553 research outputs found
Etika politik dalam pandangan Haedar Nashir
Etika politik Haedar Nashir adalah sintesis antara etika politik Deontologi dan etika politik Utilitarian atau Teleologi. Penelitian ini mendapati bahwa etika politik Haedar Nashir tidak mendukung penerapan etika politik Deontologi semata, yakni menjalankan kewajiban semata tanpa mempertimbangkan tujuan kewajiban itu berdampak bagi banyak orang atau tidak. Etika Politik Haedar Nashir juga menegasikan pendapat kaum Utilitarian atau kaum Teleologis yang hanya fokus pada tujuan etika walaupun dalam proses mencapai tujuan tersebut banyak melanggar norma-norma etis yang berlaku. Kesimpulan dari penelitian tersebut diambil karena etika politik Haedar Nashir didasari atas tiga pendekatan yakni pendekatan Pancasila, Nilai Agama, dan Nilai Kebudayaan Bangsa, oleh karena itu juga Etika politik Haedar sangat relevan dalam kontes keIndonesiaan sebab tema keadilan, demokrasi, moderasi, dan kemanusiaan dalam konstruk etika politik Haedar dibangun diatas pondasi di atas. Adapun metode penelitian ini adalah Library Reserch dengan pendekatan filosofis. Pendekatan filosofis digunakan untuk mengetahui lebih dalam dan lebih radikal konsep etika politik Haedar Nashir serta relevansi etika politik Haedar Nashir dalam konteks indonesia
PENDIDIKAN ISLAM BERKEMAJUAN DALAM PEMIKIRAN HAEDAR NASHIR
This research examines the Concept of Advanced Islamic Education in the View of Haedar Nashir. The focus of the research that was reviewed is how Haedar Nashir views the concept of Advanced Islamic Educators. This type of research is library research which is a pure library research. Thus the collection of data in this study is to use documentation methods that look for data on things or variables in the form of records such as books, magazines, documents, articles, words, daily minutes, meeting notes and so on.Penelitian ini mengkaji tentang Konsep Pendidikan Islam Berkemajuan Dalam Pandangan Haedar Nashir. Fokus Penelitian yang dikaji yaitu Bagaimana Pandangan Haedar Nashir terkait konsep Pendidika Islam Berkemajuan. Jenis penelitian ini adalah library research yaitu suatu penelitian kepustakaan murni. Dengan demikian pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan metode dokumentasi yang mencari data mengenai hal-hal atau variabel-variabel yang berupa catatan seperti buku-buku, majalah, dokumen, artikel, perkataan-perkataan, notulen harian, catatan rapat dan sebagainya
PENDIDIKAN ISLAM BERKEMAJUAN DALAM PEMIKIRAN HAEDAR NASHIR
Penelitian ini mengkaji tentang Konsep Pendidikan Islam Berkemajuan Dalam Pandangan Haedar Nashir. Fokus Penelitian yang dikaji yaitu Bagaimana Pandangan Haedar Nashir terkait konsep Pendidika Islam Berkemajuan. Jenis penelitian ini adalah library research yaitu suatu penelitian kepustakaan murni. Dengan demikian pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan metode dokumentasi yang mencari data mengenai hal-hal atau variabel-variabel yang berupa catatan seperti buku-buku, majalah, dokumen, artikel, perkataan-perkataan, notulen harian, catatan rapat dan sebagainya
MATERI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM BUKU IBRAH KEHIDUPAN KARYA HAEDAR NASHIR
ABSTRAK
Gusmianti (2022): Materi Pendidikan Akhlak dalam Buku Ibrah Kehidupan
Karya Haedar Nashir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Materi Pendidikan Akhlak
dalam buku Ibrah Kehidupan karya Haedar Nashir. Penelitian ini merupakan jenis
penelitian kepustakaan (library research). Metode pengumpulan data dilakukan
dengan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content
analysis) untuk mengumpulkan muatan suatu teks berupa kata, makna, gambar,
simbol, tema, dan segala bentuk pesan yang dapat dikomunikasikan. Hasil
penelitian ini diperoleh terdapat 4 Materi Pendidikan Akhlak dalam buku Ibrah
Kehidupan karya Haedar Nashir yaitu: akhlak terhadap Allah SWT, akhlak
terhadap Rasul, akhlak terhadap diri sendiri, dan akhlak terhadap sesama
masyarakat.
Kata Kunci: Pendidikan Akhlak, Ibrah kehidupa
Pendidikan Karakter di Indonesia (Telaah Gagasan Haedar Nashir)
Indonesia sedang mengalami krisisis moral yang ditandai dengan berbagai macam persoalan kekerasan seksual, penyalahgunaan narkoba, bullying, korupsi, pelanggaran HAM dan sekelumit persoalan lain. Lingkaran masalah itu menjadikan kehadiran pendidikan dipertanyakan keberadaannya. Banyak pemikir yang merancang pendidikan karakter sebagai solusi persoalan moral di Indonesia, salah satunya adalah Haedar Nashir. Penelitian ini merupakan studi pemikiran tokoh Haedar Nashir. Dalam penelitian ini, subyek yang diteliti adalah Haedar Nashir. Peneliti melakuan wawancara langsung dengan subyek penelitian sembari menggali dan mengambil data dari sumber-sumber kepustakaan terkait. Data dianalisis secara mendalam untuk penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa pemikiran pendidikan karakter Haedar Nashir relevan dengan konteks masalah krisis moral yang terjadi di Indonesia. Tujuan pendidikan karakter menurut Haedar Nashir adalah usaha untuk membentuk manusia yang integral dan paripurna. Hal ini didukung oleh kualitas guru dan kurikulum yang komrpehensif, kurikulum yang tidak dipandang secara formal belaka. Pendidikan karakter di Indonesia juga didukung dengan kebijakan yang berangkay dari konstitusi yang berlaku
Pengaruh Kepemimpinan Haedar Nashir dalam Organisasi Muhammadiyah
Social religious organization is applied in Indonesia the modern one, is Muhammadiyah where leaders leadership in every period of time have their own special characteristocs which affect the emphasis and vaiation formulation organization the program and activity. Appear a problems draw issue, leadership will affect namely whether in running an organization Kemuhammadiyahan and what was that impact for its members. Writer take one public figure Muhammadiyah, Haedar Nashir. Methods used int his research is a method of inductive. A method of inductive is procedure to draw general conclusions that based on the process of thought after special events or concrete. The data that has been collected critizied, both internal of external, or data so valid and authenticThis study concluded, that Haedar Nashir leadership in Muhammadiyah have influence in the structure of a transformation that indicated at least three influence, the first is idea, second in the struggle and actualization, and the third is facility development
THE CONCEPT OF A NEW PATH OF RELIGIOUS MODERATION ACCORDING TO HAEDAR NASHIR
This article discusses the concept of a new path of religious moderation developed by Haedar Nashir, a contemporary Muslim thinker. Haedar Nashir emphasized that religious moderation must be based on the universal values of Islam that are inclusive, humanist, and adaptive to the changing times. This concept is designed to answer the challenges of radicalism, intolerance, and secularism which are often obstacles in creating social harmony. This research uses a qualitative approach with a descriptive-analytical method, referring to the works of Haedar Nashir and a literature review related to religious moderation. The results of the study show that religious moderation according to Haedar Nashir not only serves as a theological strategy, but also as a practical approach to build a harmonious and productive religious life. This concept involves three main pillars: the strengthening of Islamic values that are rahmatan lil \u27alamin, the integration of local culture with Islamic values, and the active participation of the ummah in building civilization. With this approach, religious moderation can be an effective solution in creating a peaceful, inclusive, and just social order. The implication of this research is to enrich the study of religious moderation from the perspective of Haedar Nashir, who emphasizes the importance of making moderation a state of mind for the Indonesian nation. Then add references for academics in understanding the concept of Wasathiyah Islam applied in religious and national life.Artikel ini membahas konsep jalan baru moderasi beragama yang dikembangkan oleh Haedar Nashir, seorang pemikir Muslim kontemporer. Haedar Nashir menekankan bahwa moderasi beragama harus berlandaskan pada nilai-nilai universal Islam yang inklusif, humanis, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Konsep ini dirancang untuk menjawab