12,231 research outputs found

    Mearajut perkawinan harmonis : menyikapi tabir rahasia keharmonisan dan kebahagiaan dalam perkawinan

    No full text
    Buku merajut perkawinan harmonis sangat penting dibaca oleh generasi mudah yang belum menikah maupun orang-orang yang telah menjalin rumah tangga.xiv, 216 hlm.: 21 c

    Karakteristik Pelabelan Harmonis, Harmonis Ganjil dan Harmonis Genap

    No full text
    Pelabelan harmonis pada graf G merupakan fungsi injektif f:V(G)→{0,1,2,3,… ,q - 1}sedemikian sehingga menghasilkan fungsi bijektif f^*: E(G)→{0,1,2,… ,q - 1} dengan f^* (uv)=f(u)+f(v)(mod q), untuk setiap uv ∈ E(G). Salah satu ciri yang menonjol daro graf harmonis yaitu selalu memuat lintasan tertutup. Selain itu, sifat dari pelabelan harmonis pada suatu graf tidaklah unik, sehingga akan terdapat fungsi pelabelan yang lain yang dapat melabeli graf tersebut secara harmonis. Misalkan f merupakan pelabelan harmonis pada graf G, maka fungsi g_f (u)=q-f(u)(mod q) dan fungsi g_f (u)=f(u)+k(mod q) untuk k∈{1,2,3,… ,q - 1} juga merupakan pelabelan harmonis pada graf G. Selain pelabelan harmonis terdapat pula pelabelan harmonis ganjil dan pelabelan harmonis genap. Pelabelan harmonis ganjil pada graf G merupakan fungsi injektif f yang memetakan setiap elemen di V(G) ke himpunan bilangan bulat non-negatif yang kurang dari 2q atau dapat kita tuliskan f: V(G)→{0,1,2,3,… ,2q-1} sedemikian sehingga terdapat fungsi f^* (uv)=f(u)+f(v) dengan f^* (uv)∈{1,3,5,… ,2q-1} untuk setiap uv ∈ E(G). Salah satu ciri dari graf harmonis ganjil yaitu tidak memuat cycle ganjil. Pelabelan harmonis ganjil pada suatu graf juga merupakan pelabelan yang tidak unik. Misalkan f merupakan pelabelan harmonis ganjil pada graf G, maka fungsi sepotong – sepotong g_f (v)=f(v)-1 untuk titik berlabel ganjil dan g_f (v)=f(v)+1 untuk titik berlabel genap juga merupakan pelabelan harmonis ganjil pada graf G. Sedangkan pelabelan harmonis genap yaitu merupakan fungsi injektif f:V(G)→{0,1,2,… ,2q} sedemikian sehingga terdapat fungsi bijektif f^*:E(G)→{0,2,4,… ,2q-2} dengan f^* (uv)=f(u)+f(v)(mod 2q) untuk setiap uv∈E(G). Misalkan f merupakan pelabelan harmonis genap pada graf G, maka fungsi g_f (u)=q-f(u)(mod q) dan fungsi g_f (u)=f(u)+q (mod 2q) juga merupakan pelabelan harmonis genap pada graf GDr. Kristiana Wijaya, S.Si., M.Si. , Ikhsanul Halikin, S.Pd., M.Si

    Bilangan Pewarnaan Harmonis pada Graf Berarah

    No full text
    Misalkan  graf berarah dengan  titik dan  busur. Fungsi  dimana  disebut pewarnaan harmonis pada  jika untuk setiap dua busur berbeda,  dan  pada  pasangan terurut . Untuk setiap busur  pada ,  dan , maka  disebut pewarnaan-harmonis-sejati- pada . Bilangan pewarnaan harmonis sejati pada graf berarah , dinotasikan dengan , yaitu minimum  sedemikian hingga ada pewarnaan-harmonis-sejati-  pada graf berarah . Permasalahan utama dalam skripsi ini adalah menentukan nilai eksak dari bilangan pewarnaan harmonis sejati pada graf berarah. Pada skripsi ini, diperoleh bilangan pewarnaan harmonis sejati pada beberapa kelas graf berarah , meliputi graf komplet berorientasi ,  lintasan berarah , sikel berarah , bintang berarah ,  roda berarah , dan pohon berarah .   Kata Kunci: Pewarnaan harmonis sejati, graf berarah

    Bilangan Pewarnaan Harmonis pada Graf Berarah

    No full text
    Misalkan  graf berarah dengan  titik dan  busur. Fungsi  dimana  disebut pewarnaan harmonis pada  jika untuk setiap dua busur berbeda,  dan  pada  pasangan terurut . Untuk setiap busur  pada ,  dan , maka  disebut pewarnaan-harmonis-sejati- pada . Bilangan pewarnaan harmonis sejati pada graf berarah , dinotasikan dengan , yaitu minimum  sedemikian hingga ada pewarnaan-harmonis-sejati-  pada graf berarah . Permasalahan utama dalam skripsi ini adalah menentukan nilai eksak dari bilangan pewarnaan harmonis sejati pada graf berarah. Pada skripsi ini, diperoleh bilangan pewarnaan harmonis sejati pada beberapa kelas graf berarah , meliputi graf komplet berorientasi ,  lintasan berarah , sikel berarah , bintang berarah ,  roda berarah , dan pohon berarah .   Kata Kunci: Pewarnaan harmonis sejati, graf berarah

    Model Keluarga Harmonis dalam Islam

    No full text
    Model pendidikan keluarga harmonis dalam Islam yang dapat mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan tentang pendidikan keluarga harmonis dalam Islam. Berdasarkan fokus penelitian di atas, muncul beberapa masalah yang berkaitan dengan tingkat keefektifan model pendidikan keluarga untuk membentuk keluarga harmonis (sakinah) salah satu jaminannya adalah pemahaman, pengamalan, dan penghayatan ajaran agama dalam kehidupan keluarga islami. Keberadaan keluarga yang islami ini akan membantu terbentuknya masyarakat yang bermoral, damai dan sejahtera. Keluarga yang islami juga akan dapat mewujudkan kebahagiaan bagi segenap anggota keluarganya. Adapun objek kajiannya adalah model pendidikan keluarga sakinah dalam Islam. Pentingnya model pendidikan keluarga sakinah dalam Islam terutamanya dalam pembinaan bagi orang yang ingin meresmikan dan melegalkan hubungannya dalam suatu ikatan perkawinan

    Pewarnaan harmonis pada beberapa kelas graf berarah

    No full text
     AbstrakPewarnaan graf merupakan suatu pemetaan dari elemen pada suatu graf  ke himpunan semua bilangan asli  sedemikian sehingga setiap elemen yang bertetangga tidak dipetakan ke bilangan yang sama. Pada pewarnaan graf, image dari elemen suatu graf disebut warna.  Dimisalkan dan adalah simpul-simpul pada  dan serta  adalah warna. Jika simpul  diwarnai dengan  dan simpul diwarnai dengan  maka pasangan warna yang dihasilkan adalah pasangan warna . Pewarnaan harmonis menerapkan konsep pewarnaan simpul dalam mewarnai suatu graf dengan syarat satu pasang warna muncul paling banyak satu kali. Banyak warna yang paling minimum yang digunakan dalam pewarnaan harmonis disebut bilangan kromatik harmonis. Dalam penelitian ini, konsep pewarnaan harmonis akan diterapkan pada beberapa kelas graf berarah untuk melihat pola bilangan kromatik dari masing-masing kelas tersebut. Seperti diketahui, pada graf berarah , pasangan warna sehingga proses pewarnaan tersebut menjadi lebih kompleks. Adapun kelas graf yang dibahas adalah graf lili berarah , graf komplit berarah  dan graf kipas berarah . Didapat bilangan kromatik harmonis pada graf lili berarah  adalah  dengan ; bilangan kromatik harmonis pada graf komplit berarah  adalah . Sedangkan bilangan kromatik harmonis pada pewarnaan graf kipas berarah  berada pada selang .Kata kunci: bilangan kromatik harmonis; pasangan warna; pewarnaan simpu

    Komunikasi harmonis pasangan beda agama di Surabaya

    No full text
    Penelitian ini membahas persoalan mengenai bagaimana komunikasi harmonis yang dibangun dalam keluarga pasangan beda agama. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan mendeskripsikan proses komunikasi harmonis pasangan beda agama dan faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi perilaku komunikasi harmonis pasangan beda agama. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif untuk mendeskripsikan komunikasi harmonis pasangan beda agama di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan didasari teori interaksionisme simbolik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa prosesnya tidak menemukan banyak konflik yang bersifat besar dalam menjalani komunikasi pasangan beda agama. Komunikasi yang terbentuk sama halnya dengan sebagaimana keharmonisan yang dibangun dalam keluarga pada umumnya. Pasangan beda agama tidak selalu memiliki kendala yang berarti ataupun permasalahan yang berat. Sehingga dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pasangan beda agama juga memiliki komunikasi yang harmonis dalam menjalani hubungan keluarga

    PELABELAN HARMONIS GANJIL PADA GRAF 2S_n ?(C?_4,n)

