1,721,298 research outputs found

    Brand Uniqlo / Siti Nur Hasma Hani Izani

    Get PDF
    Ogori Shōji was founded in March 1949 in Ube, Yamaguchi based company A Yamaguchi. In May 1984, a unisex casual wear store called "Exclusive Clothing Warehouse" opened in Fukuro-machi, Naka-ku, Hiroshima. The brand was going to be registered as a shortened contraction of "unique clothing" for the first during administration work in Hong Kong for registering the brand. The brand name was born in 1988 when the charge of registration misread the "C" as "Q," and Tadashi Yanai changed the store name to "Uniqlo" in 1989 in Japan. The name of the company was changed from "Ogori Shōji" to "Fast Retailing" in September 1991 and by April 1994, there were over 100 Uniqlo stores operating across Japan. Uniqlo could be a Japanese fashion complete that has pan-global quality. Uniqlo that could be owned subsidiary of quick marketing Co. Ltd, could be a specialist in casual vesture although Uniqlo could be a huge complete of cheap vesture in Asia the complete is nevertheless to choose up in different elements of the planet although they need established their presence there. Uniqlo was 1st established in Japan within the 1940’s as a men’s casual vesture complete. It had been throughout the eighties that it started growing into an enormous complete in Japan and the company captive into women’s wear and different classes of vesture. Brand Uniqlo is also the world’s fourth largest fashion retailer, and it has had major presence in the Asian market. I might think all people in this world knew this brand and some people already bought it. Some people might make Uniqlo as their favourite clothing brand and because of the intense competition in the fashion industry, Uniqlo always improve their quality from day to day. Uniqlo has been quick to adapt to foreign cultures without diluting its Japanese values and the company has been popular for the quirky styling and 4 innovative designs in casual wear. As of the year, 2018 Uniqlo has a chain of 13000 stores spread across 20 countries in Europe, Asia Pacific, and America

    KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI PETANI NILAM DI DESA SARAMBU KABUPATEN KOLAKA UTARA

    Get PDF
    ABSTRAK HASMA. R, 2024. “Kehidupan Sosial Ekonomi Petani Nilam di Desa Sarambu Kabupaten Kolaka Utara” Skripsi Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Palopo. Di bimbing oleh Rismayanti S.E.,M.Si Skripsi ini membahas tentang kehidupan sosial ekonomi petani nilam di Desa Sarambu Kabupaten Kolaka Utara. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kehidupan sosial ekonomi petani nilam di Desa Sarambu Kabupaten Kolaka Utara. Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah petani nilam di Desa Sarambu. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Lokasi penelitian ini berada di Desa Sarambu Kecematan Porehu Kabupaten Kolaka Utara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama kehidupan sosial petani nilam di Desa Sarambu yaitu hubungan atau interaksi yang berlangsung antara petani atau masyarakat di desa sarambu terjalin dengan baik. seperti saling bertukar informasi tentang pertanian, saling pinjam meminjam alat perlengkapan, saling tolong menolong dan selalu ikut serta dalam aktivitas-aktivitas sosial seperti gotong royong. Pendidikan terakhir petani nilam hanya sampai SD dan SMP bahkan ada yang tidak sekolah, Rata-rata petani nilam di Desa Sarambu memiliki Kesehatan yang baik. Kedua Kehidupan ekonomi petani nilam di Desa Sarambu Kabupaten Kolaka Utara memiliki pendapatan yang bervariasi tergantung dari luas lahan dan harga jual minyak nilam. Tingkat pendapatan dari petani nilam cukup untuk memenuhi kebutuhan walaupun harus didukung pekerjaan sampingan. Dari segi kebutuhan sandang dan pangan sudah mampu untuk memenuhi kebutuhan tersebut walaupun tidak mengandung gizi yang lengkap setiap hari. Kata kunci: kehidupan ekonomi, kehidupan sosial, petani nilam xxii ABSTRACT HASMA. R, 2024. "Socioeconomic Life of Patchouli Farmers in Sarambu Village, North Kolaka Regency" Thesis of the Sharia Economics Study Program, Faculty of Islamic Economics and Business, Palopo State Islamic Institute. Supervised by Rismayanti S.E., M.Si This thesis discusses the socio-economic life of patchouli farmers in Sarambu Village, North Kolaka Regency. This research aims to determine the socio-economic life of patchouli farmers in Sarambu Village, North Kolaka Regency. The research method used in this research is descriptive qualitative. The subjects of this research were patchouli farmers in Sarambu Village. The techniques used in collecting data are observation, interviews and documentation. The location of this research is in Sarambu Village, Porehu District, North Kolaka Regency. The results of this research show that, firstly, the social life of patchouli farmers in Sarambu Village is that the relationships or interactions that take place between farmers in Sarambu Village are well established. such as exchanging information about agriculture, lending each other tools and equipment, helping each other and always participating in social activities such as mutual cooperation. The last level of education of patchouli farmers is only up to elementary and middle school, some even don't go to school. On average, patchouli farmers in Sarambu Village have good health. Second, the economic life of patchouli farmers in Sarambu Village, North Kolaka Regency, has income that varies depending on the area of land and the selling price of patchouli oil. The income level of patchouli farmers is sufficient to meet their needs even though they have to be supported by side jobs. In terms of clothing and food needs, they are able to meet these needs even though they do not contain complete nutrition every day. Key words: economic life, social life, patchouli farmer

    STUDI PADA KOMUNITAS “MAKASSAR HENNA ARTIST”

