9 research outputs found

    Analisis Perbandingan Hukuman Menurut Muhammad 'Atiyyah Al-Abrasyi Dan B.F. Skinner Dalam Pendidikan

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini untuk menemukan perbandingan, persamaan serta perbedaan mengenai tujuan, syarat, prinsip dan bentuk hukuman yang dipaparkan oleh Muhammad ?Atiyyah Al-Abrasyî Dan B.F. Skinner mengenai hukuman dalam pendidikan, solusi untuk diterapkan dalam dunia pendidikan dan dapat menimbulkan efek jera. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan komparasi, dimana peneliti berusaha membandingkan satu variabel atau lebih pada dua sampel dan waktu yang berbeda. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik library research (penelitian pustaka) dengan studi dokumentasi untuk nantinya memperoleh data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Analisis data pada penelitian ini menggunakan redukasi, penyajian data serta verifikasi. Sedangkan objek penelitian ini adalah pemikiran dua tokoh pendidikan, yaitu Muhammad ?Atiyyah Al-Abrasyî Dan B.F. Skinner mengenai hukuman yang diberikan kepada peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbandingan hukuman dari pemikiran Muhammad ?Atiyyah Al-Abrasyî Dan B.F. Skinner berupa tujuan, prinsip, syarat maupun bentuk hukuman dan dalam pendidikan Indonesia sebenarnya hukuman boleh diberikan namun harus secara bertahap, mempunyai pengaruh baik untuk anak dan tidak menyalahi undang-undang. Sebenarnya penelitian ini memiliki perbedaan dengan penelitian lain, antara lain dengan penelitian Hamidatun dan Romadlon Habibullah yang berjudul Hukuman Menurut Pemikiran Ibnu Shahnun Pada Pendidikan Modern. Dimana dalam penelitian mereka menghasilkan bahwa menurut Ibnu Shahnun hukuman digunakan guru terhadap siswa haruslah seimbang dengan bagian dan ketentuan nilai yang patut. Namun perbedaan dengan penelitian ini terdapat isi hukuman yang diberikan serta peneliti mengkomparasi dengan dua tokoh yaitu Muhammad ?Atiyyah Al-Abrasyî Dan B.F. Skinne

    Pengembangan Bahan Ajar Tajwid Digital berbasis Audio, Visual, dan Website di Madrasah Diniyah

    Get PDF
    Menghadapi era teknologi, dalam dunia pendidikan sangat penting seseorang mampu menguasai teknologi digital sebagai bentuk inovasi dan kreatifitas dalam upaya pemahaman materi untuk mencapai tujuan pendidikan. Demikian ini layaknya dilakukan dipendidikan formal ataupun non formal. Munculnya berbagai macam e-book (buku digital) merupakan salah satu dampak positif pendemi. Penelitian ini bertujuan Mengertahui pengembangan buku digital tajwid berbasis audio visual, dan website untuk Madrasah Diniyah serta kelayakan penggunaannya dengan baik dan benar. Penelitian ini menggunakan Metode penelitian dan pengembangan (research dan developmennt) dalam rangka untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Hasil peneltian ini adalah bahwa Pengembangan buku digital tajwid berbasis audio visual, dan website untuk Madrasah Diniyah dilakukan melalui pembuatan produk sebagai bahan ajar dengan menggunakan website bernama google sites berisi materi pembelajaran yang dilengkapi dengan fitur suara atau voicenote dan video pembelajaran. Instrument dan perlengkapan yang digunakan adalah Hardware  yang meliputi Matan Hidayatus Sibyan fi Tajwidil Qur’an, Panduan Tahsin-Tilawah Al-Qur’an dan buku-buku tajwid lainya, Laptop yang terkoneksi internet dan handphone. Serta Software  yang meliputi Google sites,  Aplikasi paint, Aplikasi browsing misalnya google, google chrome. Uji kelayakan media ini diikuti oleh siswa Madrasah Diniyah bisa diterima dan dilaksanakan dengan baik. Persentase implementasi yang dicapai selama pengujian kelompok kecil tersebut yaitu 80% dalam katagori sangat baik.                       &nbsp

    Manajemen Kegiatan Ektrakurikuler Qiro’ah al Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Mojokerto

    Get PDF
    Madrasah Ibtidaiyah Miftahul merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berkembang pesat di bawah naungan LP Ma`arif NU. Dewasa ini sebagian orang beranggapan bahwa sekolah yang berbasis agama (Madrsah), siswa – siswinya bisa bahkan pandai dalam keagama khususnya bidang baca al Qur’an. Untuk mewujudkan hal tersebut maka dibentuklah ekstrakulikuler qiro’ah Qur’an di MI Miftahul Ulum. kegiatan ekstrakurikuler Pebinaan qiro’ah Al Qur`an di MI Miftahul Ulum mengunakan pendekatan langsung, serta melalui beberapa face;Fase Klasikal ( Pembina membaca, siswa menyimak), Pembina membaca, siswa menirukan,Siswa membaca, Pembina menyimak. Manajemen kegiatan ekstrakurikuler dalam pembinaan qiro’ah Al Qur`an di MI Miftahul Ulum sudah berjalan dengan lancar mulai dari proses perencanaan sampai pada pengawasan control yang dilakukan hal ini dapat dilihat dari penjadwalan, proses pembinaan sampai pada penilaian, serta even/lomba-lomba guna menampilkan kemampuan siswa. walaupun dalam melaksanakan fungsi-fungsi tersebut belum secara maksimal. Faktor-Faktor pendukung dan penghambat manajemen kegiatan ekstrakurikuler dalam pembinaan qiro’ah Al Qur`anantara lain; Kuranganya perhatian dan pengawasan orang tua, Teman sejawat, Keterbatasan teknologi sehingga Pembina kurang berkembang (variatif), Factor motivasi dalam diri siswa yang malu akan keterbelakangan dengan siswa lain yang telah bisa baca Al-Qur’a

    قصة لوط وقومه في القرأن الكريم: دراسة بنيوية

    Get PDF
    Kisah Luth dan kaumnya dalam al Quran: tinjauan strukturalisme Al Qur'an secara fimdamental berfungsi memberikan petunjuk bagi umat manusia, karena keberagaman yang dimiliki oleh manusia memberikan arti penting bagi prosesnya dalam berdialektika dengan manusia. Artinya, keberadaan al Qur'an dalam pengungkapannya tidak lepas dari model masyarakatnya. al-Qur'an terdiri dari bebe,rapa bentuk pengungkapan ayat yang berbeda-beda, misalnya bentuk hukum, perumpamaan, kisah-kisah dan lain-lain. Terkait dengan itu, penelitian ini mengkaji salah satu kisah dalam al Quian, yaitu Nabi Luth dan kaumnya, yang telah disebutkan atau dkeritakan daIam surat yang berbeda-beda. Penelitian ini mengkaji dari sisi strukturalisme sastra. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana cerita Nabi Luth dan Kaumnya dalam al Qur' an? Bagaimana kisah nabi Luth dan Kaumnya bila dilihat dari segi strukturalisme. lawaban dart rumusan masalah dalam skripsi ini adalah. bahwa kisah Nabi luth darv kaumnya dalam al Qur'an dkeritakan dalam 10 surat yang jumlah ayatnya 85. dalam cerita tersebut terdapat dua surat yang menceritakan dengan alur yang berbeda yaitu surat al Hijr dan Surat Hud. Penelitian strukturalisme dalam skripsi ini menggunakan paham Stanto abahwa penelitian strukturalisme adalah penelitian dari pada unsure instrinsik yang harus diteliti seluruhnya, yaitu mulai dari tema, setting (tempat, waktu dan sosial), tokoh, alur dan amanat yang disampaikan dalam cerita tersebut. Tema dari cerita ini adalah pendustaan sedangkan seningnya terdiri dari setting tempat yaitu di perbatasan Negara Yordania dan Israel. Tokoh dalam calta ini adalah nabi Luth, istri nabi Luth, putri nabi Luth, kaum Sodom, malaikat dan Allah SWT. Alur cerita ini alur maju dan amanat yang terKandung alam cerita ini adalah Allah mengharamkan hubungan seksual sesama jenis (homoseksual)

    PENGEMBANGAN E-MODUL PENDIDIKAN PANCASILA BERBASIS GOOGLE SITES TERINTEGRASI DENGAN BLOOKET UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERNALAR KRITIS SISWA KELAS IV MADRASAH IBTIDAIYAH

    No full text
    Pancasila education at MI Al-Falah still relies on printed modules that are less interactive and engaging, causing the learning process to be mostly one-way. This condition makes students passive in exploring the meaning of Pancasila values and less trained in analyzing, evaluating, and drawing conclusions about moral issues around them, which are essential components of critical thinking skills. This study aims to develop a Google Sites-based e-module integrated with Blooket on the topic “Pancasila in Myself: The Meaning of Pancasila Principles in Society,” and to examine its outcomes and effectiveness in improving the critical thinking dimension of the Pancasila Student Profile Rahmatan lil Alamin (P5PPRA), which is an Indonesian character education framework emphasizing faith-based morality and civic values, among fourth grade students at MI Al-Falah. The research employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). The findings revealed an increase in the students’ average scores from 67 to 90, with an N-Gain of 0.70, categorized as high, indicating a significant improvement in students’ critical thinking skills. Student responses reached 92%, indicating a very positive perception. Based on these results, the e-module is considered feasible, valid, and effective in enhancing students’ critical thinking through an interactive digital approach. This e-module serves as a relevant alternative learning resource that supports the development of the critical thinking dimension of the P5PPRA character in the era of modern education.Pembelajaran Pendidikan Pancasila di MI Al-Falah masih bergantung pada modul cetak yang kurang interaktif dan menarik, sehingga belum mampu meningkatkan keterlibatan siswa dan kemampuan bernalar kritis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan e-modul berbasis Google Sites terintegrasi Blooket pada materi “Pancasila dalam Diriku: Makna Sila-sila Pancasila di Masyarakat”, serta mengetahui hasil dan efektivitasnya dalam meningkatkan karakter Profil Pelajar Pancasila Rahmatan lil Alamin (P5PPRA) dimensi bernalar kritis siswa kelas IV MI Al-Falah. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor rata-rata siswa dari 67 menjadi 90, dengan N-Gain 0,70 dengan kategori sedang. Tanggapan siswa mencapai 92% dan termasuk kategori sangat positif. Berdasarkan hasil tersebut, e-modul ini dinyatakan layak, valid, dan efektif meningkatkan kemampuan bernalar kritis siswa melalui pendekatan digital yang interaktif. E-modul ini menjadi alternatif bahan ajar yang relevan dan mendukung pembentukan karakter P5PPRA dimensi bernalar kritis di era pembelajaran modern

    Pedidikan Akhlak Di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Bendung Jetis Mojokerto

    Get PDF
    Moral education is the spirit of Islamic religious education and achieving a perfect morality is the real goal of education. Moral education is important for humankind the importance of morals is not only in the life of the individual but also in living in the family and society, even in the life of dancing. Morals are the essence of life and make the difference between humans and animals. “Akhlak†is conscious guidance or leadership by educators of the educated is physical and spiritual development towards the formation of praiseworthy morals. The concept of moral education in Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum not stated directly in the vision and mission of the madrasah. However, moral education values ​​are, in the student code of ethics, for exemplary methods, habituation, lectures, and stories, as well as reward and punishment, implementation of moral education at MTs Madinatul Ulum Baureno Bojonegoro. They are teaching human resources, complete regulatory tools, hidden curriculum, religious culture facilities, and infrastructure that are sufficient to support moral education activities. Meanwhile, the inhibiting faktors for moral education at MTs Madinatul Ulum Baureno Bojonegoro consisted of internal faktors; Inconsistent and sustainable enforcement of rules, Limited time in Madrasa. External faktors; Family environment, community environment.Moral education is education regarding the basics of morality (morals) and the virtue of character, traits that are owned and must be made a habit by children from childhood until they become converts. There is no doubt that the virtues of morality, temperament, and character are one of the fruits of profound faith and true religious development. Morals are very important for humans. This moral urgency is not only felt by humans in individual life but also in family and community life, even in the life of the nation or state. Morals are living things that distinguish human beings from animal beings. Humans without morals are human beings who have been "beast" and are very dangerous. Humans will be eviler and more ferocious than the beasts themselves. Thus, if the morals have disappeared from each human being, this life will be chaotic, society will fall apart. So many things can cause moral decline (moral decadence) which can lead to bad morals or despicable behavio

    Pendidikan Spiritual Santri Lansia Meraih Khusnul khotimah di Pondok Pesantren Lansia Al Hidayah Doromukti Tuban

    Get PDF
    Kebutuhan utama lansia selain kesehatan adalah kesiapan mental untuk menghadapi akhir hayatnya. Upaya untuk meraih itu adalah melalui pendidikan spiritual. Pendidikan spiritual lansia adalah sebuah progam pendidikan yang diselenggarakan khusus untuk orang-orang yang berumur di atas lima puluh tahun. Penyelenggaraan progam ini bertujuan untuk menghadapi dan meraih kematian yang baik atau khusnul khatimah.Salah satu penyelenggara progam pendidikan spiritual lansia adalah pondok pesantren lansia al Hidayah Tuban. Progam yang berjalan dengan segala pendukung dan hambatannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan interaksi simbolik. Hal yang ditemukan dalam penelitian ini adalah program pendidikan spiritual lansia dilaksanakan dengan shalat berjama`ah baik wajib maupun sunnah, pengajian atau motivasi, takziyah, ziarah, tilawatil Qur`an, dhikir dan qiyamul lail. Faktor-faktor pendukung dan penghambat pendidikan lansia di pondok pesantren lansia al Hidayah Tuban dibedakan menjadi dua; internal dan eksternal. Faktor pendukung internal yaitu etos kerja pengasuh pondok dan motivasi atau semangat para santri untuk mengikuti program pendidikan. Faktor pendukung eksternal yaitu dukungan dinas sosial dengan membantu memotivasi santri dan bantuan kesehatan. Adapun faktor penghambat internal yaitu dari santri lansia sendiri yang kesehatannya labil dan daya ingat yang berkurang. Serta faktor penghambat eksternal yaitu kurangnya dukungan dari keluarga karena kehawatiran terhadap mereka. Keyword: pendidikan, spiritual, lansia dan khusnul khatimah

    EFL LEARNERS’ PERCEPTION ON INTEGRATING E-READING MODULE BASED ECO ELT IN EFL CLASS

    No full text
    Environmental issues have emerged widely recognized as global issues in the world. Consequently, they have attracted significant attentions from various academic disciplines, all dedicated preventing further harm to the environment. Upon reflection, it becomes evident that these issues are intrinsically linked to the behavior, awareness, and actions of all communities. Therefore, English Language Teaching (ELT) has a unique opportunity to contribute by providing information and fostering eco-green awareness among learners. To achieve this, a comprehensive research project was undertaken at a university in Bojonegoro to investigate and examine the EFL learners’ perception on implementation of e-reading module based eco-ELT and how EFL learners perceive eco-ELT. This research used mixed method which present and analyze both quantitative and qualitative analysis. The research involved 45 EFL learners, and data was collected through questionnaires and interviews. The questionnaire encompassed various indicators related to the clarity and sustainability of the reading material, presenting reading materials based Eco-ELT themes, and ease of access. The data was analyzed by using data verification, scoring and calculating the percentage of each item and interpret the script of interview. The finding reveals that the majority of the EFL learners have positive perception and acceptance on the use of e-reading module based on eco-ELT in EFL class. The average score was about 50% EFL learners shows their positive perception on the implementation of e-reading module based eco-ELT. While, EFL learners view eco-ELT offers new insights in acquiring information about environment and comprehend reading material while doing the reading exercise. EFL learners imply eco-ELT can encourage them to practice green and sustainable lifestyle to save the earth. Dealing with the findings, eco-ELT can be taken into account as a new innovative approach to develop teaching and learning materials. Consequently, the learners not only acquire the knowledge but also enhance and encourage their characters to love nature

    The Transformation of Ecosufistic Values in Character Education at SMPIT Al Uswah Tuban: A Field Study Inspired by Jalaluddin Rumi’s Matsnawi

    Get PDF
    This study aims to explore how ecosufistic values found in Matsnawi are transformed into character education practices at SMPIT Al Uswah Tuban. The study adopts a qualitative interpretive approach with a descriptive-exploratory design. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and documentation, then analyzed thematically using an educational hermeneutic framework to interpret the school's implementation of ecosufistic values. Findings indicate that core ecosufistic principles such as harmony between humans and nature, ontological unity of all creation, and ecological balance are embedded within the school's spiritual routines, teacher modeling, and reflective learning processes. The use of Matsnawi’s narratives and symbols enhances students’ ecological awareness and fosters a spiritually grounded transformation of character. This study has an impact on the development of an Islamic character-education model based on ecosufism that is not only spiritually meaningful but also pedagogically relevant for addressing today’s ecological challenges. In addition, it provides practical contributions for curriculum developers, educators, and policymakers to integrate classical Islamic texts as a profound source of ecological ethics, thereby fostering sustainable ecological awareness among younger generations.Keywords: Ecosufism, Islamic Character Education, Matsnawi, Sufistic Pedagogy, Ecological Ethics, Spiritual Ecolog
    corecore