tantangan radikalisme, intoleransi, dan sekularisme yang kerap menjadi hambatan dalam menciptakan harmoni sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, mengacu pada karya-karya Haedar Nashir serta kajian literatur terkait moderasi beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama menurut Haedar Nashir tidak hanya berfungsi sebagai strategi teologis, tetapi juga sebagai pendekatan praktis untuk membangun kehidupan beragama yang harmonis dan produktif. Konsep ini melibatkan tiga pilar utama: penguatan nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin, integrasi budaya lokal dengan nilai-nilai Islam, dan partisipasi aktif umat dalam membangun peradaban. Dengan pendekatan ini, moderasi beragama dapat menjadi solusi efektif dalam menciptakan tatanan masyarakat yang damai, inklusif, dan berkeadilan. Implikasi penelitian ini adalah untuk memperkaya kajian tentang moderasi beragama dalam perspektif Haedar Nashir, yang menekankan pentingnya menjadikan moderasi sebagai state of mind bagi bangsa Indonesia. Kemudian Menambah referensi bagi akademisi dalam memahami konsep Islam Wasathiyah yang diterapkan dalam kehidupan beragama dan berbangsa
Pandangan moderasi Haedar Nashir dalam Indonesia Jalan Tengah Indonesia Milik Semua: dalam perspektif Filsafat Analitik John Rogers Searle
Kajian tentang moderasi dan kaitannya dengan Islam, kebangsaan maupun keIndonesiaan menjadi hal yang tidak dapat di pisahkan. Melalui penelitian berjudul Pandangan Moderasi Haedar Nashir Dalam “#IndonesiaJalanTengahIndonesiaMilikSe-mua (Dalam Perspektif John R. Searle) peneliti bermaksud mengkaji tentang pandangan moderasi yang di tawarkan oleh Haedar Nashir. Mengingat adanya penurunan sekitar 3% dalam dua tahun pada persoalan kerukunan, toleransi, maupun kerjasama antar umat. Beliau merupakan salah satu tokoh bangsa, seorang cendekiawan dan agamawan, yang aktif untuk mempromosikan moderasi. Oleh karenanya dalam Penelitian ini, penulis fokus untuk menganalisis isi teks pidato kebangsaan Haedar Nashir “#IndonesiaJalanTengahIndonesiaMilikSemua”. Ada dua rumusan masalah yang coba dijawab melalui penelitian ini, pertama pandangan moderasi Haedar Nashir, dan kedua pandangan moderasinya apabila dianalisis menggunakan pendekatan filsafat analitik John R. Searle. Khususnya dengan teori ontologi sosiologis. Hal ini dimaksudkan untuk memahami pandangan moderasi Haedar Nashir, dengan melihat struktur dasar atau ontologi terkait-bagaimana realitas (moderasi) dibentuk. Ada tiga perangkat teori yang ditawarkan John R. Searle. Pertama intensionalitas kolektif, kedua pengenaan fungsi, dan ketiga aturan konstitutif dengan bentuk X dinilai sebagai Y dalam konteks C. Dari ketiga perangkat teori tersebut, peneliti dapat menyimpulkan pandangan Haedar Nashir sebagai berikut; pertama, secara Intensionalitas kolektif diketahui Pancasila sebagai hasil dari keputusan nasional menjadi dasar atas moderasi keindonesiaan. Selain itu, Indonesia milik semua yang dijiwai oleh gotong royong merupakan jalan tengah dari beragam perbedaan. Kedua, secara pengenaan fungsi, pancasila dan jiwanya gotong royong menjadi landasan penting dalam menangani segala bentuk pikiran maupun tindakan radikal-ekstrem serta segala bentuk oligarki yang merusak kebersamaan. Ketiga dengan aturan konstitutif ditemukan struktur logika pandangan moderasi Haedar Nashir
Haedar Nashir dan Anwar Ibrahim
Pertemuan keduanya di awal Ramadan ini memberi pesan tentang ide besar peradaban Islam. Teropong keagamaan, kemasyarakatan, politik dan geostrategi antarabangsa digunakan silih berganti untuk memahami berbagai fenomena keumatan. Ada harapan besar untuk kemajuan umat dan kejayaan masyarakat serantau yang heterogen. Bahkan harapan besar agar kedua negara serumpun ini menjadi pelopor kebangkitan semula Islam
Jalan baru moderasi beragama : Mensyukuri 66 tahun Haedar Nashir
Buku Jalan Baru Moderasi Beragama Mensyukuri 66 Tahun Haedar Nashir Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis (LKKS) merupakan unit kerja pendukung Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang dibentuk pasca Muktamar Muhammadiyah ke-48 tahun 2022 di Surakarta. Lembaga ini bertugas melakukan pengkajian isu-isu strategis dan kerjasama dengan institusi pemerintah, non-pemerintah, dan dunia usaha dalam rangka menghadirkan kemaslahatan Islam Berkemajuan di ranah keummatan, kebangsaan, dan kemanusiaan
- …