    Get PDF
    ABSTRAK Hasma A, 2018 Studi Pada Komunitas “Makassar Henna Artist”. Skripsi. Dibimbing oleh Abd. Aziz Ahmad dan Pangeran Paita Yunus. Program Studi Pendidikan Seni Rupa. Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif tentang jenis motif yang diterapkan di Komunitas Makassar Henna Artist dan makna yang terkandung di setiap motif tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kecenderungan jenis motif yang ada di Makassar Henna Artist, serta untuk mengetahui makna di setiap motif Henna. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun yang menjadi fokus penelitian adalah jenis motif dan makna motif yang diterapkan di Makassar Henna Artist. Motif Kupu-kupu memiliki makna simbolisasi tranformasi yang menghantar wanita ke kehidupan barunya setelah menikah, motif Sulur bermakna memiliki kehidupan yang sejahtera/makmur, motif Air bermakna agar kelak si wanita lebih bersikap fleksibel, sebagai media mensucikan hati dan pikiran pengantin dalam memulai kehidupan yang baru, motif Arabic dimaknai dengan sebuah pernikahan yang mengantar kehidupan yang lebih baik, motif Teratai memiliki makna akan kecantikan dan kesucian, motif Rose memiliki makna perasaan cinta, hubungan yang romantis, motif Bulan dan Bintang memiliki makna doa akan perlindungan dan harapan agar cepat diberi momongan, motif Heart memiliki ilustrasi pola hati, yang dimaknai dengan kasih sayang, perasaan yang penuh dengan kasih sayang, ketulusan hati, motif Minimalist floral memiliki makna kesederhanaan, motif Glamorous memiliki makna panjangnya umur mempelai wanita, motif Gelang memiliki makna terjalinnya suatu ikatan yang kuat, hubungan yang terjalin tidak putus. Adanya kecenderungan memilih jenis motif yang diterapkan di Komunitas Makassar Henna Artist dianggap modern dan minimalis dengan mengikuti trend yang ada

    PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN MERONCE PADA TAMAN KANAK-KANAK AL-FITRIAH LAPPA BOSSE KECAMATAN KAJUARA KABUPATEN BONE

    Get PDF
    HASMA, 2015. Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Meronce pada Taman Kanak-Kanak Al-Fitriah Lappa Bosse Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone. Skripsi dibimbing oleh Dra. Hj. Sumartini, M.Pd dan Dr. Muhammad Akil Musi, S.Pd, M.Pd. Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah teknik bermain meronce dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak di Taman Kanak-Kanak Al-Fitriah Lappa Bosse Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone ?, dengan tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana teknik bermain meronce dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak di Taman Kanak-Kanak Al-Fitriah Lappa Bosse Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Lokasi penelitian ini di Taman Kanak-Kanak Al-Fitriah Lappa Bosse Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone. Subjek penelitian ini adalah kelompok B sebanyak 15 orang dan 1 orang guru. Pengumpulan data dengan teknik observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I masih terdapat kekurangan-kekurangan, dimana kekurangan tersebut berasal dari guru dan anak. Diantaranya pada saat kegiatan guru kurang menjelaskan cara-cara meronce serta kurang mengamati kegiatan anak. Sedangkan kekurangan dari anak yaitu tidak memperhatikan pelajaran guru, anak banyak bermain sendiri ketimbang meronce. Pada tindakan siklus II peningkatan kemampuan berhitung anak sudah mengalami peningkatan , dimana kekurangan-kekurangan yang terjadi pada siklus I sudah dapat diperbaiki. Guru sudah guru sudah menjelaskan cara-cara meronce serta mengamati kegiatan anak. Dari 15 orang anak yang diteliti pada siklus II tidak ada lagi anak yang memperoleh nilai kategori cukup dan kurang. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa kegiatan meronce dapat mengembangkan motorik halus anak dalam hal menggerakkan jari yang ditandai dengan kemampuan anak memegang materi bahan roncean dan mengkoordinasikan mata dan tangan yang ditandai dengan kemampuan anak memasukkan benang ke dalam jarum

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PENINGKATAN MINAT MEMBACA PERMULAAN MELALUI METODE GLENN DOMAN DI TAMAN KANAK-KANAK KARTIKA XX-1 MAKASSAR

    Get PDF
    Hasma Hamzah, 2012. Peningkatan Minat Membaca Permulaan Melalui Metode Glenn Doman di Taman Kanak-Kanak Kartika XX-1, Makassar. Skripsi dibimbing oleh Dr. Parwoto, M.Pd. dan Drs. M. T. Parumbuan, M. Si, Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini bertujuan membahas apakah dengan penerapan metode Glenn Doman dapat meningkatkan minat membaca permulaan di Taman Kanak-Kanak Kartika XX-1. dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas yang dilakukan terhadap 15 peserta didik kelompok B dan 1 orang guru di TK Kartika XX-1 pada tahun ajaran 2010/2011. adapun prosedur penelitian ini terdiri 4 tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui analisis deskriptif kualitatif. Masalah minat membaca permulaan ini diteliti, karena metode membaca yang diterapkan di TK Kartika XX-1 melalui kegiatan individu yang monoton atau kuran bervariasi setiap tahunnya, seperti membedakan suku kata, menentukan kata sejenis, mencocokan kata dengan gambar, sehingga peningkatan kemampuan membaca berjalan lambat. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan Metode Glenn Doman terjadi peningkatan minat membaca permulaan pada peserta didik di Taman Kanak-Kanak Kartika XX-1, karena dengan permainan kartu kata, anak tertarik melihat gambar dan lebih fokus mengikuti permainan sehingga memudahkan proses belajar, dan anak dapat mendengar huruf atau kata yang diperkenalkan melalui permainan tersebut

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore