1,721,194 research outputs found
PENURUNAN WAKTU SET-UP UNTUK PENINGKATAN EFEKTIFITAS PADA PT. X
PT. X bergerak dalam industri manufuktur yang memproduksi komponen otomotif yang salah satu prosesnya adalah pembuatan bearing. Saat ini, persaingan dalam dunia bisnis semakin ketat. Situasi ini membuat organisasi untuk memperbaiki diri dengan penurunan waktu set-up supaya dapat menghilangkan pemborosan sehingga peningkatan efektifitas dapat dicapai. Untuk melakukan penurunan waktu set-up dalam penelitian ini menggunakan metode Single Minute Exchange of Dies (SMED). SMED adalah salah satu metoda improvement dari Lean Manufacturing yang digunakan untuk mempercepat waktu yang dibutuhkan untuk melakukan setup pergantian dari memproduksi satu jenis produk ke model produk lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu Set up, serta mengetahui cara memperbaiki dan menurunkan waktu set up. Setelah dilakukan penelitian diketahui total waktu set up atau change over serta dilakukan perbaikan pada tiga titik yakni memindakan enam aktivitas internal menjadi aktivitas eksernal yang aktivitasnya dipersingkat, mengganti cara kerja setting/pengencangan baut dari cara manual ke alat bantu pengencangan dengan bantuan tekanan udara (pneumatic), dan mengganti cara kerja setting/penyetelan manual menjadi penyetelan dengan mengunakan block gauge. Secara keseluruhan terjadi penurunan waktu set up yang signifikan. Dengan demikian terjadi peningkatan efektifitas dengan menghilangkan pemborosan waktu set up sehinga terjadi peningkatan jumlah produksi per jam.</em
THE EFFECTIVENESS OF EDUCATION AND TRAINING PROGRAMS FOR THE MTS\u27 ENGLISH TEACHERS: EFEKTIVITAS PENDIDIKAN DAN PELATIHAN GURU BAHASA INGGRIS MTS
English
Improving the quality of technical staffs of religious affairs or teachers has been an essential factor in the Human Resources development at the Ministry of Religious Affairs. An effective education and training programs can lead to the positive results that are concomitant with the intended goals. This study aimes to measure the effectiveness of education and training programs for English teachers at Religious Training Center Padang in 2017. It is based on descriptive quantitative method utilizing questionnaire and documentation techniques to collect the data. To analyze the effectiveness of education and training programs, Kirkpatrick\u27s theory is used to investigate responses, learning and behavior. This study found that the basic training for English Teachers which was by the Religious Training Center of Padang City from 14th up to 26th of September 2017 was conducted effectively at the success rate of 86,87%.
Indonesia
Peningkatan mutu tenaga teknis keagamaan atau tenaga pendidik menjadi poin penting dalam pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia Kementerian Agama. Efektivitas dalam pendidikan dan pelatihan adalah suatu kegiatan yang dapat menghasilkan pengaruh yang tepat, akurat, dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan Pendidikan dan pelatihan Guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris MTs Tingkat dasar Tahun 2017 di Balai Diklat Keagamaan Padang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui Angket dan Studi Dokumentasi. Pengukuran efektivitas pendidikan dan pelatihan menggunakan metode/teori Kickpatrick yaitu reaksi (reaction) atau tanggapan, pembelajaran (learning) dan prilaku (behavior). Dapat disimpulkan bahwa Pendidikan dan Pelatihan Guru mata pelajaran bahasa Inggris MTs Tingkat Dasar Tahun 2017 yang dilaksanakan di kampus Balai Diklat Keagamaan Padang mulai tanggal 14 sampai dengan 26 September 2017 telah terlaksana dengan kategori efektif dengan persentase keberhasilan efektivitas 86,87%
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
UJI ANALISA TDS DAN KONDUKTIVITAS PADA AIR SUMUR D3 TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS DIPONEGORO DENGAN MENGGUNAKAN ALAT DEMINERALISASI (Test And Analysis TDS Conductivity In Water Wells D3 Chemical Engineering University Diponegoro Demineralised Water Using Tools)
Demineralisasi merupakan proses pertukaran ion yang terkandung dalam air (dissolvid) dimana ion positif/kation ditukar dengan ion hidrogen (H+) dan ion negatif/ anion ditukar dengan ion hidroksida (OH-) dengan media penukar ion berupa resin, sehingga dihasilkan air murni yang dapat digunakan sebagai air proses. Metode yang digunakan yaitu metode electrical conductivity. Dimana metode ini menggunakan alatconductivity meter untuk mengukur/ menganalisa konduktivitas listrik dan zat padat telarut (TDS) yang terkandung dalam air.
Nilai TDS pada air sumuryaitu 256 ppm, dan nilai konduktivitasnya sebesar 503-512μS. Pengukuran TDS pada air demineralisasi (produk) dianalisa setiap 15 menit sebanyak 5kali. Pada menitke 0 hinggamenitke 60 didapatkan hasil sebesar 205 ppm, 156 ppm, 103 ppm, 89 ppm, dan 43 ppm berturut turut. Sedangkan nilai konduktivitasnya sebesar 454μS, 450μS, 406μS, 378μS, dan 362μS.Nilai TDS yang didapat berbanding lurus dengan nilai konduktivitas dalam air. Semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk proses pengolahan air sumurmenjadi air demin, maka semakin turun kandungan zat padat terlarut dan nilai konduktivitas dalam air.
Keyword : TDS, Konduktivitas, Demineralisasi
TANGGUNG JAWAB NOTARIS DALAM HAL TERDAPAT PERBEDAAN DATA DALAM AKTA
Notaris seringkali dalam prakteknya terlibat dengan perkara hukum baik sebagai saksi
maupun sebagai tersangka. Keterlibatan Notaris dalam perkara hukum disebabkan adanya
kesalahan pada akta yang dibuatnya, baik karena kesalahan Notaris itu sendiri maupun kesalahan
para pihak, atau salah satu pihak yang tidak memberikan keterangan atau dokumen yang
sebenarnya (tidak adanya iktikad baik dari para pihak atau salah satu pihak) atau telah ada
kesepakatan antara Notaris dengan salah satu pihak yang menimbulkan kerugian pada pihak
lain. Sedangkan kesalahan para pihak terjadi karena salah satu pihak tidak memberikan
keterangan atau dokumen yang sebenarnya atau pihak tersebut berbohong saat menghadap
Notaris dalam membuat sebuah akta. Hal lainnya yaitu para pihak memalsukan data-data yang
dibawanya untuk menghadap Notaris. Rumusan masalah yaitu Bagaimana Tanggung Jawab
Notaris Terhadap Perbedaan Data Dalam Akta?. Bagaimana Akibat Hukum Terhadap Perbedaan
Data Dalam Akta?. Bagaimana Penyelesaian Perbedaan Data Dalam Akta?. Adapun Metode
Penelitian dengan cara adalah menggunakan metode pendekatan yang bersifat Yuridis Empiris.
Pembahasan yaitu tanggung jawab Notaris terhadap perbedaan data dalam Akta. Tanggung
jawab pidana muncul bila mana Notaris telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana atau
perbuatan yang dilarang oleh undang-undang atau dengan melakukan kesalahan, melakukan
perbuatan melawan hukum pidana, baik sengaja maupun karena kelalaian yang menimbulkan
kerugian pada pihak lain. Notaris tersebut dapat dijatuhi sanksi pidana. Pertanggungjawaban
pidana Notaris harus melihat kepada kemampuan bertanggung jawab Notaris,
kesengajaan/kealpaan Notaris serta penghapusan pidana Notaris. Kemampuan bertanggung
jawab berkaitan dengan 2 (dua) faktor penting yakni Faktor Akal untuk membedakan antara
perbuatan yang diperbolehkan dan yang dilarang atau melanggar hukum, dan Faktor Perasaan
atau Kehendak yang menentukan kehendaknya dengan menyesuaikan tingkah laku dengan
penuh kesadaran. Akibat hukum terhadap perbedaan data dalam Akta, dalam hal apabila
ditemukannya perbedaan fakta dalam Akta Otentik (Akta Notaris) tersebut, maka para pihak
yang merasa dirugikan tersebut melalui prosedur yang ditetapkan Undang-Undang Jabatan
Notaris dapat menggugat akta yang telah dikeluarkan Notaris dalam hal pemeriksaan di
Pengadilan terhadap akta tersebut, sehingga akta tersebut tidak memiliki kekuatan bukti materil
dan dapat dibatalkan. Penyelesaian tanggung jawab Notaris terhadap akta yang dibuatnya
tergantung pada permasalahan yang timbul akibat dari adanya akta tersebut, ataupun dari
prosedur pembuatan akta tersebut. Dalam hal ini, Notaris bertanggung jawab penuh terhadap
akta yang dibuatnya. Adanya pemberian sanksi, baik itu sanksi perdata, sanksi pidana maupun
sanksi administraif adalah untuk menghindari hal-hal yang bertentangan dengan peraturan
hukum yang mungkin dilakukan oleh Notaris dan bentuk perlindungan hukum bagi masyarakat
yang dilayaninya. Adapun saran dari Tesis ini, hendaknya Notaris dalam menghadapi setiap
perbuatan hukum tetap bertindak sesuai kewenangannya, sesuai dengan peraturan perundangundangan
yang berlaku dan berperan dalam pembuatan akta dengan menciptakan suatu cara atau
kesempatan dalam setiap perbuatan hukum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan
peraturan perundang-undangan yang berlaku. Notaris diharapkan dalam membuat akta agar
mengakomodir dan menyelidiki kepentingan para pihak dengan seksama.Notaris diharapkan
dalam menjalankan jabatannya selaku Pejabat Umum yang berwenang dalam pembuat Akta
Otentik, memahami dan melaksanakan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan dan
kode etik Notaris sebagai pedoman dalam melaksanakan Profesi Notaris.
Kata kunci : Tanggung Jawab Notaris, Akta Otenti
- …
