24 research outputs found
TRADISI MERARIK DALAM MASYARAKAT SUKU SASAK LOMBOK DI DESA LABURAN BARU MENURUT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM
HAFIFUDDIN. 2015. Tradisi Merarik Dalam Masyarakat Suku Sasak Lombok Di Desa Laburan Baru Menurut Perspektif Hukum Islam. Pembimbing (1) Dra. Hj. Nadiyah Khalid, M.H. dan pembimbing (2) Alma Jaya Sukmadini, S.H.
Penelitian ini bertujuan untukmenjelaskan gambaran tradisi merarik (menikah) dalam Suku Sasak Lombok di desa Laburan Baru, serta ingin mengetahui apa saja alasan masyarakat menjalankan tradisi merarik (menikah)tersebut. Dalam hal ini yang menjadi subjek penelitian adalah seluruh masyarakat Suku Sasak Lombok yang berada di desa Laburan Baru, sedangkan objek kajiannya adalah perspektif islam terhadap tradisi merarik(menikah) dalam Suku Sasak Lombok di desa Laburan Baru.Responden yang diteliti sebanyak tujuh orang dari latar belakang yang berbeda-beda.
Untuk mendapatkan informasi yang di inginkan peneliti menggunakan teknik wawancara dengan jenis penelitian kualitatif. Hasil penelitian mendapati bahwa praktek tradisi merarik (menikah) dalam Suku Sasak Lombok di desa Laburan Baru terdiri dari beberapa tahapan yaitu: (1) Midang (meminang). Termasuk bagian dari midang ini adalah ngujang (mengunjungi calon istri di luar rumah), disini terjadilah kesepakatan antara kedua belah pihak untuk melakukan penculikan atau si laki-laki membawa lari si perempuan. (2) Pihak laki-laki harus menculik (melarikan) pengantin perempuan. (3) Pihak laki-laki harus melaporkan kejadian kawin lari itu kepada kepala dusun tempat pengantin perempuan tersebut tinggal, yang dikenal dengan istilah selabar (nyelabar). (4) Pelunasan uang jaminan dan mahar. (5) Melakukan akad nikah dengan caraIslam. (6)adapun istilah yang digunakan dalam pembayaran adat ketika ingin menikah di Suku Sasak Lombok disebut dengan Sorong doe atau sorong serah. (7) Nyondolan, yaitu mengantarkan kembali pihak perempuan pada pihak keluarganya, diarak keliling kampung dengan berjalan kaki diiringi musik tradisional khas lombok(gendang belek dan kecimol). tradisi merarik ini tidak di benarkan dalam Islam, karena proses peminangan dalam Islam dengan peminangan tradisi merarik sangat berbeda dan tradisi ini banyak menimbulkan kemudharatan dan bertentangan dengan hukum Islam
Identifikasi Nilai-Nilai Kepemimpinan dalam Wayang Semar Karya Sunan Kalijaga Untuk Mengembangkan Pribadi Konselor
This study aims to identify the leadership values contained in Sunan Kalijaga’s wayang semar, which then these values can be owned and adopted to develop the counselor’s per[1]sonality. The research method used is a qualitative approach type of Layered Hermeneutics. The main data source is in the form of meaning and interpretation of symbolic meaning in Semar’s body which contains the philosophy of leadership written in a book entitled Du[1]nia Semar Abdi Simultaneously Rulers Throughout the Ages by Ardian Kresna. Meanwhi[1]le, supporting data was obtained from interviews with key informants, namely Javanese hu[1]manists who understand the meaning behind the symbols of Semar’s leadership philosophy. The results of the study found nine leadership values taken from Semar’s body including, (1) white tufts have a symbolic meaning of wisdom, (2) looking up face has a symbolic me[1]aning of optimism, (3) eyes and lips, have a symbolic meaning of empathy and give joy, (4) sunthi nose has a symbolic meaning of sensitivity, (5) ears have a symbolic meaning of lis[1]teners, (6) nuding hands have a symbolic meaning of example and role model, (7) seser bun[1]Hafifuddin Nur, Mohamat Hadori [email protected], [email protected] Fakultas Dakwah Universitas Ibrahimy Sukorejo Situbondo JURNAL KAJIAN BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM / Volume 2, No. 1, Januari 2023 29 KONSELING AT-TAWAZUN der body has a symbolic meaning of having strong determination and aspirations, ( 8) Po[1]leng village clothing has a symbolic meaning of prioritizing the interests of the people, (9) the position of Semar squatting and standing has a symbolic meaning of serving the people
