain unsur dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain, unsur yang menyalahgunakan Kekuasaan Memaksa seseorang untuk melakukan tidak melakukan atau membiarkan sesuatu dan unsur yang melakukan atau yang turut serta melakukan. Majelis hakim dalam menetapkan tindakan turut serta melakukan pada putusan tersebut dapat juga mempertimbangkan aspek-aspek lain yang memuat hal-hal konkret yang dapat membuat lebih terang suatu persoalan

    Sanksi Pidana Penganiayaan Oknum Tentara Nasional Indonesia Perspektif Hukum Islam Dan Positif (Analisa Putusan Militer No : 36-k/PM II-08/AU/II2015, Jakarta)

    No full text
    Tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh TNI terhadap anggotanya, masih sering terjadi, hal itu bisa dilihat dari putusan nomor : 36-k/PM II- 08/AU/II/2015, dalam kasus tersebut, terdakwa I Muhamad Alfan Alfaruqi, terdakwa II Tyan Andika Farna, terdakwa III Guruh Sandhi Ardyatama, terdakwa IV Yan Wijaya Windu Agustian, terdakwa V Aldino Bagus Setiyasan,terdakwa VI kurniawan Aji Kusuma, terdakwa VII Prayoga Satryansah Putra Pratama, dinyatakan terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindakan penganiayaan bersama-sama terhadap juniornya. Dalam pasal 6 KUHPM bahwa salah satu hukuman nya adalah kurungan, dan putusan yang diberikan oleh hakim militer adalah 5 bulan kurungan dan denda biaya 10.000, Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penerapan sanksi pidana bagi pelaku penganiayaan seorang tentara dalam hukum pidana Islam. Dengan putusan hakim yang memberikan sanksi hanya lima bulan dan denda 10.000, oleh karena itu penulis membandingkan beberapa pendapat ahli hukum pidana islam yang mengatur tentang sanksi pidana penganiayaan terhadap tentara. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan secara yuridis normatife dan pendekatan yuridis empiris. Sumber dan jenis data dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari studi lapangan dengan melakukan wawancara terhadap anggota TNI. Data sekunder di peroleh dari studi kepustakaan yaitu dengan buku-buku media cetak atau media elektronik. Data yang di peroleh kemudian diolah, yang kemudian dianalisis secara kualitatif guna mendapatkan suatu kesimpulan

    FORMULATING SPECIFIC OBJECTIVES OF SHARIA THROUGH THE THEMATIC METHODS OF QURANIC INTERPRETATION

    Full text link
    Ibn Āsyūr proposed qiyās maṣlaḥat kulliyyah to operate maqasid Sharia as an approach to the ijtihad method. One of the stages in this method is formulating specific sharia objectives (maqāṣid al-syarī‘ah al-khāṣṣah) through al-istiqrā’ al-ma‘nawī. However, uṣūliyyūn has not formulated the technical steps of al-istiqrā’ al-ma‘nawī. The author assumes it is in line with the technical steps of the thematic method of Quranic interpretation (al-tafsīr al-mawḍu‘ī), so the author conducts philosophical research with an epistemological approach. The question is: How about the technical steps of the thematic method of Quranic interpretation? Can it used to formulate the specific objectives of the Sharia? This research found that the eight steps of the thematic Quranic interpretation method are following al-istiqrā’ al-ma‘nawī. The author concludes that these technical steps can used to formulate specific objectives of the Sharia in the context of carrying out ijtihad called qiyās maṣlaḥat kulliyyah

    ANALISIS LAYANAN DISTRIBUSI DI PT SERANG MULYA ABADI MENGGUNAKAN PENDEKATAN SERVQUAL

    No full text
    Jika membutunkan abstrak atau isi jurnal silahkan menghubungi author melalui e-mail [email protected] atau [email protected] Dipublikasikan tanggal: 07 Juli 202

    Proposed Solutions Regarding Work Overload for the Marketing Division of PT. Persib Bandung Bermartabat

    No full text
    Abstract : Football is a sport that is very popular in every level of Indonesian society. Indonesia is known as a country with a very large number of soccer fans. Indonesia has the fourth largest population in the world with 265 million people, and according to Nielsen Sport, 77% of Indonesia’s population has an interest in football. This fact makes Indonesia the country with the third largest number of football fans. The Indonesian soccer market is huge, and soccer is a big business opportunity in Indonesia. PT Persib Bandung Bermatabat oversees the Persib Bandung football club which is one of the Indonesian teams. PT. Persib Bandung Bermartabat located at Graha Persib Floor 3 Jalan Sulanjana No 17 Bandung. In managing a company, of course, requires human resources who have high ability to help achieve company goals. In addition, to be able to form a good performing club, of course, you must have a healthy management ecosystem as well. This study uses a mixed method qualitative and quantitative research model. In quantitative research, the authors distribute questionnaires in the form of g-forms to marketing department employees using the National Aeronautics and Space Administration Task Load Index (NASA – TLX) method to measure the workload experienced by employees. In the qualitative method the author conducted interviews with observations of the organizational structure and job descriptions of employees in the marketing department of PT. Persib Bandung Bermartabat using Semi- Structural Interviews. In finding the root of the problem the author uses CRT (Current Reality Tree). The results of this study are the organizational structure and job descriptions that are made based on benchmark results with 3 football club management. The author proposes a new organizational structure and job descriptions which in the end can be adapted to the needs of the marketing division of PT. Persib Bandung Bermartabat to be able to help realize strategic initiatives and solve problems experienced

    TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN HAKIM MENOLAK DAN MENERIMA ATAS PERMOHONAN PERUBAHAN NAMA DIRI (PENETAPAN PENGADILAN NEGERI PALEMBANG NOMOR 154/PDT.P/2021/PN.PLG DAN PENETAPAN PENGADILAN NEGERI MOJOKERTO NOMOR 382/PELT.P/2012/PN.MKT)

    Full text link
    Name changes are regulated in "Law Number 23 of 2006 concerning Population Administration and Law Number 24 of 2013 concerning Amendments to Law Number 23 of 2006 concerning Population Administration Article 52 paragraph 1 Recording of Name Changes is carried out based on the determination of the District Court of Applicant. In the case there is a name change application which is rejected or accepted. In the case of a name change made by Nico Andika, he submitted a request for a change on the grounds that his enthusiasm for life was reduced and he wanted to get more sustenance from a new name change, but based on the decision of the Palembang District Court number 154/Pdt.P/2021/PN.Plg rejected the application submitted by Nico Andika, in the Mojokerto Judge's Decision there was a similar case for a request to change a name and the judge granted the request for a change in the name of a child named Grandong Syarif Anugrah Utama, which was proposed by his parents on the grounds that the name was recorded the birth certificate does not match the name that exists in Indonesian society and is afraid of the consequences of being a burden/psychic for the child, the applicant in the future then the applicant wants to change / change the writing of the applicant's child's name in his birth certificate from Grandong Syarif Anugrah Utama to Moch. Iqbal Anggara Fuddin as stated in the decision of the Mojokerto District Court Number 382/Pelt.P2012/PN.Mkt). The research method that the author uses is descriptive analytical by describing the results of the research/data. It is a form of alignment in order to study whether the case is in accordance with the laws and regulations and applicable values. In addition, this study also uses a case approach which aims to study the application of norms in legal practice. The theory used is the theory of legal certainty and the theory of judges' judgment. Data collection techniques were carried out by documentary and literature study methods and assisted by technology through electronic media. The results of this study concluded that. In deciding a lawsuit, the application must consider legal sources from written or unwritten or jurisprudence that is guided by the decision the previous case. Non-juridical considerations can affect juridical aspects Which covers psychological and sociological aspects in the surrounding community. Judge accepts At the request of the Mojokerto District Court by Retno Anggraini, the applicant has the reason for the name of the applicant's child, Grandong Syarief Anugrah Utama, is a psychological burden and rejected Nico Andika's application because the applicant's new name did not match customs of the Indonesian people and the reasons for the applicant's lack of enthusiasm and successful in any of the applicant's endeavors is deemed Aquo not sufficiently grounded to grante

    TEKNOLOGI PEMBUATAN UREA MOLASSES BLOCK SEBAGAI PAKAN TAMBAHAN (FEED SUPPLEMENT)TERNAK SAPI POTONG DI DESA KAYU MANIS KECAMATAN SELUPU REJANG KABUPATEN REJANG LEBONG

    Full text link
    Kelompok Tani Tunas Muda merupakan salah satu kelompok tani yang memelihara ternak sapi potong dengan jumlah populasi ± 50 ekor di Desa Kayu Manis, dimana jumlah kepemilikan per anggota mencapai 1- 4 ekor/orang. Saat ini peternak belum menerapkan pemberian pakan tambahan (feed supplement) apapun dalam manajemen pemeliharan ternak sapi potong seperti urea molasses block. Upaya meningkatkan dan memenuhi nutrisi yang kurang dari pakan sapi potong maka dapat diberikan pakan tambahan (feed supplement) berupa urea molasses block sehingga nutrisi ternak dapat terpenuhi. Tujuan dari pengabdian pada masyarakat untuk meningkatkan pengatahuan, minat dan keterampilan anggota Kelompok Tani Tunas Muda tentang pembuatan Urea molasses block sebagai pakan tambahan ternak sapi potong. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi, pelatihan dan pendampingan. Hasil dari kegiatan pengabdian pada masyarakat adalah menunjukkan bahwa aspek pengetahuan, minat dan keterampilan peserta sebelum mengikuti pelatihan pembuatan orea molasses block yaitu pengatahuan 29 %, minat100 %, dan keterampilan 20 %. Aspek pengetahuan, minat dan keterampilan peserta setelah mengikuti pelatihan dan praktik langusng mengalami peningkatan yaitu pengatahuan 90%, minat 100 %, dan keterampilan 80 %. kesipulan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat adalah urea molasses block yang dihasilkan berwarna kuning kecoklatan, beraroma, dan bertekstur kering serta keras serta ternak sapi potong memiliki tingkat palatabilitas cukup tinggi.Kelompok Tani Tunas Muda merupakan salah satu kelompok tani yang memelihara ternak sapi potong dengan jumlah populasi ± 50 ekor di Desa Kayu Manis, dimana jumlah kepemilikan per anggota mencapai 1- 4 ekor/orang. Saat ini peternak belum menerapkan pemberian pakan tambahan (feed supplement) apapun dalam manajemen pemeliharan ternak sapi potong seperti urea molasses block. Upaya meningkatkan dan memenuhi  nutrisi yang kurang dari pakan sapi potong maka dapat diberikan pakan tambahan (feed supplement) berupa urea molasses block sehingga nutrisi ternak dapat terpenuhi. Tujuan dari pengabdian pada masyarakat untuk meningkatkan pengatahuan, minat  dan keterampilan anggota Kelompok Tani Tunas Muda tentang pembuatan Urea molasses block sebagai pakan tambahan ternak sapi potong. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi, pelatihan dan pendampingan. Hasil dari kegiatan pengabdian pada masyarakat adalah menunjukkan bahwa aspek pengetahuan, minat dan keterampilan peserta sebelum mengikuti pelatihan pembuatan orea molasses block yaitu pengatahuan 29 %, minat100 %, dan keterampilan 20 %. Aspek pengetahuan, minat dan keterampilan peserta setelah mengikuti pelatihan dan praktik langusng mengalami peningkatan yaitu pengatahuan 90%, minat 100 %, dan keterampilan 80 %. kesipulan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat adalah urea molasses block yang dihasilkan berwarna kuning kecoklatan, beraroma, dan bertekstur kering serta keras serta ternak sapi potong memiliki tingkat palatabilitas cukup tinggi.   Kata kunci: Peternak; Sapi potong; Urea Molases Blok;  feed suppleme
    corecore