    No full text
    Graf G = (V,E) dengan V merupakan suatu himpunan simpul yang tidak kosong dan E merupakan suatu himpunan busur yang boleh kosong. Setiap graf yang dapat diberi pelabelan harmonis ganjil disebut dengan graf harmonis ganjil yaitu graf dengan fungsi yang bersifat injektif sedemikian sehingga menginduksi suatu fungsi yang bersifat bijektif, didefinisikan oleh dan fungsi merupakan fungsi pelabelan harmonis ganjil dari graf tersebut. Graf adalah graf yang dibentuk dari k graf lingkaran dengan dua simpul pusat persekutuan dan . Pada makalah ini akan ditunjukkan bahwa graf memenuhi sifat pelabelan harmonis ganjil sedemikian sehingga graf adalah graf harmonis ganjil.Kata kunci: pelabelan harmonis ganjil, gra

    Effects of habitat degradation and fragmentation on butterfly biodiversity in West Kotawaringin, Central Kalimantan, Indonesia

    No full text
    Harmonis, Saud OR. 2016. Effects of habitat degradation and fragmentation on butterfly biodiversity in West Kotawaringin, Central Kalimantan. Biodiversitasx 18: 500-506. The main purpose of this study was to examine the effects of degradation and fragmentation habitats to butterfly communities. To be specific, species diversity, taxonomy structure, main species in every study sites were observed to find out the effects and correlation of each parameters. Field study was carried out in 8 sites in Kotawaringin Barat, Central Kalimantan Province, Indonesia. The specimens were collected using aerial insect nets and baited traps in January-February 2016. From the result of the study, the total of 1085 individual in 130 species was successfully collected. Based on distribution analysis using Shannon-Wiener index, the diversity of butterfly was in the range of middle to high categories (H’ = 2.7-3.5). Of another parameter analysis, it showed that butterfly communities were affected by degradation habitat, while fragmentation habitat did not influence to the butterfly communities. Furthermore, the range of degradation level in the study sites did not correlate with the number of species and taxonomy structures, but the distribution of the special-group of main species showed in correlation. Lexias dirtea was only found in dense forests (site S-7), then Neptis hylas and Parantica agleoides appeared in shrub habitat (site S-5 and S-6). The finding indicated that green patches have valuable contribution to conserve the ecosystem as valuable germplasm for butterflies and also arthropods.</jats:p

    PELABELAN HARMONIS PADA GRAF HANOI

    No full text
    Pelabelan graf merupakan salah satu metode yang dipelajari dalam teori graf. Pelabelan harmonis pada sebuah graf G dengan q buah sisi didefinisikan sebagai pemetaan satu-satu himpunan simpul dalam graf G ke bilangan bulat modulo q sehingga untuk setiap uv∈E(G) akan memiliki f^* (uv)=(f(u)+f(v))(mod q), di mana f^* merupakan fungsi label sisi dalam graf G dan uv merupakan sisi yang menghubungkan simpul-simpul u dan v. Permasalahan pelabelan ini dapat diterapkan pada graf Hanoi yang merupakan graf yang dibangun dari pergerakan yang diperbolehkan dalam masalah menara Hanoi, dengan simpul pada graf Hanoi mewakili keadaan-keadaan yang mungkin dari menara Hanoi dan sisi pada graf Hanoi mewakili perpindahan cakram yang diperbolehkan. Untuk menentukan pelabelan harmonis pada graf Hanoi dapat menggunakan metode trial and error, yaitu mencoba-coba pelabelan harmonis pada graf Hanoi. Semakin banyak jumlah simpul akan semakin banyak pula kemungkinan melabeli simpul secara harmonis, dan peluang error akan semakin besar. Pada penelitian ini, disusun dan dibangun algoritma yang melingkupi seluruh kemungkinan cara melabeli simpul sehingga memenuhi pelabelan harmonis. Algoritma tersebut dijalankan dengan program Python. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa graf Hanoi dapat dilabeli secara harmonis atau dengan kata lain graf Hanoi merupakan graf harmonis. Graph labelling is one of the methods analyzed in graph theory. The harmonious labelling of a graph G with q edges is defined as a one-to-one mapping of the set of vertices in the graph G to integers in modulo q such that for each uv∈E(G) there exists f^* (uv)=(f(u)+f(v))(mod q), where f^* is the edge label function in the graph G and uv is the edge connecting vertices u and v. This labelling problem can be applied to the Hanoi graph which is a graph constructed from the allowed moves in the Hanoi tower problem, where the vertices in the Hanoi graph represent the possible states of the Hanoi tower and the edges in the Hanoi graph represent the allowed disc moves. To determine the harmonious labelling on the Hanoi graph, we can use the trial and error method, by trying out the harmonious labelling on the Hanoi graph. The more the number of vertices, the more the possibility of labelling the vertices harmoniously, and the greater the chance of error. In this research, an algorithm is developed and built that covers all possible ways of labelling vertices so that they satisfy the harmonious labelling. The algorithm is run with Python program. The result of this research shows that Hanoi graph can be labelled harmoniously or in other words, Hanoi graph is a harmonious graph
    corecore