Ulama Dan Pelaksanaan Syariat Islam Di Aceh
Penerapan Syariat Islam merupakan suatu kebutuhan yang sangat mendasar dalam upaya menjawab tantangan zaman, sebagai solusi pemecahan problem kehidupan masyarakat Islam di Aceh, dan keberadaan Syariat Islam di Aceh sesungguhnya tidak bisa terlepas dari peran ulama. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan bagaimana kedudukan ulama dalam masyarakat Aceh, bagaimana peran ulama dalam penyusunan Qanun-qanun Syariat Islam di Aceh, bagaimana peran ulama dalam pelaksanaan Qanun-qanun Syariat Islam di Aceh dan bagaiamana respon ulama terhadap pelaksanaan Syariat Islam di Aceh. Metode yang digunakan adalah kualitatif agar data lebih akurat dan berkualitas, karena melibatkan wawancara mendalam dan pertanyaannya fleksibel. Data penelitian dikumpulkan dengan observasi, dan indepth interview secara semi terstruktur. Adapun tahap penelitian yang dilakukan yaitu menentukan masalah yang akan diteliti, membuat beberapa teori yang dianggap relevan, mengkaji peranan ulama dalam penyusunan qanun, peranan ulama dalam melaksanakan qanun-qanun, dan respon ulama terhadap pelaksanaan Syariat Islam di Aceh, dan terakhir membuat kesimpulan sebagai hasil temuan dari masalah yang diteliti. Berdasarkan penelitian yang dilakukan ditemukan hasilnya sebagai berikut: Pertama, kedudukan ulama dalam masyarakat Aceh adalah sebagai badan independen dan mitra sejajar pemerintah. Kedua, dalam penyusunan Qanun Syariat Islam di Aceh Ulama terlibat langsung sejak rancangan draf qanun, kemudian memberi masukan dan saran dalam proses penyusunan qanun dan memberi dorongan kepada pemerintah untuk melakukan legislasi qanun sesuai dengan kebutuhan. Ketiga, Peran ulama dalam pelaksanaan Qanun-qanun Syariat Islam di Aceh yaitu memberi pertimbangan, masukan, bimbingan dan nasehat serta saran-saran dalam menentukan kebijakan daerah dari aspek Syariat Islam, baik kepada pemerintah maupun kepada masyarakat. Peranan Ulama dalam sosialisasi Syariat Islam di Aceh yaitu melalui pendidikan, pengajian majelis ta’lim, khutbah jum’at, dan dakwah. Peranan Ulama dalam mengawal Syariat Islam dilakukan melalui kepemimpinan nonformal, melalui lembaga dayah, melalui majelis ta’lim, melalui pengaruh kharismatik, tausiyah, dan khutbah. Keempat, respon ulama terhadap pelaksanaan Syariat Islam di Aceh, ulama memandang bahwa Qanun Syariat Islam itu penting dibentuk untuk menjadi payung hukum. Qanun-qanun yang sudah diberlakukan sudah menyentuh dan berkaitan dengan Maqa̅șid al-Syari̅’ah, dan sudah mengarah kepada penegakan prinsip dasar Syariat Islam yaitu mewujudkan kemaslahatan, meskipun masih terdapat kekurangan yang harus disempurnakan
تطبيق طريقة المظاهرة لتر قية مهارة الكلام لطلبة الصف السادس في المدرسة الاءبتدئية الحكومية 0 1 بندر لامبونج
ملخص
تطبيق طريقة ادلظاهرة لتحسني مهارة الكالم لطلبة الفصل السادس يف ادلدرسة
اإلبتدئية احلكومية 01 بندر المبونج
الباحث : إمام حفيف الدين
ىذا البحث مدفوع بعملية التعلم يف الفصل الدراسي العريب فادلعلم أكثر
ن، الطريقة ادلستخدمة يف إيصاؿ ادلواد ىي الطريقة ادلختلفة, كلكن مل تكن
مسيطرا كنشاطا
فعالة ألف اىتماـ الطلبة إىل دركس اللغة العربية انقصة كعدـ كجود دافع للتعلم لدل
ا نشطن الطلبة. لذلك مل يلعب الطلبة ا يف عملية التعلم كذلم أتثَت على مهار
ن
دكر ة الكالـ.
إحدل طرؽ التعلم اليت ديكن استخدامها لتحسُت مهار ة الكالـ ىي طريقة ادلظاىرة.
يهدؼ ىذا البحث إىل معرفة حتسُت مهارة الكالـ ابللغة العربية من خالؿ طرقيقة
ادلظاىرة.
ا من
ن
يستخدـ ىذا البحث نوع حبث إجرائي صفي مع منوذج كورت لوين مع
مراحل من التخطيط، كاإلجرا ، كادلراقبة، كالتفكَت. ادلراحل األربع ىي دكرات تتم بشكل
متكرر كيتم تنفيذىا بنفس اخلطوات كتركز على طريقة ادلظاىرة.
تشَت نتائج ىذا البحث إىل أنو مت احلصوؿ على حتسُت مهار ة الكالـ ابللغة
العربية من ّٔ طلبة يف الدكرة األكىل حققوا معايَت ادلستهدؼ البالغة ََ.ٕٓ. ىناؾ ٖ
طلبة أك )ّ.ِِ( حققوا درجات معايَت ادلستهدؼ ك ِٖ طلبة أك )ٕ.ٕٕ( مل حيققوا
درجات معايَت ادلستهدؼ ، مبتوسط درجة ِٖ.ٕٓ. يف الدكرة الثانية زادت من ّٔ
طلبة، ِٗ طلبة أك )ٔ.َٖ( حققوا إىل معايَت ادلستهدؼ ك ٕ طلبة أك )ْْ.ُٗ( مل
يصلوا إىل معايَت ادلستهدؼ، مبتوسط درجة ّ.ّٖ. لذلك يف الدكرة الثانية زادت مبقدار
َّ.ٖٓ على نتائج األحباث كحتليل البياانت ديكن استنتاج أف مهار
ن
. بنا ة الكالـ لدل
الطلبة ديكن حتسينها من خالؿ طريقة ادلظاىرة.
.
الكلمات ادلفاتيح : مهارة الكالم، طريقة ادلظاهر
Pengaruh Kondisi Operasi Aktivasi terhadap Daya Jerap Ampas Kopi Bekas Sebagai Adsorben pada Proses Penyerapan Logam Kromium
Spend coffee grounds are biomass waste that has a high adsorption capacity, in this
study used coffee grounds were used as adsorbents in adsorbing chromium metal
in aqueous solutions. The coffee grounds were first activated using inorganic
solvents such as H2SO4, HNO3, and HBr with ratios of activator to adsorbent of 1:4,
1:5, and 1:6 g/ml and were activated for 1, 2 and 3 hours. This activation process
was carried out to examine the effect of the activation process on the spend coffee
grounds adsorbent. In the activation process, the adsorbent which has a higher
removal percentage will then go through an adsorption process, this is done to
determine the best adsorbent which is activated using organic acids in the activation
process. In the adsorption process, the pH of the chromium solution was varied
1,2,3,4 and 5 with contact times of 60, 80, 100, 120 and 140 minutes and using a
concentration of chromium solution of 20,50,80,110 and 140 g/ml. Used coffee
grounds adsorbent which has gone through the activation process and then analyzed
by Iodine Number Analysis, Atomic Spectrocopy Adsorption Analysis (AAS),
Scanning Electron Microscope (SEM) Analysis, and Fourier Transfor Infra-Red
(FTIR) Analysis. From the results of the analysis, it is known that the adsorbent
activated with H2SO4 and HNO3 solvents with a ratio of 1:6 for 3 hours and the use
of HBr solvents with a ratio of 1:6 for 1 hour were the best operating conditions for
the activator, with each chromium removal percentage of 90. .50%, 88.92%, and
85.42%. The best operating condition in the adsorption process was the adsorbent
activated with H2SO4 solvent with a concentration of 20 g/ml chromium solution at
pH 4 with a contact time of 120 minutes resulting in an adsorption efficiency of
90.50%.79 HalamanTesis Magiste
Employee Performance Assessment Based On Competency
Competence at present is the basis for the performance assessment. The primary objective of performance assessments is to optimize team member performance where faith must link team member duties and characteristics to organizational strategy.Performance assessments are done to measure employees' performance objectively and hereafter expected to provide valid performance assessments according to the employees' competence. The research aimed at knowing what competency criteria were judged in team member performance. (SLR) research methods used literature review (SLR) through the vold's help, by applying previous research to find any competence criteria that were used for team member performance assessments. Research results found on the competence criteria for assessed employment performance include the following: 1) commitment to organization, 2) a spirit of achievers, 3) serves, 4) teamwork, 5) proactive, 6) leads, 7) discipline , 8) thinks analytical and 9) self-control. Research results will be made as a recommendation for the performance assessments of employees at the education hospital in JabodetabekKompetensi saat sekarang ini dijadikan sebagai dasar untuk penilaian kinerja. Sasaran utama penilaian kinerja adalah mengoptimalkan ikinerja ikaryawan idimana imanajemen iharus imampu imengkaitkan itugas- itugas idan ikarakteristik ikemampuan ikaryawan idengan itujuan istrategik organisasi. Penilaian kinerja dilakukan iuntuk imengukur ikinerja ikaryawan isecara iobyektif iyang iselanjutnya idiharapkan imampu memberikan ipenilaian ikinerja iyang ivalid isesuai idengan ikompetensi ipara ikaryawan. iPenelitian iini bertujuan iuntuk imengetahui kriteria kompetensi iapa isaja iyang dinilai dalam ikinerja karyawan. Metode penelitian menggunakan Systematic Literature Review (SLR) melalui bantuan VOS Viewer, dengan mensistesis penelitian terdahulu untuk menemukan kriteria kompetensi apa saja yang dijadikan penilaian kinerja karyawan. Hasil penelitian diperoleh temuan mengenai kriteria kompetensi untuk menilai kinerja karyawaan antara lain; i1) iKomitmen ipada iOrganisasi, i2) iSemangat iberprestasi, i3) iMelayani, i4) iKerjasama, i5) iProaktif, i6) iMemimpin, i7) iDisiplin, i8) iBerfikir ianalitis, idan i9) iPengendalian idiri. Hasil temuan penelitian akan dijadikan sebagai rekomendasi dalam penilaian kinerja karyawan di Rumah Sakit Pendidikan di Jabodetabek
PENDIDIKAN INDIGENOUS ALA PESANTREN UNTUK MEMPERKOKOH KARAKTER GENERASI MILENIAL
Pesantren’s cottage is the olddest education institute in Indonesia that the existence still be confessed in this world, education model in the style of pesantren proofed very effective to stabilizer human character, especially milenial’s generation. Milenial’s generation that shackled with technology terrible influence of information can his self and to be lessened through education in the style of pesantren who contain balance values between worldly and ukhrawi, social aspect, body aspect and spiritual, and other its as
KONSEP PILAR PENGEMBANGAN PERGURUAN TINGGI ISLAM
Abstrak: Artikel ini mendeskripsikan konsep pilar pengembangan perguruan tinggi Islam dengan melakukan analisis kritis melalui fenomena dan sejarah perkembangan perguruan tinggi Islam di Indonesia. Kerangka konsep pengembangan merupakan pedoman atau landasan berpijak serta ruang gerak pengembangan lembaga yang bermuara pada manajemen quality seluruh komponen lembaga. Kerangka konsep pengembangan lembaga dijadikan sebagai ruang pembatas arah dan alur yang dijalani untuk mengembangkan lembaganya masing-masing. Sebuah lembaga yang notabene-nya ingin melakukan pengembangan, namun belum bahkan tidak memiliki konsep pengembangan yang jelas. Kenyataan ini teridentifikasi di berbagai perguruan tinggi Islam di Indonesia umumnya, kerangkan konsep pengembangan lembaga menjadikan lembaga seperti berjalan di tempat. Pola pengembangan dilakukan berdasarkan konsep yang berjalan sendiri dengan realita yang ada dan terkesan lahir secara mendadaka. Studi ini menawarkan beberapa konsep pilar pengembangan perguruan tinggi Islam berupa penanaman nilai-nilai al-tazkiyah, al-tarahim, al-takhallus, al-ruh al-mustaqbal/al-khayaly, al-ta‘abbud, al-tarikhiyah/durus al-mihnah al-tarikhiyah dalam lingkungan kampus. Kata Kunci: pendidikan Islam, perguruan tinggi, pilar pengembangan, kampu
THE INOVATION OF DAYAH CURRICULUM IN MEETING THE NATIONAL EDUCATION STANDARDS IN ACEH
Abstract: This article aims to describe the inovation of dayah curriculum and its obstacles in meeting the national education standards in Aceh. This is a qualitative study with juridical approach accredited by the National Accreditation Board of School/Madrasas (BAN-SM). The findings show that the innovation of dayah curriculum has not been implemented except for the innovation of institutional system embedded in all levels of formal education. The fulfillment of national standards for dayah education show that a very small number of dayah have met the applicable provisions, the most of them have not met several indicators of the eight standards set. Meanwhile, dayah’s obstacles in meeting national education standards include incapability of human resources, incapability of institution in managing its funds and financial reporting, the last obstacles are lack of area development, provision, and administrative management and school documentation.Keywords: inovation, dayah, Aceh, education, curriculu
ADOPSI NILAI FILOSOFIS NAMA SANTRI DALAM KERANGKA MEANING OF LIFE SEBAGAI KONTEN BIBLIOKONSELING
Meaning of life is an individual\u27s way of interpreting life, with the existence of meaning of life individuals will be able to interpret life well and meaningfully. This study reveals the philosophy of the name santri which is adopted as a framework for the meaning of life and then used as bibliocounseling content. The research method used is a descriptive method using content analysis techniques (content analysis). Content analysis was carried out on a book entitled Peradaban Sarung Veni, Vedi, Santri written by Ach. Dafir Zuhry in 2018. Supporting data in this content analysis uses literature from books or journals related to the philosophical study of the name Santri and the meaning of life. The results of the content analysis found five meanings of the word santri, namely santri is a combination of the Arabic letters Sin, Nun, Ta \u27, Ra\u27 and Ya\u27, each of which has its own meaning Sin means Salik ilal-Akhirah (taking the path to the afterlife). Nun means Na-ib \u27anil-Masyayikh (successor of the teachers). Ta’ means Tarik ‘anil-Ma’ashi (leaving sin). Ra’ is an acronym for Raqhib ilal-Khayr (always desiring goodness). Ya’ is an abbreviation for Yarjus-Salamah (optimistic about salvation). The five meanings of the philosophical word santri are then adopted as a framework for the meaning of life and then used as bibliocounseling content
